Apa itu Burnout Syndrome dan Cara Gampang Mengatasinya

Apa itu Burnout Syndrome dan Cara Gampang Mengatasinya

Natural Buddy, pernah tidak sih merasa lelah dan tertekan akibat WFH yang malah kerjanya tidak selesai-selesai atau lingkungan yang toxic? Jika pernah, jangan anggap remeh kondisi tersebut, sebab jika dibiarkan terus-menerus, hal tersebut bisa menyebabkan stres, bahkan bisa mengalami burnout syndrome yang dapat berdampak pada kesehatan, lho! Namun, tahu gak sih kalau stres dan burnout syndrome merupakan dua keadaan yang berbeda? Nah, kira-kira apa sih yang membedakannya? Yuk simak ulasannya!

Apa itu Burnout Syndrome?

Diperoleh dari Kejarmimpi.id, burnout merupakan istilah psikologi yang digunakan untuk menggambarkan perasaan kegagalan dan kelesuan akibat tuntutan yang terlalu membebankan tenaga dan kemampuan seseorang. Burnout akan terjadi ketika level stres karena pekerjaan sudah mencapai titik puncak, lho!

Dikutip dari penelitian berjudul “Comparison of Burnout and Job Stress Between Physical Education Employees and Industrial Workers“, yaitu saat kamu mengalami stres, hormon kortisol meningkat dan membuat kamu mencari jalan keluar dari penyebab stres yang dialami.

Namun, jika hal ini terjadi dalam jangka waktu lama, maka akan menimbulkan depresi yang berdampak buruk pada kesehatan dan akan merasa lelah secara fisik dan emosional. Akibatnya, kamu tidak dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Nah, jika kamu berada di fase ini bisa dikatakan kamu mengalami burnout syndrome.

Stres dalam pekerjaan sudah biasa, tetapi mengalami burnout syndrome beda cerita. Burnout syndrome merupakan stres kronis. Kondisi ini tentu bisa menghalangi pekerjaan kamu. Lantas, bagaimana membedakan keduanya? Cari tahu lebih dalam soal perbedaan antara burnout dan stres kerja biasa di kantor.

Perbedaan Burnout Syndrome dengan Stres Kerja Biasa

Berikut ini, sejumlah perbedaan kunci antara stres kerja biasa dengan burnout syndrome:

  • Durasi stress

Secara definisi, stres diartikan sebagai respons individu terhadap situasi eksternal yang disebabkan oleh keadaan yang tidak menguntungkan. Sementara burnout merupakan keadaan kelelahan mental atau emosional yang terjadi akibat paparan stres yang terus-menerus.

  • Dampak stress

Saat stres biasa, orang akan merasa cemas, murung, hingga menyalahkan diri sendiri. Di sisi lain, dalam kondisi burnout, orang merasa hipertensi, depresi mental, tidak sabar, mudah tersinggung, dan lain-lain.

  • Level kelelahan

Pada stres biasa, individu tersebut mengalami kelelahan sedangkan pada burnout orang tersebut mengalami kelelahan kronis.

  • Sikap pada pekerjaan

Stres biasa mengakibatkan ketidakpuasan terhadap pekerjaan, tetapi burnout dapat menyebabkan kebosanan dan sinisme terhadap pekerjaan.

  • Komitmen kerja

Saat mengalami stres biasa, komitmen kerja seseorang jatuh, tetapi seringkali akan bangkit lagi. Tidak seperti burnout, di mana orang yang mengalaminya merasa secara mental terpisah dari organisasi.

  • Dampak ke kesehatan

Seseorang bisa mengalami perubahan fisiologis saat sedang stres biasa, seperti tekanan darah dan detak jantung yang meningkat. Sebaliknya, keluhan psikosomatik seringkali ditemukan pada orang yang mengalami burnout.

Mencegah Burnout Syndrome Akibat Pekerjaan

      Resign atau berhenti dari pekerjaan yang tidak kamu sukai dan mencari pekerjaan baru yang lebih menyenangkan, memang merupakan pilihan yang sangat menggiurkan, demi tak terus-menerus menderita job burnout.

     Namun, kenyataannya mencari pekerjaan impian tidaklah semudah itu. Jika itu yang terjadi, mengubah pola pikir dan sudut pandang menjadi cara yang paling mungkin untuk mencegah terjadinya burnout syndrome akibat pekerjaan.

Beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk mencegah stres kerja, antara lain:

  • Cari sisi positif dalam pekerjaan

     Sekesal dan menyebalkan pekerjaan kamu, fokuslah pada hal yang kamu sukai. Sebagai contoh, pekerjaan ini menyulitkan, tetapi kamu bahagia melihat orang dari departemen lain terbantu karena apa yang kamu kerjakan. Bahkan, hal sederhana seperti teman-teman kerja yang menyenangkan di tengah buruknya lingkungan kerja dan pekerjaan bisa menjadi hal yang positif.

  • Berteman dengan rekan kerja

     Terkadang, teman-teman di lingkungan kerja bisa membuat stres karena pekerjaan sehari-hari berkurang. Itu sebabnya, penting juga untuk membangun hubungan yang erat dengan sesama rekan kerja. Berteman dengan rekan kerja akan memudahkan kamu membangun obrolan dan bercanda satu sama lain. Hal itu juga dapat membantu kamu mengurangi stres agar tak telanjur terjebak pada burnout syndrome.

  • Jaga keseimbangan hidup

     Pekerjaan sudah menyebalkan? Cobalah menemukan kembali diri kamu dari lingkungan sekitar, seperti keluarga dan teman-teman. Orang terdekat kamu pasti masih sangat menghargai keberadaan kamu di tengah-tengah mereka. Kamu juga bisa menemukan hobi atau mencari kegiatan lain yang membuat kamu bahagia.

  • Manfaatkan cuti

     Jika memang burnout tak terhindarkan lagi, cobalah istirahat sejenak dari rutinitas pekerjaan kamu. Cobalah mengambil cuti untuk berlibur demi mengalihkan perhatian kamu sejenak dari kesibukan yang memenjarakan kamu. Gunakan waktu cuti kamu untuk “mengisi ulang” tenaga serta menyegarkan pikiran kamu.

Cara Mengatasi Burnout Syndrome

Natural Buddy, mungkin merasa bahwa tidak ada satu pun yang menolong kamu ketika mengalami burnout syndrome. Namun, sebenarnya terdapat beberapa cara yang bisa lakukan untuk mengatasi burnout syndrome, antara lain:

  • Bicarakan dengan atasan

Komunikasikan apa yang kamu rasakan dengan atasan. Kamu mungkin dapat bekerja sama dengannya untuk menyamakan persepsi mengenai pekerjaan yang kamu lakukan.

  • Bicarakan dengan orang terdekat

Tak hanya rekan kerja, orang terdekat juga bisa membantu kamu melegakan stres yang kamu rasakan. Ceritakanlah masalah kamu dengan mereka, dengan begitu hubungan kamu dan mereka pun akan semakin kuat.

  • Batasi diri kamu dari orang yang negatif

Orang yang selalu berpikiran negatif tanpa menghadirkan solusi dapat membuat kamu semakin terpuruk. Untuk itu, sebisa mungkin batasi kontak kamu dengan mereka.

  • Olahraga secara rutin

Melakukan olahraga secara rutin bisa membantu kamu mengurangi stres, bahkan hal ini juga dapat mengalihkan pikiran kamu.

  • Tidur cukup

Cukup tidur membuat tubuh kamu lebih bugar dan kesehatan pun terjaga.

  • Lakukan relaksasi

Beberapa kegiatan relaksasi bisa membantu kamu menghilangkan stres, seperti yoga dan meditasi. Selain itu, sebaiknya saat melakukan relaksasi pastikan kondisi ruangan tenang serta wangi. Wangi-wangian yang tepat saat relaksasi adalah essential oil yang dapat digunakan dengan difusser.

  • Menerapkan pola hidup sehat

Mulailah dengan mengonsumsi makanan dan minuman sehat seperti superfood, air mineral dan madu.

Dalam upaya mengatasi ataupun mencegah burnout syndrome, Natural Farm punya rekomendasi untuk Natural Buddy yang ingin melakukan relaksasi dengan menggunakan essential oil serta diffuser. Produk-produknya yaitu Diffuser SESA, Mommy Time Waterless Portable Diffuser, Owellness Odor Neutralizer Diffuser Oil dan Botanina Redam Gentle Aromatherapy Spray.

Natural Farm juga punya rekomendasi produk untuk Natural Buddy yang ingin memulai pola hidup sehat dengan mengonsumsi air mineral Eternal Plus, Madu Manuka Health MGO 115+ dan Madu Manuka Farm MGS 20+. Jadi, yuk dapatkan segera di website www.naturalfarm.id atau di store Natural Farm terdekat kamu! ☺