Cuaca dan polusi yang semakin parah meningkatkan kekhawatiran orang tua terhadap ISPA pada anak-anak. Karena itu, penting untuk mengetahui cara mencegah ISPA pada anak.
Penyakit infeksi ini sangat mudah menular, baik di rumah maupun sekolah. Batuk, pilek, dan demam berulang sering kali jadi tanda infeksi saluran pernapasan pada anak. Pahami lebih dalam tentang penyebab, gejala, dan pencegahan ISPA berikut ini.
Kenapa Anak Lebih Rentan Terkena ISPA?
ISPA atau akronim dari infeksi saluran pernapasan akut merupakan istilah yang memayungi berbagai infeksi pada sistem pernapasan, dari hidung, tenggorokan, hingga paru-paru.
Flu, batuk pilek, radang tenggorokan, sinusitis, serta bronkitis termasuk dalam kelompok ini. Pada kondisi berat, infeksi bisa berkembang menjadi infeksi paru atau pneumonia, di mana kebanyakan orang mengenalnya sebagai penyakit paru-paru basah.
Secara umum, anak-anak lebih rentan terkena ISPA karena dua alasan berikut ini.
- Sistem imun belum matang. Tubuh anak belum mengenal banyak jenis virus, jadi butuh waktu untuk membentuk perlindungan.
- Sering berada di keramaian. Anak bermain dan belajar dalam jarak dekat dengan teman di sekolah atau tempat penitipan (daycare). Mereka juga sering menyentuh mainan bersama, lalu memegang mata, hidung, atau mulut.
Dibandingkan orang dewasa, kasus ISPA pada anak-anak juga diketahui lebih sering terjadi.
Menurut Children’s Hospital of Philadelphia, sebagian besar anak-anak mengalami 6–8 kali pilek atau common cold dalam setahun. Sementara itu, orang dewasa rata-rata hanya 2–4 kali per tahunnya.
ISPA pada anak diketahui juga lebih berisiko. WHO (2022) menjelaskan bahwa pneumonia menyebabkan kematian 740.180 anak di bawah usia 5 tahun di 2019, atau setara sekitar 14% dari seluruh kematian balita di seluruh dunia.
Oleh karena itu, pencegahan ISPA pada anak harus menjadi bagian dalam upaya menjaga kesehatan anak sejak dini.
Apa Itu ISPA?
ISPA adalah infeksi akut pada saluran pernapasan yang sebagian besar disebabkan oleh virus dan sebagian kecil oleh bakteri. Infeksi pada saluran pernapasan atas memengaruhi hidung, sinus, dan tenggorokan. Sementara itu, infeksi pada saluran pernapasan bawah menyerang bronkus hingga paru-paru dengan gejala yang lebih berat.
Gejala ISPA pada Anak yang Perlu Diamati
Gejala umumnya muncul 1–3 hari setelah anak terpapar virus. Mengenali gejala sejak awal sama pentingnya dengan menerapkan cara mencegah ISPA pada anak.
Sebagai orang tua, penting bagi Anda untuk mengamati tanda dan gejala umum berikut ini.
- Batuk, baik batuk kering maupun batuk berdahak.
- Pilek dan hidung tersumbat.
- Demam, kadang disertai anak rewel dan nafsu makan menurun.
- Nyeri tenggorokan, terlihat dari anak yang menolak makan atau sulit menelan.
- Sesak napas atau napas berbunyi (mengi), yang sering muncul pada ISPA bawah yang cenderung lebih berat.
Ciri-ciri ISPA pada anak juga bisa dibedakan menurut lokasi infeksinya, yakni infeksi saluran pernapasan atas (ISPA atas) dan infeksi saluran pernapasan bawah (ISPA bawah).
Tabel di bawah ini merangkum perbedaan ISPA atas dan ISPA bawah.
|
Aspek |
ISPA Atas |
ISPA Bawah |
|
Lokasi infeksi |
Hidung, sinus, dan tenggorokan |
Bronkus dan paru-paru |
|
Contoh penyakit |
Flu, batuk pilek, radang tenggorokan, sinusitis |
Bronkitis, bronkiolitis, pneumonia |
|
Gejala khas |
Pilek, bersin, nyeri tenggorokan, batuk ringan |
Batuk berat, napas cepat, sesak, napas berbunyi |
|
Tingkat keparahan |
Umumnya ringan dan sembuh sendiri |
Lebih berat dan sering memerlukan penanganan dokter |
Cara Mencegah ISPA pada Anak

