Logo Natural Farm
Gratis Ongkir + Banyak Promo belanja di aplikasi
Health

Memahami Burnout Syndrome, Gejala, hingga Cara Mencegahnya

Ditinjau oleh Tim Kesehatan Natural Farm Ditulis oleh Herzanindya Maulianti

Bagikan:

Burnout syndrome adalah istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan kondisi mental yang sudah kelelahan akibat pikiran dan pekerjaan sehari-hari. Sering kali seseorang menerapkan target tinggi akan hal yang sedang dilakukan hingga mendedikasikan diri untuk mencapai target tersebut.

Di saat Anda sudah mulai merasa terjebak, merasa gagal terus-menerus sampai kehilangan motivasi, maka tanda-tanda tersebut merupakan gejala burnout syndrome. Sebelum mental burnout syndrome terjadi, baiknya ketahui bagaimana cara mencegahnya.

Apa itu Burnout Syndrome?

Menurut American Psychiatric Association, burnout syndrome adalah rasa lelah dan stres tingkat kronis yang dapat memengaruhi pikiran, tubuh dan jiwa seseorang. Depresi dan stres adalah hal yang berbeda. Stres berkepanjangan yang akan memicu burnout.

Mengutip dari penelitian yang berjudul Comparison of Burnout and Job Stress Between Physical Education Employees and Industrial Workers. Ketika stres hormon kortisol di dalam tubuh meningkat guna mendorong Anda menemukan jalan keluar dari penyebab stres. Jika kondisinya berlangsung lama bisa memicu stres berkepanjangan dan berdampak terhadap kesehatan.

Kondisi mental burnout yang Anda alami turut mengganggu kondisi fisik dan pikiran. Alhasil dampak burnout dalam pekerjaan adalah menurunnya produktivitas dalam bekerja, energi cepat terkuras, sering merasa kelelahan bekerja hingga risiko terinfeksi virus dan bakteri penyebab flu dan pilek.

Baca Juga: Mengenal Gejala Stress Berat untuk Menjaga Kesehatan Mental Anda

Ciri-Ciri Burnout dalam Pekerjaan

Istilah burnout syndrome erat kaitannya dengan stres dan depresi yang dialami pekerja di tempat kerja. Meski begitu, bukan hanya burnout di tempat kerja, melainkan kondisi burnout juga bisa dialami di lingkungan keluarga, rumah tangga, hingga akademis yang dilalui para siswa.

Burnout syndrome tidak terjadi hanya dalam hitungan jam atau 1–2 hari saja. Justru gejala burnout sudah mulai terlihat beberapa hari tapi Anda belum terlalu aware. Berikut ini gejala burnout yang datang secara perlahan.

  • Merasa kelelahan terus-menerus untuk waktu yang lama sekalipun sudah memiliki waktu istirahat yang banyak.
  • Menurunnya gairah dan semangat untuk melakukan aktivitas sehari-hari dalam jangka waktu panjang.
  • Menurunnya energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
  • Merasa takut dengan beban tanggung jawab yang pernah Anda pikul terdahulu, saat ini ataupun beban tanggung jawab di masa depan.
  • Mengalami kesulitan fokus dan berkonsentrasi sehingga menimbulkan banyak kesalahan.
  • Mudah tersinggung ataupun merasa cemas. Perasaan ini Anda alami lebih sering dari biasanya.
  • Menarik diri atau merasa terasingkan dari lingkungan sekitar.
  • Menurunnya motivasi diri dan rasa emosional seakan mati rasa.
  • Merasa gagal untuk berbagai hal serta menyalahkan diri sendiri atas kejadian negatif yang terjadi.
  • Mengalami penurunan kesehatan secara fisik seperti tegang otot, pegal linu, sakit kepala, gangguan pola tidur dan nafsu makan, gangguan pencernaan hingga flu serta pilek berlebihan.

Baca Juga: Kenali Ciri Ciri Depresi dari Aspek Psikologi dan Fisik

Perbedaan Burnout Syndrome dan Depresi Kerja Biasa

Gejala burnout syndrome dengan stres atau depresi kerja biasa hampir serupa. Sebagai contoh orang yang mengalami depresi bekerja memiliki gejala burnout yang sama yaitu kehilangan fokus dan konsentrasi serta sering merasa kelelahan.

Untuk mengatasi depresi ataupun burnout syndrome, Anda perlu mengetahui apa yang sebenarnya Anda rasakan. Bersumber dari website khusus kesehatan mental Help Guide, berikut ini tabel perbedaan burnout syndrome dan depresi bekerja biasa.

Burnout Syndrome

Depresi Bekerja

Durasi stres karena burnout syndrome bisa terjadi secara terus-menerus untuk waktu yang lama.

