Health

Insomnia: Pengertian dan Cara untuk Mengatasi Insomnia

Gangguan tidur sering dialami oleh banyak kalangan masyarakat, dan bila kesulitan tidur ini berlanjut bisa memberikan efek negatif bagi tubuh yang tentunya akan menghambat aktivitas. Gangguan tidur ini disebut insomnia, biasanya ditandai oleh beberapa gejala seperti kesulitan untuk memulai atau menjaga pola tidur yang sehat.

Biasanya orang yang memiliki gangguan tidur atau insomnia akan memerlukan waktu lebih dari 30 menit untuk terlelap di tidurnya. Selain itu mereka juga akan memiliki kualitas tidur yang buruk dan dengan pola tidur yang berantakan serta durasi yang singkat, bisa kurang dari 6 jam per harinya, dimana normanya bagi usia dewasa akan membutuhkan 7 hingga 8 jam per harinya sebagai porsi tidur yang sehat. Hal tersebut terjadi berulang selama 3 hari berturut turut atau bahkan bisa lebih dari satu bulan.

Akibat dari pola tidur dan durasi tidur yang tidak sehat tersebut penderita insomnia akan merasa tidak bugar usai tidur, mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi, tidak berenergi dan sering merasa lelah di siang hari. Untuk mengetahui seseorang menderita insomnia atau tidak dengan melakukan wawancara medis. Dengan menanyakan terkait jadwal tidurnya serta bisa juga dilakukan pemeriksaan fisik hingga pemeriksaan laboratorium.

Risiko bagi pengidap insomnia akan menyebabkan komplikasi bila memiliki penyakit kronis, dan memicu gangguan kesehatan lainnya. Komplikasi yang dimaksud seperti adanya penurunan kondisi kesehatan, dapat menimbulkan risiko kecelakaan, gangguan mental seperti munculnya rasa cemas, mudah tersinggung, hingga depresi.

Pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi kesulitan tidur adalah dengan beberapa hal berikut ini

1.     Terapi perubahan perilaku (Behaviour Therapy)

Hal ini bisa dilakukan dengan membuat jadwal perencanaan tidur yang baik dan sehat. Caranya dengan Menyusun jadwal tidur yang teratur, mengurangi aktivitas yang bisa menyebabkan seseorang terjaga di malam hari, menjaga pola makan, serta membuat lingkungan yang nyaman sehingga memudahkan untuk tidur.

2.     Cognitive Behavioral Therapy

Terapi tersebut akan bermanfaat membantu mengontrol rasa khawatir atau pikiran negatif yang mengganggu pola tidur seseorang

3.     Relaksasi

Dengan melakukan relaksasi akan membantu mengurangi kecemasan yang dapat mengganggu pola tidur seseorang

4.     Stimulus control therapy

Terapi ini ditujukan agar mengurangi berbagai aktivitas di tempat tidur yang bisa membuat seseorang terjaga seperti membaca, menonton, mengerjakan tugas dan aktivitas lainnya. Tempat tidur hanya dipergunakan untuk aktivitas relaksasi dan tidur.

5.     Mengkonsumsi obat tertentu

Obat obatan tersebut hendaknya merupakan obat yang direkomendasikan oleh dokter spesialis, dokter tidak akan memberikan obat tidur yang harus digunakan dalam jangka yang lama.

Untuk mencegah terjadinya insomnia atau gangguan tidur anda bisa melakukan olahraga secara teratur, menghindari kafein, nikotin serta alcohol. Selain itu meski olahraga sangat dianjurkan namun hindari berolahraga di jam jam mendekati waktu tidur karena akan berakibat pada berkurangnya kualitas tidur.

Seseorang yang memiliki gangguan tidur dianjurkan untuk keluar di saat sore hari agar bisa terpapar sinar matahari sore. sinar mata hari sore akan membantu tubuh dalam melepaskan melatonin yang berguna untuk regulasi ritme sirkadian tubuh. Selain itu beberapa hal yang bisa dicoba adalah dengan melakukan yoga, meditasi serta kegiatan relaksasi.

Faktor risiko yang menyebabkan seseorang mengalami insomnia atau kesulitan tidur adalah usia lanjut, memiliki Riwayat penyakit kronis, mengkonsumsi obat obatan tertentu, jenis kelamin, gaya hidup,faktor psikologis, sistem pekerjaan atau jam kerja, dan perjalanan jarak jauh.