Logo Natural Farm
Gratis Ongkir + Banyak Promo belanja di aplikasi
Sport

Gerakan Squat yang Benar: Manfaat, Jenis, & Cara Melakukannya

Ditinjau oleh Tim Kesehatan Natural Farm • Ditulis oleh Herzanindya Maulianti •

Bagikan:

Gerakan squat kerap kali dianggap latihan paha biasa, padahal satu repetisi saja melibatkan belasan otot dari betis sampai punggung bawah. Modalnya nol rupiah dan ruangnya cuma selebar bahu, jadi titik awal yang masuk akal buat kamu yang baru mulai olahraga.

Namun, hati-hatilah! Teknik asal-asalan nggak bikin otot gede. Yang kamu dapat malah lutut nyeri dan punggung pegal. Di sini bakal dibedah cara melakukan squat yang benar, jenis squat yang layak dicoba, dan porsi latihan yang realistis buat pemula.

Apa Itu Gerakan Squat?

Squat adalah gerakan menekuk pinggul dan lutut buat menurunkan badan kaya mau duduk, terus balik berdiri tegak kembali. Menurut tinjauan biomekanik di dalam International Journal of Sports Physical Therapy (2024), squat termasuk latihan multi-sendi yang bisa ngebebanin pinggul, lutut, sama pergelangan kaki sekaligus. 

Polanya persis sama kayak pas kamu bangkit dari kursi, makanya ini masuk kategori latihan fungsional. Jadi, squat itu sebenarnya adalah versi terlatih dari gerakan yang tiap hari kamu lakuin puluhan kali tanpa sadar.

Buat orang Indonesia, relevansinya gede banget. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) di tahun 2023 nyatet 37,4% penduduk usia di atas 10 tahun kurang gerak, dengan alasan terbanyak nggak ada waktu (48,7%) sama males (32,6%). Nah, latihan ini nggak butuh alat, nggak perlu jalan ke gym, jadi titik masuk paling masuk akal buat yang mau mulai.

Bukan cuma paha depan. Satu repetisi gerakan squat dapat mengaktifkan rantai otot, mulai dari pinggul sampai pergelangan kaki secara berurutan.

Kelompok Otot

Peran dalam Gerakan Squat

Catatan Teknis

Kuadrisep (paha depan)

Meluruskan lutut pada fase naik

Dominan pada kedalaman dangkal hingga paralel

Gluteus maximus (bokong)

Mendorong pinggul ke depan saat berdiri kembali

Aktivitas naik sekitar 65% dari squat dangkal ke kedalaman sedang (Straub & Powers, 2024)

Hamstring dan adduktor

Menstabilkan pinggul serta lutut

Kontribusi meningkat pada posisi yang lebih dalam

Erector spinae dan otot inti

Menjaga tulang belakang tetap netral

Menegang tanpa bergerak (isometrik) sepanjang gerakan

Betis (gastrocnemius, soleus)

Menjaga keseimbangan pergelangan kaki

Mobilitas pergelangan kaki terbatas membuat tumit terangkat

Baca Juga: Leg Day: Manfaat, Gerakan, dan Panduan untuk Pemula

Manfaat Squat untuk Kebugaran Tubuh

Kenapa gerakan squat nyaris selalu muncul di hampir semua program latihan tungkai? Nah, ada beberapa alasan yang ada dasar buktinya seperti berikut ini.

1. Melatih Banyak Otot Sekaligus

Pedoman resmi dari American College of Sports Medicine (2026) ngerangkum 137 tinjauan sistematis dengan 30.000 lebih partisipan. Intinya, konsistensi jauh lebih nentuin dibanding program yang rumit. 

Latih semua kelompok otot besar minimal dua kali seminggu udah cukup buat kebanyakan orang dewasa. Nah, satu gerakan squat ngelibatin quadriceps, gluteus, hamstring, dan otot inti sekaligus. Efisien banget buat yang jadwalnya padat.

2. Membantu Jaga Kepadatan Tulang

Latihan beban ngasih tekanan mekanis yang direspons sama jaringan tulang. Meta-analisis Massini et al. (2022) pada jurnal Healthcare nemuin program latihan beban pada lansia bisa bantu naikin kepadatan tulang panggul sampai 0,64% dan tulang belakang 0,62%.

