Health

Seputar Diabetes Insipidus yang Wajib Diketahui

Halo Sobat Sehat, pernahkah Anda mendengar seseorang yang mengalami haus secara berlebihan diiringi dengan buang air kecil dengan jumlah/volume yang banyak, mungkin sekitar 20 liter/hari. Mungkin Anda akan berpikir bahwa hal itu adalah gejala dari penyakit diabetes melitus. Namun, tunggu dulu, sebenarnya kedua diabetes yaitu diabetes melitus dan diabetes insipidus ternyata memiliki penyebab yang berbeda. Diabetes melitus berhubungan dengan gula darah dan gaya hidup, sedangkan penyakit diabetes insipidus disebabkan karena terganggunya hormon pada tubuh pengidap. 

Gejala-gejala dari diabetes insipidus?

  • Pengidap merasa haus padahal sudah banyak minum
  • Di samping merasa haus, pengidap akan mengalami gejala buang air kecil yang banyak 
  • Warna urine pengidap diabetes ini akan pucat atau bahkan tak memiliki warna
  • Pengidapnya akan mengalami kesulitan dalam fokus atau konsentrasi, yang mengarah pada perasaan lebih mudah marah/sensitif
  • Pengidapnya bahkan bisa mengalami buang air kecil saat tidur/mengompol

Di samping gejala di atas, diabetes insipidus ini juga dapat menyerang anak bahkan bayi di mana gejala-gejalanya akan lebih susah untuk diwaspadai. Umumnya bayi/anak yang mengalami diabetes jenis ini akan menunjukkan gejala yang hampir mirip dengan orang dewasa seperti sering mengompol. Sedangkan gejala lainnya adalah bayi mengalami hipertemia, sembelit, rewel, sulit tidur, pertumbuhan terlihat lambat dan juga berat badan yang menurun. 

Baiklah, ini dia 4 sebab dari diabetes insipidus yang wajib Anda ketahui:

Pernahkah Anda mendengar tentang hormon ADH atau antidiuretik yang memiliki peran dalam mengatur batas pengeluaran cairan tubuh yaitu urine. Ketika tubuh membutuhkan cairan maka hormon ADH akan mengatur sehingga tubuh melakukan pengeluaran urine yang lebih sedikit. Ketika hormon ini mengalami gangguan yang disebabkan oleh berbagai hal maka terjadilah diabetes insipidus. Untuk lebih jelasnya, penyakit diabetes insipidus disebabkan karena beberapa hal di bawah ini:

1. Rusaknya kelenjar pituitari

Kelenjar pituitari atau dapat disebut dengan hipotalamus adalah kelenjar yang berfungsi menyimpan hormon ADH. Umumnya kerusakan pada kelenjar ini terjadi karena tumor otak, kelainan genetik, infeksi otak, stroke dan lain sebagainya. Diabetes yang disebabkan oleh rusaknya kelenjar pituitari disebut dengan diabetes insipidus kranial.

2. Kelainan organ ginjal

Organ ginjal berperan dalam merespon hormon ADH yang mengatur volume urin yang dikeluarkan. Nah, apabila organ ginjal tidak dapat merespon hormon tersebut maka terjadilah diabetes insipidus nefrogenik. Hal ini dapat disebabkan oleh gagal ginjal, penggunaan obat, hiperkalemia, hipokalemia dan lain sebagainya.

3. Enzim yang diproduksi plasenta

Diabetes insipidus gestasional, diabetes yang satu ini umumnya terjadi pada ibu hamil saja, di mana plasenta yang berfungsi menyalurkan nutrisi dan oksigen menghasilkan sebuah enzim yang dapat merusak hormon ADH. Umumnya hal ini jarang terjadi dan dapat sembuh ketika sang ibu sudah melahirkan bayinya.

4. Masalah pengiriman sinyal yang berasal dari otak

Diabetes yang satu ini disebut juga dengan insipidus dipsogenik, di mana sering kali disebabkan oleh cedera kepala, infeksi, peradangan, tumor pada otak atau riwayat operasi otak, sehingga mengakibatkan permasalahan pada pengiriman sinyal yang berhubungan dengan meningkatnya rasa haus pada penderita.

Bagaimana Sobat Sehat, apakah kalian mengenali gejala-gejala yang telah disebutkan di atas. Jika iya maka segeralah melakukan pengobatan dan jangan mengabaikannya. Jadi dapat disimpulkan bahwa penyakit diabetes insipidus disebabkan karena banyak hal seperti tumor otak, riwayat operasi otak, gagal ginjal dan cedera kepala lainnya. 

Baik, mungkin sekian dari saya, semoga informasi ini bermanfaat ya.

Photo by Pixabay PhotoMIX-Company