Logo Natural Farm
Gratis Ongkir + Banyak Promo belanja di aplikasi
Health

Penyakit Glaukoma: Gejala, Pencegahan, hingga Pengobatannya

Ditinjau oleh Tim Kesehatan Natural Farm Ditulis oleh Herzanindya Maulianti

Bagikan:

Glaukoma adalah istilah medis untuk menjelaskan kerusakan saraf yang terjadi pada mata. Efeknya cukup serius bisa menyebabkan kebutaan. Berbeda dari katarak yang menyerang lensa mata, glaukoma menyerang saraf yang ada di mata. Apakah penyakit glaukoma memang seserius itu? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Apa itu Glaukoma?

Penyakit glaukoma adalah kerusakan saraf optik mata yang memicu gangguan penglihatan hingga kebutaan. Saraf optik berfungsi untuk menghubungkan retina dengan otak supaya visual yang didapatkan mata bisa dikirim langsung ke otak. 

Untuk menjaga kesehatan mata, ada cairan bola mata atau aqueous humour yang berperan krusial terhadap penyaluran nutrisi di mata, menjaga bentuk mata, hingga membersihkan kotoran melalui sistem pembuangan di trabecular meshwork.

Masalahnya ketika produksi cairan bola mata berlebihan, dampaknya cukup serius terhadap tekanan yang diterima bola mata dan saraf optik. Gangguan tekanan ini yang mengaburkan pandangan. Kalau tidak teratasi lebih dini, penderitanya berisiko mengalami kehilangan pandangan secara menyeluruh.

Penyebab Glaukoma

Penyebab glaukoma adalah tekanan bola mata yang terlalu tinggi sehingga menyebabkan kerusakan saraf mata. Tekanan bola mata yang meningkat dapat disebabkan menumpuknya cairan di dalam mata. Normalnya, cairan mengalir melalui trabecular meshwork. Cairan yang menumpuk ini terjadi karena produksinya berlebihan atau tidak bisa dialirkan keluar dengan lancar.

Beberapa faktor penyebab glaukoma, di antaranya riwayat cedera akibat paparan zat kimia, infeksi mata, peradangan, dan tersumbatnya pembuluh darah di mata. Ada sejumlah faktor lain yang meningkatkan risiko terkena gangguan kesehatan mata ini sebagai berikut.

  • Riwayat penyakit mata, seperti rabun dekat atau rabun jauh.
  • Riwayat operasi mata.
  • Pernah menggunakan obat tetes mata kortikosteroid untuk waktu lama.
  • Riwayat cedera mata.
  • Berusia lebih dari 60 tahun.
  • Faktor genetik atau riwayat penyakit keturunan.
  • Riwayat kelainan genetik khusus yang menyebabkan ketebalan kornea menipis.
  • Riwayat diabetes, tekanan darah tinggi, anemia sel sabit, ataupun serangan jantung.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Suplemen Vitamin untuk Kesehatan Mata

Jenis-Jenis Penyakit Glaukoma pada Mata

Berikut ini adalah klasifikasi penyakit glaukoma berdasarkan kondisi dan penyebabnya.

  • Glaukoma sudut terbuka. Jenis glaukoma yang disebabkan karena sumbatan pada saluran trabecular meshwork sehingga aliran aqueous humour untuk keluar menjadi terhambat. Meski tidak langsung memicu kebutaan, tetapi sering kali penderitanya terlihat baik-baik saja padahal sistem saraf optiknya sedang terganggu.
  • Glaukoma sudut tertutup. Jenis gangguan kesehatan mata di mana sudut drainase tertutup secara menyeluruh atau posisi iris yang menonjol sehingga menghambat seluruh jalan cairan pada bola mata. Jalur cairan yang tertutup ini meningkatkan tekanan pada saraf optik mata.
  • Glaukoma tekanan normal. Jenis masalah mata yang tidak kasat mata. Sulit sekali mendeteksi gangguan ini karena belum diketahui pasti penyebab dan gejalanya, tapi kerusakan saraf optik mata nyata terjadi. Jika dibiarkan, ini bisa memicu kebutaan.
  • Glaukoma sekunder. Jenis glaukoma ketika lapisan mata bagian tengah mengalami peradangan atau cedera mata lainnya. Penyebab peradangan ini bisa terjadi karena konsumsi obat ataupun penyakit lain, seperti hipertensi dan komplikasi diabetes.
  • Glaukoma kongenital. Jenis penyakit glaukoma yang sering menyerang anak-anak. Tekanan yang diterima bola mata terjadi karena adanya kelainan saat bayi baru lahir.

Ciri-Ciri Glaukoma pada Mata

Sebenarnya ciri-ciri glaukoma pada mata cukup sulit terdeteksi. Belum lagi masing-masing gejala berkembang secara perlahan. Meski begitu, Anda tetap perlu mengenali sejumlah gejala glaukoma yang umum, di antaranya:

  • nyeri mata,
  • sakit kepala,
  • sensitif terhadap cahaya,
  • melihat bayangan lingkaran di sekeliling cahaya,
  • mata memerah,
  • mual atau muntah,
  • mata berkabut, khususnya pada bayi,
  • mengalami tunnel vision, yakni penglihatan mengerucut seperti terowongan, dan
  • kemampuan melihat makin menurun sampai benar-benar tidak bisa melihat.

