Logo Natural Farm
Gratis Ongkir + Banyak Promo belanja di aplikasi
Mom & Kids

Penyebab dan Cara Mengatasi Batuk Kering pada Bayi

Ditinjau oleh Tim Kesehatan Natural Farm Ditulis oleh Herzanindya Maulianti

Bagikan:

Ibu, batuk kering pada bayi sangat umum terjadi di tahun pertama. Berbeda dengan batuk berdahak, jenis ini tidak menghasilkan lendir dan dapat dipicu oleh infeksi virus, iritasi lingkungan, atau GERD.

Mari cari tahu lebih lanjut penyebab batuk kering pada bayi dan cara mengobati batuk kering pada bayi.

Penyebab Bayi Batuk Kering

Batuk merupakan bentuk respons tubuh untuk memproteksi dari gangguan dari luar seperti virus, bakteri atau mikroba dan benda asing yang menyerang tubuh khususnya saluran pernapasan.

Sementara batuk kering adalah jenis batuk yang tidak mengeluarkan dahak, lendir ataupun sputum. Kondisi bayi batuk kering berhubungan dengan gangguan dan infeksi saluran pernapasan atas, meliputi hidung dan tenggorokan.

Meski tanpa dahak dan lendir, batuk kering pada bayi cukup membuat bayi tidak nyaman. Berikut ini penyebab batuk kering pada bayi, di antaranya.

  • Flu biasa.
  • Croup (infeksi saluran napas atas) ditandai batuk menggonggong khas, memburuk malam hari, dan kadang disertai stridor (napas melengking).
  • Asma.
  • Pneumonia awalnya menyebabkan batuk kering, lalu berkembang menjadi batuk berdahak dengan demam dan napas cepat.
  • Iritasi lingkungan seperti terpapar asap rokok dan polusi udara.
  • Influenza sebab gejalanya dimulai dari batuk kering.
  • Pertusis atau batuk rejan. Jenis batuk ini memiliki gejala batuk lebih kuat, keras dan terjadi terus-menerus.
  • Penyakit refluks gastroesofageal atau GERD. Batuk kering pada bayi yang berkaitan dengan GERD turut memicu gejala lain seperti sendawa, sensasi terbakar atau muntah.

Baca Juga: Kenali 7 Ciri Ciri Batuk Alergi pada Anak & Bedanya dengan Batuk Biasa

Jenis-Jenis Batuk Kering pada Bayi

Untuk mengetahui cara mengobati batuk kering pada bayi, selain mengetahui penyebabnya Anda juga perlu mengetahui jenis batuk yang diderita bayi. Dengan begitu Anda tahu pengobatan terbaik dan aman untuk si kecil.

  • Batuk kering disertai sakit tenggorokan ditandai nyeri atau gatal, disebabkan iritasi udara kering atau polusi (asap rokok).
  • Batuk kering yang disertai gejala flu seperti demam, kelelahan, menggigil, nyeri tubuh, hidung tersumbat, dan nafsu makan hilang disebabkan oleh infeksi virus penyebab flu.
  • Batuk kering diikuti sesak napas, demam, dan kehilangan penciuman bisa menjadi tanda infeksi saluran pernapasan yang lebih serius.
  • Batuk kering yang diikuti gejala tersedak merupakan indikasi adanya gangguan sistem pencernaan yang disebabkan oleh asam lambung yang naik ke tenggorokan.

Perlu diketahui juga bahwa batuk kering berbeda penanganannya dengan cara mengobati batuk berdahak pada bayi, jika si kecil justru mengeluarkan lendir saat batuk.

Cara Mengatasi Batuk Kering pada Bayi

Mengenali jenis batuk kering yang diderita si kecil memang penting, tapi langkah selanjutnya yang tidak kalah krusial adalah mengetahui cara menanganinya dengan tepat.

Berikut ini beberapa cara mengatasi batuk kering pada bayi yang bisa Anda lakukan di rumah.

1. Cukupkan Kebutuhan Cairan Harian

Langkah pertama ketika melihat bayi batuk kering dengan tetap memberikan ASI atau susu formula sesuai kebutuhan hariannya. Bila bayi sudah sedikit lebih besar, Anda bisa memberikan air putih atau jus tanpa pemanis tambahan.

