Health

Brain Fog: Gejala Penurunan Ingatan Pasca Infeksi Covid 19

Apa Itu Brain Fog?

Brain fog adalah kumpulan gejala yang mencakup penurunan ingatan, ketidakmampuan untuk berkonsentrasi dan multitask, serta hilangnya memori jangka pendek dan panjang. Secara harfiah, brain fog dapat diartikan sebagai gejala yang menunjukkan menurunnya fungsi dan kapasitas otak.

Kabur otak ini tak semata-mata disebabkan karena usia saja, karena pada kenyataannya hal ini dapat terjadi pada siapa saja termasuk pada usia 20-an sekalipun. Melansir National Institutes of Health, pasien covid-19 melaporkan tanda-tanda brain fog atau kebingungan mental. Banyak orang yang telah pulih dari covid-19 melaporkan gejala kabut otak meliputi:

  • Kebingungan
  • Mengalami kehilangan memori jangka pendek
  • Ketidakmampuan untuk berkonsentrasi
  • Merasa berbeda dari sebelum tertular infeksi
  • Tubuh mudah lelah
  • Sakit kepala

Namun, ini juga bisa menyerang mereka yang tidak atau belum pernah terinfeksi covid-19.

 

Apa Saja Penyebab Brain Fog?

Ada berbagai macam kemungkinan mengapa seseorang mengalami brain fog, mulai dari kurang tidur hingga kondisi medis tertentu. Berikut ini beberapa kemungkinan penyebab kabut otak:

1. Stres

Stres kronis dapat meningkatkan tekanan darah, melemahkan sistem kekebalan tubuh, dan memicu kelelahan mental. Saat otak kamu lelah, maka kamu menjadi lebih sulit untuk berpikir, menggunakan nalar, dan berkonsentrasi. Selain itu, apabila kamu menderita sindrom kelelahan kronis (chronic fatigue syndrome), maka kamu sangat mungkin mengalami brain fog. Penderita sindrom ini selalu merasa tubuh dan pikirannya selalu lelah sepanjang waktu. Akibatnya, ia sering kebingungan dan pelupa.

Tidak ada obat yang diketahui dapat menyembuhkan sindrom kelelahan kronis, tetapi kamu dapat berkonsultasi dengan dokter atau psikolog untuk mendapatkan penanganan tepat. Kamu juga bisa melakukan olahraga ringan untuk membantu proses penyembuhan.

2. Kurang tidur

Kualitas tidur yang buruk juga dapat mengganggu kinerja otak. Waktu tidur yang kurang maupun yang berlebihan sama-sama memberi efek yang kurang baik bagi otak, seperti brain fog. Cobalah untuk tidur 8-9 jam setiap malam. Hindari konsumsi kafein di sore hari dan pastikan kamu tidak lagi bermain gadget menjelang jam tidur.

3. Perubahan hormon

Perubahan hormon juga dapat memicu brain fog. Saat hamil, kadar hormon progesteron dan estrogen dalam tubuh wanita meningkat. Perubahan ini dapat mempengaruhi memori dan menyebabkan gangguan kognitif jangka pendek.

Hal ini juga terjadi pada wanita yang sudah menopause. Berkurangnya kadar estrogen saat menopause membuat para wanita mengalami brain fog. Biasanya hal ini terjadi satu tahun setelah siklus menstruasi terakhir atau sekitar usia 50 tahun.

4. Menjalani diet

Nutrisi yang dikonsumsi juga berkaitan dengan kabut otak. Kekurangan vitamin B12 disebut dapat mempengaruhi fungsi otak dan menyebabkan brain fog. Bila kamu memiliki alergi terhadap makanan tertentu, kabut otak dapat terjadi setelah kamu mengonsumsi alergen, seperti MSG, aspartam, kacang, maupun produk susu (dairy product). Menghindari makanan pemicu dapat membantu mengurangi terjadinya kabut otak.

5. Mengonsumsi obat-obatan tertentu

Jika kamu mengalami brain fog setelah mengonsumsi obat, coba sampaikan keluhan kamu ini pada dokter. Bisa saja brain fog merupakan efek samping dari obat tersebut. Dokter akan mengurangi dosis atau menggantinya dengan obat lain untuk membantu mencegah terjadi brain fog.

