Logo Natural Farm
Gratis Ongkir + Banyak Promo belanja di aplikasi
Health

7 Gejala DBD dan Fase Penyakitnya yang Perlu Diperhatikan

Ditinjau oleh Tim Kesehatan Natural Farm Ditulis oleh Satria Aji Purwoko

Bagikan:

Demam berdarah dengue atau DBD adalah penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang bisa menjangkiti siapa saja, baik itu anak-anak maupun orang tua. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala demam berdarah supaya Anda bisa mengambil tindakan yang diperlukan sesegera mungkin. 

Ciri-Ciri Demam Berdarah yang Umum Terjadi

Gejala penyakit DBD dapat berbeda pada setiap orang. Namun, umumnya ciri-ciri ini muncul dalam beberapa hari pertama setelah terinfeksi virus dengue.

Ciri demam berdarah awalnya sering tampak menyerupai flu biasa. Itu sebabnya, kondisi ini sering diabaikan. Padahal, mengenali ciri penyakit demam berdarah sejak dini mencegah kondisi memburuk dan membantu tenaga medis menentukan penanganan yang sesuai.

1. Demam tinggi mendadak

Demam berdarah sering dimulai dengan demam tinggi yang tiba-tiba. Suhu tubuh dapat naik hingga di atas 39 derajat Celsius. Demam ini umumnya berlangsung selama 2–7 hari, tetapi sulit turun meski sudah minum obat penurun panas.

2. Nyeri otot dan sendi

Pasien demam berdarah biasanya mengalami sensasi nyeri otot dan sendi yang hebat serta mengganggu. Oleh karena itu, DBD juga sering disebut breakbone fever karena rasa nyeri yang cukup intens. Bahkan, pasien bisa sulit bergerak dan cepat lelah saat beraktivitas.

3. Sakit kepala

Bukan hanya sensasi nyeri dan lemah di tubuh, sakit kepala yang parah dan terus-menerus dapat menjadi gejala DBD yang umum terjadi. Rasa sakit ini sering kali dirasakan berada di belakang mata. Rasa nyeri ini dapat bertambah saat menggerakkan bola mata.

4. Ruam atau bintik merah pada kulit

Ciri-ciri demam berdarah yang selanjutnya adalah penderita bisa mengalami ruam kulit yang disebut "ruam petekie". Ruam ini muncul sebagai bintik-bintik merah kecil yang menyerupai titik-titik darah yang terkumpul di bawah kulit. Ruam ini umumnya muncul di wajah, lengan atas, paha, dan betis.  

5. Perdarahan 

Demam berdarah dengue dapat menyebabkan pendarahan internal dan eksternal. Gejala ini dapat berupa mimisan, gusi berdarah, muntah darah, atau tinja berwarna hitam. Jika Anda menyadari gejala DBD pada anak ini, maka segeralah mencari pertolongan medis.

6. Ketidaknyamanan perut

Pasien demam berdarah kerap mengalami gejala awal, seperti nyeri perut yang parah, mual, dan muntah. Rasa tidak nyaman di perut di atas akan dirasakan dalam waktu cukup lama, mulai dari 1–7 hari. Gejala awal penyakit demam berdarah ini sering kali dianggap remeh karena hampir serupa dengan gejala diare. 

7. Penurunan trombosit

Pada kasus demam berdarah yang parah, jumlah trombosit dalam darah dapat turun secara cepat di bawah angka 100.000. Hal ini dapat menyebabkan perdarahan dan mempengaruhi kemampuan darah untuk membeku. Untuk mengatasinya, banyak orang makan makanan penambah trombosit untuk meminimalisir efek turunnya trombosit di dalam tubuh.

Baca Juga: 5 Obat Demam Berdarah Alami Terbaik untuk Meningkatkan Trombosit

Fase Penyakit DBD yang Perlu Diperhatikan

Perjalanan penyakit demam berdarah terbagi ke dalam beberapa fase. Setiap fase memiliki karakteristik gejala berbeda. Memahami fase DBD membantu Anda mengenali perubahan kondisi tubuh dan mengetahui kapan harus segera mencari pertolongan medis.

  • Fase demam. Fase ini berlangsung pada hari ke-1 hingga ke-3 sejak gejala muncul. Gejala utamanya adalah demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot, dan mual. Risiko komplikasi masih rendah, tetapi pemantauan suhu dan asupan cairan penting.
  • Fase kritis. Biasanya terjadi pada hari ke-4 hingga ke-6 saat demam mulai menurun. Pada fase ini, gejala DBD adalah penurunan trombosit, kebocoran plasma, dan risiko perdarahan atau syok. Fase ini paling berbahaya dan sering memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.
  • Fase pemulihan. Tahapan ini terjadi setelah fase kritis terlewati. Kondisi tubuh mulai membaik, nafsu makan meningkat, dan trombosit berangsur naik. Meski demikian, pemantauan tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada komplikasi lanjutan.

