Logo Natural Farm
Gratis Ongkir + Banyak Promo belanja di aplikasi
Mom & Kids

Anak Demam Naik Turun, Ini Penyebab & Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh Tim Kesehatan Natural Farm • Ditulis oleh Herzanindya Maulianti •

Bagikan:

Anak demam naik turun biasanya terjadi karena tubuh si Kecil sedang melawan infeksi virus atau bakteri. Naik turunnya suhu tubuh ini merupakan respons normal sistem imun, tetapi tetap perlu dipantau agar tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Berikut ini adalah penjelasan pola, penyebab, serta cara mengatasi demam naik turun pada anak yang perlu Anda sebagai orang tua ketahui.

Mengenal Pola Demam pada Anak

Suhu tubuh normal anak sekitar 36,5–37,5 derajat Celsius (°C). Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), anak dikatakan demam bila suhu tubuhnya mencapai 38°C atau lebih.

Berikut ini adalah kategori suhu tubuh anak normal hingga demam yang harus diperhatikan.

  • Normal: 36,5–37,5°C
  • Demam ringan: 37,6–38,3°C
  • Demam sedang: 38,4–39,4°C
  • Demam tinggi: 39,5–40,9°C
  • Hiperpireksia: ≥ 41°C

Berdasarkan klasifikasi MedicineNet (2026), ada 5 pola demam utama yang perlu diketahui orang tua seperti pada tabel di bawah ini.

Pola Demam

Karakteristik

Contoh Penyakit

Intermittent Fever (Demam Hilang Timbul)

Suhu naik beberapa jam, lalu kembali normal dalam 24 jam

Malaria, infeksi saluran kemih

Remittent Fever (Demam Turun Tapi Tidak Normal)

Suhu naik turun, tapi tidak pernah kembali normal sepenuhnya

Infeksi virus umum, endokarditis

Continuous Fever (Demam Terus-Menerus)

Suhu tetap tinggi dengan fluktuasi ≤1°C dalam 24 jam

Demam tifoid, pneumonia

Hectic Fever (Demam Tajam Berfluktuasi)

Kombinasi intermittent/remittent dengan fluktuasi suhu ≥1,4°C

Abses, sepsis

Relapsing Fever (Demam Kambuhan)

Demam hilang beberapa hari/minggu, lalu muncul kembali

Penyakit Lyme, malaria

*) Sumber: MedicineNet. (2026). What Are the 5 Types of Fever?

Anak demam naik turun adalah kondisi saat suhu tubuh anak naik di atas 38°C, selanjutnya turun kembali dalam periode tertentu dan kerap berulang selama beberapa hari. 

Pola fluktuasi ini umumnya disebabkan infeksi virus atau bakteri, yang secara medis masuk dalam kategori intermittent atau remittent fever.

Khusus untuk kasus panas anak naik turun selama 3 hari atau lebih, waspadai pola biphasic (saddleback) yang khas pada demam berdarah (DBD), suhu turun di hari ke-3 justru menjadi fase kritis, bukan tanda sembuh (Kemenkes RI, 2023).

Baca Juga: 5 Gejala DBD pada Anak yang Perlu Diwaspadai Sejak Dini

Penyakit Penyebab Anak Demam Naik Turun

Dalam kebanyakan kasus, penyebab anak panas turun naik karena infeksi virus dan bakteri. 

Setiap virus dan bakteri dapat menyebabkan jenis penyakit yang berbeda. Di bawah ini jenis penyakit yang dapat menyebabkan anak demam naik turun.

1. Infeksi Virus Umum

Infeksi virus adalah penyebab paling umum anak panas turun naik. Sistem imun anak yang masih berkembang membuat mereka lebih rentan terpapar virus dari lingkungan sekolah, tempat bermain, atau anggota keluarga yang sakit.

Berikut ini adalah beberapa virus yang sering menyebabkan demam naik turun pada anak.

  • Virus influenza: menyebabkan flu dengan demam 3–5 hari.
  • Virus dengue: penyebab demam berdarah (DBD) dengan pola saddleback yang khas, di mana panas turun di hari ke-3 yang justru menjadi fase kritis.
  • Rhinovirus: penyebab pilek dan infeksi saluran napas atas.
  • Rotavirus: penyebab diare disertai demam pada anak di bawah 5 tahun.
  • Virus cacar air (Varicella zoster): Menyebabkan demam diikuti ruam melepuh.

