Logo Natural Farm
Gratis Ongkir + Banyak Promo belanja di aplikasi
Lifestyle

Bahaya Memencet Jerawat dan Alternatif yang Lebih Aman

Ditinjau oleh Tim Kesehatan Natural Farm • Ditulis oleh Herzanindya Maulianti •

Bagikan:

Memencet jerawat adalah refleks yang hampir semua orang lakukan begitu melihat benjolan putih di cermin. Rasanya emang lega, tapi cuma tiga detik. Habis itu, kulit kamu yang bayar harganya, bisa sampai berminggu-minggu.

Artikel ini akan membahas apa yang sebenarnya terjadi di bawah kulit saat kamu memencet jerawat, kapan lesi boleh disentuh, dan apa yang mending kamu lakukan sebagai gantinya.

Apakah Jerawat Boleh Dipencet? Ini Jawaban Dermatologi

Jawaban singkatnya, sebaiknya jangan! American Academy of Dermatology (AAD) nyebut efek samping dari memencet jerawat sendiri di rumah itu berisiko. Lain halnya dari tindakan medis yang disebut ekstraksi jerawat, yang dilakukan di bawah tenaga profesional.

Pas kamu memencet jerawat sendiri, jari tidak dapat ngarahin tekanan cuma ke atas doang. Sebagian isi lesi malah terdorong lebih dalam, dinding folikel robek, dan timbul peradangan yang menyebar ke jaringan sekitarnya.

Data Global Burden of Disease di tahun 2021 nyatet 184,3 juta kasus jerawat di kelompok umur 10–24 tahun, naik 39,2% dibanding tahun 1990 (Zhu et al., 2025). Artinya, kebiasaan mencet jerawat ini mungkin dipraktikin ratusan juta orang tiap hari.

Tapi, kalau jerawatnya sudah matang gimana? "Matang" itu sebenarnya bukan istilah medis. Yang orang maksud biasanya adalah pustula, jerawat dengan mata putih atau kekuningan yang sudah persis di permukaan kulit.

Di lesi seperti gini, risikonya emang lebih rendah karena isi jerawat sudah dekat permukaan. Namun, memencet jerawat pustula tetap buka kulit dan tetap bisa ninggalin noda.

Yang jelas tidak boleh disentuh adalah benjolan merah tanpa mata, benjolan keras di bawah kulit, kista, dan semua lesi di area segitiga antara pangkal hidung sampai sudut bibir.

Nggak semua benjolan di wajah itu tipe jerawat yang sama. Kadang yang kamu kira jerawat sebenarnya cuma bruntusan. Dua kondisi ini punya sejumlah perbedaan yang nentuin boleh atau nggaknya dipencet. Tabel di bawah ngerangkum enam jenis lesi paling umum.

Jenis Lesi

Ciri Khas

Risiko Saat Dipencet

Tindakan yang Disarankan

Komedo terbuka

Titik hitam di permukaan pori

Sedang

Eksfoliasi BHA rutin; ekstraksi oleh profesional

Komedo tertutup

Benjolan putih kecil, tidak merah, tidak nyeri

Sedang

BHA atau retinoid; jangan dipaksa keluar

Pustula ("matang")

Mata putih jelas di permukaan, dasar lunak

Rendah–sedang

Acne patch; biarkan pecah sendiri bila bisa

Papula

Benjolan merah, nyeri, tanpa mata putih

Tinggi

Kompres dingin dan obat topikal; jangan dipencet

Nodul

Benjolan keras di bawah kulit, nyeri

Sangat tinggi

Rujuk dokter kulit; opsi suntik kortikosteroid

Kista

Benjolan besar berisi cairan, sangat nyeri

Sangat tinggi

Wajib ditangani dokter kulit

Baca Juga: Perbedaan Jerawat dan Bruntusan: Ciri-Ciri dan Cara Mengatasinya

Bahaya Memencet Jerawat Sembarangan

American Academy of Dermatology (AAD) menyebut tindakan menekan lesi jerawat dengan jari atau alat yang dilakukan sendiri di rumah dapat memicu bekas luka permanen, jerawat meradang dan nyeri, serta infeksi karena dilakukan tanpa teknik dan instrumen steril.

Kerugian dari memencet jerawat jarang muncul waktu itu juga. Justru, itu yang membuatnya mudah diremehkan. Ini adalah beberapa risiko memencet jerawat sembarangan.