Rekomendasi Vitamin DBD untuk Dukung Pemulihan

Saat gejala DBD mulai mereda, tubuh tetap membutuhkan dukungan nutrisi yang tepat agar proses pemulihan berjalan optimal. Natural Farm menghadirkan berbagai pilihan suplemen dan vitamin untuk mendukung tubuh selama masa pemulihan demam berdarah.

1. Nutriwell Vitarom

nutriwell vitarom

Nutriwell Vitarom diformulasikan dengan kombinasi herbal dan vitamin yang berperan dalam mendukung pemulihan demam berdarah. Vitamin DBD ini bekerja dengan cara menambah jumlah trombosit dan meningkatkan sistem imun.

Kandungan 300 mg ekstrak daun pepaya (Carica papaya folium extract) mampu membantu meningkatkan kadar trombosit yang menurun saat tubuh terinfeksi virus dengue penyebab penyakit DBD.

Selain itu, suplemen ini juga mengandung vitamin C, vitamin D3, dan asam folat yang dapat membantu menunjang sistem imun yang menurun ketika  tubuh terinfeksi virus. 

2. Solaray Red Yeast Rice

solaray red yeast rice

Sesuai dengan namanya, Solaray Red Yeast Rice ini mengandung 100% red yeast rice atau angka merah. Bahan alami ini kaya akan senyawa monacolin K yang efektif dalam meningkatkan trombosit saat gejala DBD memasuki fase kritis.

Suplemen dari bahan fermentasi alami ini juga bisa mendukung kesehatan pembuluh darah. Sirkulasi darah yang lancar membuat proses pemulihan saat terkena demam berdarah lebih cepat. Bicarakanlah dengan dokter sebelum menambahkan vitamin DBD dari Solaray ini ke dalam rencana penyembuhan demam berdarah.

3. Nutriwell CalMagZinc + D3

nutriwell calmagzinc + d3

Nutriwell CalMagZinc + D3 memiliki kombinasi 360 mg kalsium, 210 mg magnesium, 400 IU vitamin D3, dan 10 mg zinc yang berperan dalam mendukung sistem imun dan fungsi tubuh yang optimal secara menyeluruh. 

Salah satu fungsi penting vitamin DBD ini ialah untuk mendukung proses pembekuan darah. Proses yang berjalan optimal bisa membantu mencegah dan mengatasi perdarahan ringan, seperti mimisan atau gusi berdarah, yang bisa terjadi pada sebagian pasien DBD.

Suplemen ini bisa digunakan untuk membantu menjaga keseimbangan mikronutrien, terlebih saat tubuh dalam fase pemulihan setelah infeksi dengue.

4. Nuvita Nutri Imuno

nuvita nutri imuno

Nuvita Nutri Imuno diformulasikan khusus guna mendukung sistem kekebalan tubuh dengan kandungan vitamin C, vitamin D3, zinc, dan ekstrak herbal pilihan. Produk ini punya manfaat untuk membantu tubuh melawan infeksi dan mempercepat pemulihan saat DBD. 

Produk vitamin DBD ini mengombinasikan dua herbal, yakni elderberry untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mengurangi keparahan gejala DBD. 

Ada pula kandungan echinacea yang berperan sebagai imunomodulator untuk merangsang sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi virus dengue penyebab demam berdarah.

5. Nutriwell MyBoost

nutriwell myboost

Nutriwell MyBoost mengandung echinacea, beta-carotene, vitamin B5, B6, C, D3, E, serta zinc yang bekerja secara sinergis untuk meningkatkan imunitas saat terserang virus.

Kandungan nutrisinya membantu tubuh tetap fit dan mendukung daya tahan tubuh, terutama setelah fase kritis DBD terlewati. Suplemen ini dirancang dalam satu tablet sehingga praktis dan mudah untuk dikonsumsi untuk menjaga kondisi tubuh tetap optimal.

Konsumsi secara teratur sebanyak 1 tablet per hari dapat membantu tubuh lebih siap dalam menghadapi paparan infeksi di kemudian hari.

Rekomendasi untuk Anda

Pertanyaan tentang Gejala DBD

Apa ciri-ciri terkena DBD?
Apa perbedaan demam berdarah dan demam biasa?
Berapa hari gejala DBD?
Di mana letak bintik DBD?

Kategori Artikel