Durasi stres karena depresi bekerja tergantung dari situasi eksternal yang berkaitan dengan pekerjaan itu sendiri.

Bukan termasuk diagnosis medis.

Bisa didiagnosis secara medis.

Penyebabnya stres eksternal seperti stres bekerja, akademis, atau stres di lingkungan rumah

Penyebabnya kombinasi stres, faktor genetik, psikologis dan lingkungan.

Dampak burnout akan memicu berbagai penyakit mental ataupun fisik.

Dampak depresi lebih sering merasa cemas, murung dan menyalahkan diri sendiri.

Level kelelahan kronis.

Depresi mengalami kelelahan biasa.

Kurang berenergi untuk melakukan hobi atau kegiatan yang diminatinya.

Kurang bisa menikmati hobi atau kegiatan yang diminatinya.

Mengalami rasa kurang nyaman atau perasaan negatif yang berkaitan dengan pekerjaan, pengasuhan anak, perawatan, sekolah, atau sumber stres lainnya.

Mengalami rasa kurang nyaman atau perasaan negatif yang berkaitan dengan setiap aspek kehidupan.

Merasa terasingkan dari organisasi ataupun lingkungan sekitar.

Rasa jenuh dan penurunan komitmen bekerja namun bisa bangkit lagi.

Cara memulihkan burnout tergantung faktor pemicu stres.

Cara memulihkan depresi melalui pengobatan medis, terapi ataupun perubahan gaya hidup.

Keluhan psikosomatik.

Perubahan fisiologis seperti tekanan darah dan detak jantung meningkat.

Cara Mencegah Burnout di Tempat Kerja

Sudah jelas bahwa dampak burnout syndrome pada pekerjaan cukup krusial. Tak sekali rasa ingin resign dari pekerjaan karena merasa burnout dalam pekerjaan. Di sisi lain, untuk mencari pekerjaan baru cukup sulit. Daripada harus resign, lebih baik cegah dengan cara-cara berikut ini.

1. Cari Sisi Positif dalam Pekerjaan

Walaupun pekerjaan ataupun lingkungan kantor Anda begitu toxic, tapi coba tetap mencari hal yang Anda sukai dan fokus terhadap hal tersebut. Hal sederhana seperti Anda senang ngobrol dengan banyak orang atau senang bertemu 1–2 orang, tetap pertahankan hal yang Anda sukai sehingga sisi positif pekerjaan bisa muncul dan mempertahankan motivasi bekerja.

2. Diskusikan Hal Pemicu Stres dan Depresi

Jangan lari dari hal atau kondisi yang memicu depresi itu sendiri. Diskusikan dengan atasan bila hal tersebut berkaitan dengan atasan Anda atau scope pekerjaan lebih luas.

Namun bila berbicara dengan orang terdekat sudah cukup efektif, maka tentukan rekan kerja terdekat yang Anda percaya dan tidak berpikir negatif sebagai tempat Anda menceritakan hal pemicu burnout syndrome tersebut.

3. Jalin Komunikasi dengan Rekan Kerja

Menjalin dan menjaga komunikasi dengan rekan kerja cukup efektif mencegah ataupun mengatasi burnout syndrome. Biasakan menjalin obrolan ringan dan sesekali bercanda untuk mengurangi stres dan depresi satu sama lain sehingga tidak memicu burnout syndrome.

4. Manfaatkan Cuti Bekerja

Pada tingkat tertentu di mana Anda sudah menemukan gejala burnout dalam pekerjaan, sebaiknya manfaatkan jatah cuti tahunan untuk menenangkan diri sendiri dari lingkungan pekerjaan. Habiskan waktu bersama pasangan, keluarga, teman atau melakukan aktivitas yang Anda sukai.

5. Jaga Keseimbangan Hidup

Salah satu pemicu burnout syndrome adalah seluruh fokus dan aktivitas berfokus terhadap pekerjaan yang sedang dilakukan. Hal ini memicu rasa kelelahan kronis. Jadi, seimbangkan kehidupan pekerjaan dan kehidupan sehari-hari Anda bersama pasangan, keluarga, teman atau sebagai diri sendiri.

6. Olahraga Secara Rutin

Rutin berolahraga termasuk cara mencegah burnout syndrome yang bertujuan untuk mengembalikan suasana hati sekaligus mengurangi hormon pemicu stres. Cukup rutin berolahraga 10–30 menit per hari.

Pilih jenis olahraga ringan seperti berjalan kaki, berenang, dan bersepeda. Adapun jenis latihan ritme dengan fokus menggerakkan tangan dan kaki bermanfaat untuk mengembalikan fokus dan konsentrasi serta merelaksasi pikiran dan tubuh. Menurut American Psychiatric Association, berjalan kaki 5.000 langkah per hari sudah cukup untuk mencegah depresi.