  • Noda hitam yang bertahan berbulan-bulan. Studi pada 239 pasien nemuin 47,4% orang Asia ngalamin hiperpigmentasi pasca-inflamasi (PIH) setelah jerawat (Davis & Callender, 2010). Noda ini bukan bekas luka, tapi produksi melanin berlebih sebagai respons peradangan, dan bisa bertahan 6–12 bulan di lapisan epidermis.
  • Bekas luka cekung permanen. Apabila dinding folikel robek, tubuh benerin jaringan secara tidak merata. Hasilnya, bekas cekung tipe ice pick, boxcar, atau rolling. Beda sama noda hitam, bekas ini tidak memudar sendiri, sehingga butuh prosedur laser atau microneedling di klinik.
  • Jerawat membesar dan nyeri. Isi lesi yang terdorong lebih dalam bikin peradangan meningkat. Satu pustula kecil bisa berubah menjadi papula besar dan keras dalam waktu semalam.
  • Infeksi dan kasus langka di "segitiga bahaya". Pembuluh vena di pangkal hidung hingga sudut bibir (danger triangle) terhubung ke sinus di belakang rongga mata, jadi secara teori infeksi dari sini bisa menyebar ke otak. Meski kejadian ini sangat jarang, segera periksa ke dokter kalau muncul demam, nyeri, atau bengkak di sekitar mata.

Tips Memencet Jerawat Matang yang Lebih Aman

acne patch

Dokter kulit tidak nyaranin tindakan ini. Pilihan paling aman tetep jangan memencet jerawat sama sekali. Panduan di bawah cuma buat mengurangi kerusakan kalau kamu tetap mau.

Sebelum mulai, empat syarat di bawah ini harus terpenuhi seluruhnya. Kalau satu saja tidak terpenuhi, segera stop keinginanmu.

  • Lesinya pustula dengan mata putih jelas, bukan benjolan merah atau keras.
  • Lokasinya di pipi, dahi, atau dagu, bukan area hidung hingga atas bibir.
  • Tidak ada tanda infeksi, seperti nyeri berdenyut, panas, dan bengkak meluas.
  • Tidak sedang melakukan terapi isotretinoin atau perawatan lainnya dari dokter.

Kalau semua checklist di atas sudah aman, kamu bisa ikuti urutan berikut ini.

  • Cuci tangan pakai sabun minimal 20 detik, lalu keringkan dengan handuk bersih.
  • Kompres hangat selama 5–10 menit biar kondisi kulit lebih lunak.
  • Usap area dan alat pakai alkohol 70 persen.
  • Tekan ringan dan merata dari dua sisi, bukan dari tengah.
  • Berhenti kalau yang keluar darah atau cairan bening, artinya lesi belum siap.
  • Bersihkan dan tutup pakai acne patch hidrokoloid.

Satu aturan yang paling sering dilanggar ialah cukup satu kali percobaan. Kalau isi jerawat tidak keluar, biarin saja. Percobaan kedua itu penyebab paling umum bekas luka.

Alat Pemencet Jerawat: Lebih Aman daripada Jari?

Alat pemencet jerawat (comedone extractor) dapat nyebarin tekanan di sekitar pori tanpa melibatkan kuku. Untuk komedo, alat ini lebih aman dibandingkan memakai jari. 

Namun, ingat kalau risikonya tetap ada. Alat harus steril serta pastikan tidak ada tekanan berlebih yang bisa merusak jaringan. Alat juga tidak boleh digunakan pada papula, nodul, atau kista. AAD merekomendasikan ekstraksi jerawat harus dilakukan secara klinis.

Cara Menghilangkan Jerawat Tanpa Perlu Dipencet

Ada beberapa cara menghilangkan jerawat yang hasilnya lebih baik dengan risiko bekasnya yang jauh lebih kecil daripada mencet. Simak pilihan caranya di bawah ini, yuk!

1. Acne Patch Hidrokoloid

Acne patch hidrokoloid akan bekerja dua arah, yakni dengan menyerap cairan lesi sekaligus menghalangi tangan menyentuhnya. Fungsi kedua ini seringnya justru yang paling nentuin.

