Sport

Mitos dan Fakta Olahraga: Ada 8 Persepsi yang Sering Salah Diartikan!

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), olahraga adalah gerak badan untuk menguatkan dan menyehatkan tubuh, seperti contohnya sepak bola, berenang, dan lempar lembing. Olahraga juga bisa diartikan sebagai aktivitas yang melibatkan fisik dan keterampilan dari individu atau tim, dilakukan untuk hiburan. Bukan hanya itu, olahraga juga diwajibkan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Maka dari itu, aktivitas olahraga menjadi sesuatu yang dilakukan banyak orang. Hal ini menciptakan banyaknya mitos yang berhubungan dengan olahraga yang belum dijamin kebenarannya. Fakta olahraga menjadi penting untuk kita ketahui agar terhindar dari kesalahan persepsi.

Apa Saja Manfaat Olahraga? 

Ada banyak jenis aktivitas fisik dalam olahraga, termasuk berenang, berlari, berjalan, menari, dan lainnya. Menjadi aktif telah terbukti memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, baik secara fisik maupun mental. Dilansir dari Healthline, berikut adalah manfaat olahraga secara teratur.

  • Meningkatkan suasana hati dan mengurangi perasaan depresi kecemasan, serta stres. Membantu menurunkan berat badan
  • Membangun dan mempertahankan kekuatan otot dan tulang
  • Meningkatkan energi, baik untuk orang yang sehat atau mereka yang menderita berbagai kondisi medis
  • Mengurangi risiko penyakit kronis
  • Menjaga kesehatan kulit. Menjaga kesehatan dan memori otak
  • Membantu meningkatkan kualitas tidur
  • Membantu menghilangkan rasa sakit kronis

Apa Saja Mitos Dan Fakta Olahraga?

  1. Meluruskan Kaki Setelah Olahraga Untuk Mencegah Varises
    Fakta olahraga yang sebenarnya, setelah berolahraga Anda memang diwajibkan untuk meluruskan kaki. Namun, bukan untuk mencegah varises. Kegiatan meluruskan kaki ini justru untuk membuat otot-otot yang ada pada kaki Anda relax, tidak terasa kram, pegal, ataupun kaku.
     
  2. Tidak Boleh Langsung Duduk Setelah Olahraga
    Tidak boleh langsung duduk setelah olahraga sebenarnya fakta yang tepat. Pasalnya, ketika langsung duduk, otot-otot yang sudah dipakai untuk berolahraga menjadi kaku dan menyebabkan kram.
    Menurut ahlinya, sebenarnya tidak boleh langsung duduk. Kalau habis berolahraga, Anda diminta untuk melakukan peregangan atau pendinginan terlebih dahulu. Ini tujuannya membuat otot jadi lebih relax setelah bekerja. Kalau tidak melakukan pendinginan, ini bisa meningkatkan risiko otot nyeri, kram, dan kaku.
     
  3. Jangan Minum Banyak Air Putih Setelah Olahraga
    Jika ada mitos yang mengatakan tidak boleh langsung minum air putih berlebihan setelah olahraga, maka ini benar adanya. Minum air putih berlebihan setelah olahraga bisa menyebabkan hiponatremia. Kondisi ini terjadi ketika tubuh memiliki kadar natrium yang rendah (dari batas normal). Alhasil, bisa memicu sakit kepala, mual, dan muntah. Untuk itu, dr. Devia menyarankan minum air hanya sekitar 250 ml saja dalam waktu 30 menit setelah berolahraga. Setelah itu, barulah Anda bisa minum air yang banyak untuk mengisi kembali cairan yang telah hilang.
     
  4. Kulit Gatal Pertanda Lemak Anda Terbakar
    Kulit terasa gatal setelah berlari atau berolahraga lainnya memang umum dialami banyak orang. Namun, ini bukan menjadi tanda lemak Anda sudah terbakar, ya. Fakta olahraga yang sebenarnya, gatal terjadi karena keringat keluar dan kondisi kulit sehabis berolahraga sedang kering. Tak hanya itu, efek pelepasan histamine saat olahraga juga bisa menimbulkan rasa gatal setelah olahraga. 
     
  5. Bebas Makan Apapun Setelah Olahraga
    Apabila tujuan Anda berolahraga adalah untuk diet atau hidup sehat, maka mengatur pola makan sebelum dan sesudah olahraga juga wajib untuk dilakukan. Anda tidak bisa sembarang memilih menu makanan yang akan disantap setelah olahraga. Ini karena akan mempengaruhi pola hidup sehat yang sedang dijalani. Selain itu, makan apa pun tanpa memperhatikan gizinya setelah olahraga dapat membuat tubuh terasa mual, begah, pusing, dan sulit bernapas jika kekenyangan.
     
  6. Semakin Banyak Keringat, Semakin Banyak Kalori yang Terbakar
    Faktanya, setiap orang memiliki jumlah kadar keringat yang berbeda-beda. Ada yang bisa dengan mudah berkeringat, ada juga yang tidak. Dokter Devia menegaskan, kadar keringat tidak menentukan berapa kalori yang sudah terbakar. Lagi pula, keringat hanya sebuah bentuk reaksi tubuh ketika Anda melakukan aktivitas yang cukup berat. Jadi secara fakta olahraga nya, jumlah keringat tidak selalu menentukan besaran jumlah kalori yang terbakar.
     
  7. Pakai Jaket Parasut Saat Lari, Cepat Turunkan Berat Badan
    Faktanya, tindakan ini hanya dapat mempercepat keluarnya cairan tubuh atau keringat. Namun tidak mempercepat pembakaran lemak.
     
  8. Olahraga Tidak Boleh Dilakukan Saat Malam
    Fakta olahraga yang sebenarnya, sah-sah saja untuk berolahraga di malam hari, namun jangan terlalu malam karena akan mempengaruhi sistem biologis tubuh. Terutama mengganggu jam tidur dan kualitas tidur. Sebaiknya jangan sering dan beri jeda 1-2 jam antara waktu olahraga dan waktu tidur.

 

Nah, semoga info tentang mitos dan fakta olahraga ini dapat bermanfaat bagi Natural Buddy. Jangan lupa untuk terus pantengin Instagram kita di @naturalfarm.id untuk tahu info bermanfaat lainnya. Selain itu, jangan lupa untuk tetap Happy Healthy Habits ya! ☺

 

Sumber:

https://www.orami.co.id/magazine/mitos-olahraga/