Berbicara makanan yang tidak boleh dimakan ibu hamil (bumil), generasi muda saat ini serempak akan menjawab sushi alias makanan ikan mentah. Faktanya bukan cuma ikan mentah saja yang dilarang, melainkan juga berbagai hidangan laut dan daging mentah pun dilarang. Mengapa demikian?
Sumber protein terbesar bisa didapatkan ibu hamil bila mengonsumsi daging, hidangan laut hingga ikan. Namun bila keliru dalam pengolahannya, Anda berhadapan dengan risiko gangguan kesehatan janin dan keguguran. Mari ketahui lebih lanjut daftar makanan yang tidak boleh dimakan ibu hamil dan alasannya.
Daftar Makanan yang Tidak Boleh Dimakan Ibu Hamil
Tahukah Anda bahwa di fase kehamilan sistem kekebalan tubuh bekerja kurang optimal? Hal inilah yang menyebabkan ibu lebih mudah terinfeksi virus dan bakteri ataupun terjangkit penyakit tertentu.
Jadi, mengetahui pantangan makanan ibu hamil lebih dari sekadar larangan, tujuannya untuk meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus menjaga kesehatan ibu dan janin di dalam kandungan.
1. Makanan Pemicu Alergi
Ibu hamil perlu mengetahui jenis makanan apa saja yang bisa memicu alergi. Sebab jenis makanan pemicu alergi termasuk jenis makanan yang dilarang untuk ibu hamil. Bahkan, bila ibu hamil mengalami alergi parah (anafilaksis), dampaknya cukup fatal karena bisa meningkatkan risiko keguguran, kelahiran prematur, atau cacat lahir.
Riwayat alergi ibu bisa diturunkan kepada anak melalui plasenta yang menghubungkan ibu dengan janin. Fase kehamilan merupakan fase di mana tingkat sensitivitas ibu meningkat terutama pada makanan penyebab alergi.
2. Sushi dan Ikan Tinggi Merkuri
Sushi termasuk makanan yang tidak boleh dimakan ibu hamil karena ikan tersebut masih mentah dan kemungkinan mengandung bakteria listeria. Mengutip dari National Health Service (NHS), bakteri listeria penyebab infeksi listeriosis yang berisiko keguguran janin atau lahir mati. Sekalipun bayi yang baru lahir hidup tapi bayi tersebut berisiko mengalami sakit parah karena infeksi bakteri tersebut.
Di sisi lain, ikan yang mengandung kadar merkuri tinggi merupakan makanan yang tidak boleh dikonsumsi ibu hamil karena bisa merusak sistem saraf bayi yang sedang berkembang. Kalau ingin mengonsumsi ikan dan seafood, pastikan makanan tersebut tidak mengandung merkuri, sudah dicuci dan dimasak hingga matang.
3. Daging dan Unggas yang Belum atau Setengah Matang
Daging sapi, daging ayam atau daging unggas lainnya yang belum matang sempurna atau setengah matang termasuk jenis makanan yang tidak boleh dimakan ibu hamil. Daging dan unggas yang belum matang sempurna tersebut mungkin masih mengandung bakteri seperti listeria dan salmonella ataupun parasit yang menyebabkan penyakit toksoplasmosis.
4. Telur Mentah
Ibu hamil tidak boleh makan apa saja? Selain ikan, seafood, daging dan unggas mentah atau setengah matang, pantangan makanan ibu hamil lainnya yaitu telur mentah atau setengah matang. Jenis telur demikian berisiko mengandung bakteri salmonella. Termasuk olahan makanan yang mengandung telur mentah atau setengah matang seperti mayones buatan sendiri dan adonan kue mentah.
5. Susu dan Produk Olahan Susu Tanpa Pasteurisasi
Makanan yang tidak boleh dikonsumsi ibu hamil selanjutnya yaitu susu dan produk olahan susu seperti keju, yogurt dan krim yang diolah tanpa melalui proses pasteurisasi. Proses pasteurisasi memanfaatkan suhu tinggi untuk membasmi bakteri jahat seperti bakteri listeria. Susu dan produk olahan susu yang diproduksi tanpa melalui proses ini masih mengandung bakteri listeria yang menyebabkan risiko keguguran.
Baca Juga: 7 Buah yang Dilarang untuk Ibu Hamil, Awas Bahaya bagi Janin!
6. Buah dan Sayuran Tanpa Dicuci Terlebih Dulu
Ibu hamil tidak boleh makan apa saja? Buah dan sayuran dalam bentuk langsung siap makan atau diolah seperti salad yang belum dicuci termasuk makanan yang dilarang untuk ibu hamil. Buah dan sayuran yang belum dicuci berisiko terkontaminasi bakteri listeria atau salmonella.