Buktinya menjanjikan meski populasi masih kecil. Studi acak terkontrol selama 14 hari pada 41 orang berusia 12–35 tahun nunjukkin pemakaian hydrocolloid patch membawa perbaikan signifikan pada tampilan jerawat yang sudah dipencet, termasuk dari kehalusan, kemerahan, dan ukuran, sejak hari ke-1 dan ke-4 pemakaian (Kosmoski, et al., 2024).

Lebih lanjut, pemakaian acne patch berbasis hidrogel yang sama juga ngelaporin penurunan ukuran lesi 35% serta perbaikan tingkat keparahan 44% di hari ke-2 dibandingkan kelompok kontrol (Maldonado López & Da Silva Souza, 2025).

Manfaat paling jelas bisa kelihatan di lesi yang sudah terbuka atau baru diekstraksi. Efeknya lebih kecil di papula tertutup, dan patch bukan solusi buat nodul maupun kista.

2. Bahan Aktif yang Bekerja dari Dalam Pori

Salicylic acid bakal ngelarutin sumbatan di dalam pori. Sementara itu, benzoyl peroxide dan retinoid akan bekerja melawan bakteri dan mendukung pergantian sel kulit.

AAD mengingatkan perawatan jerawat itu memerlukan waktu 4–6 minggu sebelum hasilnya terlihat. Mengganti produk setiap minggu adalah kesalahan yang paling sering terjadi.

3. Es untuk Nyeri, Bukan Tekanan

Buat jerawat besar yang terasa nyeri, AAD menganjurkan kompres es yang bisa membantu menurunkan peradangan. Langkah ini dapat meredakan rasa sakit tanpa merusak jaringan, sesuatu yang tidak pernah bisa diberikan oleh memencet jerawat.

4. Periksa ke Dokter Kulit

Untuk nodul atau kista, suntik kortikosteroid bisa mengempeskan sebagian besar lesi dalam 48–72 jam menurut AAD. Ini jauh lebih cepat dan aman daripada memencet jerawat sendiri.

Segera konsultasi kalau jerawat tidak membaik setelah 6–8 minggu perawatan kulit mandiri, mulai ninggalin bekas, atau terasa sangat nyeri.

Baca Juga: 8 Makanan Penyebab Jerawat yang Perlu Dihindari

Rawat Jerawat Tanpa Dipencet dengan Rangkaian Produk Pilihan dari Natural Farm

Godaan untuk mencet jerawat sering muncul ketika kamu ngerasa tidak ngelakuin apa-apa. Rutinitas yang jelas bisa ngilangin rasa itu, karena selalu ada langkah yang bisa dikerjakan hari ini.

Berikut ini lima produk pilihan di Natural Farm yang dapat melengkapi rangkaian perawatan kulit berjerawat tanpa perlu memencet, mulai dari pembersihan sampai dukungan nutrisi.

Produk

Kandungan Utama

Cocok Untuk

Derma E Deep Pore Cleansing Wash

Salicylic acid, tea tree oil, willow bark extract

Pembersihan harian kulit berminyak

BREYLEE Salicylic Acid Cleansing Pads

2% salicylic acid

Eksfoliasi dan pencegahan komedo

Kaleido Acne Patch Rescue Series (Microneedle)

Salicylic acid, niacinamide, tea tree leaf oil

Jerawat tunggal dan menahan diri dari memencet

Neil & Son Tea Tree Topical Cream

Tea tree oil, d-Panthenol, Shea Butter

Menenangkan kulit pasca peradangan

New Lab Acnalogy Boost

Vitamin C, Zinc, Selenium

Dukungan nutrisi dari dalam

1. Derma E Deep Pore Cleansing Wash

derma e deep pore cleansing wash

Beli Derma E Deep Pore Cleansing Wash 175 gr di Natural Farm

Pori yang tersumbat itu titik awal hampir semua jerawat. Tapi, sabun wajah biasa seringnya tidak nyampe ke sana.

Derma E Deep Pore Cleansing Wash mengandung salicylic acid yang dilengkapi tea tree oil, willow bark extract, lavender oil, dan chamomile extract. Kombinasi ini bisa bantu ngangkat sel kulit mati, buka pori yang tersumbat, sekaligus jaga kulit tetap terasa tenang.

