Mom & Kids

Preeklampsia: Penyakit Mematikan Ibu Hamil yang Wajib Diketahui

Apa Itu Preeklampsia?

Preeklamsia adalah gangguan kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan kandungan protein yang tinggi dalam urin. Kondisi ini dapat membahayakan organ lain, seperti ginjal dan hati. Jika tidak diobati, preeklamsia bisa menjadi eklampsia. Eklampsia adalah kondisi preeklamsia yang disertai dengan kejang. Hal ini dapat berakibat fatal baik bagi ibu maupun janin, bahkan dapat menyebabkan kematian. Pada bayi, preeklamsia dapat mengakibatkan kelahiran prematur dan pertumbuhan janin terhambat. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk mengetahui gejala, penyebab, serta cara mencegah dan mengatasi preeklamsia.

Preeklampsia pada ibu hamil menjadi salah satu komplikasi kehamilan yang sering terlambat disadari. Pasalnya, gejala preeklampsia biasanya baru muncul dan disadari setelah kehamilan memasuki usia 20–24 minggu, atau beberapa saat setelah bayi lahir. Bukan itu saja, dalam beberapa kasus preeklampsia bisa berkembang tanpa menunjukkan gejala yang berarti atau hanya gejala ringan saja.

 

Apa Saja Gejala Preeklampsia?

Preeklamsia umumnya berkembang secara bertahap. Tanda dan gejala yang akan muncul seiring dengan perkembangan preeklamsia adalah:

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Proteinuria (ditemukannya protein di dalam urin)
  • Sakit kepala berat atau terus-menerus
  • Gangguan penglihatan, seperti pandangan kabur atau sensitif terhadap cahaya
  • Nyeri di ulu hati atau perut kanan atas
  • Sesak napas
  • Pusing, lemas, dan tidak enak badan
  • Frekuensi buang air kecil dan volume urine menurun
  • Mual dan muntah
  • Bengkak pada tungkai, tangan, wajah, dan beberapa bagian tubuh lain
  • Berat badan naik secara tiba-tiba

penyebab preeklampsia

Apa Penyebab Preeklampsia?

Plasenta merupakan salah satu organ penting yang berfungsi untuk membawa darah dari ibu ke bayi dalam kandungan. Timbulnya preeklamsia diduga karena adanya gangguan perkembangan pada plasenta, yang disebabkan oleh masalah pada pembuluh darah yang mensuplai plasenta.

Faktor genetik atau adanya riwayat keluarga preeklamsia juga diduga berperan dalam mekanisme penyakit ini. Namun, penyebab pasti dari kondisi ini belum sepenuhnya dipahami. Dalam keadaan normal, plasenta mendapat suplai darah yang melimpah dan konstan untuk mendukung perkembangan bayi. Namun, pada preeklamsia, plasenta diharapkan tidak mendapatkan cukup darah. Hal ini mengakibatkan suplai darah ke bayi menjadi terganggu. Berbagai sinyal dan zat dari plasenta yang terganggu menyebabkan tekanan darah ibu meningkat.

Faktor lain yang dapat mempengaruhi timbulnya preeklamsia meliputi:

  • Kehamilan pertama
  • Pernah mengalami preeklamsia pada kehamilan sebelumnya
  • Memiliki masalah medis lainnya, yaitu tekanan darah tinggi , diabetes , dan lupus
  • Usia di atas 40 tahun
  • Jarak kehamilan lebih dari 10 tahun dari kehamilan sebelumnya
  • Obesitas di awal kehamilan
  • Hamil dengan anak kembar atau lebih

 

Bagaimana Cara Mengatasi Preeklampsia?

  • Menurunkan tekanan darah

Pada preeklamsia tekanan darah akan tinggi, sehingga diperlukan pengobatan yang dapat menurunkan tekanan darah atau disebut dengan antihipertensi. Tidak semua obat antihipertensi aman untuk ibu hamil. Jadi sebelum minum obat, diskusikan dulu dengan dokter.

  • Berikan obat anti kejang

Magnesium sulfat sering digunakan untuk meredakan dan mencegah kejang. Dokter akan meresepkan obat ini jika preeklamsia sudah parah.

  • Merekomendasikan Orti k osteroid

Kortikosteroid biasanya diberikan jika ibu hamil mengalami preeklamsia atau sindrom HELLP (hemolisis, peningkatan enzim hati, dan kadar trombosit yang rendah). Kortikosteroid dapat meningkatkan fungsi trombosit dan hati untuk mencegah persalinan prematur. Selain itu, kortikosteroid juga dapat membantu pematangan paru-paru bayi sehingga jika lahir prematur, bayi dapat bernapas dengan baik.

  • Merekomendasikan rawat inap

Jika preeklamsia yang dialami ibu hamil sudah parah, kemungkinan dokter akan meminta rawat inap agar dokter dapat dengan mudah mengontrol kondisi ibu hamil, bayi dalam kandungan, dan kadar cairan ketuban atau amnion fluid. . Kekurangan cairan ini merupakan tanda adanya masalah dengan suplai darah bayi.

cara mengatasi preeklampsia

Bagaimana Cara Mencegah Preeklampsia?

