Logo Natural Farm
Gratis Ongkir + Banyak Promo belanja di aplikasi

Kencur untuk Batuk Anak, Apakah Efektif dan Aman?

Ditinjau oleh Tim Kesehatan Natural Farm • Ditulis oleh Herzanindya Maulianti •

Bagikan:

Kencur untuk batuk anak sering dipilih sebagai ramuan tradisional rumahan. Namun, sampai saat ini belum ada bukti klinis kuat yang memastikan rempah ini bisa meredakan batuk pada anak secara efektif dan aman untuk semua kelompok usia.

Rimpang dengan nama ilmiah Kaempferia galanga ini, memang lama dipakai untuk keluhan pernapasan. Namun, penelitian laboratorium yang ada belum cukup menetapkan dosis atau manfaatnya pada anak. 

Benarkah Kencur Bisa Mengatasi Batuk Anak?

Jawabannya, dapat membantu, tetapi bukan jaminan sembuh. Kencur (Kaempferia galanga) sudah lama dipakai untuk mengatasi keluhan pernapasan. Beberapa penelitian laboratorium menemukan kandunganya yang berpotensi meredakan peradangan dan melawan sebagian kuman (Wang et al., 2021).

Perlu dicatat, belum ada uji klinis yang khusus membuktikan kencur efektif meredakan batuk pada anak. Jadi, kencur lebih tepat diposisikan sebagai pendamping, bukan pengganti dari pemeriksaan langsung oleh dokter.

Batuk sebenarnya mekanisme pertahanan tubuh, yaitu cara alami membersihkan lendir atau iritasi di saluran napas. Sebagian besar batuk pada anak membaik sendiri dalam sekitar 3–4 minggu (NHS, 2023).

Cara merespons batuk anak prinsipnya sederhana. Selama anak masih aktif bermain, tetap mau minum, dan bernapas normal, Anda bisa memantau dan memastikan cairannya cukup.

Yang tidak boleh ditunda adalah ketika batuk makin parah, anak tampak sangat lemas, sulit bernapas, atau tidak mau minum. Jangan tunggu ramuan tradisional bekerja kalau tanda ini muncul dan pastikan untuk segera periksa ke dokter.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Batuk pada Anak saat Tidur agar Tetap Terlelap

Potensi Manfaat Kencur untuk Batuk Anak

Dalam studi laboratorium, kencur mengandung zat alami yang berpotensi meredakan batuk. 

Manfaat kencur untuk batuk anak sejauh ini baru terlihat pada tabung reaksi dan hewan uji, belum pada anak. Jadi hasilnya belum tentu sama saat kencur diseduh di rumah.

Dengan catatan tersebut, berikut ini adalah 4 potensi manfaat kencur yang sering dikaitkan dengan batuk, beserta penjelasan sejauh mana penelitian mendukungnya:

1. Berpotensi meredakan peradangan di tenggorokan

Batuk muncul karena saluran napas meradang atau teriritasi. Pada percobaan laboratorium, zat-zat aktif dalam kencur diketahui menekan peradangan tersebut (Wang et al., 2021).

Inilah salah satu alasan kencur dipakai turun-temurun untuk meredakan batuk. Meski begitu, efek ini belum pernah dibuktikan bekerja pada saluran napas anak melalui uji klinis.

2. Berpotensi melawan sebagian bakteri dan jamur

Ekstrak dan minyak kencur di laboratorium dapat menghambat pertumbuhan beberapa jenis bakteri dan jamur yang kerap menyebabkan infeksi (Wang et al., 2021). Karena batuk anak sering dipicu infeksi di saluran napas, ini jadi dasar lain kencur dipercaya bisa membantu.

Yang perlu diingat, kadar kencur yang dipakai di laboratorium jauh lebih pekat dibandingkan ramuan di rumah. Jadi, belum ada bukti minum air kencur rumahan cukup untuk melawan penyakit infeksi pada anak.

3. Mengandung antioksidan alami

Kencur mengandung antioksidan, zat untuk melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas (Wang et al., 2021). Radikal bebas ikut berperan dalam berbagai gangguan pernapasan.