7. Waktu Istirahat dan Tidur Cukup

Pastikan waktu tidur Anda cukup dan tetap setiap harinya. Waktu tidur ideal sekitar 7–9 jam per hari. Apabila Anda rutin tidur setiap hari 7 jam atau 8 jam maka pertahankan durasi dan waktu tidur yang sama. Waktu istirahat dan tidur yang cukup dapat mengurangi tingkat burnout syndrome.

8. Lakukan Relaksasi

Beberapa kegiatan relaksasi bisa membantu hilangkan stres, seperti yoga dan meditasi. Selain itu, sebaiknya saat melakukan relaksasi pastikan kondisi ruangan tenang dan wangi. Gunakan essential oil yang diteteskan pada diffuser untuk menciptakan aroma wangi yang menenangkan.

9. Terapkan Pola Hidup Sehat

Selain berolahraga, cara menerapkan pola hidup sehat dengan menghindari atau mengurangi makanan yang bisa memengaruhi perubahan suasana hati ke arah yang negatif. Makanan yang berkadar lemak jahat tinggi, minuman beralkohol, kafein dan makanan yang mengandung pengawet kimia merupakan jenis makanan yang sebaiknya dihindari.

10. Konsumsi Makanan dan Minuman Bernutrisi

Cara mencegah burnout syndrome yang terakhir dengan memastikan tubuh Anda menerima gizi dan nutrisi yang baik. Nutrisi yang dibutuhkan untuk memperbaiki suasana hati di antaranya omega-3, vitamin B6, vitamin B12, folat, vitamin D, magnesium, selenium, dan kandungan nutrisi yang bersifat anti-oksidan.

Hindari mengonsumsi makanan yang mengandung gula atau jenis makanan karbohidrat olahan. Contohnya seperti camilan manis, kentang goreng atau makanan gorengan lainnya. Karbohidrat olahan berpotensi menurunkan suasana hati dan menguras banyak energi.

Rekomendasi Multivitamin untuk Membantu Mengatasi Burnout Syndrome & Depresi

Di tengah aktivitas sehari-hari yang padat, jangan sampai Anda tumbang karena burnout syndrome. Jika sudah menemukan gejala burnout syndrome dan depresi atau untuk mencegahnya, maka konsumsi suplemen multivitamin di bawah ini agar tubuh secara fisik dan mental tetap terjaga kesehatannya.

1. Nutriwell Magnesium Glycinate

Beli Nutriwell Magnesium Glycinate di Natural Farm

Untuk membantu menjaga stamina dan kualitas istirahat harian, Anda dapat mempertimbangkan konsumsi Nutriwell Magnesium Glycinate sebagai suplemen magnesium pilihan. 

Magnesium berperan penting dalam mendukung proses pembentukan energi di dalam tubuh, sementara kombinasi magnesium dan glisin dikenal membantu meredakan ketegangan otot serta mendukung tidur yang lebih nyenyak. 

Dengan kualitas tidur yang baik dan otot yang lebih rileks, tubuh dan pikiran dapat terasa lebih segar, sehingga membantu menjaga keseimbangan suasana hati dan mengurangi risiko kelelahan mental akibat aktivitas yang padat.

Nama Produk

Nutriwell Magnesium Glycinate

Kandungan

  • 500 mg Magnesium Glycinate

Manfaat Suplemen

  • Mengurangi kram dan ketegangan otot.
  • Mendukung kesehatan sistem saraf.
  • Meningkatkan kualitas tidur.
  • Menjaga kesehatan tulang dan gigi.
  • Mendukung kesehatan jantung.

Anjuran Konsumsi

Untuk dewasa, konsumsi 1 kapsul per hari.

2. Natures Health B Complex Magnesium

Beli Natures Health B Complex Magnesium di Natural Farm

Salah satu cara mengatasi sekaligus mencegah burnout syndrome dengan mengurangi stres dan rasa lelah. Multivitamin Natures Health B Complex Magnesium pilihan terbaik sebagai suplemen pendukung kesehatan.

Kandungan vitamin B kompleks berperan dalam membantu proses produksi energi tubuh, sementara magnesium dikenal mendukung fungsi saraf dan memberikan efek relaksasi pada otot serta pikiran. 

Dengan asupan nutrisi yang tepat, tubuh dapat terasa lebih bertenaga dan rileks, sehingga membantu menjaga keseimbangan aktivitas harian tanpa mudah merasa lelah atau tegang.

Nama Produk

Natures Health B Complex Magnesium

Kandungan

  • Vitamin B kompleks
  • Magnesium

Manfaat Suplemen

  • Membantu produksi energi tubuh.
  • Mengurangi stres dan rasa lelah setelah beraktivitas.
  • Mendukung fungsi saraf dan otot tubuh optimal.