Tidak heran ketika anak yang baru sembuh dari demam bisa kembali panas dalam beberapa hari atau minggu, terutama bila terpapar virus berbeda.

2. Infeksi Bakteri Umum

Penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri kemungkinan besar memicu demam berulang dan berkelanjutan. Hal ini lantaran beberapa bakteri cenderung lebih sulit diobati.

Beberapa contoh penyakitnya, mencakup infeksi saluran kemih, demam tifoid (akibat infeksi Salmonella typhi), dan tuberkulosis (TBC). Bakteri lain yang menyebabkan demam berulang adalah sebagai berikut.

  • Borrelia: penyebab penyakit Lyme atau demam kambuh tertentu.
  • Bartonella quintana: penyebab trench fever.
  • Mycobacterium tuberculosis: penyebab penyakit tuberkulosis.
  • Spirillum minus: menyebabkan demam akibat gigitan tikus.
  • Meningokokus: penyebab penyakit meningitis.
  • Yersinia enterocolitica: penyebab infeksi saluran pencernaan.

3. Malaria

Malaria termasuk jenis penyakit yang dapat menyebabkan anak demam naik turun. Nyamuk Anopheles betina yang menggigit manusia membawa parasit Plasmodium yang masuk ke dalam aliran darah.

Menurut WHO (2024), demam intermiten dengan pola 48–72 jam adalah gejala khas infeksi Plasmodium pada anak-anak.

4. Sindrom Demam Periodik

Sindrom demam periodik adalah kondisi ketika seseorang, termasuk anak-anak, mengalami demam berulang dengan pola yang khas dan dapat diprediksi. Berbeda dari demam akibat infeksi, pola ini muncul tanpa pemicu kuman yang jelas.

Salah satu contoh paling umum adalah sindrom PFAPA (periodic fever, aphthous stomatitis, pharyngitis, and adenitis), yang kerap kali dialami anak di bawah 5 tahun. 

Episode demam berulang setiap 3–6 minggu, berlangsung 3–5 hari, serta biasanya mereda seiring bertambahnya usia.

5. Gangguan Autoimun dan Autoinflamasi

Anak dengan riwayat gangguan autoimun atau autoinflamasi sering mengalami demam naik turun yang tidak berkaitan dengan infeksi. Demam ini dipicu peradangan ketika sistem imun tubuh keliru menyerang jaringan tubuh sendiri.

Dua contoh penyakit autoimun yang bisa menyebabkan demam berulang pada anak adalah juvenile idiopathic arthritis (JIA) dan lupus eritematosus sistemik (SLE). 

Kondisi ini tergolong jarang terjadi, tetapi harus diwaspadai apabila anak mengalami demam berulang tanpa penyebab jelas, dan disertai gejala, seperti nyeri sendi, ruam, atau kelelahan ekstrem. Konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga: 10 Gejala Tipes pada Anak yang Perlu Orang Tua Waspadai

Cara Mengatasi Demam Anak Naik Turun

panas anak naik turun

Pada dasarnya, demam adalah respons alami tubuh untuk melawan infeksi. Perhatikan juga perilaku si Kecil, bukan hanya angka termometernya. 

Anak yang masih aktif meski bersuhu tinggi biasanya lebih aman daripada anak yang lemas.

Berikut cara mengatasi demam untuk mendukung kesehatan anak secara menyeluruh.

1. Kompres Hangat pada Anak

Pertolongan pertama pada anak demam adalah memberi kompres hangat. Sisipkan handuk hangat di dahi, leher, ketiak, atau bagian dalam paha untuk menurunkan demam anak.

Hindari penggunaan air dingin karena justru memicu menggigil. Hal ini membuat suhu tubuh kembali naik dan kompres jadi tidak efektif.

2. Jaga Tubuh Anak Tetap Terhidrasi

Pastikan tubuh anak tetap terhidrasi ketika demam naik turun berlangsung. Saat suhu tubuh naik, cairan keluar lebih cepat melalui keringat dan pernapasan sehingga anak perlu asupan cairan tambahan.