Namun, temuan kandungan antioksidan di laboratorium tidak otomatis berarti kencur dapat meredakan batuk anak di kehidupan sehari-hari. Manfaat nyatanya pada anak masih perlu dibuktikan lewat penelitian lebih lanjut.

4. Sudah lama dipakai secara tradisional untuk batuk

Secara tradisional, kencur digunakan di sejumlah wilayah Asia, seperti India, Tiongkok, dan Malaysia, untuk meredakan keluhan pernapasan, termasuk batuk (Wang et al., 2021).

Meski begitu, tradisi saja belum menjadi bukti bahwa kencur aman digunakan sebagai obat tradisional batuk anak. Yang biasa dipakai orang dewasa juga belum tentu aman diberikan ke anak dalam jumlah yang sama.

Cara Mengolah Kencur untuk Batuk Anak

obat batuk alami anak

Berbeda dengan kencur untuk batuk dewasa yang mempunyai pedoman takaran tradisional, untuk anak belum ada resep atau takaran yang terbukti secara ilmiah.

Yang akan dijelaskan di bawah ini adalah cara pengolahan tradisional yang umum di rumah, bukan rekomendasi medis. Selain kencur, ada juga pilihan obat batuk alami anak lain, misal madu, uap air hangat, dan memastikan anak cukup minum.

Rebusan kencur umum digunakan untuk meredakan batuk. Begini langkah membuatnya.

  • Cuci bersih 1–2 ruas kencur seukuran ibu jari, kemudian parut atau geprek.
  • Rebus dengan 1 gelas air sampai mendidih dan tersisa setengahnya.
  • Saring rebusan dan dinginkan sampai suam-suam kuku.
  • Untuk anak di atas 1 tahun, boleh ditambahkan dengan sedikit madu.

Ramuan ini bisa diberikan 1 sendok teh (anak kecil) dan 1 sendok makan (anak lebih besar), sebanyak 1–2 kali sehari. Takaran ini bukan dosis medis, hanya kebiasaan rumahan yang berbeda-beda di tiap keluarga.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut.

  • Hindari ramuan yang terlalu pekat untuk bayi dan balita.
  • Jangan dipaksa kalau anak menolak, muntah, atau sulit menelan.
  • Jangan tambahkan madu untuk bayi di bawah 12 bulan, karena risiko botulisme.
  • Konsultasi dulu ke dokter atau apoteker bila anak punya alergi, penyakit tertentu, sedang minum obat, atau usia masih sangat kecil.

Pertimbangan Berdasarkan Usia

Setiap kelompok usia memiliki pertimbangan berbeda, berkaitan dengan penanganan batuk. Berikut ini panduan singkatnya yang penting Anda ketahui.

Usia Anak

Pertimbangan

Di bawah 6 bulan

Cukup ASI atau susu formula. Jangan beri kencur dalam bentuk apa pun. Segera ke dokter kalau anak batuk.

6–12 bulan

Hindari ramuan herbal, termasuk kencur. Jangan beri madu karena risiko botulisme (CDC, n.d.). Pastikan anak cukup minum dan periksakan ke dokter.

1–3 tahun (balita)

Kencur sebagai bumbu masak dalam jumlah kecil umumnya aman. Tapi sebagai ramuan untuk batuk, belum ada takaran yang terbukti. Sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter atau apoteker.

3–5 tahun

Umumnya anak sudah bisa menerima bumbu kencur. Kalau mau dicoba sebagai ramuan, mulai dari jumlah kecil, pantau reaksi alergi, dan jangan jadikan pengganti pengobatan dari dokter.

Di atas 5 tahun

Kencur aman sebagai bahan makanan. Tapi untuk mengobati batuk, belum ada bukti ilmiah yang mendukung. Tetap utamakan minum cukup, istirahat, dan periksakan ke dokter kalau batuk tak kunjung hilang.

*) Catatan: Panduan ini bersifat umum. Setiap anak dengan alergi, kondisi medis tertentu, atau yang sedang minum obat lain tetap perlu dievaluasi langsung oleh dokter.

