Mom & Kids

Fenomena Celebral Palsy: Definisi, Gejala, Penyebab, dan Cara Pengobatannya

Apa Itu Cerebral Palsy?

Cerebral palsy atau lumpuh otak adalah nama sekelompok kondisi yang mempengaruhi otot dan saraf. Penyakit ini bukan bawaan, tapi dimulai dari tahap awal kehidupan yaitu sejak lahir. Ada tiga jenis cerebral palsy (CP), spastic (paling umum), dyskinetik, dan ataksik.

Cerebral palsy atau cerebral palsy adalah kondisi seumur hidup yang tidak akan memburuk. Kebanyakan anak pengidap cerebral palsy dapat memiliki aktivitas sehari-hari yang normal pula. Beberapa orang terkena penyakit taraf ringan dan dapat hidup cukup normal sementara yang lainnya mengalami gejala yang lebih parah. Banyak orang memiliki tingkat kecerdasan yang normal meskipun mengalami cacat fisik yang parah.

 

Penyebab Celebral Palsy Yang Paling Umum

Cerebral palsy atau lumpuh otak disebabkan oleh gangguan perkembangan otak pada anak, yang menyebabkan gangguan pergerakan dan postur tubuh. Selain itu, kondisi ini juga dapat menimbulkan gangguan kecerdasan. Cerebral palsy umumnya terjadi pada masa kehamilan, tetapi juga dapat terjadi saat proses persalinan, atau beberapa tahun pertama setelah anak lahir. Berikut penyebab celebral palsy lebih lengkapnya:

1. Gangguan pada masa kehamilan

Cerebral palsy paling sering disebabkan oleh gangguan perkembangan otak saat anak masih di dalam kandungan. Kondisi ini disebabkan oleh:

  • Perubahan pada gen yang memiliki peran dalam perkembangan otak
  • Infeksi saat hamil yang menular pada janin
  • Gangguan aliran darah ke otak janin
  • Perbedaan golongan darah rhesus antara ibu dan bayi

2. Gangguan pasca persalinan

Kerusakan otak pada cerebral palsy juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang terjadi saat atau setelah bayi lahir, yaitu:

  • Kurangnya suplai oksigen pada otak bayi (asfiksia) selama proses persalinan
  • Kelahiran sungsang, yaitu lahir dengan kaki keluar terlebih dahulu
  • Penyakit kuning (kernikterus)
  • Radang pada otak (ensefalitis) atau selaput otak (meningitis) bayi
  • Cedera parah di kepala, contohnya pada kasus shaken baby syndrome atau akibat kecelakaan

 

Gejala Celebral Palsy yang Perlu Diketahui

Cerebral palsy adalah penyakit yang menyebabkan gangguan pada otak dan fungsi sistem saraf, seperti pada gerakan, intelektual, pendengaran, penglihatan, serta kemampuan berbicara. Pada anak atau bayi yang terkena cerebral palsy, sejumlah gejala yang dapat timbul berupa:

1. Pergerakan dan koordinasi

  • Kecenderungan menggunakan satu sisi tubuh, seperti menyeret salah satu tungkai saat merangkak, atau menggapai sesuatu hanya dengan satu tangan
  • Kesulitan melakukan gerakan yang tepat, misalnya saat mengambil suatu benda
  • Gaya berjalan yang tidak normal, seperti berjinjit, menyilang seperti gunting, atau dengan tungkai terbuka lebar
  • Otot yang kaku atau malah sangat lunglai
  • Sendi kaku dan tidak terbuka sepenuhnya (kontraktur sendi)
  • Tremor pada wajah, lengan, atau anggota tubuh lainnya
  • Gerakan menggeliat yang tidak terkontrol

2. Kemampuan berbicara dan makan

  • Gangguan berbicara (disartria)
  • Kesulitan dalam menelan (disfagia)
  • Kesulitan dalam mengisap dan mengunyah
  • Terus-menerus mengeluarkan air liur

3. Pertumbuhan dan perkembangan

  • Terhambatnya pertumbuhan anggota tubuh sehingga ukurannya akan lebih kecil dibandingkan dengan ukuran normal
  • Terlambatnya perkembangan kemampuan gerak, seperti duduk, berguling, atau merangkak
  • Gangguan belajar
  • Gangguan kecerdasan

4. Sistem saraf

  • Kejang (epilepsi)
  • Gangguan penglihatan
  • Gangguan pendengaran
  • Kurang merespons terhadap sentuhan atau rasa nyeri
  • Kondisi kesehatan mental, seperti gangguan emosional dan perilaku
  • Ketidakmampuan dalam menahan buang air kecil (inkontinensia urine)

 

Bagaimana Pengobatan Celebral Palsy?

Cerebral palsy memang tak bisa disembuhkan secara total. Namun, ada beberapa terapi khusus untuk mendukung anak dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

  1. Fisioterapi
    Fisioterapi penting untuk mendukung dan mengelola gejala yang dirasakan. Ini berkaitan dengan gerakan, postur, dan keseimbangan. Fisioterapi dapat membantu meningkatkan keterampilan motorik dan mencegah masalah yang memburuk dari waktu ke waktu. Ini juga agar seseorang lebih mandiri menjalankan aktivitas sehari-hari
  2. Peregangan Olahraga
    Olahraga ringan dan peregangan membantu menjaga kemampuan fisik dan memperbaiki masalah gerakan. Namun, perlu mengikuti saran medis dari pakar untuk menentukan olahraga yang tepat
  3. Terapi Wicara
    Tak kalah penting adalah mengikuti terapi wicara sebagai pengobatan cerebral palsy. Terapi wicara untuk membantu bicara, berkomunikasi, dan kesulitan menelan. Saat ini sudah banyak lembaga konseling yang membuka jasa ini untuk membantu para orang tua.
  4. Obat-Obatan Khusus
    Untuk mengobati kekakuan pada otot, penderita celebral palsy perlu konsumsi obat dengan rutin. Biasanya, dokter merekomendasikan suntikan botox atau zat aktif lain. Suntikan perlu diulang setiap tiga bulan. Efek samping dapat dirasakan biasanya ringan, seperti sakit di tempat suntikan dan gejala flu.
  5. Operasi
    Ketika gejala yang dirasakan cukup berat, pilihan untuk operasi biasanya kerap dilakukan. Hal ini untuk mengurangi rasa sakit pada tubuh yang cukup mengganggu. Tujuannya agar pertumbuhan dan perkembangan dapat kembali lancar. Perlu diingat bahwa tidak semua anak yang menunjukkan gejala gangguan motorik, otomatis menderita kelainan ini. Untuk menegakkan diagnosis cerebral palsy, bawa anak ke dokter dan lakukan pemeriksaan menyeluruh ya, Moms!

 

 

Sumber:

Docdoc

Halodoc