Health

4 Jenis Obat Kolesterol yang Biasa Diresepkan Dokter

Tahukah Anda kalau sebenarnya kolesterol bukanlah hal berbahaya? Pasalnya, kolesterol secara alami memang diproduksi oleh tubuh manusia, tepatnya oleh organ hati. Bahkan setiap sel tubuh manusia membutuhkan kolesterol agar tetap sehat. Kalau begitu, mengapa ada yang namanya obat kolesterol, ya?

Obat kolesterol sendiri hadir sebagai solusi untuk mengatasi masalah kesehatan yang disebabkan oleh tingginya kadar kolesterol. Penyebabnya beragam, seperti gaya hidup sedentari, pola makan tinggi lemak jenuh yang banyak ditemukan di gorengan dan makanan cepat saji, serta kegemukan yang menyebabkan penumpukan lemak di tubuh, terutama di area pinggang.

Tingginya kadar kolesterol bisa menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius. Dalam beberapa kasus yang sayangnya sering ditemukan, kolesterol tinggi bahkan bisa memicu stroke dan penyakit jantung. Oleh karena itu, dokter akan meresepkan obat kolesterol kepada pasiennya yang punya kolesterol tinggi, atau berisiko menderita kolesterol tinggi.

4 Jenis Obat Kolesterol

Bergantung pada kondisi pasien, biasanya dokter akan meresepkan jenis-jenis obat berikut ini untuk membantu pasien menurunkan kadar kolesterol di dalam tubuh.

1.    Statin

Statin adalah salah satu jenis obat untuk kolesterol yang mampu menurunkan kadar low-density lipoprotein, alias LDL atau kolesterol jahat, serta trigliserida. Tak hanya itu saja, jenis obat yang satu ini juga bisa meningkatkan jumlah high-density lipoprotein alias HDL atau kolesterol baik, meskipun hanya sedikit.

2.    Resin asam empedu

Kemudian ada resin asam empedu, yaitu salah satu jenis obat penurun kolesterol yang bekerja di dalam usus dengan cara menempel di empedu. Empedu sendiri adalah cairan yang dibentuk oleh kolesterol yang diproduksi organ hati. Dengan obat ini, kadar LDL di dalam tubuh pasien dapat diturunkan sementara kadar HDL bisa ditingkatkan meskipun sedikit.

3.    Nocotinic acid

Juga dikenal sebagai moasom. nicotinic acid sebenarnya adalah salah satu jenis vitamin B kompleks. Meskipun ada beberapa produk obat nicotinic acid yang bisa Anda dapatkan secara bebas di apotek, ada sebagian yang hanya bisa Anda dapatkan dengan resep dokter. Niasin sendiri bisa bantu turunkan kadar kolesterol jahat dan trigliserida, serta meningkatkan kadar kolesterol baik.

4.    Asam omega-3.

Asam omega-3 atau yang biasa dikenal juga sebagai minyak ikan dikenal mampu menurunkan kadar trigliserida di dalam tubuh. Maka dari itu, rasanya tak heran kalau makanan tinggi asam lemak omega-3 juga direkomendasikan untuk menurunkan kadar kolesterol.

Cermati Efek Samping Obat dan Selalu Konsultasikan dengan Dokter

Meskipun keempat jenis obat kolesterol di atas sudah dikenal luas akan khasiatnya, bukan berarti Anda bisa mengonsumsinya secara sembarangan. Selalu pastikan bahwa Anda sudah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi obat yang tepat sesuai dengan kondisi dan riwayat kesehatan Anda. Pasalnya, ada beberapa efek samping obat penurun kolesterol yang perlu Anda perhatikan.

Tak hanya itu saja, pengobatan dari dokter juga tidak bisa memberikan hasil optimal jika tidak diimbangi dengan perubahan gaya hidup dan pola makan. Mengingat gaya hidup sedentari atau kurang gerak merupakan salah satu faktor risiko kolesterol tinggi, ubah kebiasaan Anda dan buat tubuh lebih aktif bergerak, misalnya dengan berolahraga rutin setiap hari selama 30 sampai 60 menit.

Untuk perubahan pola makan, kurangi konsumsi makanan yang diolah dengan cara digoreng serta makanan tinggi lemak jahat. Contohnya gorengan yang digoreng dengan minyak sawit dan makanan cepat saji. Sebagai gantinya, perbanyak asupan makanan tinggi serat yang bisa bantu menurunkan dan mengendalikan kadar kolesterol di dalam tubuh.