Baik dipakai 2 kali sehari, pagi dan malam, apalagi buat kulit berminyak atau yang gampang jerawatan. Produk perawatan ini bekerja sebagai pelengkap rutinitas yang konsisten, bukan pengganti penanganan dokter buat kasus jerawat berat.

2. BREYLEE Salicylic Acid Cleansing Pads

breylee salicylic acid cleansing pads

Beli BREYLEE Salicylic Acid Cleansing Pads 40 Pads di Natural Farm

Di hari-hari sibuk, langkah eksfoliasi biasanya yang pertama kali dikorbankan.

BREYLEE Salicylic Acid Cleansing Pads isinya 40 lembar kapas dua sisi dengan kandungan 2% salicylic acid. Formulanya bisa bantu ngelarutin minyak di kulit (sebum), bersihkan pori, dan bantu mencegah komedo baru muncul.

Pakai 2–3 kali seminggu di malam hari setelah cuci muka. Untuk pemula, mulai dari 1–2 kali seminggu dan berhenti kalau kulit terasa kering atau perih. Hasilnya bisa beda-beda di tiap orang, jadi lakukan uji pakai di area kecil dulu, ya.

3. Kaleido Acne Patch Rescue Series (Microneedle)

kaleido acne patch rescue series microneedle

Beli Kaleido Acne Patch Rescue Series (Microneedle) di Natural Farm

Nah, ini produk yang paling cocok kalau tangan kamu sering gatel pengen mencet jerawat.

Satu kemasan isinya 9 titik microneedle dan tiap patch memiliki 145 jarum mikro larut yang bawa salicylic acid, niacinamide, tea tree leaf oil, asiaticoside, plus tranexamic acid. 

Patch ini mampu menutup lesi secara fisik, jadi bisa bantu mengurangi kontak sama tangan dan kotoran, sekaligus nyalurin bahan aktif ke lapisan kulit teratas.

Tempelkan di kulit yang telah bersih dan kering sebelum tidur, lalu biarin 6–8 jam. Produk ini ditujukan buat jerawat yang lebih dalam dan noda gelap membandel, bukan buat kista gede yang butuh penanganan dokter.

4. Neil & Son Tea Tree Topical Cream

neil son tea tree topical cream

Beli Neil & Son Tea Tree Topical Cream 50 ml di Natural Farm

Setelah jerawat mereda, kulit biasanya ketinggalan dalam kondisi kering dan sensitif. Neil & Son Tea Tree Topical Cream mengandung tea tree oil asal Australia yang secara tradisional dikenal punya sifat antibakteri untuk menjaga kebersihan pori dari bakteri penyebab jerawat. 

Formulanya dipaduin sama d-Panthenol buat bantu nenangin kulit setelah peradangan, plus Shea Butter dan Crodamol GTCC yang bantu mengurangi kehilangan air dari kulit.

Oleskan tipis di area bermasalah di malam hari sehabis cuci muka. Skincare ini telah bebas pewangi dan alkohol, cuma buat pemakaian luar, dan sebaiknya tidak dipakai di area luka terbuka, termasuk jerawat yang baru pecah.

5. New Lab Acnalogy Boost 

new lab acnalogy boost

Beli New Lab Acnalogy Boost 50 gr di Natural Farm

Perawatan dari luar kadang terasa jalan di tempat kalau kebutuhan nutrisi kulit dari dalam belum terpenuhi.

New Lab Acnalogy Boost hadir dalam bentuk serbuk berisi kombinasi Vitamin C, Zinc, dan Selenium. Vitamin C berkontribusi pada pembentukan kolagen yang normal dan berfungsi sebagai antioksidan, Zinc mendukung fungsi kulit yang sehat, serta Selenium bakal bantu ngelindungin sel dari stres oksidatif.

Konsumsi 1 sendok takar setara 2,5 gram, langsung atau dilarutkan ke dalam 50 ml air, satu kali sehari. Suplemen adalah pelengkap pola makan sehat, bukan pengganti, dan sebaiknya dikonsultasikan dulu kalau kamu lagi jalanin terapi jerawat dari dokter.

Rekomendasi untuk Anda

Pertanyaan tentang Memencet Jerawat

Apakah jerawat lebih baik dipencet atau dibiarkan?
Kenapa memencet jerawat tidak disarankan?
Apa yang terjadi saat memencet jerawat?
Setelah memencet jerawat, apa yang harus dilakukan?

Kategori Artikel