Rekomendasi Sirup Batuk untuk Anak dari Natural Farm

Kalau Anda ingin pilihan praktis selain ramuan rumahan, berikut dua sirup batuk herbal anak yang tersedia di Natural Farm. Keduanya mencantumkan komposisi, batas usia, dan aturan pakai dengan jelas.

Perlu diingat kalau produk suplemen bukan pengganti pemeriksaan dokter. Tetap ikuti aturan penggunaan pada label untuk agar dosisnya sesuai dengan kebutuhan si Kecil.

1. ChildLife Formula 3 Cough Syrup

childlife formula 3 cough syrup

Beli ChildLife Formula 3 Cough Syrup 118,5 ml di Natural Farm

Kalau batuk anak sering kambuh di malam hari dan mengganggu tidurnya, sirup ini bisa jadi pilihan. ChildLife Formula 3 menggabungkan manfaat tiga tanaman, yang masing-masing punya reputasi panjang di dunia herbal.

European Elderberry, buah ungu kecil yang berabad-abad dipakai di Eropa untuk membantu menjaga tubuh pada masa pancaroba. Umckaloabo, akar tanaman asli Afrika Selatan untuk mendukung kenyamanan saluran napas. Wild Cherry Bark, kulit ceri liar dari Amerika Utara yang dikenal untuk menenangkan tenggorokan yang gatal.

Yang bikin orang tua tenang, sirup ini diformulasikan tanpa alkohol, pewarna buatan, hingga gluten. Teksturnya lembut dengan rasa buah yang disukai anak, jadi biasanya tidak perlu drama saat diberikan.

Aturan pakai:

  • Usia 2–4 tahun: 1 sendok teh, 3 kali sehari.
  • Usia 5–11 tahun: 1 sampai 2 sendok teh, 3 kali sehari.

Konsultasikan ke dokter atau apoteker kalau anak sedang minum obat lain.

2. No Cough For Kids

no cough for kids

Beli No Cough For Kids 100 ml di Natural Farm

Untuk anak yang sering mengeluh tenggorokan kering atau terasa gatal karena batuk ringan sehari-hari, suplemen ini bisa jadi pilihan praktis. No Cough For Kids mengandalkan 3 bahan yang mungkin akrab di dapur Anda. 

Ekstrak jeruk nipis, kaya vitamin C dan menyegarkan tenggorokan. Akar manis atau licorice, bahan yang sejak lama dipakai untuk menenangkan tenggorokan iritasi di beberapa tradisi herbal, dari Timur Tengah sampai Asia Timur. Thyme, rempah di dapur Eropa jadi bumbu masak, tetapi di dunia herbal dihargai untuk kesehatan pernapasan.

Yang bikin produk ini cocok untuk pemakaian rutin, formulanya ringan, mudah didapat, serta harganya ramah untuk stok di rumah. Pas untuk jadi “jaga-jaga” di kotak obat keluarga.

Aturan pakai:

  • Usia 3–6 tahun: 1 sendok teh (5 ml), 3 kali sehari.
  • Usia 7–12 tahun: 2 sendok teh (10 ml), 3 kali sehari.

Pakai alat takar yang sesuai supaya dosisnya tepat, dan jangan menggandakan dosis kalau jadwal terlewat. Untuk anak di luar rentang usia ini, konsultasikan ke dokter.

Hal-Hal yang Perlu Dihindari Saat Anak Batuk

Selain memilih perawatan yang tepat, ada beberapa kebiasaan yang jarang disadari, tetapi justru bisa memperparah batuk anak.