Berikan cairan dalam porsi kecil tapi sering, seperti 1–2 sendok makan tiap 15 menit. Pilihan cairan terbaik, seperti air putih, kuah sup, oralit, atau ASI untuk bayi. Pantau frekuensi pipis anak dan popok yang jarang basah bisa menjadi tanda awal dehidrasi.

3. Konsumsi Obat Penurun Demam

Untuk menjaga stabilitas suhu tubuh normal pada anak demam, beri obat penurun demam, seperti paracetamol atau ibuprofen, dengan dosis sesuai anjuran. Khusus ibuprofen, baru boleh diberikan untuk anak di atas 6 bulan sesuai standar BPOM dan IDAI.

Hindari memberikan paracetamol dan ibuprofen bersamaan, karena berisiko menimbulkan kebingungan dosis dan tidak terbukti lebih efektif daripada satu obat saja (Purssell, 2011). Konsultasikan dulu ke dokter sebelum memberi obat pada anak.

4. Konsumsi Makanan Sehat Bergizi

Dukung sistem imun anak dengan makanan bergizi yang mudah dicerna. Utamakan sumber protein (telur, ikan, ayam) serta sayur dan buah untuk asupan vitamin dan mineral.

Jangan paksa anak makan dalam porsi besar. Tawarkan porsi kecil tapi sering, karena nafsu makan menurun saat demam adalah respons normal tubuh yang sedang memprioritaskan energi untuk melawan infeksi.

5. Gunakan Pakaian Tipis

Selama anak demam naik turun dan suhunya belum kembali normal, kenakan pakaian tipis berbahan katun. Pakaian atau selimut tebal justru menghambat pelepasan panas, sehingga suhu tubuh semakin tinggi.

Pilihlah bahan yang mudah menyerap keringat agar anak tetap nyaman beraktivitas selama demam. Jika anak menggigil, cukup gunakan selimut tipis, bukan selimut tebal berlapis.

6. Waktu Istirahat Cukup

Waktu istirahat yang cukup berperan penting dalam pemulihan anak demam naik turun. Hal ini karena saat tidur, tubuh akan memproduksi sitokin untuk melawan infeksi.

Pastikan lingkungan sekitar anak sejuk dengan sirkulasi udara yang lancar. Namun, hindari mengarahkan kipas atau AC langsung ke tubuh anak karena bisa membuatnya menggigil.

Kapan Harus Segera Periksa ke Dokter?

Suhu tubuh tinggi pada si Kecil sebenarnya merupakan tanda sistem imun bekerja melawan infeksi. Namun, ada sejumlah gejala penyerta yang menandakan kondisi serius, sehingga memerlukan evaluasi dokter lebih lanjut.

Segera bawa anak ke dokter atau IGD jika demam naik turun diikuti kondisi berikut ini.

  • Bayi di bawah 3 bulan dengan suhu ≥ 38°C.
  • Demam ≥ 38°C bertahan lebih dari 5 hari.
  • Demam disertai kejang.
  • Sulit bernapas atau napas cepat.
  • Ruam yang tidak memudar saat ditekan.
  • Mual dan muntah terus-menerus.
  • Penurunan nafsu makan dan berat badan tanpa sebab jelas.
  • Tidak pipis 6–8 jam, mulut kering, dan mata cekung sebagai tanda dehidrasi.
  • Lemas, sulit dibangunkan, atau rewel yang tidak bisa ditenangkan.
  • Demam hari ke-3 di wilayah endemis DBD.

Baca Juga: 12 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Anak Demam, Bunda Wajib Tahu!

Pilihan Suplemen untuk Dukung Daya Tahan Tubuh Anak

Nafsu makan yang berkurang saat anak demam naik turun bisa membuat kebutuhan nutrisi hariannya tidak tercukupinya. Multivitamin untuk anak mampu mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh, terutama sistem imun dan fungsi organ vital lainnya.

ChildLife menjadi brand suplemen anak yang menghadirkan variasi produk untuk kebutuhan berbeda. Berikut ini panduan singkat memilih yang paling sesuai dengan kondisi si Kecil.

