Minyak ikan untuk anak susah makan sering jadi solusi orang tua saat anak GTM atau picky eater. Kandungan EPA dan DHA di dalamnya berperan dalam mendukung fungsi otak yang mengatur sinyal lapar.
Masalahnya, bau amis sering membuat anak menolak suplemen omega-3. Lalu, bagaimana cara memilih yang tepat?
Simak ulasan berikut tentang peran minyak ikan untuk anak susah makan, tips memilih yang tepat, hingga cara menambah nafsu makan anak secara menyeluruh.
Apakah Minyak Ikan Bisa Menambah Nafsu Makan Anak?
Penyebab anak susah makan cukup beragam, seperti fase picky eater, GTM (gerakan tutup mulut), terlalu banyak camilan atau susu, hingga tumbuh gigi. Kondisi ini perlu segera diatasi agar nutrisi untuk tumbuh kembangnya tetap tercukupi.
Studi lokal di Jember oleh Rodiyah dan Widia Shofa (2025) menemukan pemberian minyak ikan pada anak prasekolah usia 3–5 tahun diketahui dapat meningkatkan nafsu makan dan berat badan. Namun, hasil ini berasal dari sampel lokal yang terbatas, jadi belum tentu berlaku untuk semua anak.
Temuan serupa dilaporkan Zaid dkk. (2012) di Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition. Perlu dicatat, studi ini dilakukan pada anak dengan leukemia yang kehilangan nafsu makan akibat kemoterapi, bukan anak sehat dengan picky eating ringan.
Secara umum, DHA di dalam minyak ikan mendukung fungsi otak, sistem saraf, kognitif, dan kesehatan anak secara menyeluruh. Studi awal juga mengindikasikan pengaruh omega-3 pada hormon pengatur nafsu makan, seperti ghrelin, meski mekanismenya masih diteliti.
Namun, minyak ikan bukanlah solusi utama anak susah makan, melainkan hanya pelengkap nutrisi. Respons tiap anak dapat berbeda, sehingga perbaikan pola makan tetap jadi fondasi utama.
Apa Itu Minyak Ikan?
Minyak ikan atau fish oil adalah suplemen yang kaya asam lemak omega-3, terutama EPA (eicosapentaenoic acid) dan DHA (docosahexaenoic acid), yang bersumber dari jaringan atau hati ikan laut dalam.
Pada anak susah makan, suplementasi minyak ikan dapat membantu melengkapi asupan nutrisi untuk mendukung tumbuh kembang, meskipun minyak ikan bukan obat penambah nafsu makan langsung (Joint FAO/WHO Expert Consultation, 2010; Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 28 Tahun 2019).
Tips Memilih Minyak Ikan untuk Anak Susah Makan