Angkanya memang kecil, tapi arahnya positif di kelompok yang umumnya kehilangan massa tulang tiap tahun. Gerakan squat dengan beban bertahap adalah salah satu pilihan olahraga di rumah untuk lansia yang memberi rangsang tersebut.

3. Melatih Pola Gerak Sehari-hari

Bangkit dari kursi, jongkok mengambil barang, hingga naik tangga melibatkan kerja otot kaki untuk menopang dan menggerakkan tubuh. 

Selama melakukan squat, kaki menerima ground reaction force atau gaya reaksi tanah yang besarnya dapat melebihi berat badan, terutama ketika bergerak lebih cepat atau memakai beban tambahan (Kellis et al., 2005).

4. Mendukung Keseimbangan dan Stabilitas

WHO (2020) ngerekomendasiin orang dewasa buat latihan penguatan otot minimal dua hari seminggu. Lebih lanjut, juga nganjurin lansia nambah latihan keseimbangan serta kekuatan fungsional tiga hari atau lebih per minggu. 

Nah, gerakan squat memenuhi dua kategori itu sekaligus, sehingga bisa dipilih sebagai cara untuk menjaga keseimbangan dan stabilitas tubuh seiring bertambahnya usia.

5. Membakar Kalori Lebih Banyak

Squat termasuk gerakan compound, artinya bekerja ngelibatin banyak otot besar sekaligus. Makin banyak otot yang kerja, makin tinggi juga pembakaran kalori dari latihan ini daripada latihan yang cuma fokus satu otot kecil.

Buat kamu yang lagi ngatur berat badan, squat bagus buat dimasukkan sebagai bagian dari rutinitas harian.

6. Membantu Perbaiki Postur

Saat squat dilakukan dengan teknik yang benar, otot inti sama erector spinae (otot panjang di sepanjang tulang belakang) ikut kerja buat jaga punggung tetap netral.

Lama-kelamaan, pola ini dapat bantu kamu lebih sadar postur di aktivitas sehari-hari, kayak duduk kerja atau angkat barang dari lantai.

7. Tidak Butuh Alat dan Tidak Butuh Gym

ACSM (2026) negasin bahwa latihan nontradisional, termasuk memakai berat badan sendiri, resistance band, atau rutinitas di rumah, tetap ngasih peningkatan kekuatan sama fungsi fisik yang nyata. Kamu nggak perlu barbel buat mulai.

Jenis Gerakan Squat dan Cara Melakukan yang Benar

cara melakukan squat

Ada puluhan jenis squat, tapi 7 variasi gerakan squat berikut ini sudah menutup kebutuhan mayoritas orang. Mulai dari yang paling dasar, naik level hanya kalau teknikmu sudah rapi.

1. Bodyweight Squat

Semua teknik squat yang benar mulainya dari sini. Kuasai dulu sebelum menyentuh beban. Variasi ini juga bisa digabung sama gerakan kalistenik buat ngelatih seluruh tubuh.

  • Berdiri tegak dengan kaki selebar bahu, ujung jari kaki sedikit buka ke luar sekitar 15 sampai 30 derajat.
  • Tarik napas, dorong pinggul ke belakang lebih dulu, baru tekuk lutut.
  • Turun sampai paha sejajar lantai atau sedalam yang masih nyaman tanpa punggung membulat.
  • Jaga dada tetap terangkat dan berat badan bertumpu di tengah telapak kaki.
  • Dorong lantai dengan tumit, hembuskan napas, lalu kembali berdiri tegak.

Lakukan perlahan, sekitar dua detik turun dan satu detik naik. Ingat, kecepatan bukan target di tahap ini.

2. Sumo Squat

Posisi kaki jauh lebih lebar dari bahu dengan ujung jari membuka sekitar 45 derajat. Variasi ini menambah kerja otot adduktor di paha bagian dalam.

Sebuah tinjauan menyebut kuda-kuda yang lebih dari 150% lebar bahu akan naikin tekanan ke sisi dalam lutut alias bikin postur yang mendorong lutut jatuh ke dalam (momen valgus) (Straub & Powers, 2024). Makin lebar boleh, tapi jangan berlebihan, ya.