Pengobatan kanker seperti kemoterapi yang menggunakan jenis obat yang kuat juga dapat menyebabkan kabut otak yang sering disebut chemo brain. Pasien kanker yang menjalani kemoterapi akan kesulitan mengingat hal-hal detail seperti nama atau tanggal, tidak bisa multitasking, atau membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan. Kondisi ini biasanya akan berlalu dengan cepat, tetapi sebagian orang dapat terpengaruh untuk waktu yang lama setelah perawatan.

6. Kondisi medis

Kondisi medis seperti peradangan (inflamasi), kelelahan, atau perubahan kadar glukosa darah ternyata juga dapat menyebabkan kelelahan mental. Penderita fibromyalgia juga dapat mengalami brain fog yang sama setiap hari.

Sementara itu, penyakit lain yang juga dapat menyebabkan kabut otak adalah:

  • Anemia
  • Depresi
  • Diabetes
  • Sindrom Sjogren
  • Migrain
  • Penyakit Alzheimer
  • Hipotiroid
  • Penyakit autoimun, seperti lupus, arthritis, dan multiple sclerosis
  • Dehidrasi

 

Bagaimana Cara Mengatasi Brain Fog?

Perawatan brain fog sangat tergantung dari apa penyebabnya. Bila kabut otak yang kamu alami disebabkan oleh kondisi medis tertentu, seperti anemia, pengobatan untuk anemia dengan pemberian suplemen zat besi bisa menjadi solusinya. Selain itu, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan di rumah untuk mengatasi brain fog, yaitu:

  • Usahakan untuk mendapatkan tidur yang cukup 7–9 jam per hari.
  • Kelola stres dengan baik.
  • Batasi atau jauhi minuman berkafein dan beralkohol.
  • Tetap aktif berolahraga secara rutin.
  • Jaga fungsi dan kesehatan otak dengan melakukan senam otak, misalnya bermain puzzle atau bermain musik.
  • Konsumsi makanan bergizi yang kaya akan antioksidan

 

Apa Saja Makanan Yang Kaya Akan Antioksidan?

Makanan yang kaya akan antioksidan dapat ditemukan pada misalnya madu, jus, buah dan sayuran, kacang-kacangan, ikan, telur, dan susu. Kamu bisa mengonsumsi makanan pokok yang kaya akan antioksidan dan mengonsumsi superfood sebagai tambahan dalam rangka mengatasi brain fog. Berikut Natural Farm punya rekomendasi superfood yang tepat:

1. Manuka Health MGO 115+

Setara dengan 5-6+ UMF, adalah satu-satunya produk alami di dunia yang mengandung senyawa Methylglyoxal, yang terbukti sangat efektif sebagai antibakteri alami. Produk ini dihasilkan dari nektar tanaman Leptospermum scoparium asli yang berada di Selandia Baru. Semakin tinggi angka MGO nya semakin tinggi pula aktivitas antibakterinya. Madu ini juga kaya akan antioksidan, yang memberikan perlindungan melawan stres oksidatif akibat adanya radikal bebas yang berasal dari dalam tubuh maupun faktor eksternal.

2. Dynamic Health Cranberry

Mengandung 100% konsentrat sari buah Cranberry tanpa pemanis, pengawet, dan bahan tambahan lainnya. Cranberry kaya akan Antioksidan, mengandung Vitamin C, Polifenol, Flavonoid, dan Quercetin. Kandungan antioksidan yang disebut proanthocyanidins dapat mencegah pertumbuhan bakteri penyebab infeksi saluran kemih. Kandungan quercetin membantu perkembangan bakteri baik di dalam usus. Cranberry memiliki kalori dan kandungan gula yang rendah.

3. Dynamic Health Pomegranate

Mengandung 100% konsentrat jus Pomegranate tanpa pemanis, pengawet, dan bahan tambahan lainnya. Delima adalah salah satu buah dengan kandungan antioksidan yang kuat yaitu punicalagin alami, mengandung polifenol, asam ellagic dan galat. Kandungan buah delima bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung dan menurunkan kadar kolesterol.

Temukan produk-produk tersebut hanya di Toko Natural Farm atau di Website Natural Farm. Semoga membantu kalian semua ya, Natural Buddy! Happy Healthy Habits!

 

Sumber:

https://www.halodoc.com/artikel/kenali-tanda-brain-fog-pada-pengidap-covid-19

https://herminahospital.com/id/articles/brain-fog.html