Aspek yang perlu menjadi perhatian saat memberikan minyak ikan untuk menambah nafsu makan anak adalah cara memilih dan menentukan suplementasi vitamin minyak ikan untuk anak susah makan yang terbaik.
Memilih produk minyak ikan yang tepat tentunya akan memaksimalkan manfaat dari minyak ikan tersebut. Simak langkah-langkahnya di bawah ini.
1. Sesuaikan Bentuk dan Rasa dengan Selera Anak
Suplemen minyak ikan tersedia dalam beberapa bentuk, mulai dari bentuk cair, kapsul, jeli kunyah, dan tetes. Anak yang lebih kecil umumnya menyukai bentuk cair atau jeli kunyah, sedangkan anak lebih besar bisa diberikan kapsul kunyah.
Preferensi bentuk dan rasa penting diperhatikan saat memilih minyak ikan penambah nafsu makan anak. Makin cocok dengan selera anak, makin besar peluang ia mau mengonsumsi secara rutin.
2. Jaminan Kemurnian dan Kualitas
Suplemen minyak ikan untuk anak susah makan disebut terjamin kualitas dan kemurniannya bila telah mengikuti standarisasi yang telah ditetapkan organisasi resmi di negara tersebut.
Di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) mempunyai otoritas untuk mengizinkan peredaran suplemen kesehatan.
Selain itu, hal-hal lain yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut.
- Sertifikasi dan izin edar resmi dari Badan POM.
- Bebas dari logam berat, seperti merkuri dan kontaminan lainnya. Hindari minyak ikan dari ikan predator besar, seperti hiu, king mackerel, swordfish, karena berisiko tinggi akumulasi merkuri.
- Bebas dari pengawet, pewarna, atau pemanis buatan.
- Keterangan kandungan EPA dan DHA terurai secara jelas.
3. Perhatikan Kandungan EPA dan DHA
Metode lainnya dalam memilih suplemen minyak ikan penambah nafsu makan anak adalah dengan mengecek kandungan EPA dan DHA. Produsen yang kredibel akan mencantumkan angka EPA dan DHA pada label, bukan hanya "total minyak ikan" atau "fish oil".
Informasi ini penting supaya Anda dapat menghitung dosis harian EPA dan DHA untuk anak yang tepat. Hindari produk yang hanya menulis "mengandung omega-3" tanpa rincian, klaim seperti ini sering menyembunyikan kadar EPA atau DHA yang rendah.
4. Cermati Kondisi Suplemen Omega-3
Jangan beli suplemen minyak ikan untuk menambah nafsu makan anak karena harganya murah. Cek juga kualitas, kondisi fisik, dan tanggal kedaluwarsanya. Omega-3 gampang teroksidasi, sehingga efektivitasnya berkurang dan menimbulkan bau tengik.
Selain cek tanggal kedaluwarsa, hirup aroma suplemen sebelum diberi ke anak. Suplemen minyak ikan yang baik beraroma segar dan lembut. Jika tercium bau amis menyengat atau tengik, segera buang.
5. Efek Samping dan Suplemen Alternatif Lainnya
Suplemen minyak ikan dapat menimbulkan efek samping ringan, termasuk mual, sendawa, hingga diare. Apabila efek samping yang muncul tergolong serius atau berkepanjangan, hentikan penggunaan dan segera konsultasikan ke dokter.
Efek samping berlebih bisa juga disebabkan anak Anda alergi terhadap produk ikan. Jika si Kecil memiliki riwayat alergi ikan, sebaiknya pilih suplemen omega-3 yang bersumber dari minyak alga laut.
Butuh bantuan menghitung kecukupan protein harian anak Anda? Coba Kalkulator Protein Anak dari Natural Farm untuk memastikan asupan nutrisi si Kecil sudah tepat sesuai usianya.
Temukan Minyak Ikan Anak yang Bagus di Natural Farm
Berikut ini lima rekomendasi minyak ikan untuk anak susah makan yang tersedia di Natural Farm. Pilih sesuai usia anak, preferensi rasa, dan kebutuhan kandungan EPA/DHA harian.
|
Produk |
Usia |
DHA/EPA per Sajian |
Cocok Untuk |
|
ChildLife Cod Liver Oil |
6 bulan+ |
275–1100 mg DHA / 200–800 mg EPA |
Pemula & bayi, kandungan paling lengkap (+ vitamin A, D, E) |
|
ChildLife Essentials DHA |
1 tahun+ |
180–270 mg DHA / 120–180 mg EPA |
Anak yang sudah bisa menelan softgel |
|
Nordic Children's DHA |
1 tahun+ |
255 mg DHA / 170 mg EPA |
Anak sensitif aroma amis, dosis presisi per sendok |
|
Wellness Kids Omega 3 |
2 tahun+ |
42 mg DHA / 63 mg EPA |
Anak 2 tahun+ dengan kebutuhan maintenance ringan |
|
Natures Health Omega Junior |
2 tahun+ |
~55 mg DHA / ~82 mg EPA* |
Anak yang suka mengunyah, praktis dibawa bepergian |
1. ChildLife Cod Liver Oil

Beli ChildLife Cod Liver Oil 237 ml di Natural Farm
Memenuhi kebutuhan nutrisi anak dapat dimulai dari pilihan asupan yang tepat setiap hari. ChildLife Cod Liver Oil hadir dalam bentuk cair dengan rasa Natural Strawberry yang lebih mudah diterima anak.
Kandungan DHA dan EPA pada produk ini berasal dari Purified Arctic Cod Liver Oil. Produk ini bisa jadi salah satu pilihan untuk membantu melengkapi asupan nutrisi yang menunjang perkembangan otak, kesehatan jantung, dan pertumbuhan tulang anak.
Keunggulan utama produk ini adalah paling lengkap kandungan vitamin (A, D, E) dan paling fleksibel usia pemakai (mulai 6 bulan).
|
Nama Produk |
ChildLife Cod Liver Oil |
|
Kandungan |
|
|
Cocok Untuk |
Anak-anak berusia mulai dari 6 bulan |
|
Manfaat Suplemen |
|
|
Anjuran Konsumsi |
|
2. ChildLife Essentials DHA

