Anak terlambat jalan adalah salah satu kekhawatiran yang umum dialami orang tua. Apalagi jika melihat anak-anak seusia buah hati tampak sudah berjalan lancar. Rasa cemas ini wajar mengingat sebagai orang tua tentu saja ingin memastikan perkembangan anak yang sehat.
Meski begitu, harus dipahami bahwa tumbuh kembang setiap anak memang berbeda. Mari mengetahui dengan tepat alasan kenapa anak lambat berjalan, ciri-ciri anak lambat berjalan, hingga vitamin untuk tumbuh kembang si Kecil.
Kapan Anak Disebut Lambat Berjalan?
Berjalan merupakan tanda kemampuan motorik anak mengalami perkembangan alami yang normal dan sehat. Sebelum berjalan, ada sejumlah perkembangan motorik yang akan dilalui anak. Berikut ini tabel perkembangan gerakan motorik anak berdasarkan usianya.
|
Usia |
Perkembangan Motorik Bayi dan Anak |
|
6–8 bulan |
Merangkak dan duduk |
|
12–18 bulan |
Berdiri sendiri, mulai berjalan dan merambat di tembok atau benda mati lainnya, berjalan beberapa langkah atau menit tanpa pegangan. |
|
18–24 bulan |
Berjalan sendiri tanpa kesulitan, membawa mainan atau benda tanpa dibantu, mampu naik-turun tangga dengan bantuan. |
|
24–36 bulan |
Mulai bisa berlari, memanjat, naik-turun tangga tanpa bantuan dan berjalan jinjit. |
Berdasarkan tabel di atas, maka seharusnya anak sudah bisa berjalan pada rentang 12–18 bulan. Lebih spesifik lagi, menurut Denise Scott, dokter spesialis anak di Oklahoma seperti dikutip dari The Bump, justru anak berusia 9 bulan sudah mulai belajar jalan.
Kenali ciri-ciri anak lambat berjalan untuk mengantisipasi hambatan perkembangan motorik anak. Beberapa di antaranya sebagai berikut.
- Bayi berusia 9 bulan belum bisa duduk sendiri tanpa bantuan.
- Bayi berusia 12 bulan belum bisa berdiri sendiri tanpa bantuan.
- Bayi berusia sekitar 16–23 bulan belum bisa berjalan dengan stabil.
- Bayi memiliki kebiasaan jalan jinjit.
- Bayi memiliki riwayat keterlambatan perkembangan gerakan motorik lainnya, seperti mengangkat kepala, berguling, hingga duduk.
Penyebab Anak Terlambat Jalan
Jika mengetahui anak Anda memiliki ciri-ciri anak lambat berjalan, dapat muncul pertanyaan “Kenapa anak lambat berjalan?” Berikut ini adalah beberapa penyebab anak terlambat jalan yang umum terjadi.
- Faktor genetik dari salah satu atau kedua orang tua.
- Bayi lahir prematur atau sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu.
- Riwayat penyakit langka atau sindrom genetik yang dapat menghambat motorik bayi.
- Gangguan neurologis, seperti Down syndrome atau cerebral palsy.
- Gangguan otot, seperti distrofi dan atrofi otot.
- Kurang rasa percaya diri membuat anak ragu-ragu untuk berdiri atau berjalan.
- Hipotonia menyebabkan kelemahan otot yang menghambat kontrol gerak.
- Otot yang jarang digerakkan bisa menjadi tegang dan kaku.
- Terlalu sering digendong mengurangi kesempatan untuk belajar berjalan.
- Malnutrisi dan defisiensi vitamin D bisa mengganggu perkembangan otot dan tulang.
Baca Juga: Kemampuan Motorik Anak Berdasarkan Usia dan Cara Melatihnya
Cara Mengatasi Anak Terlambat Berjalan