Perlindungan terbaik datang dari kombinasi beberapa perilaku hidup bersih dan sehat, baik di rumah maupun sekolah. Berikut ini adalah 8 cara mencegah ISPA pada anak yang dapat Anda mulai ajarkan pada si Kecil hari ini.
1. Biasakan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir
Virus dan bakteri bisa menempel di tangan. Ketika tangan tersebut menyentuh wajah, maka kuman bisa langsung masuk ke dalam saluran pernapasan melalui hidung.
Mencuci tangan menjadi cara utama mencegah ISPA pada anak. Ajak anak mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir minimal 20 detik. Lakukan ini sehabis menggunakan toilet, selesai bermain, maupun sebelum dan setelah makan.
Tinjauan sistematis dalam Cochrane Database of Systematic Reviews menemukan program kebersihan tangan menurunkan jumlah orang yang terkena ISPA sebesar 14%. Studi yang dikaji mencakup sekolah, daycare, dan rumah tangga (Jefferson et al., 2023).
2. Lengkapi vaksinasi anak
WHO menyebut imunisasi Hib, pneumokokus (PCV), campak, dan pertusis sebagai langkah paling efektif untuk mencegah infeksi paru-paru atau pneumonia.
Tambahkan juga vaksin influenza setiap tahun mulai usia 6 bulan. Periksalah buku KIA anak dan pastikan tidak ada jadwal imunisasi anak yang terlewat.
3. Konsumsi makanan bergizi seimbang
Sistem imun memerlukan protein, vitamin A, vitamin C, vitamin D, dan zinc agar bisa bekerja optimal. Maka dari itu, pastikan Anda menyajikan sayuran, buah-buahan, protein hewani dan nabati, serta karbohidrat dalam porsi seimbang setiap harinya.
Pada bayi, WHO merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama awal kehidupannya sebagai salah satu langkah perlindungan dari pneumonia.
4. Istirahat yang cukup
Pastikan anak bisa tidur dengan waktu yang cukup. Kurang tidur menyebabkan imunitasnya menurun, sehingga anak lebih rentan terserang penyakit, termasuk ISPA.
Anak usia 1–2 tahun membutuhkan 11–14 jam tidur per hari, usia 3–5 tahun 10–13 jam, dan usia 6–12 tahun 9–11 jam (Children's Health Queensland, 2024).
Terapkan jam tidur yang sama tiap malam serta matikan gawai minimal 1 jam sebelum tidur. Saat anak bergejala, biarkan ia beristirahat di rumah agar tidak menulari temannya.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Vitamin Anak Susah Tidur, Bantu Lebih Nyenyak!
5. Hindari keramaian dan gunakan masker
Saat kasus flu sedang tinggi, kurangi kunjungan ke tempat tertutup yang ramai, seperti mal dan arena bermain anak. Jika anak harus keluar rumah, pakaikan masker yang ukurannya pas untuk anak usia 2 tahun ke atas.
Anak yang sedang sakit juga perlu memakai masker. Ajarkan pula anak menutup mulutnya dengan siku bagian dalam saat mereka batuk.
6. Tidak berbagi peralatan makan dan makanan
Penularan ISPA dapat terjadi melalui peralatan yang digunakan bersama atau makanan dan minuman yang dikonsumsi bersama. Ini termasuk benda pribadi lainnya, misalnya handuk, syal, dan topi.
Larang anak untuk berbagi makanan dan peralatan pribadi dengan teman-temannya. Ketika melarang, beri penjelasan agar anak memahami pentingnya menghindari hal tersebut.
7. Pastikan anak aktif secara fisik
Dorong dan ajak si Kecil beraktivitas fisik, baik itu di dalam maupun luar ruang. Kegiatan ini bisa meningkatkan imun tubuh untuk membantu mencegah infeksi, termasuk ISPA.
Beberapa contoh aktivitas fisik yang bisa dilakukan, seperti bersepeda, bermain sepak bola, berenang, dan bermain bersama teman-teman sebaya. Usai beraktivitas fisik, jangan lupa mandi untuk membunuh kuman yang mungkin sempat menempel.
8. Jaga ventilasi rumah
Buka jendela tiap pagi agar udara segar masuk dan sirkulasi udara di dalam rumah lancar.
WHO juga memasukkan pengurangan polusi udara dalam rumah sebagai upaya mencegah pneumonia. Jauhkan si Kecil dari paparan asap rokok, asap obat nyamuk bakar, dan asap dapur sebagai bagian dari cara mencegah ISPA pada anak.
9. Berikan suplemen imun secara rutin
Suplemen membantu melengkapi asupan nutrisi, terutama pada kasus anak susah makan.
Meta-analisis dalam jurnal The Lancet Diabetes & Endocrinology menemukan suplementasi vitamin D dapat menurunkan peluang terkena ISPA sekitar 29% pada anak usia 1–15 tahun (Jolliffe et al., 2021).
Pilihlah suplemen khusus anak serta berikan sesuai dosis untuk usianya. Hal ini melengkapi cara mencegah ISPA pada anak lainnya, tanpa menggantikan pola makan sehat.
Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter?