3. Goblet Squat

Pegang satu dumbbell atau kettlebell di depan dada dengan kedua tangan. Beban di depan justru bantu badan tetap tegak, jadi ini variasi paling ramah buat pemula yang mau mulai nambah beban.

Mulai dengan beban dari 4 sampai 8 kg aja dulu, nggak perlu langsung yang terberat di rak.

4. Split Squat dan Bulgarian Split Squat

Satu kaki di depan dan satu di belakang, lalu turunkan lutut belakang mendekati lantai. Versi Bulgarian menaruh kaki belakang di atas bangku, sehingga bebannya lebih berat sebelah.

Variasi satu kaki ini bertujuan untuk mengoreksi ketimpangan kekuatan kaki kanan dan kiri.

5. Front Squat

Barbel ditumpuk di depan bahu, bukan di punggung atas kayak back squat. Posisi beban di depan bikin tubuh otomatis lebih tegak dan ngasih tekanan lebih gede ke kuadrisep.

Variasi ini butuh mobilitas pergelangan tangan dan otot inti yang kuat. Pas buat kamu yang udah terbiasa goblet squat dan pengen naik level ke barbel, tapi belum siap langsung ke back squat.

6. Jump Squat

Turun mirip squat dasar, lalu melompat setinggi mungkin dan mendarat dengan lutut sedikit menekuk. Pilihan untuk melatih daya ledak, bukan untuk pemula minggu pertama.

ACSM (2026) menyarankan buat latihan power memakai beban moderat 30–70% dari 1RM dengan fase mengangkat secepat mungkin.

7. Back Squat

Barbel bertumpu di punggung atas. Contoh latihan squat paling klasik di gym sekaligus yang paling menuntut teknik, mobilitas, dan pengawasan. Jangan mulai dari sini saat kamu belum bisa lakuin 15 repetisi squat tanpa beban dengan bentuk yang rapi.

Baca Juga: 8 Gerakan Gym untuk Pemula agar Latihan Lebih Aman

Kesalahan Umum Melakukan Gerakan Squat

Sebagian besar keluhan nyeri abis latihan otot tungkai ini berasal dari 5 hal berikut, bukan dari squat itu sendiri.

  • Lutut jatuh ke dalam. Dorong lutut searah ujung jari kaki. Kuda-kuda yang terlalu lebar justru makin memperburuk ini.
  • Punggung membulat di posisi bawah. Berhenti di kedalaman terakhir yang masih bisa kamu jaga netral, terus perbaiki mobilitas pinggul.
  • Tumit terangkat. Umumnya, tanda mobilitas pergelangan kaki yang terbatas. Ganjal tumit sementara pake piringan tipis sambil ngelatih mobilitas.
  • Turun kecepatan dan mantul. Kontrol fase turun, karena di situlah sebagian besar rangsang latihannya terjadi.
  • Langsung numpuk beban. Tambah beban setelah teknik stabil, bukan sebaliknya.

Kalau kamu punya riwayat nyeri lutut, tekanan pada sendi antara tempurung lutut dan tulang paha (patellofemoral) meningkat seiring kedalaman squat dari 0 hingga 90 derajat. Karena itu, kedalaman dangkal sampai sedang biasanya lebih dianjurkan (Straub & Powers, 2024). Konsultasikan dulu dengan dokter atau fisioterapis.

Buat kamu yang target utamanya bentuk bokong, squat memang basic yang harus dikuasai. Meski begitu, ada juga gerakan mengencangkan bokong yang hasilnya lebih spesifik kalau dikombinasikan.

Panduan Latihan Squat buat Pemula

Pertanyaan yang paling sering muncul soal gerakan squat, “Berapa banyak dan seberapa sering?” Jawabannya, nggak perlu ribet!

ACSM (2026) menekankan program latihan terbaik itu yang dapat kamu lakukan konsisten atau terus-menerus, dengan semua kelompok otot besar dilatih minimal dua kali seminggu. 

Buat pembesaran otot, kamu perlu targetkan sekitar 10 set per kelompok otot per minggu.