Anjuran Konsumsi

Untuk dewasa, konsumsi 1 kaplet salut selaput per hari.

3. Natural Factors Ashwagandha

Beli Natural Factors Ashwagandha di Natural Farm

Mengonsumsi Natural Factors Ashwagandha setiap hari dapat menjadi salah satu langkah praktis untuk membantu menjaga keseimbangan tubuh di tengah aktivitas yang padat.

Kandungan ekstrak premium dari akar ashwagandha berperan sebagai adaptogen, yaitu senyawa alami yang membantu tubuh beradaptasi terhadap stres, menjaga tingkat energi tetap stabil, serta mendukung ketahanan tubuh terhadap tekanan fisik maupun mental.

Dengan dukungan fungsi tubuh yang lebih optimal dan respons stres yang lebih terkontrol, risiko mengalami kelelahan berlebih hingga burnout syndrome dapat diminimalkan, sehingga Anda dapat menjalani aktivitas harian dengan lebih fokus dan tenang

Nama Produk

Natural Factors Ashwagandha

Kandungan

  • 600 mg ekstrak premium dari akar Ashwagandha

Manfaat Suplemen

  • Membantu memelihara kesehatan dan menyegarkan tubuh.
  • Menjaga kualitas tidur lebih baik.
  • Membantu tubuh beradaptasi terhadap stres.
  • Menjaga keseimbangan mood.
  • Menjaga energi, stamina, dan vitalitas.
  • Membantu memelihara fungsi kognitif seperti konsentrasi dan fokus.

Anjuran Konsumsi

Untuk dewasa, konsumsi 1 kali sehari sebanyak 1 - 2 kapsul per hari.

4. Natures Plus Pow Plex

Beli Natures Plus Pow Plex di Natural Farm

Untuk membantu mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral harian, Anda dapat mempertimbangkan konsumsi Natures Plus Pow Plex sebagai suplemen pendukung kesehatan. 

Kandungan vitamin dan mineral di dalamnya berperan dalam mendukung metabolisme energi serta membantu menjaga daya tahan tubuh agar tetap optimal dalam menjalani aktivitas sehari-hari. 

Selain itu, suplemen ini juga dilengkapi dengan Bioflavonoid, Hesperidin, dan Rutin yang berfungsi sebagai antioksidan, sehingga membantu melindungi sel-sel tubuh dari paparan radikal bebas dan menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Nama Produk

Natures Plus Pow Plex

Kandungan

  • Vitamin A, C, D, dan E
  • Kalsium
  • Magnesium
  • Fosfor
  • Zat besi
  • Bioflavonoid
  • Hesperidin
  • Rutin
  • Betaine  HCl
  • Lecithin

Manfaat Suplemen

  • Membantu metabolisme energi untuk mendukung daya tahan tubuh serta menjaga fungsi enzim, saraf, otot, dan kesehatan organ tubuh.
  • Membentuk sel darah merah dan mencegah anemia.
  • Menjaga kekuatan dan kepadatan tulang.
  • Bersifat anti-oksidan untuk memproteksi tubuh dari paparan radikal bebas.

Anjuran Konsumsi

Untuk dewasa, konsumsi 1 tablet per hari.

5. NutriWell Vitamin D3 1000 IU

Beli NutriWell Vitamin D3 1000 IU di Natural Farm

Untuk membantu menjaga kesehatan mental sekaligus mendukung daya tahan tubuh, Anda dapat mempertimbangkan konsumsi NutriWell Vitamin D3 1000 IU sebagai suplemen harian. 

Vitamin D berperan penting dalam mendukung fungsi sistem saraf dan membantu menjaga keseimbangan suasana hati, sehingga dapat membantu mengurangi risiko stres, gejala depresi, maupun kelelahan mental yang berujung pada burnout syndrome. 

Dengan kecukupan vitamin D, tubuh dan pikiran dapat bekerja lebih optimal, sehingga Anda dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang, fokus, dan berenergi.

Nama Produk

NutriWell Vitamin D3 1000 IU

Kandungan

  • 1000 IU vitamin D3

Manfaat Suplemen

  • Membantu tingkatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Berperan sebagai anti-oksidan untuk mencegah paparan radikal bebas.
  • Membantu meningkatkan kekuatan otot.
  • Mencegah osteoporosis.
  • Menjaga kesehatan tulang dan gigi.
  • Membantu proses penyerapan kalsium dan fosfor.

Anjuran Konsumsi

Untuk dewasa, konsumsi 1 softgel per hari.

Rekomendasi untuk Anda

Pertanyaan tentang Burnout Syndrome

Apa ciri-ciri burnout?
Kenapa seseorang burnout?
Bagaimana cara menghilangkan burnout?
Obat apa yang digunakan untuk mengatasi burnout?

Kategori Artikel