Terlepas dari gejala di atas, ada sejumlah gejala spesifik lain yang dialami berdasarkan jenis penyakit glaukoma. Berikut ini tabel ciri-ciri glaukoma pada mata berdasarkan jenisnya.

Sudut Terbuka

Sudut Tertutup

Kongenital

Kemampuan melihat tepi (tunnel vision) hilang secara bertahap

Nyeri dan sakit mata kronis

Mata berair

Kemampuan melihat benar-benar kabur atau berbayang

Mual dan muntah

Sensitivitas akan cahaya meningkat

Mengalami blind spot alias tidak bisa melihat dengan jelas

Kemampuan melihat kabur

Salah satu atau kedua mata mengalami pembesaran

-

Kerap melihat lingkaran cahaya atau seperti pelangi di dekat lampu

-

-

Mata merah

-

-

Sakit kepala berat

-

Pengobatan dan Pencegahan Glaukoma

Untuk orang berusia di atas 60 tahun, glaukoma adalah penyebab utama kebutaan. Kendati demikian, orang berusia lebih muda pun ternyata memiliki risiko yang sama. Berikut ini ialah upaya untuk mencegah dan mengobat penyakit mata yang menyebabkan kebutaan.

1. Rutin cek kesehatan mata

Disarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan mata komprehensif untuk dapat mendeteksi penyakit glaukoma sejak dini. Lalu, kapan waktu terbaik untuk periksa mata? Berikut ini rekomendasinya.

  • Orang berusia di bawah 40 tahun: setiap 10 tahun sekali.
  • Orang berusia antara 40–54 tahun: setiap 2–4 tahun sekali.
  • Orang berusia antara 55–64 tahun: setiap 1–3 tahun sekali.
  • Orang berusia lebih dari 65 tahun: setiap 1–2 tahun sekali.

2. Cek riwayat kesehatan mata keluarga

Cara lain untuk mendeteksi penyakit glaukoma dengan mencari tahu apakah ada anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit tersebut. Pasalnya, salah satu faktor penyebab glaukoma adalah faktor genetik keturunan dari keluarga. 

3. Gunakan pelindung mata

Salah satu penyebab glaukoma adalah cedera mata. Supaya mata tidak mengalami cedera, gunakan pelindung mata saat bekerja menggunakan peralatan atau perkakas listrik ataupun pada saat berolahraga di lapangan tertutup.

4. Konsumsi makanan sehat

Mengonsumsi makanan sehat turut membantu menurunkan risiko masalah mata. Beberapa zat gizi bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata, di antaranya antioksidan, vitamin A, vitamin C, vitamin E, zinc, selenium, dan tembaga.

5. Batasi konsumsi kafein

Fakta mengejutkan bahwa mengonsumsi kafein berlebihan ternyata menyebabkan tekanan pada mata. Di sisi lain, mengonsumsi minuman lain dalam jumlah banyak dan terburu-buru alias minum dengan cepat juga bisa meningkatkan tekanan pada mata.

6. Posisi kepala saat tidur

Kemudian, perhatikan posisi kepala saat tidur. Posisikan kepala sedikit lebih tinggi daripada tubuh. Paling tidak tinggikan sekitar 20 derajat dari posisi tubuh. Hal ini bertujuan untuk mengurangi tekanan intraokular atau di dalam mata sewaktu tidur.

7. Gunakan obat tetes mata

Pengobatan penyakit glaukoma lainnya dengan menggunakan obat tetes mata khusus yang diresepkan oleh dokter. Adapun, beberapa contoh tetes mata yang dimaksud seperti berikut.

  • Beta blocker, yang berfungsi untuk mengurangi produksi aqueous humour di mata, di antaranya betaxolol dan timolol.
  • Carbonic anhydrase inhibitor, yang berperan untuk menekan produksi cairan pada bola mata, seperti brinzolamide dan dorzolamide.
  • Cholinergic atau miotic, yang dapat melancarkan aliran cairan bola mata, contohnya pilocarpine.
  • Prostaglandin, yang berperan mengurangi tekanan pada mata dengan melancarkan aliran aqueous humour, seperti bimatoprost, latanoprost, dan travoprost.

8. Obat oral

Jika obat tetes mata dirasa masih kurang optimal, umumnya dokter dapat meresepkan obat oral untuk menurunkan tekanan mata di tingkat tertentu. Contoh obat oral yang dikonsumsi, di antaranya inhibitor karbonat anhidrase atau acetazolamide. 

Namun, obat oral ini memiliki beberapa efek samping, seperti frekuensi buang air kecil lebih sering, tangan dan kaki kesemutan, hingga depresi dan risiko penyakit batu ginjal.

9. Terapi laser dan tindak pembedahan lainnya

Apabila pengobatan melalui obat tetes mata atau obat oral masih kurang efisien, tindakan medis yang akan dilakukan berupa terapi laser hingga tindak pembedahan pada mata.

