Anak demam naik turun biasanya terjadi karena tubuh si Kecil sedang melawan infeksi virus atau bakteri. Naik turunnya suhu tubuh ini merupakan respons normal sistem imun, tetapi tetap perlu dipantau agar tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Berikut ini adalah penjelasan pola, penyebab, serta cara mengatasi demam naik turun pada anak yang perlu Anda sebagai orang tua ketahui.
Mengenal Pola Demam pada Anak
Suhu tubuh normal anak sekitar 36,5–37,5 derajat Celsius (°C). Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), anak dikatakan demam bila suhu tubuhnya mencapai 38°C atau lebih.
Berikut ini adalah kategori suhu tubuh anak normal hingga demam yang harus diperhatikan.
- Normal: 36,5–37,5°C
- Demam ringan: 37,6–38,3°C
- Demam sedang: 38,4–39,4°C
- Demam tinggi: 39,5–40,9°C
- Hiperpireksia: ≥ 41°C
Berdasarkan klasifikasi MedicineNet (2026), ada 5 pola demam utama yang perlu diketahui orang tua seperti pada tabel di bawah ini.
|
Pola Demam |
Karakteristik |
Contoh Penyakit |
|
Intermittent Fever (Demam Hilang Timbul) |
Suhu naik beberapa jam, lalu kembali normal dalam 24 jam |
Malaria, infeksi saluran kemih |
|
Remittent Fever (Demam Turun Tapi Tidak Normal) |
Suhu naik turun, tapi tidak pernah kembali normal sepenuhnya |
Infeksi virus umum, endokarditis |
|
Continuous Fever (Demam Terus-Menerus) |
Suhu tetap tinggi dengan fluktuasi ≤1°C dalam 24 jam |
Demam tifoid, pneumonia |
|
Hectic Fever (Demam Tajam Berfluktuasi) |
Kombinasi intermittent/remittent dengan fluktuasi suhu ≥1,4°C |
Abses, sepsis |
|
Relapsing Fever (Demam Kambuhan) |
Demam hilang beberapa hari/minggu, lalu muncul kembali |
Penyakit Lyme, malaria |
*) Sumber: MedicineNet. (2026). What Are the 5 Types of Fever?
Anak demam naik turun adalah kondisi saat suhu tubuh anak naik di atas 38°C, selanjutnya turun kembali dalam periode tertentu dan kerap berulang selama beberapa hari.
Pola fluktuasi ini umumnya disebabkan infeksi virus atau bakteri, yang secara medis masuk dalam kategori intermittent atau remittent fever.
Khusus untuk kasus panas anak naik turun selama 3 hari atau lebih, waspadai pola biphasic (saddleback) yang khas pada demam berdarah (DBD), suhu turun di hari ke-3 justru menjadi fase kritis, bukan tanda sembuh (Kemenkes RI, 2023).
Baca Juga: 5 Gejala DBD pada Anak yang Perlu Diwaspadai Sejak Dini
Penyakit Penyebab Anak Demam Naik Turun
Dalam kebanyakan kasus, penyebab anak panas turun naik karena infeksi virus dan bakteri.
Setiap virus dan bakteri dapat menyebabkan jenis penyakit yang berbeda. Di bawah ini jenis penyakit yang dapat menyebabkan anak demam naik turun.
1. Infeksi Virus Umum
Infeksi virus adalah penyebab paling umum anak panas turun naik. Sistem imun anak yang masih berkembang membuat mereka lebih rentan terpapar virus dari lingkungan sekolah, tempat bermain, atau anggota keluarga yang sakit.
Berikut ini adalah beberapa virus yang sering menyebabkan demam naik turun pada anak.
- Virus influenza: menyebabkan flu dengan demam 3–5 hari.
- Virus dengue: penyebab demam berdarah (DBD) dengan pola saddleback yang khas, di mana panas turun di hari ke-3 yang justru menjadi fase kritis.
- Rhinovirus: penyebab pilek dan infeksi saluran napas atas.
- Rotavirus: penyebab diare disertai demam pada anak di bawah 5 tahun.
- Virus cacar air (Varicella zoster): Menyebabkan demam diikuti ruam melepuh.
Tidak heran ketika anak yang baru sembuh dari demam bisa kembali panas dalam beberapa hari atau minggu, terutama bila terpapar virus berbeda.
2. Infeksi Bakteri Umum
Penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri kemungkinan besar memicu demam berulang dan berkelanjutan. Hal ini lantaran beberapa bakteri cenderung lebih sulit diobati.
