Vaksin Lansia: Ini Hal yang Perlu Diketahui Lansia Sebelum Suntik Vaksin COVID-19

Vaksin Lansia: Ini Hal yang Perlu Diketahui Lansia Sebelum Suntik Vaksin COVID-19

Demi menekan laju peningkatan virus Covid-19, pemerintah tengah gencar-gencarnya melakukan kegiatan vaksinasi. Selain memberikan prioritas vaksin kepada para tenaga medis sebagai garda terdepan penanganan Covid-19, vaksinasi juga diprioritaskan kepada para lansia. Khusus bagi para lansia, vaksinasi Covid-19 ini menjadi isu tersendiri. Dilansir dari Antaranews.com, tidak sedikit para penerima vaksin lansia yang berusia lanjut harus gagal menerima vaksin lantaran persoalan tekanan darah.

Sebelum dinyatakan layak menerima vaksin, calon penerima vaksin lansia memang harus memenuhi segelintir persyaratan, salah satunya adalah memiliki tekanan darah yang normal. Sementara, hipertensi yang diderita oleh para lansia memang sudah menjadi permasalahan kesehatan yang lumrah di Indonesia. Hal ini disebabkan karena faktor usia yang menjadi salah satu penentu nilai tekanan darah dalam tubuh. Semakin bertambahnya usia, maka kemampuan organ jantung dalam memompa darah dan mengalirkannya ke seluruh tubuh juga akan semakin berkurang.

Menjaga Tekanan Darah Sebelum Menerima Vaksin Lansia

Lalu, bisakah lansia mengontrol tekanan darah kembali normal?

Tentu. Meskipun hipertensi atau tekanan darah tinggi tidak bisa disembuhkan, namun kita bisa mengontrol tekanan darah menjadi normal kembali.

Menurut Ketua Ikatan Perawat Indonesia, Harif Fadhillah mengatakan bahwa ada beberapa cara yang mesti dilalui oleh para penderita hipertensi, khususnya oleh orang-orang berusia lanjut sebelum nantinya menerima vaksin untuk lansia. Di antaranya adalah tidur dengan cukup, menjaga kecukupan nutrisi dalam sehari, serta menjaga pikiran agar tidak terlalu cemas atau stres.

Untuk memaksimalkan upaya dalam mengontrol tekanan darah, para lansia juga bisa mengonsumsi Kyolic Aged Garlic Extract Reserve yang tersedia di Natural Farm. Produk organik ini mengandung garlic organik (bawang putih organik) yang diproses secara khusus menggunakan metode aging (ekstraksi selama 20 bulan). Proses aging menjadikan Kyolic suplemen garlic yang tidak berbau dan tidak mengiritasi lambung.

Formula yang terkandung dalam Kyolic Aged Garlic Extract Reserve didukung oleh hasil penelitian, serta diproduksi dengan standar Pharmaceutical Grade, yaitu dengan menggunakan senyawa yang disebut S-allyl Cysteine (SAC). Senyawa inilah yang digunakan untuk menjamin konsistensi dan keefektifan produk.

Seperti yang kita tahu, kandungan yang terdapat dalam bawang putih berkhasiat untuk membantu menjaga tekanan darah agar tetap normal. Dalam sebuah artikel ilmiah yang dikeluarkan oleh US National Library of Medicine National Institutes of Health, bawang putih memiliki zat-zat yang mampu merangsang tubuh untuk menghasilkan zat yang menurunkan ketegangan pada pembuluh darah yang membuat tekanan darah meningkat. 

Manfaat Kyolic Aged Garlic Extract Reserve Lainnya

Tidak hanya teruji secara klinis mampu mengontrol menormalkan tekanan darah, mengonsumsi Kyolic Aged Garlic Extract Reserve secara teratur dua kali sehari, juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida, membantu menjaga kesehatan kardiovaskular, melancarkan sirkulasi darah keseluruh tubuh, membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, serta menunjang kesehatan sistem syaraf. Hal ini tentu saja berguna bagi para orang tua khususnya sebelum menerima vaksin untuk lansia.

Sebagai catatan tambahan, menjaga tekanan darah tidak hanya dilakukan demi bisa dikatakan layak untuk menerima vaksin lansia. Lebih jauh, hipertensi justru harus dikontrol sehingga tidak menimbulkan risiko penyakit kronis, seperti jantung, gagal ginjal, stoke, atau bahkan kematian.