Beli ChildLife Essentials DHA 90 Softgels di Natural Farm
Anak yang sedang susah makan tentu bikin orang tua perlu lebih cermat dalam memenuhi kebutuhan nutrisinya. ChildLife Essentials DHA bisa jadi pilihan untuk melengkapi asupan harian anak dengan DHA dan EPA dari Purified Arctic Cod Liver Oil.
Tersedia dalam bentuk softgel dengan rasa Natural Berry, produk ini membantu melengkapi nutrisi di tengah pola makan anak yang belum optimal. ChildLife Essentials DHA dapat jadi bagian dari upaya orang tua mendukung kebutuhan nutrisi anak setiap hari.
Keunggulan utama produk ini adalah bentuk softgel kecil yang bebas gula dan tanpa bahan tambahan, cocok untuk anak alergi perasa buatan.
|
Nama Produk |
ChildLife Essentials DHA |
|
Kandungan |
|
|
Cocok Untuk |
Anak-anak berusia mulai dari 1 tahun |
|
Manfaat Suplemen |
|
|
Anjuran Konsumsi |
|
3. Nordic Children's DHA Strawberry

Beli Nordic Children's DHA Strawberry 119 ml di Natural Farm
Lengkapi kebutuhan nutrisi anak dengan Nordic Naturals Children’s DHA Strawberry Syrup, suplemen berbahan 100% hati ikan Arctic Cod liar yang mengandung DHA dan EPA.
Setiap ½ sendok teh (2,5 ml) menyediakan 255 mg DHA dan 170 mg EPA untuk membantu melengkapi asupan omega-3 yang berperan di dalam mendukung fungsi otak, sistem saraf, dan kesehatan mata anak.
Hadir dengan rasa Strawberry yang tidak amis, produk ini lebih mudah dikonsumsi sebagai bagian dari rutinitas nutrisi anak sehari-hari.
Keunggulan utama dari produk ini adalah 100% dari hati ikan Arctic Cod liar dengan proses Non-GMO, menyediakan dosis DHA/EPA presisi per takaran sendok teh.
|
Nama Produk |
Nordic Children's DHA Strawberry |
|
Kandungan |
|
|
Cocok Untuk |
Anak-anak berusia mulai dari 1 tahun |
|
Manfaat Suplemen |
|
|
Anjuran Konsumsi |
Anak berusia 1–6 tahun : ½ sendok teh per hari setelah makan |
4. Wellness Kids Omega 3

Beli Wellness Kids Omega 3 30 Softgels di Natural Farm
Anak yang susah makan sering membuat orang tua khawatir, karena kebutuhan nutrisinya belum terpenuhi, terutama ketika pilihan makanan yang dikonsumsi sangat terbatas.
Wellness Kids Omega 3 dapat jadi pelengkap dengan DHA dan EPA yang berperan dalam mendukung perkembangan otak, fungsi kognitif, dan kesehatan mata.
Jadi, ketika si Kecil lagi susah makan atau belum banyak mengonsumsi makanan sumber omega-3, Anda bisa pertimbangkan Wellness Kids Omega 3 untuk membantu melengkapi kebutuhan nutrisinya setiap hari.
Keunggulan utama produk ini adalah pilihan hemat untuk kebutuhan maintenance omega-3 harian pada anak-anak usia 2 tahun ke atas.
|
Nama Produk |
Wellness Kids Omega 3 |
|
Kandungan |
|
|
Cocok Untuk |
Anak-anak berusia mulai dari 2 tahun |
|
Manfaat Suplemen |
|
|
Anjuran Konsumsi |
Anak berusia lebih dari 2 tahun: 1–3 softgel per hari |
5. Natures Health Omega Junior