Kebutuhan cairan harian yang tercukupi membuat lendir di tubuh bayi tetap encer sehingga mudah keluar. Justru lendir yang sulit keluar dari tubuh bayi merupakan tanda bahwa anak Anak kekurangan cairan.

2. Gunakan Tetes Saline untuk Hidung

Cara mengatasi batuk kering pada bayi selanjutnya dengan menggunakan tetes garam atau saline hidung. Hidung yang terinfeksi virus atau bakteri menimbulkan lendir yang akan turun ke tenggorokan. Karena hal ini, tenggorokan jadi memicu batuk.

Memberikan obat tetes garam atau saline membantu membersihkan dan menyehatkan hidung sehingga dapat meringankan gejala batuk kering pada bayi. Dosis pemberian obat tetes ini bisa Anda ikuti sesuai aturan konsumsi atau anjuran dokter.

3. Gunakan Alat Penyedot Pembersih Lendir

Setelah menggunakan obat tetes saline, ibu bisa memakai alat penyedot lendir khusus bayi (bulb syringe) untuk membersihkan hidung agar bayi lebih nyaman. Namun, jangan terlalu sering menggunakannya karena berisiko mengiritasi hidung bayi yang sensitif.

4.Gunakan Humidifier di Ruangan

Cara lain mengatasi batuk kering pada bayi adalah menggunakan humidifier di ruang bermain atau kamar tidur anak untuk membantu menjaga kelembapan udara tetap optimal.

Batuk kering pada bayi bisa dipicu oleh udara di sekitar yang terlalu kering sehingga tenggorokan dan saluran napas menjadi lebih mudah teriritasi. Gunakan humidifier untuk membuat udara lebih lembap, sehingga bayi bernapas lebih nyaman dan batuk mereda.

5. Perhatikan Posisi Tidur Bayi

Saat bayi mengalami batuk kering, posisi tidur bayi perlu diperhatikan. American Academy of Pediatrics (AAP) tidak merekomendasikan mengelevasi kepala bayi saat tidur karena dapat meningkatkan risiko tersedak dan gangguan pernapasan.

Orang tua disarankan untuk menggendong bayi dalam posisi tegak atau semi-tegak agar saluran napasnya terasa lebih lega. Saat tidur, pastikan bayi tetap berbaring datar di permukaan keras dan rata sesuai panduan tidur aman. Konsultasikan dengan dokter jika batuk sangat mengganggu kualitas tidurnya.

6. Hindari Bayi dari Faktor Pemicu Bayi Batuk Kering

Pada dasarnya penyebab batuk kering pada bayi karena teriritasi oleh virus, bakteri atau alergen pemicu alergi. Salah satu cara meningkatkan kekebalan tubuh bayi adalah dengan menjauhkannya dari faktor pemicu sekaligus memastikan lingkungan sekitarnya bersih dan sehat.

Berikut ini beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menghindari faktor pemicu bayi batuk kering.

  • Hindari merokok di rumah atau di dekat bayi.
  • Bila Anda merokok di luar rumah, segera ganti baju saat tiba di rumah atau sebelum menggendong bayi.
  • Bersihkan karpet di rumah menggunakan vacuum cleaner yang memiliki filter HEPA.
  • Jaga kelembapan udara di rumah.
  • Saat bayi batuk kering, jauhkan dulu si kecil dengan hewan peliharaan apalagi memasukkannya ke rumah.
  • Gunakan bantal dan pelindung kasur khusus yang memiliki fitur anti-alergi.

7. Mengatasi Batuk Kering pada Bayi dengan Madu

Apabila bayi sudah berusia lebih dari 1 tahun, Anda bisa memberikan sedikit madu ketika rewel atau sebelum tidur. Manfaat madu untuk anak tidak hanya sebatas sumber energi, sifat anti-inflamasi dan antibakterinya juga dapat membantu melapisi tenggorokan, mengurangi iritasi, serta meredakan peradangan.

Ikuti aturan konsumsi atau anjuran dokter perihal dosis madu yang diberikan kepada bayi.

8. Cukupkan Vitamin dan Mineral untuk Bayi

Walaupun tidak mengatasi batuk kering pada bayi secara langsung, vitamin C dan mineral dapat meredakan gejala batuk dengan mendukung sistem imun si kecil. Menjaga kesehatan bayi dari dalam melalui nutrisi yang cukup adalah investasi jangka panjang agar si kecil tidak mudah jatuh sakit.