10. Konsumsi suplemen multivitamin

Langkah terakhir untuk mengobati dan mencegah agar mata tidak sakit yakni dengan minum suplemen multivitamin yang berkaitan dengan nutrisi untuk kesehatan mata.

Rekomendasi Multivitamin untuk Kesehatan Mata

Dibandingkan mengobati, alangkah lebih bijaksana guna mencegah supaya mata tidak sakit. Berikut ini rekomendasi multivitamin dari Natural Farm untuk menjaga kesehatan mata.

1. Nutriwell Eye Formula

nutriwell eye formula

Beli Nutriwell Eye Formula di Natural Farm

Konsumsi Nutriwell Eye Formula secara rutin 1 tablet per hari dapat membantu menjaga dan meningkatkan kesehatan mata dalam jangka panjang. Suplemen ini diformulasikan dengan bilberry yang kaya antioksidan dan telah lama digunakan untuk mendukung fungsi mata. 

Ada pula vitamin A untuk menjaga kesehatan retina sehingga mata berfungsi optimal dalam berbagai aktivitas harian, termasuk saat terpapar layar dalam waktu lama.

Selain itu, Nutriwell Eye Formula juga diperkaya dengan fish oil dan lutein yang sudah teruji manfaatnya bagi kesehatan mata. Kombinasi ini membantu mencegah terjadinya gangguan penglihatan, mengatasi keluhan mata kering, serta menekan risiko penyakit mata serius, seperti katarak dan degenerasi makula. 

2. Nutriwell Eye Gummy

nutriwell eye gummy

Beli Nutriwell Eye Gummy di Natural Farm

Nutriwell Eye Gummy bermanfaat untuk menjaga serta memelihara kesehatan mata setiap hari. Suplemen ini mengandung lutein, zeaxanthin, dan ekstrak bilberry yang diformulasi secara tepat untuk mendukung fungsi penglihatan. 

Ketiga kandungan tersebut bekerja sebagai antioksidan guna melindungi mata dari paparan radikal bebas. Hasilnya, ini dapat mencegah kerusakan sel mata akibat faktor usia maupun paparan cahaya berlebih, yang meningkatkan risiko penyakit glaukoma.

Keunggulan Nutriwell Eye Gummy juga terletak pada sediaan yang praktis. Sediaan gummy dengan varian rasa jeruk membuat suplemen ini mudah dikonsumsi tanpa rasa pahit, cukup 1 tablet per hari. Dengan konsumsi rutin, Nutriwell Eye Gummy menjadi pilihan tepat untuk menjaga kesehatan mata secara optimal dengan cara yang lebih menyenangkan.

3. Nuvita Nutri Vision

nuvita nutri vision

Beli Nuvita Nutri Vision di Natural Farm

Guna menjaga kesehatan mata di tengah aktivitas harian yang padat, cobalah minum Nuvita Nutri Vision secara rutin. Suplemen ini mengandung kombinasi ekstrak alami Tagetes erecta flos sebagai sumber lutein dan zeaxanthin, Vaccinium myrtillus fructus, dan ekstrak bilberry.

Multivitamin untuk mata ini juga diperkaya vitamin A, vitamin E, dan minyak ikan. Perpaduan nutrisi tersebut diformulasikan untuk membantu memelihara fungsi penglihatan sekaligus melindungi sel-sel mata dari kerusakan akibat radikal bebas.

Kerusakan mata dapat dipicu oleh beberapa faktor, mulai dari paparan radiasi sinar biru dari perangkat elektronik, sinar ultraviolet, dan paparan radikal bebas dari lingkungan. Vitamin dari Nuvita yang tersedia dalam bentuk kaplet ini tinggi antioksidan yang berperan dalam membantu mengurangi kerusakan sehingga kesehatan mata tetap terjaga.

4. Natures Health Visi Health

natures health visi health

Beli Natures Health Visi Health di Natural Farm

Sebagai alternatif untuk menjaga kesehatan mata, Anda dapat mempertimbangkan Natures Health Visi Health. Kandungan vitamin A (beta-carotene) di dalamnya berperan membantu menjaga kesehatan retina. Selain itu, Visi Health juga diperkaya dengan beberapa herbal TCM (Traditional Chinese Medicine), yang dikenal bisa memelihara kesehatan mata dan mendukung fungsi penglihatan yang lebih optimal.

Keunggulan Natures Health Visi Health juga terletak pada kandungan ekstrak bilberry yang mengandung pigmen anthocyanin sebagai antioksidan kuat. Kandungan ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata, membantu memperbaiki aliran darah ke mata, serta meningkatkan kekuatan dinding pembuluh kapiler di sekitar mata. 

Dengan konsumsi rutin, suplemen ini juga mampu membantu menghambat risiko terjadinya glaukoma dan memperlambat perkembangan mata minus sehingga mata tetap sehat.

Rekomendasi untuk Anda

Pertanyaan tentang Glaukoma

Glaukoma disebabkan oleh apa?
Apa glaukoma bisa diobati?
Apa yang dirasakan oleh penderita glaukoma?

Kategori Artikel