1. Mengontrol berat badan ibu hamil agar terus terjaga baik

Saat hamil, kenaikan berat badan mengikuti pertumbuhan janin di dalan kandungan. Bertambahnya berat badan berarti bayi di kandungan juga sedang bertumbuh dan bertambah berat. Namun, kenaikan berarti badan perlu diperhatikan agar tidak terlalu meningkat secara drastis. Ibu hamil perlu menjaga berat badan agar tidak terlalu berlebihan dan hanya naik sesuai seharusnya dengan memperhatikan Indeks Massa Tubuh atau Body Mass Index (BMI).

Ketika mengetahui BMI, kamy bisa mengetahui apakah berat badan yang dimiliki saat ini underweight, normal atau justru overweight. Setidaknya cara ini membantu agar selama hamil terhindar dari obesitas atau berat badan berlebih karena dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan metabolisme tubuh, yang dapat meningkatkan risiko terjadinya preeklampsia.

2. Mencegah dehidrasi dan menghindari kelelahan selama hamil 

Perlu kamu ketahui bahwa ada cara yang bisa berkontribusi dalam mengontrol tekanan darah tinggi selama masa kehamilan yaitu mencegah dehidrasi dan cukup istirahat agar tidak mudah lelah. 

Selama hamil, usahakan setiap harinya untuk meminum delapan sampai 10 gelas air. Walau sederhana, namun cara ini dapat membantu tubuh menyeimbangkan kadar garam. Selain memastikan diri tidak mengalami dehidrasi, pastikan juga untuk cukup istirahat dengan minimal waktu tidur 7-8 jam setiap malam. Waktu tidur yang cukup setidaknya dapat mengistirahatkan tubuh dan mengurangi tingkat stres.  Kamu pun selama tidur bisa memposisikan kaki lebih tinggi ke atas dengan tujuan untuk memperlancar aliran darah di dalam tubuh. Usahakan untuk istirahat cukup dan hindari aktivitas yang memberatkan agar tidak mudah lelah ya, Ma. 

3. Rutin berolahraga teratur agar terhindar dari preeklampsia

Olahraga teratur selama masa kehamilan tidak bisa dianggap sepele karena dapat menjaga stamina tubuh dan berguna untuk kesehatan janin di dalam kandungan. Olahraga yang dilakukan secara konsisten juga dapat membantu tubuh dalam mengontrol berat badan serta mengurangi berbagai risiko terkena stres.  Olahraga memang seringkali terabaikan karena pengaruh rasa malas padahal jika rutin dilkukan dapat mengurangi terjadinya berbagai komplikasi selama hamil, termasuk potensi terkena preeklampsia.  Sebelum terlambat dan terkena berbagai komplikasi selama masa kehamilan, ada baiknya kamu rutin melakukan olahraga untuk mencegah preeklampsia saat hamil.

4. Selalu kontrol dan konsultasikan masalah kesehatan selama hamil ke dokter

Selama masa kehamilan perlu sekali untuk mengontrol serta konsultasikan ke dokter mengenai berbagai masalah kesehatan dan berbagai keluhan. Umumnya dokter dapat mendeteksi sejak dini mengenai berbagai gejala yang dicurigai sebagai preeklampsia. Kamu pun akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti: 

    •    Pemeriksaan tekanan darah

    •    Tes darah

    •    Pemeriksaan urine

    •    Perkembangan janin dalam kandungan

5. Berusaha menjaga asupan makanan selama masa kehamilan

Demi mengurangi risiko peningkatan tekanan darah selama masa kehamilan disarankan untuk memperbanyak asupan buah-buahan dan sayuran yang kaya akan nutrisi. Perlu diketahui bahwa asupan vitamin, mineral dan antioksidan sangat penting didapat oleh ibu hamil agar lebih sehat.

Natural Farm punya rekomendasi asupan tambahan untuk menjaga nutrisi ibu hamil yaitu ChildLife Prenatal DHA. ChildLife Prenatal DHA mengandung minyak ikan yang terdiri dari asam lemak omega 3 DHA dan EPA. Asam lemak omega 3 merupakan salah satu nutrisi penting untuk ibu selama fase kehamilan serta mendukung perkembangan otak dan mata janin dalam kandungan. Tumbuh kembang bayi yang lahir dari ibu dengan kadar DHA dalam darah tinggi jauh lebih baik hingga tahun kedua kehidupannya. ChildLife Prenatal DHA merupakan nutrisi untuk menunjang kesehatan selama kehamilan, setelah melahirkan dan saat menyusui.

Keunggulan ChildLife Prenatal DHA:

  • Gluten Free, alcohol free, casein free
  • Tidak mengandung susu, telur, kedelai, gandum, ragi, atau jagung
  • Tanpa menggunakan pewarna, perasa dan pemanis buatan
  • Dengan rasa lemon alami sehingga lebih nyaman dikonsumsi ibu hamil
  • Tidak ada bau dan rasa amis
  • Softgel gelatin ikan 
  • Menggunakan metode pemurnian destilasi molekuler sehingga kandungan minyak ikan lebih murni serta bebaszat toksin, merkuri, dan kontaminan lain

Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu dan menjadi pengetahuan tambahan bagi ibu hamil atau kerabat yang sedang hamil. Jangan lupa pantengin terus website Natural Farm di www.naturalfarm.id dan Instagramnya di @naturalfarm.id. Happy Healthy Habits! ☺

 

Sumber:

https://www.alodokter.com/sayangi-janin-dengan-mencegah-preeklamsia-menjadi-eklamsia 

https://www.alodokter.com/preeklamsia