Minggu ke- 

Frekuensi

Set x Repetisi

Fokus Utama

1

2 kali/minggu

2 x 8

Teknik dan kedalaman yang nyaman

2

2 kali/minggu

3 x 10

Kontrol fase turun 2 detik

3

3 kali/minggu

3 x 12

Tambah variasi sumo atau split squat

4

3 kali/minggu

3 x 10 + beban ringan

Goblet squat 4 sampai 8 kg

Kasih jeda minimal 48 jam sebelum ngelatih kelompok otot yang sama. Rasa pegal ringan di 24 sampai 48 jam pertama itu wajar, tapi nyeri tajam di sendi nggak.

Sebelum menyusun target latihan, cek dulu status berat badanmu lewat Kalkulator BMI dan kebutuhan energi harianmu lewat Kalkulator Kalori dari Natural Farm. Pasalnya, latihan tanpa asupan yang cukup, hasilnya bakal mentok.

Dukung Latihan Squat dengan Nutrisi Tepat dari Natural Farm

Repetisi kesepuluh terasa jauh lebih berat dari yang pertama, dan itu hal wajar. Otot butuh bahan bakar buat berkontraksi, cairan biar tetap efisien, sama asam amino buat pulih abis sesi selesai.

Natural Farm nyediain rangkaian sports nutrition original yang bisa kamu sesuaikan sama fase latihanmu, dari sebelum, pas, sampai setelah sesi latihan selesai.

Produk

Kandungan Kunci

Waktu Pakai

Cocok untuk

ON Pre Workout Fruit Punch

175 mg kafein, 350 mg L-tyrosine, 3,3 g creatine monohydrate

20-30 menit sebelum latihan

Sesi berat yang butuh energi dan fokus

ON Creatine Powder Strawberry Peach

5 g creatine monohydrate, vitamin B, C, D, elektrolit

Kapan saja, rutin harian

Dukungan kekuatan dan pemulihan jangka panjang

BSN NO XPLODE Fruit Punch

Creatine, kafein, beta-alanine, vitamin D dan B kompleks

20-30 menit sebelum latihan

Latihan intensitas tinggi

ON Amino Energy + Electrolytes Pineapple

Asam amino, elektrolit, 100 mg kafein alami

Sebelum atau di sela latihan

Sesi panjang dan banyak berkeringat

ON BCAA Boost Grape

BCAA rasio 2:1:1, L-citrulline, elektrolit

Saat atau setelah latihan

Pemulihan tanpa kafein

1. Optimum Nutrition Pre Workout Fruit Punch

optimum nutrition pre workout

Beli Optimum Nutrition Pre Workout Fruit Punch 300 gr di Natural Farm

Pernah ngerasa semangat squat di set pertama, tapi set ketiga udah kayak mau tumbang? Masalahnya bukan di otot, tapi di energi dan fokus yang mulai drop.

Optimum Nutrition Pre Workout Fruit Punch diformulasikan buat ngejar persoalan itu.

Kenapa produk ini pas buat squat?

  • Kandungan 175 mg kafein alami + 350 mg L-tyrosine bantu dukung fokus dan ketahanan latihan.
  • 3,3 gram creatine monohydrate per sajian buat dukung tenaga di set-set berat
  • Rasa Fruit Punch yang nggak bikin eneg.

Campur 1 sendok takar dengan 230 ml air, lalu minum 20–30 menit sebelum latihan. Satu kemasan berisi 30 sajian, cocok buat pemula sampai menengah yang butuh dorongan di sesi berat. Hindari kalau kamu sensitif kafein sedang hamil atau menyusui.

2. Optimum Nutrition Creatine Powder Strawberry Peach

optimum nutrition creatine powder strawberry peach

Beli Optimum Nutrition Creatine Powder Strawberry Peach 360 gr di Natural Farm

Creatine termasuk suplemen olahraga yang paling banyak diteliti selama 30 tahun terakhir. Buat yang serius bangun kekuatan di squat, creatine itu bukan opsi, tapi fondasi.

Optimum Nutrition Creatine Powder Strawberry Peach ngasih formula creatine murni plus vitamin tambahan.

Kenapa produk ini pas buat squat?

  • 5 gram creatine monohydrate murni per sajian, dosis standar yang terbukti efektif.
  • Dilengkapi vitamin B, C, D, dan elektrolit buat dukungan harian menyeluruh.
  • Mudah larut, nggak gumpal di gelas.

