Health

Cara Isoman di Rumah: Panduan Tepat Bagi Pasien Omicron

Dalam beberapa minggu terakhir, virus Covid-19 mulai menjadi perbincangan kebanyakan orang dan juga pemberitaan di beberapa media. Ini semua berkat kasusnya yang tercatat terus mengalami kenaikan, terutama untuk varian Omicron. Angka kenaikan ini dipicu karena varian Omicron bisa dibilang mempunyai tingkat penyebaran yang cepat. Ditambah lagi, masuknya Omicron ini ke Indonesia juga diiringi dengan penerapan beberapa kantor yang sudah mulai Work From Office (WFO) dan anak-anak sekolah yang sudah menjalankan Pertemuan Tatap Muka (PTM). 

Meski demikian, ada kabar baik yang setidaknya bisa mengurangi kepanikan masyarakat, yaitu mengenai beberapa kabar yang menyebutkan varian satu ini tidak seberbahaya Delta. Tapi bukan berarti kita semua lalai dengan virus satu ini. Pada dasarnya untuk efek ke covid-19 ini terhadap orang yang terinfeksi berbeda-beda, ada yang tanpa gejala, hanya bergejala ringan, dan tidak menutup kemungkinan bisa bergejala berat sampai membutuhkan perawatan di rumah sakit. Untuk meminimalisir risiko penuhnya kapasitas rumah sakit seperti kasus sebelumnya, pemerintah menganjurkan bagi masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19 untuk melakukan isolasi mandiri jika hanya memiliki gejala ringan. Jadi rumah sakit hanya diprioritaskan untuk pasien yang mempunyai komorbid. Oleh karena itu akan lebih baik ketika mengetahui berbagai panduan isolasi mandiri yang bisa kamu ikuti di bawah ini:

  1. Menetapkan satu orang sebagai pengurus atau perawat
    Jika merasa diperlukan, kamu coba untuk menentukan satu anggota keluargamu yang berperan sebagai perawat atau yang mengontrol kondisi pasien ketika isolasi. Sebaiknya orang yang dipilih ini tidak memiliki risiko tinggi dan membatasi kontak di luar. Satu catatan penting bahwa orang ini juga wajib melakukan isolasi setelah pasiennya terkonfirmasi negatif.
     
  2. Menyiapkan kamar atau ruangan isolasi
    Kamar atau ruangan yang digunakan pasien sebaiknya mempunyai ventilasi udara dan pencahayaan yang baik. Kemudian akan lebih baik selama menjalani masa isolasi kamu beraktivitas menggunakan barang-barang pribadi, mulai dari alat makan dan mandi. Bahkan jika memungkinkan, kamar mandi juga dipakai secara masing-masing. Namun jika kondisi tidak memungkinkan, jangan lupa untuk semprotkan disinfektan setelah dan sebelum menggunakan kamar mandi.
     
  3. Menyediakan berbagai alat kesehatan
    Jangan lupa untuk selalu sedia alat kesehatan supaya bisa terus mengontrol kondisi kesehatan selama melakukan isolasi mandiri. Ada dua alat yang sangat penting, pertama termometer untuk mengukur suhu tubuh, dan oximeter sebagai alat ukur kadar oksigen dalam tubuh. Perlu menjadi catatan bahwa ketika angka saturasi berada di angka 95% ke atas, artinya kondisimu sedang dalam keadaan baik-baik saja.
     
  4. Tetap terapkan protokol kesehatan
    Ketika sudah terpapar virus, bukan berarti kamu tidak perlu melakukan protokol kesehatan. Kamu tetap wajib melakukan berbagai protokol kesehatan sekali pun kamu berada di antara orang-orang yang juga positif. Ini semua tentunya untuk meminimalisir berbagai risiko buruk yang bisa terjadi karena paparan virus.
     
  5. Melakukan aktivitas fisik secara rutin
    Walaupun sedang isolasi, bukan berarti kamu hanya tidur-tiduran saja di kamar. Ada beberapa kegiatan fisik positif yang bisa dlakukan. Di antaranya adalah berjemur setiap hari dalam durasi 10 hingga 15 menit setiap pagi, dan melakukan olahraga ringan sesuai dengan kondisi badan tubuh.
     
  6. Memperhatikan durasi isolasi
    Sempat beredar opini bahwa untuk durasi kita isolasi ini lebih cepat dibanding varian lainnya. Namun demi meminimalisir penyebaran lagi, durasi yang tepat dalam melakukan isolasi ini masih sama seperti sebelumnya, yaitu di antara 10-14 hari ditambah 3 hari tanpa ada gejala yang dirasakan.
     
  7. Konsumsi obat dan vitamin
    Terakhir yang harus dilakukan adalah mengonsumsi berbagai obat dan vitamin sesuai dengan anjuran dokter. Pada umumnya ada beberapa obat atau vitamin yang wajib dikonsumsi selama melakukan isolasi mandiri, di antaranya.
  • Antivirus, ada tiga jenis yang beredar dan disarankan untuk dikonsumsi, Favipiravir, Mol Upiravir, Nirmatrelvir/Ritonavir
  • Vitamin C, bisa yang non acidic 500 mg/6-8 jam, tablet hisap, atau multivitamin yang mengandung vitamin C.
  • Vitamin D, dosis yang dibutuhkan di antaranya 1000-5000 IU per hari.

Untuk mencukupi kebutuhan isolasi mandiri, Natural Farm memiliki  Immune Booster Package yang berisi berbagai vitamin lengkap dari Nutriwell. Paket ini berisikan:

  • Nutriwell Vitamin C Buffered 300 mg (30 tablet): Bentuk Vit.C buffered yang aman untuk lambung dan mudah diserap secara maksimal untuk bantu jaga daya tahan tubuh
  • Nutriwell Vitamin D3 1000 IU (90 softgel): Kandungan tinggi 1000 IU cocok untuk bantu tingkatkan imunitas tubuh serta juga dapat mencegah infeksi influenza dan gangguan pernafasan
  • Nutriwell Vitamin E 400IU (30 softgel): Dengan fitur water soluble mudah diserap secara maksimal oleh tubuh untuk mencegah radikal bebas serta menjaga kesehatan kulit tetap sehat dan cantik. 

Dengan terus meningkatnya angka Covid-19 ini, diharapkan untuk masyarakat bisa bekerja sama dalam memutus rantai penyebaran virus dengan tetap menerapkan protol kesehatan, menghindari kerumunan serta membatasi mobilitas, melakukan vaksinasi, atau menjalankan anjuran pemerintah lainnya. 

 

Sumber:

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20220210075705-255-757340/7-panduan-isolasi-mandiri-covid-19-omicron 

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5935123/terbaru-pedoman-isolasi-mandiri-saat-terpapar-omicron