Logo Natural Farm
Gratis Ongkir + Banyak Promo belanja di aplikasi
Lifestyle

6 Perbedaan Fungal Acne dan Bruntusan, Jangan Salah Rawat!

Ditinjau oleh Tim Kesehatan Natural Farm Ditulis oleh Herzanindya Maulianti

Bagikan:

Sering keliru membedakan fungal acne dan bruntusan? Meski tampak mirip, penyebab dan cara mengatasinya sangat berbeda.

Salah mengenali kondisi kulit bisa membuat perawatan menjadi tidak efektif atau bahkan memperburuk keadaan. Mari bahas tuntas apa itu fungal acne, perbedaannya dengan bruntusan, serta langkah perawatan yang tepat.

Apa Itu Fungal Acne dan Bruntusan?

Fungal acne atau nama medisnya Malassezia folliculitis adalah infeksi pada folikel rambut akibat pertumbuhan berlebih jamur Malassezia.

Jamur Malassezia adalah bagian alami mikrobioma kulit. Masalah muncul saat jamur tumbuh berlebih yang biasanya dipicu keringat, cuaca lembap, atau skincare dengan asam lemak tinggi, sehingga menyebabkan folikel meradang.

Menurut review Hafner & Voith (2020) dalam Journal of Fungi, fungal acne paling sering muncul di area dahi, punggung atas, dada, dan bahu. Kondisi ini lebih umum di iklim tropis seperti Indonesia.

Sementara itu, bruntusan atau closed comedones berbeda. Kondisi ini muncul saat pori-pori tersumbat oleh campuran sebum (minyak alami kulit) dan sel kulit mati yang menumpuk.

Jadi, bruntusan bukan disebabkan infeksi bakteri atau jamur, melainkan murni masalah penyumbatan mekanis di folikel rambut. Bruntusan biasanya muncul di area T-zone atau pipi.

Saat disentuh, teksturnya terasa seperti pasir halus, tapi umumnya tidak gatal atau perih seperti fungal acne. Kondisi ini bisa makin parah jika skin barrier sedang terganggu atau kulit dehidrasi.

Baca Juga: Perawatan Kulit Lengkap untuk Kulit Sehat dan Glowing

Perbedaan Fungal Acne dan Bruntusan

Agar tidak salah langkah dalam memilih produk skincare, berikut perbandingan lengkap berdasarkan aspek klinis. Memahami beda fungal acne dan bruntusan akan membantumu memilih perawatan yang tepat sejak awal.

Aspek

Fungal Acne

Bruntusan

Penyebab

Jamur Malassezia (overgrowth folikel rambut)

Sumbatan sebum + sel kulit mati di pori

Nama Medis

Malassezia folliculitis / Pityrosporum folliculitis

Closed comedones / clogged pores

Bentuk

Papula/pustula seragam, 1–2 mm

Bintil bervariasi ukuran, tidak seragam

Lokasi Umum

Dahi, punggung atas, dada, bahu

Hidung, pipi, dagu (T-zone)

Rasa

Gatal, terutama saat berkeringat

Umumnya tidak gatal

Respons Produk Berlemak

Memburuk (fatty acid jadi nutrisi jamur)

Tidak memburuk, bisa membantu kelembapan

Penanganan

Antifungal: ketoconazole, zinc pyrithione, tea tree oil

BHA (salicylic acid), eksfoliasi, retinoid

1. Penyebab

Fungal acne terjadi akibat pertumbuhan jamur Malassezia yang mengonsumsi asam lemak kulit. Sebaliknya, bruntusan adalah masalah mekanis akibat sumbatan minyak dan sel kulit mati pada pori.

Kalau kamu pakai produk dengan kandungan fatty acid tinggi (seperti minyak kelapa atau oleic acid), kondisi fungal acne bisa makin parah karena jamur makin subur. Tapi untuk bruntusan biasa, produk-produk itu justru bisa membantu menjaga kelembapan kulit.

2. Bentuk dan Tampilan

Fungal acne ditandai dengan bintil kecil berukuran seragam (1–2 mm) yang muncul bergerombol. Sifat "monomorfik" (seragam) ini menjadi pembeda utama dari jerawat biasa.

Bruntusan sebaliknya, ukurannya tidak seragam, ada yang sangat kecil hampir tidak terlihat, ada yang sedikit lebih besar. Bentuknya cenderung membulat tanpa kepala putih atau hitam yang jelas, dan tersebar tidak terlalu rapat.

3. Lokasi Munculnya

Fungal acne dominan di area kaya kelenjar minyak yang sering tertutup atau lembap, misalnya di dahi, garis rambut, punggung atas, dada, dan bahu. Itulah sebabnya orang yang sering berkeringat lebih rentan.