Beberapa contoh penyakitnya, mencakup infeksi saluran kemih, demam tifoid (akibat infeksi Salmonella typhi), dan tuberkulosis (TBC). Bakteri lain yang menyebabkan demam berulang adalah sebagai berikut.
- Borrelia: penyebab penyakit Lyme atau demam kambuh tertentu.
- Bartonella quintana: penyebab trench fever.
- Mycobacterium tuberculosis: penyebab penyakit tuberkulosis.
- Spirillum minus: menyebabkan demam akibat gigitan tikus.
- Meningokokus: penyebab penyakit meningitis.
- Yersinia enterocolitica: penyebab infeksi saluran pencernaan.
3. Malaria
Malaria termasuk jenis penyakit yang dapat menyebabkan anak demam naik turun. Nyamuk Anopheles betina yang menggigit manusia membawa parasit Plasmodium yang masuk ke dalam aliran darah.
Menurut WHO (2024), demam intermiten dengan pola 48–72 jam adalah gejala khas infeksi Plasmodium pada anak-anak.
4. Sindrom Demam Periodik
Sindrom demam periodik adalah kondisi ketika seseorang, termasuk anak-anak, mengalami demam berulang dengan pola yang khas dan dapat diprediksi. Berbeda dari demam akibat infeksi, pola ini muncul tanpa pemicu kuman yang jelas.
Salah satu contoh paling umum adalah sindrom PFAPA (periodic fever, aphthous stomatitis, pharyngitis, and adenitis), yang kerap kali dialami anak di bawah 5 tahun.
Episode demam berulang setiap 3–6 minggu, berlangsung 3–5 hari, serta biasanya mereda seiring bertambahnya usia.
5. Gangguan Autoimun dan Autoinflamasi
Anak dengan riwayat gangguan autoimun atau autoinflamasi sering mengalami demam naik turun yang tidak berkaitan dengan infeksi. Demam ini dipicu peradangan ketika sistem imun tubuh keliru menyerang jaringan tubuh sendiri.
Dua contoh penyakit autoimun yang bisa menyebabkan demam berulang pada anak adalah juvenile idiopathic arthritis (JIA) dan lupus eritematosus sistemik (SLE).
Kondisi ini tergolong jarang terjadi, tetapi harus diwaspadai apabila anak mengalami demam berulang tanpa penyebab jelas, dan disertai gejala, seperti nyeri sendi, ruam, atau kelelahan ekstrem. Konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga: 10 Gejala Tipes pada Anak yang Perlu Orang Tua Waspadai
Cara Mengatasi Demam Anak Naik Turun

Pada dasarnya, demam adalah respons alami tubuh untuk melawan infeksi. Perhatikan juga perilaku si Kecil, bukan hanya angka termometernya.
Anak yang masih aktif meski bersuhu tinggi biasanya lebih aman daripada anak yang lemas.
Berikut cara mengatasi demam untuk mendukung kesehatan anak secara menyeluruh.
1. Kompres Hangat pada Anak
Pertolongan pertama pada anak demam adalah memberi kompres hangat. Sisipkan handuk hangat di dahi, leher, ketiak, atau bagian dalam paha untuk menurunkan demam anak.
Hindari penggunaan air dingin karena justru memicu menggigil. Hal ini membuat suhu tubuh kembali naik dan kompres jadi tidak efektif.
2. Jaga Tubuh Anak Tetap Terhidrasi
Pastikan tubuh anak tetap terhidrasi ketika demam naik turun berlangsung. Saat suhu tubuh naik, cairan keluar lebih cepat melalui keringat dan pernapasan sehingga anak perlu asupan cairan tambahan.
Berikan cairan dalam porsi kecil tapi sering, seperti 1–2 sendok makan tiap 15 menit. Pilihan cairan terbaik, seperti air putih, kuah sup, oralit, atau ASI untuk bayi. Pantau frekuensi pipis anak dan popok yang jarang basah bisa menjadi tanda awal dehidrasi.
3. Konsumsi Obat Penurun Demam
Untuk menjaga stabilitas suhu tubuh normal pada anak demam, beri obat penurun demam, seperti paracetamol atau ibuprofen, dengan dosis sesuai anjuran. Khusus ibuprofen, baru boleh diberikan untuk anak di atas 6 bulan sesuai standar BPOM dan IDAI.
Hindari memberikan paracetamol dan ibuprofen bersamaan, karena berisiko menimbulkan kebingungan dosis dan tidak terbukti lebih efektif daripada satu obat saja (Purssell, 2011). Konsultasikan dulu ke dokter sebelum memberi obat pada anak.
