Health

5 Penyebab Menstruasi Telat, Selain Karena Kehamilan

Telat haid memang merupakan salah satu tanda seorang wanita hamil, tetapi tidak semua dikarenakan kehamilan. Sebab, ada beberapa kondisi yang juga menjadi penyebab terlambatnya menstruasi. Yuk, ketahui apa saja penyebab menstruasi telat! 

Umumnya setiap wanita mempunyai siklus menstruasi yang berbeda, tetapi normalnya 21-35 hari. Wanita bisa dikatakan telat menstruasi saat siklus menstruasinya berlangsung lebih dari 35 hari. Penyebab menstruasi telat ini salah satunya karena stress dan kondisi medis tertentu. Berikut penyebab telat haid selain karena kehamilan:

1. Stress

Stress karena pekerjaan dan urusan keuangan bisa berdampak pada hormon serta bagian otak yang mengatur siklus menstruasi. Stress bisa memunculkan penyakit atau perubahan berat badan secara tiba-tiba jika ini terjadi secara berkepanjangan. 

Peningkatan maupun penurunan berat badan mempengaruhi siklus menstruasi. Kondisi ini akan mengganggu siklus menstruasi saat gilirannya. Oleh karena itu, saat stress cobalah melakukan relaksasi atau mengubah gaya hidup. Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dan pola makan teratur serta olahraga rutin yang bisa memperbaiki siklus menstruasi. 

2. Sindrom polikistik 

Sindrom polikistik ovarium atau PCOS merupakan kondisi medis yang bisa menyebabkan tekat haid. Sindrom ini membuat tubuh memproduksi lebih banyak hormon androgen sehingga menstruasi akan terlambat atau bahkan berhenti. 

3. Obesitas/berat badan tidak normal

Berat badan yang kurang atau lebih yang disebut obesitas menjadi penyebab telat menstruasi. Sebab, berat badan yang tidak normal bisa menyebabkan perubahan hormonal. Saat berat badan berubah sedikit dari normal pun bisa mengubah cara kerja tubuh bahkan menyebabkan ovulasi terhenti serta telat menstruasi. 

Berat badan orang Asia bisa dikatakan normal jika mempunyai Indeks Massa Tubuh (IMT) yang berada di angka 18,5-24,9 . Angka IMT ini bisa didapatkan dari perhitungan berat badan dalam satuan kilogram dibagi tinggi badan yang dikuadratkan. 

4. Gangguan tiroid

Kelenjar tiroid yang aktif secara berlebihan atau kurang aktif bisa memengaruhi siklus haid. Hal ini dikarenakan kelenjar tiroid berperan mengatur metabolisme tubuh dan bisa berdampak pada produksi hormon. Oleh karena itu, seiring pengobatan tiroid dijalani, menstruasi pun akan kembali normal. 

5. Pemakaian KB hormonal

Mengonsumsi pil KB juga bisa memengaruhi keseimbangan hormon sehingga menstruasi tidak teratur bahkan telat menstruasi akan terjadi. Sebab, pil kontrasepsi mengandung hormon estrogen dan progestin yang menahan induk telur untuk melepaskan sel telur. 

Selain itu, pil kontrasepsi jenis implan atau suntuk bisa menyebabkan haid tidak teratur. Jika melepas penggunaan alat kontrasepsi pub membutuhkan waktu kurang lebih 6 bulan sampai siklus menstruasi bisa kembali normal. 

Tak hanya pil kontrasepsi, beberapa obat-obatan juga mempunyai efek samping yang memengaruhi siklus menstruasi. Beberapa obat tersebut antara lain antidepresan, antipsikotik, obat kemoterapi, dan obat tekanan darah. Penyakit lain seperti diabetes pun bisa memengaruhi perubahan hormon. Ya, peningkatan gula darah dan resistensi insulin saat diabetes bisa membuat wanita mengalami haid yang tidak teratur. 

Nah, ada lagi penyebab menstruasi selain 5 hal yang telah disebutkan di atas. Sering melakukan aktivitas fisik maupun olahraga berat bisa menurunkan kadar lemak dalam tubuh. Sehingga tubuh menjadi stres dan tertekan, siklus menstruasi pun terpengaruh. Eits, jika kondisi telat haid sudah 3 bulan atau tidak haid selama itu lebih baik konsultasi ke dokter, ya. Kedepannya ingat untuk memeriksa siklus menstruasi karena ini penting untuk mengetahui masalah yang terjadi dalam sistem reproduksi. 

Photo by iirliinnaa pixabay