Di samping melakukan konsultasi medis oleh dokter anak, Anda bisa menerapkan sejumlah kebiasaan baik di bawah ini untuk menstimulasi kaki bayi untuk berjalan.
1. Hindari terlalu sering menggendong anak
Menggendong anak merupakan momen yang sangat menyenangkan bagi orang tua. Namun untuk kebaikan anak, sebaiknya jangan terlalu sering atau terlalu lama menggendongnya.
Sebagai gantinya, biarkan anak bermain di lantai. Dengan begitu, ia akan terstimulasi untuk mulai berdiri, merambat, dan akhirnya berjalan.
2. Kurangi kebiasaan menggunakan baby walker
Kebiasaan meletakkan bayi di dalam baby walker memicu penurunan rasa kepercayaan diri mereka untuk berlatih jalan. Pentingnya mengurangi kebiasaan meletakkan bayi pada baby walker sama pentingnya dengan kebiasaan mengurangi gendong bayi.
3. Berikan dukungan mental dan psikologi
Dukungan mental dan psikologi dari orang tua, terutama ibu, dibutuhkan oleh si Kecil untuk meningkatkan kepercayaan diri dan rasa amannya ketika belajar berjalan. Misalnya, Anda bisa memegang tangan bayi dengan kuat dan yakin bahwa mereka bisa berjalan.
Bentuk dukungan mental untuk anak yang dapat Anda lakukan adalah dengan memberikan kalimat-kalimat positif yang membangun kepercayaan diri mereka.
4. Latih anak berjalan dengan cara menuntun
Cara mengatasi anak yang terlambat jalan yakni dengan membiasakan tuntun anak berjalan dengan tetap memegang kedua tangannya. Posisikan anak berdiri menghadap ke depan, lalu pegang kedua tangannya dari belakang.
Bantu anak untuk berjalan langkah demi langkah secara perlahan. Proses stimulasi berjalan ini bertujuan untuk menguatkan otot dan melatih keseimbangan tubuhnya ketika berjalan.
5. Dorong anak merambat dengan berpegangan furnitur
Anda juga bisa mengajarkan si Kecil berjalan dengan berpegangan ke furnitur yang ada di sekitarnya. Misalnya, berjalan dengan pegang kursi, sofa, meja, ataupun dinding. Pastikan furnitur menjadi tumpuan bayi kokoh sehingga bayi tak akan terguling.
6. Letakkan mainan di posisi yang jauh
Meletakkan mainan di posisi yang jauh juga bisa mendorong anak untuk mulai berjalan. Di sisi lain, untuk membuat anak mau berdiri, orang tua dapat mengajaknya bermain dalam posisi berdiri.
7. Biarkan anak bertelanjang kaki di dalam ruangan
Coba biasakan anak beraktivitas dengan bertelanjang kaki di dalam ruangan. Ini bermanfaat untuk melatih keseimbangan tubuhnya sewaktu berdiri.
Bila ingin memberikan sepatu anak, pilihlah yang sesuai. Orang tua juga dapat membelikan mainan yang bisa didorong oleh anak untuk melatihnya berjalan.
8. Konsumsi vitamin untuk anak terlambat jalan
Langkah terakhir guna mengantisipasi anak terlambat jalan adalah rutin memberikan vitamin untuk anak terlambat jalan. Vitamin yang dibutuhkan anak adalah kalsium. Beberapa produk makanan dan minuman yang mengandung kalsium, antara lain susu dan produk olahannya, ubi jalar, kacang polong, jeruk, serta suplemen multivitamin kalsium.
Rekomendasi Suplemen Vitamin untuk Anak Terlambat Jalan
Berikut ini adalah suplemen yang aman untuk bayi dan anak-anak agar terhindar dari risiko anak terlambat jalan dan terhambat pertumbuhan gerak motoriknya.
1. ChildLife Liquid Calcium with Magnesium