Beli Natures Health Omega Junior 30 Softgels di Natural Farm
Si Kecil sulit makan dan cenderung pilih-pilih makanan? Jangan biarkan kebutuhan omega-3 hariannya terlewat. Natures Health Omega Junior mengandung omega-3, khususnya DHA, yang berperan dalam mendukung perkembangan otak dan fungsi penglihatan anak.
Dikemas dalam bentuk chewable softgel rasa Orange yang gampang digigit dan cepat larut, pemberian suplemen pun terasa lebih praktis dan nyaman bagi si Kecil.
Lengkapi asupan omega-3 anak setiap harinya bersama Natures Health Omega Junior, dan jadikan pemenuhan nutrisinya lebih mudah di tengah pola makan yang belum selalu optimal.
|
Nama Produk |
Natures Health Omega Junior |
|
Kandungan |
|
|
Cocok Untuk |
Anak-anak berusia mulai dari 2 tahun |
|
Manfaat Suplemen |
|
|
Anjuran Konsumsi |
Anak-anak berusia lebih dari 2 tahun: 1–3 softgel per hari. |
Tips agar Anak Mau Konsumsi Minyak Ikan

Membujuk anak minum minyak ikan sering kali jadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Tips memberikan minyak ikan untuk anak susah makan antara lain sebagai berikut.
- Pilih bentuk dan rasa suplemen sesuai preferensi anak.
- Cek kandungan gula pada suplemen berbentuk jeli kunyah (gummy).
- Campurkan ke minuman favorit anak, seperti jus atau smoothie.
- Buat permen jeli atau es jeli sendiri di rumah dengan tambahan minyak ikan.
- Campurkan dengan satu sendok makanan lunak, seperti puding atau yogurt, tapi pastikan tidak panas karena bisa mengurangi khasiatnya.
- Pilih suplemen beraroma enak agar rasa amis dan tekstur berminyak tersamarkan.
- Berikan secara konsisten agar manfaatnya optimal.
Apabila si Kecil tetap menolak, jangan paksakan. Konsultasikan ke dokter anak atau ahli gizi untuk mencari alternatif, seperti sumber omega-3 nabati (minyak alga) atau fortified food (telur omega-3 dan susu DHA).
Sebagai catatan, saat Anda mencampur minyak ikan ke makanan atau minuman, perhatikan takaran dosis keduanya agar tetap sesuai anjuran.
Baca Juga: 5 Vitamin Penambah Nafsu Makan Anak yang Bisa Dicampur Susu
Dosis dan Aturan Konsumsi Minyak Ikan untuk Anak
Minyak ikan merupakan sumber omega-3 yang berasal dari hewan laut. Sementara itu, ALA (alpha-linolenic acid) adalah sumber omega-3 yang berasal dari sumber nabati. Adapun, minyak ikan sebagai sumber omega-3 terdiri dari EPA dan DHA.
Menurut sebuah laporan FAO/WHO Fats and Fatty Acids in Human Nutrition (FAO Food and Nutrition Paper No. 91, 2010), asupan adekuat EPA + DHA bagi anak usia 2–4 tahun adalah 100–150 mg per hari, usia 4–6 tahun sebesar 150–200 mg per hari, serta usia 6–10 tahun sebesar 200–300 mg per hari.
Sementara untuk anak usia 6–24 bulan, rekomendasi asupan DHA-nya adalah 10–12 mg/kg berat badan per hari.
Berikut ini merupakan tabel asupan omega-3 harian menurut Permenkes No. 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia.
|
Kelompok Usia Anak |
Asupan Omega-3 |
|
Bayi berusia 0–11 bulan |
500 miligram per hari |
|
Anak berusia 1–3 tahun |
700 miligram per hari |
|
Anak berusia 4–9 tahun |
900 miligram per hari |
|
Anak laki-laki berusia 10–12 tahun |
1.200 miligram per hari |
|
Anak perempuan berusia 10–12 tahun |
1.000 miligram per hari |
*) Sumber: Permenkes No. 28 Tahun 2019.
Angka AKG pada tabel di atas mencakup total asupan omega-3 harian dari semua sumber, baik ALA nabati (minyak kedelai, kacang-kacangan) maupun EPA dan DHA hewani (ikan).
Ingat, angka ini bukan dosis khusus suplemen minyak ikan. Untuk suplementasi EPA+DHA, ikuti rekomendasi FAO/WHO di atas, yakni 100-250 mg per hari sesuai usia.
Idealnya mencukupi kebutuhan omega-3 dari sumber alami seperti konsumsi ikan berlemak. Suplemen minyak ikan sebatas membantu tercukupinya asupan omega-3 harian.