Sementara mineral membantu mengencerkan lendir, membuat tenggorokan yang teriritasi lebih lembap dan meningkatkan sistem imunitas tubuh untuk melawan paparan virus dan bakteri yang menginfeksi.

Baca Juga: 5 Obat Batuk Alami untuk Bayi yang Aman dan Mudah Didapatkan

Rekomendasi Multivitamin untuk Membantu Tingkatkan Imunitas Bayi

Adakah multivitamin yang bisa dikonsumsi bayi untuk menjaga kesehatan tubuhnya agar terhindar atau mengatasi batuk kering pada bayi? Berikut ini rekomendasinya untuk Anda.

1. ChildLife Liquid Vitamin C

ChildLife Liquid Vitamin C 4oz 118 ml

Beli ChildLife Liquid Vitamin C di Natural Farm

Vitamin C tidak langsung menyembuhkan batuk, tetapi berperan penting mendukung sistem imun. ChildLife Liquid Vitamin C berbeda karena berbentuk cair dan diformulasikan khusus untuk bayi dan anak kecil, bukan dosis kecil suplemen dewasa.

Bentuk cair memudahkan penyerapan dan pemberian, terutama untuk bayi yang belum bisa menelan tablet atau kapsul. Dosisnya pun sudah disesuaikan per kelompok usia mulai dari 6 bulan, sehingga orang tua tidak perlu menebak-nebak takaran yang aman.

Saat bayi sedang batuk kering akibat infeksi virus, kebutuhan vitamin C tubuh meningkat karena sistem imun bekerja lebih keras. Suplementasi harian membantu memastikan kebutuhan ini terpenuhi, terutama ketika asupan makan si kecil sedang menurun karena tidak enak badan.

Nama Produk

ChildLife Liquid Vitamin C

Kandungan

Vitamin C dan sodium

Manfaat Suplemen

  • Memberi perlindungan terhadap penyakit infeksi, seperti flu, batuk, dan demam
  • Mempunyai kemampuan sebagai antioksidan sebagai perlindungan terhadap polutan lingkungan
  • Membantu mencegah dan mengatasi sariawan

Anjuran Konsumsi

Aturan konsumsi antara lain sebagai berikut:

  • Usia 6 - 12 bulan : Diberikan ¼ sendok teh sehari
  • Usia 1 - 3 tahun : Diberikan ½ - 1 sendok teh sehari
  • Usia di atas 4 tahun : Diberikan 1 - 2 sendok teh sehari

2. ChildLife Multivitamin & Mineral

ChildLife Multivitamin & Mineral 8oz 237 ml

Beli ChildLife Multivitamin & Mineral di Natural Farm

Jika vitamin C bekerja spesifik pada imunitas, ChildLife Multivitamin & Mineral melengkapinya dengan 16 vitamin dan mineral esensial dalam satu produk. Produk ini juga mengandung zinc yang berperan dalam penyembuhan jaringan dan vitamin D yang mendukung respons imun terhadap infeksi pernapasan.

Ini relevan untuk bayi yang sedang batuk kering, karena pemulihan optimal tidak hanya butuh satu nutrisi, tapi kombinasi yang bekerja bersama.

Tersedia dalam bentuk cair dengan rasa yang disukai anak, sehingga pemberian harian tidak menjadi perjuangan. Menjadikannya sebagai rutinitas harian bukan hanya saat sakit, justru lebih efektif untuk menjaga daya tahan tubuh si kecil tetap optimal sepanjang waktu.

Nama Produk

ChildLife Multivitamin & Mineral

Kandungan

16 vitamin dan mineral esensial

Manfaat Suplemen

  • Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan infeksi
  • Menyediakan vitamin dan mineral yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak
  • Menyediakan antioksidan untuk melawan radikal bebas dari lingkungan

Anjuran Konsumsi

Aturan konsumsi antara lain sebagai berikut:

  • Usia 6 - 12 bulan : Diberikan sesuai anjuran dokter
  • Usia 1 - 4 tahun : Diberikan 1 - 2 sendok teh sehari
  • Usia di atas 4 tahun : Diberikan 2 sendok teh sehari

Rekomendasi untuk Anda

Pertanyaan tentang Batuk Kering pada Bayi

Seperti apa ciri-ciri batuk kering pada bayi?
Apakah batuk kering berbahaya bagi bayi?
Apa yang harus dilakukan bila bayi batuk kering?

Kategori Artikel