Health

Pandemi Belum Usai, Waspadai Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5!

Akhir-akhir ini pandemi kembali menjadi bahan perbincangan karena muncul subvarian Omicron yang baru, yaitu BA.4 dan BA.5. Apalagi banyak berita yang beredar jika varian ini mulai masuk ke Indonesia. Bahkan sudah ada beberapa kasus yang terdeteksi di daerah Jakarta dan Bali. Oleh karena itu, kita patut kembali waspada dengan gelombang baru ini. Apalagi melihat di beberapa wilayah mulai banyak yang menerapkan pelonggaran masker. Dengan kondisi begini, dikhawatirkan untuk penyebarannya akan lebih cepat dari yang diperkirakan. 

Epidemiologi dari Griffith University Australia menyatakan jika subvarian BA.4 dan BA.5 ini memiliki mutasi yang hampir sama seperti Delta. Varian di mana yang membuat Indonesia bahkan sempat mengalami krisis rumah sakit dan oksigen serta banyak menelan korban jiwa. Sejauh ini beberapa data sudah dilaporkan ada sebanyak 8.687 kasus di 6 negara. Sementara negara dengan kasus paling besar terjadi di Amerika Serikat, Portugal, Jerman, Afrika Selatan dan Inggris.

Mengacu pada beberapa riset yang sudah dilakukan, Omicron BA.4 dan BA.5 ini disebutkan mengadopsi karakteristik dari varian delta. Bahkan bisa dibilang kedua subvarian ini seperti berkombinasi sehingga untuk penularannya akan cepat seperti Omicron di pandemi sebelumnya. Bahkan kecepatan menyebarnya pun bisa berpotensi menginfeksi orang-orang yang belum vaksinasi ataupun yang sudah sekalipun. Terlebih lagi kasus Omicron varian ini didominasi oleh penularan yang tidak bergejala.

gejala subvarian omicron

Bagaimana dengan gejala-gejala dari varian Omicron BA.4 dan BA.5?

Berbicara mengenai gejalanya, subvarian ini mempunyai gejala yang hampir sama dengan varian-varian sebelumnya. Beberapa laporan menyebutkan dari pasien-pasien di Indonesia yang terinfeksi virus ini ada tiga kelompok, yaitu terdeteksi tanpa gejala, gejala sedang, dan bahkan ada beberapa pasien yang mengalami gejala serius. Untuk pasien-pasien yang bergejala serius mengalami beberapa masalah klinis di antaranya:

  • Batuk
  • Sesak napas
  • Sakit kepala
  • Lemah
  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri sendi

Biasanya untuk sesak napas yang dirasakan oleh beberapa pasien tersebut terjadi karena dampak dari terinfeksi virus omicron BA.5 yang lebih banyak bereplikasi atau menyerang organ saluran napas bawah. Selain itu, sesak napasnya juga bisa saja disebabkan karena adanya riwayat penyakit pernapasan seperti asma.

Kemudian ada beberapa pasien mengalami gejala ringan yang juga terjadi beberapa masalah klinis, di antaranya: 

  • Sakit tenggorokan
  • Badan pegal
  • Demam
  • Batuk

Selain beberapa gejala di atas yang sudah terjadi di Indonesia, profesor Tim Spector dari inggris dalam studinya “ZOE COVID-19”, menyebutkan kita juga patut waspada gejala serius yang muncul pada varian ini yaitu tinnitus, sensasi telinga berdenging yang bisa berlangsung sesaat atau dalam waktu yang lama. Bahkan studi yang dikaji oleh Prof. Spector dan timnya ini mengambil data dari 5.000 orang yang terinfeksi Covid-19. Hasilnya menemukan ada 19% pasien yang terinfeksi memiliki masalah gangguan pendengaran. Sementara untuk kasus tinnitus ini juga memunculkan beberapa gejala, di antaranya:

  • Telinga berdengung
  • Merasakan sensasi mendesing 
  • Desis-desis yang menjalar
  • Terjadi denyutan pada telinga

Prof. Spector menganjurkan untuk pasien langsung memeriksakannya ke fasilitas kesehatan apabila gejala tinnitus ini makin parah sampai bisa mengganggu aktivitas seperti memengaruhi tidur, konsentrasi pasien terganggu hingga membuat orang cemas dan depresi.

immune booster

Apa yang perlu dilakukan untuk mencegah pandemi ini?

Seperti yang sudah kita ketahui, untuk mencegah penyebaran virus ini bisa dilakukan dengan meningkatkan kesadarannya kembali untuk patuh terhadap protokol kesehatan seperti rajin cuci tangan, menjaga jarak, menggunakan masker, jauhi kerumunan, serta membatasi kerumunan. Kemudian pastinya kita harus mendukung program vaksinasi yang dijalankan pemerintah untuk meminimalisir risiko terinfeksi virus, terlebih lagi bagi orang-orang yang tergolong dalam kelompok rawan dan risiko tinggi.

Kemudian satu langkah untuk mencegah terinfeksi virus Covid-19 adalah dengan meningkatkan imunitas tubuh. Caranya adalah dengan rutin mengonsumsi berbagai vitamin esensial dari Nutriwell Immune Booster Package. Paket terbaik yang bermanfaat untuk tingkatkan daya tahan tubuh dan selalu jaga Kesehatan keluarga.

Apa saja isi paketnya?

  • Nutriwell Vitamin C Buffered300 mg (30 tablet): Bentuk Vit.C buffered yang aman untuk lambung dan mudah diserap secara maksimal untuk bantu jaga daya tahan tubuh
  • Nutriwell Vitamin D3 1000 IU (90 softgel): kandungan tinggi 1000 IU cocok untuk bantu tingkatkan imunitas tubuh serta juga dapat mencegah infeksi influenza dan gangguan pernapasan.
  • Nutriwell Vitamin E 400IU (30 softgel): Dengan fitur water soluble mudah diserap secara maksimal oleh tubuh untuk mencegah radikal bebas serta menjaga kesehatan kulit tetap sehat dan cantik.

Jadi stok vitamin esensial sekarang dan jaga selalu imunitas tubuh! Stay Healthy semuanya!