Beli ChildLife Liquid Calcium with Magnesium di Natural Farm
Bagi orang tua yang memiliki anak berusia 1 tahun atau lebih, tetapi belum menunjukkan ciri akan berjalan atau kebiasaan berjalannya terkesan lebih lambat daripada anak seusianya, pemberian dukungan nutrisi tambahan patut dipertimbangkan.
ChildLife Liquid Calcium with Magnesium diformulasikan khusus untuk anak-anak mulai usia 1 tahun ke atas guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tulang secara optimal.
Suplemen ini mengandung kombinasi magnesium, vitamin D, dan zinc yang berperan dalam membantu penyerapan kalsium di dalam tubuh anak. Kandungan ini mendukung kesehatan tulang dan otot, yang penting dalam fase belajar berdiri dan berjalan.
2. Natures Plus Animal Parade Calcium

Beli Natures Plus Animal Parade Calcium di Natural Farm
Natures Plus Animal Parade Calcium bagus dalam menjaga serta meningkatkan kesehatan tulang dan gigi anak. Pada fase ini, tulang, otot, dan gigi membutuhkan asupan nutrisi yang cukup agar dapat berkembang dengan optimal.
Kalsium berperan penting dalam pembentukan struktur tulang dan gigi yang kuat, sehingga membantu mendukung aktivitas anak sehari-hari yang semakin aktif. Tak hanya itu, vitamin kalsium untuk anak ini juga diperkaya magnesium yang berperan membantu penyerapan kalsium di dalam tubuh.
Suplemen tumbuh kembang anak ini juga memiliki kandungan whole food concentrates dari bayam dan brokoli. Ini menjadi sumber nutrisi alami yang baik untuk mendukung kesehatan tulang secara menyeluruh.
3. Childlife Vitamin D3

Beli Childlife Vitamin D3 di Natural Farm
ChildLife Vitamin D3 merupakan salah satu suplemen yang banyak disukai oleh anak-anak karena hadir dalam rasa berry alami yang segar dan tidak menyengat. Ini membuat proses pemberian vitamin lebih mudah, tanpa drama atau penolakan dari si Kecil.
Konsumsi ChildLife Vitamin D3 bermanfaat dalam menjaga kesehatan tulang dan gigi, serta membantu meningkatkan kekuatan otot anak. Dukungan nutrisi ini penting dalam tahapan tumbuh kembang, terutama saat anak sedang belajar berjalan hingga mulai aktif berlari.
Dengan tulang dan otot yang kuat, si Kecil tentunya mampu bergerak lebih percaya diri dan optimal dalam menjalani aktivitas hariannya.
4. Wellness Calcium Gummy

Beli Wellness Calcium Gummy di Natural Farm
Orang tua dapat mempertimbangkan pemberian Wellness Calcium Gummy sebagai solusi praktis untuk membantu memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D3 harian anak. Hadir dalam bentuk gummy yang gampang dikunyah dengan rasa buah alami, suplemen ini disukai anak-anak sehingga lebih mudah dikonsumsi secara rutin.
Kandungan kalsium dalam Wellness Calcium Gummy akan bermanfaat untuk menstimulasi pertumbuhan tubuh serta menjaga kekuatan tulang dan gigi anak.
Vitamin D3 di dalamnya juga punya peran penting dalam menyempurnakan penyerapan dan pemanfaatan kalsium di dalam tubuh. Kombinasi ini membantu mendukung pertumbuhan si Kecil agar tetap sehat, aktif, dan kuat setiap hari.
5. Childlife Iron

Beli Childlife Iron di Natural Farm
Bagi orang tua yang memiliki anak berusia di bawah 6 bulan, memenuhi kebutuhan zat besi harian menjadi hal penting untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil. Salah satu pilihan suplemen yang dapat dipertimbangkan adalah ChildLife Iron.
Suplemen ini mengandung ferrous bisglycinate chelate, bentuk zat besi yang diketahui lebih ramah untuk perut sensitif dan mudah diserap oleh tubuh anak. Suplemen ChildLife ini hadir dalam bentuk cair dengan rasa buah berry alami sehingga tidak menyulitkan orang tua saat memberikannya kepada anak.
Konsumsi suplemen ini membantu mendukung stimulasi gerakan motorik anak dengan cara mencukupi kebutuhan zat besi yang berperan penting dalam proses pertumbuhan. Dengan asupan zat besi yang terpenuhi, Anda dapat membantu menjaga agar pertumbuhan dan perkembangan anak tetap berjalan secara sehat dan optimal.