Bruntusan lebih sering muncul di area wajah, terutama T-zone (dahi, hidung, dagu) dan pipi. Distribusinya mengikuti pola kelenjar minyak wajah, bukan area tertutup-lembap seperti fungal acne.

4. Sensasi pada Kulit

Perbedaan yang paling kontras sering kali dirasakan langsung pada kulit:

  • Fungal acne: Menimbulkan rasa gatal yang cukup intens, terutama saat suhu panas atau tubuh berkeringat.
  • Bruntusan: Biasanya tidak disertai rasa gatal maupun nyeri; kulit hanya terasa kasar ketika disentuh.

Jika bintil-bintil terasa sangat gatal setelah beraktivitas fisik, besar kemungkinan itu adalah fungal acne daripada sekadar bruntusan biasa.

5. Reaksi terhadap Kandungan Minyak

Anda bisa melakukan tes sederhana dengan mencermati bagaimana kulit bereaksi terhadap produk berkandungan minyak tinggi:

  • Fungal acne: Keadaan akan semakin parah jika terkena oleic acid, minyak kelapa, atau shea butter, karena asam lemak tersebut menjadi asupan nutrisi bagi jamur.
  • Bruntusan: Tidak menunjukkan reaksi negatif, dan produk berminyak justru dapat membantu mengatasi kulit yang dehidrasi.

6. Penanganan

Mengingat adanya perbedaan fundamental di antara keduanya, strategi penanganan untuk fungal acne dan bruntusan memerlukan kategori produk yang sangat spesifik dan berbeda.

  • Fungal acne memerlukan antifungal (ketoconazole, zinc pyrithione, atau tea tree oil), bukan salicylic acid karena bukan masalah pori tersumbat.
  • Bruntusan diatasi dengan eksfoliasi dan kontrol sebum (seperti BHA, niacinamide, atau retinol), tanpa perlu antifungal.

Kesalahan dalam memilih kategori produk tidak hanya membuat pengobatan menjadi tidak efektif, tetapi khusus pada kasus fungal acne, hal tersebut berisiko memperparah tingkat peradangan pada kulit.

Baca Juga: Perbedaan Jerawat dan Bruntusan: Ciri-ciri dan Cara Mengatasinya

Cara Mengenali Fungal Acne dan Bruntusan di Kulitmu

Setelah memahami perbedaan klinis antara fungal acne dan bruntusan, langkah selanjutnya adalah mengenali kondisi mana yang sebenarnya kamu alami. Bagian ini akan membantumu melakukan self-check sebelum memutuskan langkah perawatan.

Ciri-Ciri Fungal Acne yang Perlu Dikenali

Fungal acne punya beberapa ciri khas yang membedakannya dari bintil-bintil lain di kulit. Berikut lima penanda kunci yang perlu kamu perhatikan:

  • Bintil seragam (1–2 mm) yang muncul merata.
  • Muncul bergerombol basanya di dahi, punggung, dada, atau bahu.
  • Terasa sangat gatal terutama saat kondisi panas atau berkeringat.
  • Sensitif terhadap minyak dan memburuk jika terkena produk dengan asam lemak tinggi.
  • Sering muncul akibat ketidakseimbangan mikrobioma kulit.

Kalau kamu mengalami minimal tiga dari lima ciri di atas, kemungkinan besar yang kamu hadapi adalah fungal acne, bukan jerawat biasa atau bruntusan.

Ciri-Ciri Bruntusan yang Perlu Dikenali

Bruntusan punya karakteristik yang berbeda dari fungal acne. Berikut lima ciri yang biasanya muncul:

  • Tekstur kasar seperti pasir di area T-zone atau pipi.
  • Ukuran bintil tidak seragam.
  • Umumnya tidak gatal atau meradang.
  • Membaik dengan eksfoliasi rutin (seperti BHA).
  • Bisa memburuk akibat kulit dehidrasi.

Jika ciri-ciri ini lebih cocok dengan kondisimu, kemungkinan besar yang kamu alami adalah bruntusan. Penanganannya berbeda total dengan fungal acne.

Mana yang Lebih Bahaya, Fungal Acne atau Bruntusan?

Keduanya bukan kondisi medis yang berbahaya, namun memiliki karakteristik penanganan yang berbeda.

Fungal acne cenderung lebih "rewel" karena beberapa alasan:

  • Sering salah didiagnosis sebagai jerawat biasa.
  • Memburuk dengan perawatan jerawat standar (seperti benzoyl peroxide).
  • Membutuhkan penanganan khusus (antifungal) dan cenderung kambuh jika pemicunya (seperti keringat/lembap) tidak dihindari.