  • Memberikan obat batuk dewasa. Kandungan dan dosisnya tidak cocok bagi anak dan justru bisa berbahaya.
  • Memaksa anak makan atau minum dalam porsi banyak sekaligus. Ada baiknya makan sedikit tapi lebih sering, apalagi kalau anak sedang tidak nafsu makan.
  • Lingkungan berasap atau berdebu. Jauhkan anak dari paparan asap rokok, obat nyamuk bakar, atau pengharum ruangan menyengat selama anak batuk.
  • Memberi minuman dingin berlebih. Tidak masalah kalau sedikit, tetapi minuman hangat atau suhu ruangan lebih membantu melegakan tenggorokan.
  • Menunda ke dokter karena mengandalkan ramuan tradisional. Jika sudah ada tanda bahaya, obat herbal tidak akan menggantikan penanganan medis.
  • Meminta atau memberikan antibiotik tanpa resep dokter. Sebagian besar batuk pada anak disebabkan virus sehingga antibiotik tidak membantu. Jika dokter meresepkan antibiotik, ikuti aturan pakai sesuai arahan dokter.

Baca Juga: 7 Ciri-Ciri Batuk Alergi pada Anak & Cara Aman Mengatasinya

Bagaimana Mengetahui Batuk Anak Membaik atau Memburuk?

Setelah mencoba perawatan di rumah, orang tua sering bingung membedakan batuk yang mulai membaik dan kondisi yang justru memburuk. Berikut perbandingannya.

Aspek

Tanda Batuk Membaik

Tanda Batuk Memburuk

Frekuensi batuk

Frekuensi batuk berkurang, dari setiap beberapa menit menjadi beberapa kali dalam satu jam.

Frekuensi dan intensitas batuk semakin meningkat, terutama pada malam hari.

Aktivitas anak

Anak kembali aktif bermain, tidur lebih nyenyak, dan mau makan.

Anak lebih rewel, lemas, atau tidak mau makan dan minum.

Suhu tubuh

Suhu tubuh kembali normal.

Demam tidak turun setelah 2–3 hari atau semakin tinggi.

Kondisi lendir

Lendir semakin encer dan jernih.

Lendir kehijauan, kekuningan, atau disertai bercak darah.

Pernapasan

Tidak ada sesak atau suara napas yang berat.

Napas berbunyi, cepat, atau anak terlihat ngos-ngosan.

Kondisi umum

Anak tetap responsif dan mudah dibangunkan.

Bibir kebiruan atau anak sulit dibangunkan.

Apabila Anda melihat tanda batuk memburuk, jangan menunda pemeriksaan. Segera bawa anak ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat. Tanda bahaya, seperti bibir kebiruan dan sulit dibangunkan, memerlukan pertolongan medis segera.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Terdapat beberapa ciri yang menandakan anak perlu segera diperiksa oleh dokter. Jangan menunggu ramuan tradisional bekerja kalau salah satu tanda berikut muncul.

  • Napas sangat cepat, dada tertarik ke dalam ketika bernapas, atau terdengar bunyi napas yang tidak biasa, seperti ngik atau grok-grok.
  • Bibir atau wajah kebiruan, susah dibangunkan, atau terlihat sangat lemah.
  • Tidak mau minum atau sulit menelan maupun muncul tanda dehidrasi, seperti mulut sangat kering dan jarang buang air kecil.
  • Bayi usia di bawah 3 bulan mengalami batuk atau demam, kondisi dapat memburuk dengan cepat sehingga penting segera hubungi tenaga kesehatan.
  • Batuk berlangsung lebih dari 3 minggu, makin parah, dan disertai demam yang tidak kunjung turun.

American Academy of Pediatrics (AAP) menekankan bahwa ciri-ciri, meliputi sulit bernapas, bibir kebiruan, atau dehidrasi perlu segera dinilai tenaga kesehatan. 

Lebih baik buru-buru ke dokter dan ternyata tidak perlu daripada menunda dan kondisi anak memburuk. Sikap tanggap ini menjadi bagian penting dari menjaga kesehatan anak secara menyeluruh.

Rekomendasi untuk Anda

Pertanyaan tentang Kencur untuk Batuk Anak

Apakah batuk bisa sembuh dengan kencur?
Bagaimana cara mengolah kencur untuk batuk anak?
Berapa kali sehari minum kencur untuk anak?
Mulai usia berapa anak aman diberi kencur?
Apakah kencur untuk batuk anak 1 tahun boleh dicampur madu?
Apa manfaat kencur dan madu untuk batuk anak?

Kategori Artikel