Health

Kenali Gejala Kurang Darah, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Apakah Anda sering merasa pusing atau mudah kelelahan? Bisa jadi Anda mengalami kurang darah atau anemia. Kurang darah merupakan sebuah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah, sehingga tubuh tak cukup menerima oksigen dari sel darah merah tersebut. Lalu, bagaimana gejala kurang darah dan apa penyebabnya? Baca penjelasan berikut ini.

Tanda Kurang Darah

Sebenarnya ada beragam jenis anemia yang bisa dirasakan oleh manusia, seperti anemia defisiensi vitamin, anemia aplastik, anemia karena kehamilan, dan anemia defisiensi besi. Namun, anemia yang mayoritas diderita oleh kebanyakan orang adalah anemia defisiensi besi. 

Jenis anemia ini biasanya memunculkan beberapa gejala seperti pusing, kelelahan, dan tampak pucat. Selain itu, terdapat pula beberapa gejala lain yang dapat muncul, di antaranya yaitu:

1. Rambut rontok

Kondisi ini disebabkan karena tubuh kekurangan zat besi, sehingga pasokan oksigen ke kulit dan folikel rambut berkurang dan menghambat pertumbuhan rambut.

2. Kuku rapuh

Orang yang mengalami anemia biasanya memiliki kuku yang mudah retak atau patah. 

3. Telapak tangan dan kaki kerap terasa dingin

Kadar hemoglobin yang sedikit karena berkurangnya pasokan sel darah merah juga dapat memicu perubahan suhu dan warna kulit. Biasanya kulit akan tampak lebih pucat dan suhu di bagian tangan serta kaki menurun sehingga terasa lebih dingin.

4. Mulut kering dan lidah bengkak

Gejala kurang darah selanjutnya ialah mengalami permasalahan pada rongga mulut. Beberapa orang yang mengalami anemia pernah merasakan gejala mulut kering atau lidah membengkak. Tak jarang, mereka juga sering mengalami sariawan.

5. Detak jantung lebih cepat

Karena tak cukup memproduksi sel darah merah, pasokan oksigen untuk seluruh tubuh menjadi berkurang. Hal tersebut dapat memicu detak jantung yang tidak teratur hingga terasa lebih cepat dari biasanya.

Penyebab Kurang Darah

Secara umum, gejala kurang darah disebabkan oleh penurunan produksi sel darah merah yang juga bisa mengakibatkan kerusakan sel darah merah. Terdapat beberapa faktor risiko yang bisa menyebabkan seseorang mengalami kurang darah, yaitu:

  1. Kurangnya asupan zat besi, vitamin B12, dan folat.
  2. Perdarahan menstruasi yang cukup berat
  3. Kehamilan
  4. Menderita penyakit tertentu, seperti penyakit autoimun, gagal ginjal, kanker, dan lainnya
  5. Faktor usia yang lebih dari 65 tahun
  6. Riwayat keluarga yang juga merupakan penderita anemia
  7. Kehilangan banyak darah akibat suatu peristiwa, seperti kecelakaan, operasi, persalinan, atau kelebihan donor darah
  8. Menjalani kemoterapi atau terapi radiasi untuk kanker
  9. Mengonsumsi alkohol berlebihan
  10. Mengonsumsi jenis obat tertentu

Cara Mengatasi Kurang Darah

  1. Transfusi darah secara rutin pada gejala kurang darah atau anemia yang berat.
  2. Mengonsumsi suplemen penambah darah yang mengandung zat besi, folat, vitamin B12, dan lainnya.
  3. Mengonsumsi makanan yang dapat menambah darah, di antaranya yakni:
  • Daging dan jeroan

Untuk meningkatkan pasokan zat besi dalam tubuh, perbanyak makan daging merah, daging ayam, atau daging ikan dan tiram. Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi jeroan seperti hati sapi atau hati ayam.

  • Kacang-kacangan dan sayuran hijau

Ingin menambah asam folat? Anda juga bisa mengonsumsi berbagai kacang-kacangan, seperti kacang merah, kacang hijau, dan kacang polong sebagai makanan untuk kurang darah. Tambahkan pula beberapa sayuran hijau dalam daftar menu makanan Anda seperti bayam, brokoli, dan lainnya.

  • Produk olahan susu, telur, dan sereal

Beberapa makanan di atas dapat memberikan pasokan vitamin B12 yang diperlukan oleh tubuh untuk meningkatkan fungsi sumsum tulang, sehingga produksi sel darah merah pun dapat meningkat.

Nah, itu dia penjelasan lengkap tentang gejala kurang darah, penyebab, dan cara mengatasinya. Jika Anda mengalami gejala di atas dan belum kunjung membaik setelah melakukan beberapa perawatan, segera kunjungi dokter untuk berkonsultasi lebih lanjut.