7. Kafein
Sama halnya seperti sushi, kopi menjadi salah satu minuman yang populer di kalangan Generasi Milenial dan Generasi Z. Namun, perlu diketahui bahwa kopi termasuk minuman yang tidak boleh diminum ibu hamil karena kandungan kafeinnya yang tinggi.
Secara medis, sebenarnya belum jelas pantangan makanan ibu hamil satu ini. Meski begitu, Anda tetap harus membatasi konsumsi kafein tidak lebih dari 200 miligram per hari atau setara dengan 1-2 cangkir kopi agar terhindar dari risiko keguguran dan bayi lahir dengan berat badan yang sangat rendah.
8. Minuman Beralkohol
Ibu hamil tidak diperbolehkan mengonsumsi minuman beralkohol ataupun makanan dan minuman fermentasi yang mengandung alkohol dalam jumlah sedikit. Alkohol bisa merusak pertumbuhan otak, memengaruhi IQ dan merusak kondisi fisik tubuh janin di dalam kandungan.
Kandungan berbahaya di dalam alkohol menghambat penyerapan nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan bayi di dalam kandungan sehingga berisiko menimbulkan bayi lahir abnormal ataupun kematian.
9. Teh Herbal
Teh sendiri merupakan minuman yang mengandung kafein. Walaupun ada sejumlah teh yang mengklaim tidak mengandung kafein, Anda perlu memperhatikan kandungan herbal lainnya. Menurut American Pregnancy Association, berikut ini ramuan herbal yang termasuk makanan yang tidak boleh dimakan ibu hamil, antara lain:
- Saw Palmetto,
- Goldenseal,
- Dong Quai,
- Ephedra,
- Yohimbe,
- Pay D’ Arco,
- Passion Flower,
- Black Cohosh,
- Blue Cohosh,
- Roman Chamomile, dan
- Pennyroyal.
10. Makanan Berkalori Tinggi
Konsumsi kalori dalam jumlah yang berlebihan meningkatkan risiko obesitas dan bayi bisa lahir dengan berat badan yang terlalu tinggi juga meningkatkan risiko diabetes. Namun bukan berarti ibu hamil harus menjalani diet pengurusan badan. Hal terpenting ibu memilih makanan dengan jumlah kalori yang cukup sesuai kebutuhan bumil.
Baca Juga: 8 Jenis Makanan Ibu Hamil Trimester 1 yang Wajib Dikonsumsi!
Pilihan Makanan yang Tepat untuk Ibu Hamil
Cukup banyak aturan makanan yang tidak boleh dimakan ibu hamil. Akan tetapi, pantangan makanan ibu hamil tersebut jangan menghambat Anda untuk banyak makan apalagi membuat stres karena bingung mau makan apa.
Berikut ini adalah pilihan makanan yang tepat dan dianjurkan untuk ibu hamil.
|
Jenis Makanan |
Cara Konsumsi |
Manfaat |
|
Sayuran hijau (bayam dan brokoli) |
Cuci sampai bersih |
Mendukung kesehatan dan membantu pembentukan sel darah merah janin pada trimester pertama. |
|
Buah-buahan (jeruk, alpukat, pir, apel) |
Cuci sampai bersih |
Mengandung folat untuk mendukung kesehatan ibu selama masa kehamilan. |
|
Daging merah dan unggas |
Masak matang sempurna pada suhu 71–75 derajat Celsius |
Mendukung perkembangan janin dan mencegah anemia pada ibu hamil. |
|
Susu dan produk olahannya |
Pilih produk yang sudah dipasteurisasi |
Menyediakan protein dan kalsium untuk mendukung perkembangan tulang dan otot janin. |
|
Gandum, jagung, oat, dan biji-bijian |
Konsumsi langsung sebagai sumber karbohidrat sehat |
Memberikan energi pada janin dan mendukung pertumbuhan plasenta. |
|
Telur |
Masak sampai matang sempurna |
Mendukung perkembangan otak janin dan memberikan energi untuk ibu hamil. |
|
Ikan laut dan seafood |
Masak matang sempurna pada suhu minimal 63 derajat Celsius |
Mendukung perkembangan otak dan sistem saraf janin melalui kandungan omega-3. |
|
Minuman herbal (jahe, peppermint, raspberry) |
Seduh dengan air panas |
Meredakan mual dan membantu menjaga kesehatan rahim. |
Rekomendasi Suplemen Multivitamin untuk Mendukung Kesehatan Ibu Hamil
Guna mencukupi kebutuhan nutrisi ibu hamil agar kesehatan ibu dan anak di dalam kandungan terjamin, berikut ini suplemen multivitamin yang aman untuk Anda konsumsi.
1. Nuvita Nutri Folic