Sebagian besar ISPA ringan membaik dalam 1–2 minggu dengan perawatan di rumah. Ada pun, penanganan ISPA mandiri dilakukan dengan perbanyak istirahat, cukupi kebutuhan cairan, konsumsi makanan bergizi seimbang, dan minum obat bila diperlukan.
Tidak hanya menerapkan cara mencegah ISPA pada anak, kenali juga tanda bahaya berikut dan segera bawa si Kecil ke dokter bila muncul salah satunya.
- Bibir, lidah, atau kulit tampak membiru karena tubuh kekurangan oksigen.
- Demam 38°C pada bayi di bawah 3 bulan atau demam tidak turun setelah 2–3 hari pada anak yang lebih besar.
- Napas lebih cepat dari umumnya atau dada bagian bawah tampak tertarik ke dalam saat anak bernapas.
- Muncul tanda dehidrasi, meliputi jarang buang air kecil, mulut kering, atau menangis tanpa air mata.
- Menolak menyusu, minum, atau muntah setiap kali makan dan minum.
- Tampak sangat lemas, sulit dibangunkan, kurang responsif, atau mengalami kejang.
Napas cepat dan tarikan dinding dada bagian bawah bisa jadi tanda pneumonia pada balita. Untuk bayi di bawah 3 bulan, demam sekecil apa pun perlu segera diperiksakan ke dokter.
Pilihan Suplemen Daya Tahan Tubuh Anak di Natural Farm
Asupan nutrisi tambahan dapat membantu tubuh anak lebih siap menghadapi musim batuk pilek. Natural Farm menghadirkan suplemen imun dan multivitamin khusus anak, dengan pilihan bentuk cair maupun gummy.
Pilih produk yang paling sesuai dengan usia dan kebiasaan si Kecil untuk melengkapi cara mencegah ISPA pada anak di rumah. Simak rekomendasi lengkapnya di bawah ini.
1. ChildLife First Defense

Beli ChildLife First Defense 118 ml di Natural Farm
Si Kecil mulai bersin setelah pulang sekolah? ChildLife First Defense bisa jadi andalan Anda untuk mendukung sistem pertahanan alami tubuh anak.
Suplemen cair untuk anak ini memadukan herbal dan mineral pilihan, terdiri dari 80 mg Olive Leaf Extract, 80 mg Elderberry Fruit Extract, 80 mg Larix Occidentalis Bark Extract, serta 3 mg Zinc Gluconate dalam tiap sajian 1 sendok teh (5 ml).
Rasanya manis ringan dengan pemanis alami stevia. Formulanya bebas alkohol, gluten, dan pewarna buatan, sehingga nyaman untuk anak yang punya kepekaan alergi.
ChildLife First Defense bisa disiapkan saat musim hujan, ketika kasus batuk pilek di sekolah sedang tinggi-tingginya. Imbangi juga dengan penerapan pola hidup bersih dan sehat, pola makan seimbang, dan istirahat cukup agar manfaatnya optimal.
|
Nama Produk |
ChildLife First Defense 118 ml |
|
Kandungan Utama |
|
|
Manfaat |
Membantu memelihara daya tahan tubuh pada anak. |
|
Anjuran Konsumsi |
Usia di atas 2 tahun: 1 sendok teh, 3 kali sehari |
|
No. Registrasi BPOM |
SI214647861 |
2. ChildLife Liquid Vitamin C