Kondisi Anak

Produk yang Cocok

Gejala awal demam atau flu (hidung meler, rewel)

ChildLife First Defense

Pemulihan pasca demam, nafsu makan belum pulih

ChildLife Multivitamin & Mineral

Flu atau pilek berlangsung lama

ChildLife Echinacea

Dukungan harian daya tahan tubuh

ChildLife Liquid Vitamin C

Jarang terpapar matahari, dukung tulang & imun

ChildLife Vitamin D3

Produk-produk ini adalah pelengkap nutrisi, bukan pengganti obat ataupun konsultasi dokter.

1. Childlife First Defense

childlife first defense

Beli Childlife First Defense 118 ml di Natural Farm

Saat si Kecil mulai menunjukkan tanda-tanda awal demam seperti hidung meler, rewel, atau mudah lelah, inilah momen ChildLife First Defense dirancang untuk membantu. 

Kombinasi Zinc, Olive Leaf Extract, Elderberry, dan Larix occidentalis ini bekerja mendukung pertahanan alami tubuh anak di fase awal sakit.

Zinc dan ekstrak herbal di dalamnya juga berperan menjaga kesehatan saluran cerna, yang menyimpan sekitar 70% sel imun tubuh. Berikan di awal gejala untuk mendukung tubuh si Kecil bekerja lebih optimal melawan paparan kuman penyebab demam.

Nama Produk

Childlife First Defense

Kandungan

  • 80 mg Olive Leaf Extract
  • 80 mg Elderberry Fruit
  • 80 mg Larix Occidentalis Bark Extract
  • 3 mg Zinc Gluconate

Cocok Untuk

Anak-anak berusia minimal 2 tahun

Manfaat Suplemen

  • Mendukung fungsi kekebalan tubuh yang optimal.
  • Membantu recovery pasca sakit.
  • Membantu tubuh lebih siap menghadapi paparan penyakit.
  • Membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan.

Anjuran Konsumsi

Usia di atas 2 tahun: 1 sendok teh 3 kali sehari

2. ChildLife Multivitamin & Mineral

childlife multivitamin mineral

Beli ChildLife Multivitamin & Mineral 237 ml di Natural Farm

Setelah demam reda, biasanya terdapat jeda beberapa hari ketika anak masih malas makan padahal energi harus dipulihkan. Di fase ini ChildLife Multivitamin & Mineral dapat berperan sebagai “jembatan” asupan nutrisi.

Produk ini mengandung 16 vitamin dan mineral esensial dalam satu formulasi cair, termasuk vitamin A, C, D, E, B kompleks, dan zinc. Bentuk cair membuat multivitamin anak ini mudah diberikan ke buah hati yang masih sulit menelan tablet.

Cocok bagi Anda yang mencari satu produk lengkap tanpa harus menggabungkan beberapa suplemen berbeda, lebih praktis dan hemat. Bisa dikonsumsi anak mulai usia 6 bulan.

Nama Produk

ChildLife Multivitamin & Mineral

Kandungan

16 vitamin dan mineral esensial

Cocok Untuk

Anak-anak berusia minimal 6 bulan

Manfaat Suplemen

  • Mendukung daya tahan tubuh dari paparan penyakit.
  • Membantu mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral untuk tumbuh kembang anak.
  • Membantu mencukupi antioksidan untuk menghadapi paparan radikal bebas.

Anjuran Konsumsi

  • Usia 6–12 bulan: sesuai anjuran dokter
  • Usia 1–4 tahun: 1–2 sendok teh sehari
  • Usia di atas 4 tahun: 2 sendok teh sehari

3. ChildLife Echinacea

childlife echinacea

Beli ChildLife Echinacea 29,6 ml di Natural Farm

Bila flu atau pilek si Kecil berlangsung lama, Echinacea dapat menjadi dukungan tambahan. 

ChildLife Echinacea menyediakan kombinasi ekstrak Echinacea angustifolia dan Echinacea purpurea, dua spesies yang paling banyak diteliti untuk mendukung respons imun alami.

Hadir dalam bentuk cair dengan rasa Natural Orange, produk ini mudah diberikan ke si Kecil yang menolak suplemen rasa pahit. Lengkapi kebutuhan harian buah hati dengan ChildLife Echinacea sebagai bagian dari dukungan daya tahan tubuh keluarga.