Minum 1 sendok takar kapan aja, yang terpenting rutin setiap hari. Nggak harus pas latihan, karena creatine kerja dengan cara menumpuk di otot secara bertahap. 

Cocok buat siapa aja yang mau bangun massa otot. Rasa Strawberry Peach-nya segar dan nggak terlalu manis. Pastikan asupan air harianmu cukup, minimal 2,5 liter per hari.

3. BSN NO XPLODE Fruit Punch

bsn no xplode fruit punch

Beli BSN NO XPLODE Fruit Punch 1.22 lb di Natural Farm

Beda dari ON Pre Workout yang lebih balance, BSN NO XPLODE karakternya lebih intens. Cocok buat yang udah terbiasa pre workout dan butuh "tendangan" ekstra di hari leg day.

BSN NO XPLODE Fruit Punch gabungin beberapa bahan populer di dunia fitness.

Kenapa produk ini pas buat squat?

  • Kombinasi creatine + kafein + beta-alanine buat dukung stamina di sesi intens.
  • Vitamin D + B kompleks bantu fungsi otot dan energi.
  • Formula yang sudah populer di gym-goers di seluruh dunia.

Campur 1 scoop ke dalam 119–177 ml air dingin, lalu minum 20–30 menit sebelum latihan. Takaran sajinya 18,5 gram, isi kemasan 30 sajian. 

Lebih pas buat level menengah ke atas yang udah terbiasa kafein tinggi. Hindari kalau kamu sensitif kafein atau belum pernah nyoba pre workout sebelumnya.

4. Optimum Nutrition Amino Energy + Electrolytes Pineapple

optimum nutrition amino energy electrolytes pineapple

Beli Optimum Nutrition Amino Energy + Electrolytes Pineapple 285 gr di Natural Farm

Latihan di rumah tanpa AC atau sesi outdoor di siang hari? Keringat yang keluar bawa serta mineral yang bikin performa cepat turun kalau nggak diganti.

Optimum Nutrition Amino Energy + Electrolytes Pineapple ngegabungin energi dan hidrasi di satu produk.

Kenapa produk ini pas buat squat?

  • Asam amino + elektrolit buat ganti mineral yang hilang lewat keringat.
  • 100 mg kafein alami dari green tea dan green coffee, dosis sedang.
  • Bisa diminum sebelum latihan atau di sela sesi.

Campur 2 scoop ke dalam 295–354 ml air dingin, lalu minum sebelum atau di sela latihan. Rasa Pineapple-nya cocok diminum dingin. 

Paling pas buat sesi panjang, latihan di tempat panas, ataupun yang gampang berkeringat. Kalau latihan malam, hati-hati sama 100 mg kafeinnya karena bisa ganggu tidur.

5. Optimum Nutrition BCAA Boost Grape

optimum nutrition bcaa boost grape

Beli Optimum Nutrition BCAA Boost Grape 390 gr di Natural Farm

Nggak semua orang cocok sama kafein, apalagi bila latihannya sore atau malam. Buat yang prioritasnya pemulihan tanpa gangguan tidur, BCAA plain jadi pilihan lebih aman.

Optimum Nutrition BCAA Boost Grape fokus di recovery, bukan di stimulasi.

Kenapa produk ini pas buat squat?

  • BCAA rasio 2:1:1 (L-leucine, L-isoleucine, L-valine) bantu dukung sintesis protein otot.
  • Ditambah L-citrulline + elektrolit buat hidrasi dan sirkulasi.
  • Nol kafein, aman diminum kapan aja.

Larutin 1 sendok takar ke dalam 300–400 ml air dingin, lalu minum pas latihan atau setelah latihan. Rasa Grape-nya light dan refreshing. 

Cocok banget buat kamu yang sering latihan sore atau malam maupun yang sensitif kafein. Bonusnya, bisa juga diminum di hari rest buat dukung pemulihan.

Rekomendasi untuk Anda

Pertanyaan tentang Gerakan Squat

Gerakan squat bermanfaat untuk apa?
Berapa kali squat untuk pemula?
Apakah boleh olahraga squat setiap hari?
Apakah gerakan squat boleh untuk ibu hamil?

Kategori Artikel