Beli Nuvita Nutri Folic di Natural Farm
Cukup banyak daftar makanan yang tidak boleh dimakan ibu hamil yang membuat nafsu makan Anda berkurang. Di sisi lain, janin tetap membutuhkan nutrisi untuk tumbuh kembangnya.
Suplementasi folat mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin, mendukung pembentukan sel darah merah dan mengurangi risiko preeklamsia atau kelahiran prematur. Nuvita Nutri Folic bisa Anda konsumsi sebagai suplementasi folat sejak usia kehamilan trimester pertama.
|
Nama Produk |
Nuvita Nutri Folic |
|
Kandungan |
|
|
Manfaat Suplemen |
|
|
Anjuran Konsumsi |
Konsumsi 1 tablet per hari. |
2. Nutriwell Pregnancy Formula

Beli Nutriwell Pregnancy Formula di Natural Farm
Ibu hamil dianjurkan untuk tetap mencukupi kebutuhan nutrisi harian sejak masa kehamilan hingga 2 tahun pasca melahirkan, karena pada periode ini tubuh ibu membutuhkan asupan gizi yang optimal untuk mendukung kesehatan diri sendiri sekaligus tumbuh kembang bayi.
Tak perlu mengkhawatirkan makanan yang tidak boleh dimakan ibu hamil. Selama Anda mengonsumsi makanan yang diperbolehkan untuk bumil, mengonsumsi multivitamin Nutriwell Pregnancy Formula membantu pemenuhan nutrisi ibu di fase kehamilan.
|
Nama Produk |
Nutriwell Pregnancy Formula |
|
Kandungan |
|
|
Manfaat Suplemen |
|
|
Anjuran Konsumsi |
Konsumsi 1 tablet salut selaput per hari. |
3. Nordic Prenatal Fish Oil

Beli Nordic Prenatal Fish Oil di Natural Farm
Ibu hamil dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan suplementasi omega-3 selama masa kehamilan, karena nutrisi ini berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang janin secara optimal.
Nordic Prenatal Fish Oil merupakan suplementasi omega-3 yang diformulasikan aman untuk dikonsumsi ibu hamil agar dengan tujuan untuk membantu menjaga kesehatan ibu sekaligus mendukung perkembangan janin.
Kandungan EPA dan DHA dalam Nordic Prenatal Fish Oil berperan penting dalam mendukung perkembangan otak dan sistem saraf janin, sehingga membantu menunjang kecerdasan serta fungsi saraf yang sehat sejak dalam kandungan.
|
Nama Produk |
Nordic Prenatal Fish Oil |
|
Kandungan |
|
|
Manfaat Suplemen |
|
|
Anjuran Konsumsi |
Konsumsi 2 softgel per hari setelah makan. |
4. Nuvita Nutri Calcium

Beli Nuvita Nutri Calcium di Natural Farm
Ibu hamil dianjurkan untuk mencukupi kebutuhan kalsium harian karena mineral ini berperan penting dalam mendukung pembentukan tulang dan gigi janin serta menjaga kesehatan tulang ibu selama masa kehamilan. Namun, dalam praktiknya pemenuhan kalsium hanya dari makanan sehari-hari sering kali belum mencukupi kebutuhan harian, terutama ketika nafsu makan menurun atau pilihan makanan terbatas.
Untuk melengkapi kebutuhan tersebut, ibu hamil dapat mengonsumsi suplemen Nuvita Nutri Calcium sebagai salah satu pilihan yang membantu memenuhi asupan kalsium harian. Dengan tercukupinya kebutuhan kalsium, pertumbuhan tulang janin dapat berlangsung dengan baik sekaligus membantu menjaga kekuatan tulang ibu selama masa kehamilan.
|
Nama Produk |
Nuvita Nutri Calcium |
|
Kandungan |
|
|
Manfaat Suplemen |
|
|
Anjuran Konsumsi |
3 kaplet salut selaput per hari. |
5. Natures Health DHA Complex

Beli Natures Health DHA Complex di Natural Farm
Sebagai pelengkap kebutuhan nutrisi selama kehamilan, ibu hamil juga dianjurkan untuk memperhatikan asupan DHA yang berperan penting dalam mendukung perkembangan otak bayi sejak dalam kandungan. Pemenuhan DHA yang cukup membantu menunjang fungsi kognitif serta perkembangan sistem saraf janin, sehingga tumbuh kembang bayi dapat berlangsung secara optimal.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut, ibu hamil dapat mengonsumsi Natures Health DHA Complex yang mengandung DHA berkualitas tinggi. Kandungan DHA dalam suplemen ini bersumber alami dari algae atau rumput laut, sehingga menjadi pilihan yang baik untuk membantu mendukung perkembangan otak bayi serta menjaga kesehatan ibu selama masa kehamilan.
|
Nama Produk |
Natures Health DHA Complex |
|
Kandungan |
|
|
Manfaat Suplemen |
|
|
Anjuran Konsumsi |
Konsumsi 1 - 2 softgel per hari setelah makan. |