4. Konsumsi Makanan Sehat Bergizi
Dukung sistem imun anak dengan makanan bergizi yang mudah dicerna. Utamakan sumber protein (telur, ikan, ayam) serta sayur dan buah untuk asupan vitamin dan mineral.
Jangan paksa anak makan dalam porsi besar. Tawarkan porsi kecil tapi sering, karena nafsu makan menurun saat demam adalah respons normal tubuh yang sedang memprioritaskan energi untuk melawan infeksi.
5. Gunakan Pakaian Tipis
Selama anak demam naik turun dan suhunya belum kembali normal, kenakan pakaian tipis berbahan katun. Pakaian atau selimut tebal justru menghambat pelepasan panas, sehingga suhu tubuh semakin tinggi.
Pilihlah bahan yang mudah menyerap keringat agar anak tetap nyaman beraktivitas selama demam. Jika anak menggigil, cukup gunakan selimut tipis, bukan selimut tebal berlapis.
6. Waktu Istirahat Cukup
Waktu istirahat yang cukup berperan penting dalam pemulihan anak demam naik turun. Hal ini karena saat tidur, tubuh akan memproduksi sitokin untuk melawan infeksi.
Pastikan lingkungan sekitar anak sejuk dengan sirkulasi udara yang lancar. Namun, hindari mengarahkan kipas atau AC langsung ke tubuh anak karena bisa membuatnya menggigil.
Kapan Harus Segera Periksa ke Dokter?
Suhu tubuh tinggi pada si Kecil sebenarnya merupakan tanda sistem imun bekerja melawan infeksi. Namun, ada sejumlah gejala penyerta yang menandakan kondisi serius, sehingga memerlukan evaluasi dokter lebih lanjut.
Segera bawa anak ke dokter atau IGD jika demam naik turun diikuti kondisi berikut ini.
- Bayi di bawah 3 bulan dengan suhu ≥ 38°C.
- Demam ≥ 38°C bertahan lebih dari 5 hari.
- Demam disertai kejang.
- Sulit bernapas atau napas cepat.
- Ruam yang tidak memudar saat ditekan.
- Mual dan muntah terus-menerus.
- Penurunan nafsu makan dan berat badan tanpa sebab jelas.
- Tidak pipis 6–8 jam, mulut kering, dan mata cekung sebagai tanda dehidrasi.
- Lemas, sulit dibangunkan, atau rewel yang tidak bisa ditenangkan.
- Demam hari ke-3 di wilayah endemis DBD.
Baca Juga: 12 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Anak Demam, Bunda Wajib Tahu!
Pilihan Suplemen untuk Dukung Daya Tahan Tubuh Anak
Nafsu makan yang berkurang saat anak demam naik turun bisa membuat kebutuhan nutrisi hariannya tidak tercukupinya. Multivitamin untuk anak mampu mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh, terutama sistem imun dan fungsi organ vital lainnya.
ChildLife menjadi brand suplemen anak yang menghadirkan variasi produk untuk kebutuhan berbeda. Berikut ini panduan singkat memilih yang paling sesuai dengan kondisi si Kecil.
|
Kondisi Anak |
Produk yang Cocok |
|
Gejala awal demam atau flu (hidung meler, rewel) |
ChildLife First Defense |
|
Pemulihan pasca demam, nafsu makan belum pulih |
ChildLife Multivitamin & Mineral |
|
Flu atau pilek berlangsung lama |
ChildLife Echinacea |
|
Dukungan harian daya tahan tubuh |
ChildLife Liquid Vitamin C |
|
Jarang terpapar matahari, dukung tulang & imun |
ChildLife Vitamin D3 |
Produk-produk ini adalah pelengkap nutrisi, bukan pengganti obat ataupun konsultasi dokter.
1. Childlife First Defense

Beli Childlife First Defense 118 ml di Natural Farm
Saat si Kecil mulai menunjukkan tanda-tanda awal demam seperti hidung meler, rewel, atau mudah lelah, inilah momen ChildLife First Defense dirancang untuk membantu.
Kombinasi Zinc, Olive Leaf Extract, Elderberry, dan Larix occidentalis ini bekerja mendukung pertahanan alami tubuh anak di fase awal sakit.