Nama Produk

ChildLife Echinacea

Kandungan

  • Echinacea purpurea
  • Echinacea angustifolia

Cocok Untuk

Anak-anak berusia minimal 2 tahun

Manfaat Suplemen

  • Mendukung respons kekebalan tubuh yang optimal.
  • Membantu melindungi tubuh dari risiko infeksi.
  • Membantu mengurangi durasi flu dan pilek.
  • Mendukung pemulihan tubuh pascasakit.

Anjuran Konsumsi

  • Usia 2–5 tahun: 5 tetes, 4 kali sehari
  • Usia 5–12 tahun: 10 tetes, 4 kali sehari
  • Untuk pemeliharaan: 1 kali sehari setiap hari

4. ChildLife Liquid Vitamin C

childlife liquid vitamin c

Beli ChildLife Liquid Vitamin C 118 ml di Natural Farm

Vitamin C berperan penting menjaga daya tahan tubuh anak sehari-hari, khususnya di masa pemulihan setelah sakit. ChildLife Liquid Vitamin C hadir dalam bentuk cair yang gampang diberikan, bahkan untuk bayi mulai usia 6 bulan.

Formula non-GMO ini telah bebas dari gluten, alkohol, perasa buatan, pewarna, dan alergen umum (susu, telur, kedelai, kacang tanah, gandum, jagung, dan ikan). Tentu, menjadi pilihan aman untuk anak dengan sensitivitas alergi, dan dapat dikonsumsi rutin sebagai pelengkap pola makan bergizi.

Nama Produk

ChildLife Liquid Vitamin C

Kandungan

Vitamin C

Cocok Untuk

Anak-anak berusia minimal 6 bulan

Manfaat Suplemen

  • Membantu mendukung daya tahan tubuh dari paparan lingkungan sehari-hari.
  • Mendukung kesehatan jaringan mulut dan saluran cerna.
  • Bersifat antioksidan untuk membantu melindungi tubuh dari polutan lingkungan.

Anjuran Konsumsi

  • Usia 6–12 bulan: ¼ sendok teh sehari
  • Usia 1–3 tahun: ½–1 sendok teh sehari
  • Usia di atas 4 tahun: 1–2 sendok teh sehari
  • Bila diperlukan/sakit: dapat digunakan bersama dengan ChildLife Echinacea untuk efek yang lebih ampuh

5. ChildLife Vitamin D3

childlife vitamin d3

Beli ChildLife Vitamin D3 30 ml di Natural Farm

Meski Indonesia beriklim tropis, kekurangan vitamin D masih umum terjadi pada anak-anak, terutama yang banyak beraktivitas di dalam ruangan atau jarang terpapar sinar matahari. 

Vitamin D tidak hanya penting untuk tulang, tetapi juga berperan di dalam mengatur respons sistem imun terhadap infeksi.

ChildLife Vitamin D3 mengandung Cholecalciferol dalam sediaan cair tetes, praktis diberikan ke bayi dan balita. Formula non-GMO dan bebas dari gluten, alkohol, serta 9 alergen umum, aman untuk anak dengan sensitivitas alergi.

Nama Produk

ChildLife Vitamin D3

Kandungan

Vitamin D3

Cocok Untuk

Anak-anak berusia minimal 6 bulan

Manfaat Suplemen

  • Membantu menjaga fungsi sistem kekebalan tubuh.
  • Membantu menjaga kesehatan tulang dan gigi.
  • Membantu tingkatkan kekuatan otot.
  • Mendukung respons sistem imun terhadap infeksi dan peradangan.

Anjuran Konsumsi

  • Usia 6–12 bulan: 6 tetes sekali sehari
  • Usia di atas 1 tahun: 8 tetes sekali sehari

Rekomendasi untuk Anda

Pertanyaan tentang Anak Demam Naik Turun

Demam naik turun tanda penyakit apa?
Kenapa demam anak naik turun padahal sudah minum obat?
Demam yang berbahaya itu seperti apa?
Berapa lama batas normal anak demam?

Kategori Artikel