Beli ChildLife Liquid Vitamin C 118 ml di Natural Farm
Vitamin C adalah nutrisi yang paling sering dicari orang tua saat musim batuk pilek. ChildLife Liquid Vitamin C menghadirkan 250 mg Vitamin C (Sodium Ascorbate dan Ascorbic Acid) di dalam tiap sajian 1 sendok teh (5 ml).
Nutrisi ini berperan sebagai antioksidan yang dapat membantu menjaga fungsi imun. Variasi rasa Natural Orange membuat anak lebih mudah menerima, bahkan boleh dicampurkan ke dalam jus atau minuman favorit buah hati Anda.
Sediaan sirop juga memudahkan Anda mengatur dosis sesuai usia, dari usia 6 bulan setelah bayi mulai makan padat. Dengan dukungan nutrisi yang tepat, suplemen anak ini bisa Anda masukkan ke rutinitas harian dalam upaya mencegah ISPA pada anak.
|
Nama Produk |
ChildLife Liquid Vitamin C 118 ml |
|
Kandungan Utama |
|
|
Manfaat |
Membantu memenuhi kebutuhan vitamin C pada anak-anak. |
|
Anjuran Konsumsi |
|
|
No. Registrasi BPOM |
SI154606041 |
3. ChildLife Echinacea

Beli ChildLife Echinacea 30 ml di Natural Farm
Echinacea adalah tanaman herbal yang banyak diteliti untuk mendukung daya tahan tubuh.
ChildLife Echinacea memadukan dua bentuk echinacea, yaitu Echinacea angustifolia serta Echinacea purpurea, dan tambahan mineral tembaga untuk mendukung sistem imun anak saat cuaca sedang tidak menentu.
Suplemen tetes ini bebas alkohol, tidak pahit, serta beraroma jeruk alami yang disukai anak. Kemasan 30 ml dengan pipet tetes memudahkan Anda memberi dosis yang tepat.
Guna perlindungan optimal, Anda bisa mengombinasikan ChildLife Echinacea dan ChildLife Liquid Vitamin C. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui aturan pakai yang tepat. Ingat, suplemen adalah pelengkap, bukan pengganti nutrisi dari makanan.
|
Nama Produk |
ChildLife Echinacea 30 ml |
|
Kandungan Utama |
|
|
Manfaat |
Membantu memelihara daya tahan tubuh anak. |
|
Anjuran Konsumsi |
|
|
No. Registrasi BPOM |
TI174657461 |
4. Wellness Gummy Kids

Beli Wellness Gummy Kids 30 Gummies di Natural Farm
Anak susah diajak minum vitamin? Wellness Gummy Kids hadir dalam bentuk gummy alias tablet kunyah dengan rasa cherry, lemon, stroberi, dan jeruk.
Setiap gummy mengandung vitamin A, C, D, E, B kompleks, asam folat, zinc, hingga iodine. Kombinasi ini membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian serta memelihara daya tahan tubuh anak sehari-hari.
Wellness Gummy Kids direkomendasikan bagi anak usia 4 tahun ke atas. Berikan 1 gummy setiap hari sebagai bagian dari rutinitas di pagi hari sebelum berangkat ke sekolah.
Produk ini menjadi pilihan praktis bagi anak yang pilah-pilih makanan. Meski demikian, tetap utamakan asupan nutrisi dari makanan, karena suplemen hanyalah pelengkap.
|
Nama Produk |
Wellness Gummy Kids 30 Gummies |
|
Kandungan Utama |
|
|
Manfaat |
Membantu memelihara kesehatan anak. |
|
Anjuran Konsumsi |
Anak di atas 4 tahun: 1 gummy per hari (dikunyah) |
|
No. Registrasi BPOM |
SI084527231 |
5. Nutriwell Children Multivitamin Gummies

Beli Nutriwell Children Multivitamin 60 Gummies di Natural Farm
Ingin suplemen multivitamin anak yang praktis dibawa ke mana saja? Ada Nutriwell Children Multivitamin Gummies yang mengandung 9 kombinasi nutrisi esensial yang akan membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak.
Vitamin tablet kunyah buatan Kanada ini hadir dengan 3 rasa buah alami, mulai dari stroberi, lemon, dan jeruk. Asupan vitamin dan mineral harian yang tercukupi dapat mendukung kerja sistem imun dalam melindungi tubuh si Kecil dari risiko infeksi.
Aturan pakainya juga sederhana, yakni cukup 1 gummy sebanyak 1–2 kali sehari. Produk ini sudah terdaftar BPOM, sehingga Anda dapat memberikannya dengan lebih tenang.
Minta saran dokter anak sebelum memadukannya dengan suplemen lain agar asupan nutrisi tidak berlebihan. Ingat, suplemen anak adalah pelengkap, bukan pengganti nutrisi makanan.
|
Nama Produk |
Nutriwell Children Multivitamin 60 Gummies |
|
Kandungan Utama |
|
|
Manfaat |
Membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral anak. |
|
Anjuran Konsumsi |
Anak, 1–2 kali sehari 1 gummy |
|
No. Registrasi BPOM |
SI225069521 |