Zinc dan ekstrak herbal di dalamnya juga berperan menjaga kesehatan saluran cerna, yang menyimpan sekitar 70% sel imun tubuh. Berikan di awal gejala untuk mendukung tubuh si Kecil bekerja lebih optimal melawan paparan kuman penyebab demam.
|
Nama Produk |
Childlife First Defense |
|
Kandungan |
|
|
Cocok Untuk |
Anak-anak berusia minimal 2 tahun |
|
Manfaat Suplemen |
|
|
Anjuran Konsumsi |
Usia di atas 2 tahun: 1 sendok teh 3 kali sehari |
2. ChildLife Multivitamin & Mineral

Beli ChildLife Multivitamin & Mineral 237 ml di Natural Farm
Setelah demam reda, biasanya terdapat jeda beberapa hari ketika anak masih malas makan padahal energi harus dipulihkan. Di fase ini ChildLife Multivitamin & Mineral dapat berperan sebagai “jembatan” asupan nutrisi.
Produk ini mengandung 16 vitamin dan mineral esensial dalam satu formulasi cair, termasuk vitamin A, C, D, E, B kompleks, dan zinc. Bentuk cair membuat multivitamin anak ini mudah diberikan ke buah hati yang masih sulit menelan tablet.
Cocok bagi Anda yang mencari satu produk lengkap tanpa harus menggabungkan beberapa suplemen berbeda, lebih praktis dan hemat. Bisa dikonsumsi anak mulai usia 6 bulan.
|
Nama Produk |
ChildLife Multivitamin & Mineral |
|
Kandungan |
16 vitamin dan mineral esensial |
|
Cocok Untuk |
Anak-anak berusia minimal 6 bulan |
|
Manfaat Suplemen |
|
|
Anjuran Konsumsi |
|
3. ChildLife Echinacea

Beli ChildLife Echinacea 29,6 ml di Natural Farm
Bila flu atau pilek si Kecil berlangsung lama, Echinacea dapat menjadi dukungan tambahan.
ChildLife Echinacea menyediakan kombinasi ekstrak Echinacea angustifolia dan Echinacea purpurea, dua spesies yang paling banyak diteliti untuk mendukung respons imun alami.
Hadir dalam bentuk cair dengan rasa Natural Orange, produk ini mudah diberikan ke si Kecil yang menolak suplemen rasa pahit. Lengkapi kebutuhan harian buah hati dengan ChildLife Echinacea sebagai bagian dari dukungan daya tahan tubuh keluarga.
|
Nama Produk |
ChildLife Echinacea |
|
Kandungan |
|
|
Cocok Untuk |
Anak-anak berusia minimal 2 tahun |
|
Manfaat Suplemen |
|
|
Anjuran Konsumsi |
|
4. ChildLife Liquid Vitamin C

Beli ChildLife Liquid Vitamin C 118 ml di Natural Farm
Vitamin C berperan penting menjaga daya tahan tubuh anak sehari-hari, khususnya di masa pemulihan setelah sakit. ChildLife Liquid Vitamin C hadir dalam bentuk cair yang gampang diberikan, bahkan untuk bayi mulai usia 6 bulan.
Formula non-GMO ini telah bebas dari gluten, alkohol, perasa buatan, pewarna, dan alergen umum (susu, telur, kedelai, kacang tanah, gandum, jagung, dan ikan). Tentu, menjadi pilihan aman untuk anak dengan sensitivitas alergi, dan dapat dikonsumsi rutin sebagai pelengkap pola makan bergizi.
|
Nama Produk |
ChildLife Liquid Vitamin C |
|
Kandungan |
Vitamin C |
|
Cocok Untuk |
Anak-anak berusia minimal 6 bulan |
|
Manfaat Suplemen |
|
|
Anjuran Konsumsi |
|
5. ChildLife Vitamin D3

Beli ChildLife Vitamin D3 30 ml di Natural Farm
Meski Indonesia beriklim tropis, kekurangan vitamin D masih umum terjadi pada anak-anak, terutama yang banyak beraktivitas di dalam ruangan atau jarang terpapar sinar matahari.
Vitamin D tidak hanya penting untuk tulang, tetapi juga berperan di dalam mengatur respons sistem imun terhadap infeksi.
ChildLife Vitamin D3 mengandung Cholecalciferol dalam sediaan cair tetes, praktis diberikan ke bayi dan balita. Formula non-GMO dan bebas dari gluten, alkohol, serta 9 alergen umum, aman untuk anak dengan sensitivitas alergi.
|
Nama Produk |
ChildLife Vitamin D3 |
|
Kandungan |
Vitamin D3 |
|
Cocok Untuk |
Anak-anak berusia minimal 6 bulan |
|
Manfaat Suplemen |
|
|
Anjuran Konsumsi |
|