Bruntusan secara umum lebih "ramah" karena:

  • Umumnya cukup diatasi dengan eksfoliasi rutin dan pelembap non-comedogenic.
  • Tidak meradang atau gatal dan tidak menyebar secepat fungal acne.
  • Jarang memerlukan konsultasi dokter.

Segera konsultasikan jika bintil tidak membaik dalam 4–6 minggu, meradang/bernanah, gatal hebat, menyebar cepat, atau disertai gejala sistemik (seperti demam).

Perawatan untuk Cegah Fungal Acne dan Bruntusan

Setelah berhasil mengidentifikasi kondisi kulitmu, langkah berikutnya adalah memilih penanganan yang tepat. Penting diingat, kalau fungal acne dan bruntusan butuh pendekatan perawatan yang sangat berbeda. Jika salah pilih, kondisi bisa makin parah.

Berikut panduan bahan aktif yang direkomendasikan secara klinis untuk masing-masing kondisi:

Kondisi

Bahan Aktif

Fungsi Klinis

Fungal Acne

Ketoconazole 2%, zinc pyrithione

Menghambat pertumbuhan jamur Malassezia

Fungal Acne

Tea tree oil (Melaleuca alternifolia)

Antifungal & antiinflamasi alami

Bruntusan

Salicylic acid (BHA) 0,5–2%

Eksfoliasi dalam pori, melarutkan sumbatan sebum

Bruntusan

Niacinamide

Mengontrol produksi sebum berlebih

Keduanya

Aloe barbadensis (Aloe vera)

Soothing, meredakan iritasi ringan

Keduanya

Centella asiatica

Antiinflamasi, memperkuat skin barrier

Cara Mengatasi Fungal Acne

Penanganan fungal acne berfokus pada dua hal: menghentikan "pasokan nutrisi" untuk jamur Malassezia, dan menggunakan bahan antifungal yang efektif. Berikut langkah praktisnya:

  • Gunakan pembersih atau sampo dengan ketoconazole 2% atau zinc pyrithione 1–2%.
  • Hindari produk skincare dengan kandungan fatty acid atau oleic acid tinggi.
  • Jaga kulit tetap kering dan segera ganti pakaian setelah berkeringat.
  • Gunakan tea tree oil yang sudah diencerkan sebagai perawatan tambahan.
  • Konsultasikan ke dokter jika tidak ada perubahan setelah 4–6 minggu.

Cara Mengatasi Bruntusan

Bruntusan paling efektif diatasi dengan eksfoliasi rutin dan manajemen minyak yang tepat. Berikut langkah-langkahnya:

  • Salicylic acid (BHA) 0,5–2%: Masuk ke pori dan melarutkan sumbatan sebum. Cara eksfoliasi yang benar penting agar tidak over-exfoliating.
  • Eksfoliasi 2–3 kali seminggu untuk menghindari kerusakan skin barrier.
  • Terapkan double cleansing untuk membersihkan sisa minyak, sunscreen, dan makeup.
  • Gunakan pelembap non-comedogenic agar produksi minyak lebih stabil.
  • Gunakan retinol rendah (0,1–0,3%) untuk regenerasi kulit. Untuk turunan kuat seperti adapalene, konsultasikan dengan dokter.
  • Manfaatkan bahan alami untuk menghilangkan bruntusan sebagai opsi perawatan tambahan.

Rekomendasi Produk Natural Farm untuk Mendukung Perawatan Bruntusan & Fungal Acne

Setelah memahami perbedaan fungal acne dan bruntusan, langkah berikutnya adalah memilih produk dengan kandungan yang sesuai kondisi kulitmu. 

Berikut beberapa pilihan dari Natural Farm yang diformulasikan dengan kandungan aktif terkait perawatan fungal acne maupun bruntusan.

1. Neil & Son Tea Tree Topical Cream

Neil & Son Tea Tree Tropical Cream 50 ml

Beli Neil & Son Tea Tree Topical Cream di Natural Farm

Neil & Son Tea Tree Topical Cream memanfaatkan tea tree oil (Melaleuca alternifolia) yang memiliki sifat antibakteri dan antifungal untuk merawat kulit berjerawat serta fungal acne.

Selain kandungan utama tea tree oil, produk ini diperkaya bahan aktif untuk kesehatan kulit:

  • D-panthenol (Pro-Vitamin B5): Berperan sebagai soothing agent yang dapat membantu menenangkan kulit setelah peradangan
  • Propanediol & Glycerin: Humektan yang dapat membantu menarik kelembapan ke lapisan kulit
  • Shea Butter & Crodamol GTCC: Emolien yang dapat membantu menurunkan transepidermal water loss (TEWL), sehingga mendukung kulit tetap terhidrasi

Gunakan sebagai pelengkap rutinitas malam untuk menenangkan peradangan dan menjaga hidrasi tanpa menyumbat pori. Konsultasikan dengan dokter untuk kondisi kulit yang berat.

2. Derma E Deep Pore Cleansing Wash

Derma e Deep Pore Cleansing Wash 6 Oz 175 gr

Beli Derma E Deep Pore Cleansing Wash di Natural Farm

Untuk merawat bruntusan, salicylic acid (BHA) 2% sangat disarankan karena kemampuannya menembus pori dan melarutkan sumbatan sebum. Derma E Deep Pore Cleansing Wash adalah pembersih wajah dengan kandungan Salicylic Acid 2% sebagai bahan aktif utamanya.

Selain itu, produk ini juga mengandung:

  • Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Leaf Oil: Kandungan yang dikenal memiliki aktivitas antimikroba alami.
  • Salix Alba (Willow Bark) Extract: Sumber salisin alami yang dapat berkontribusi pada efek eksfoliasi lembut.
  • Chamomilla Recutita (Chamomile) Extract: Kandungan yang dapat membantu menenangkan kulit.
  • Glycerin: Humektan untuk menjaga kelembapan.

Kombinasi salicylic acid dan ekstrak botani ini membersihkan pori secara menyeluruh namun tetap lembut untuk penggunaan harian. Cocok untuk kulit berminyak atau bruntusan.

Mulai gunakan sekali sehari, sesuaikan dengan toleransi kulit, dan kurangi frekuensi jika terjadi iritasi.

3. BREYLEE Salicylic Acid Cleansing Pads

BREYLEE Salicylic Acid Cleansing Pads - Pembersih Wajah (40 Pads)

Beli BREYLEE Salicylic Acid Cleansing Pads di Natural Farm

Selain pembersih wajah, cleansing pads dengan salicylic acid menawarkan cara praktis untuk eksfoliasi harian karena aplikator kapas yang sudah mengandung bahan aktif.

BREYLEE Salicylic Acid Cleansing Pads mengandung Salicylic Acid 2% dalam format pad dua sisi untuk eksfoliasi praktis. Diperkaya Tea Tree, Witch Hazel, Aloe Vera, Oat, dan Sodium Hyaluronate, produk ini membersihkan, menenangkan, dan menjaga kelembapan kulit.

Gunakan sisi eksfoliasi untuk sel kulit mati dan sisi soothing untuk menenangkan. Mulai 2–3 kali seminggu, serta selalu gunakan pelembap dan sunscreen.

4. Cetaphil Daily Exfoliating Cleanser

Cetaphil Daily Exfoliating Cleanser 178 ml

Beli Cetaphil Daily Exfoliating Cleanser di Natural Farm

Cetaphil Daily Exfoliating Cleanser adalah pembersih wajah dengan kandungan Bambusa Arundinacea (Bamboo) Stem Extract dalam bentuk butiran mikro halus sebagai eksfoliator fisik. Formula ini juga diperkaya dengan:

  • Panthenol (Pro-Vitamin B5): Kandungan yang dapat membantu menjaga kelembapan dan mendukung skin barrier
  • Tocopheryl Acetate (Vitamin E): Antioksidan yang dapat membantu melindungi kulit dari paparan radikal bebas
  • Glycerin: Humektan untuk menjaga kelembapan

Eksfoliator lembut ini mengangkat sel kulit mati tanpa membuat kulit kering. Cocok untuk kulit sensitif, bebas paraben, dan tidak berbusa berlebih.

Gunakan 2–3 kali seminggu, dengan mengaplikasikan secara lembut untuk menjaga skin barrier.

5. BREYLEE Step 2 Pore Minimizer Serum

BREYLEE Step 2 Pore Minimizer Serum 17 ml

Beli BREYLEE Step 2 Pore Minimizer Serum di Natural Farm

Setelah eksfoliasi, gunakan serum dengan ekstrak botani untuk menenangkan kulit dan mengecilkan tampilan pori.

BREYLEE Step 2 Pore Minimizer Serum adalah serum dengan beberapa kandungan botani aktif:

  • Witch Hazel: Astringen alami penghalus pori.
  • Centella Asiatica: Menenangkan kulit dan mendukung skin barrier.
  • Tea Tree Oil: Antimikroba alami.
  • Licorice & Scutellaria: Antioksidan dan penenang iritasi.
  • Sodium Hyaluronate: Menjaga hidrasi kulit.

Aplikasikan 3–5 tetes, lalu usapkan lembut pada wajah pagi dan malam setelah pembersihan.

Rekomendasi untuk Anda

Pertanyaan tentang Perbedaan Fungal Acne dan Bruntusan

Apakah bruntusan termasuk fungal acne?
Bagaimana membedakan fungal acne dan bruntusan?
Cara mengatasi fungal acne dan bruntusan?

Kategori Artikel