Cara mengatasi pengapuran tulang umumnya dicari saat lutut mulai terasa kaku, nyeri saat berjalan, atau sulit naik turun tangga. Keluhan yang awalnya ringan ini sering kali muncul perlahan sehingga banyak orang menganggapnya sebagai hal yang wajar.
Padahal, pengapuran tulang tidak boleh diabaikan. Dengan penanganan yang tepat sedari dini, Anda dapat membantu meredakan gejala, menjaga fungsi sendi, hingga memastikan kenyamanan saat beraktivitas sehari-hari.
Penyebab Pengapuran Tulang
Pengapuran tulang adalah istilah yang umum digunakan untuk menyebut osteoarthritis, yaitu kondisi saat tulang rawan pelindung sendi menipis. Akibatnya, tulang di sekitar sendi saling bergesekan dan membentuk tonjolan tulang (bone spur) yang sering disebut pengapuran.
Penelitian dalam jurnal The Lancet Rheumatology (2021) menuliskan bahwa sekitar 595 juta orang atau 7,6% populasi dunia mengalami osteoarthritis di tahun 2020. Penyebab pengapuran tulang, meliputi usia, obesitas, cedera sendi, keturunan, dan gerakan yang membebani sendi.
Gejala osteoarthritis berkembang secara bertahap. Keluhan yang biasanya muncul, meliputi nyeri saat atau setelah bergerak, sendi kaku terutama di pagi hari atau setelah lama duduk, bengkak ringan, bunyi saat sendi digerakkan, hingga ruang gerak sendi yang terbatas.
Baca Juga: Osteoarthritis: Gejala, Penyebab & Cara Mencegahnya
Cara Mengatasi Pengapuran Tulang secara Mandiri
Sebelum menjalani tindakan medis, Anda bisa mencoba cara mengatasi pengapuran tulang secara alami. Langkah ini membantu meredakan nyeri dan menjaga sendi tetap lentur.
Berikut adalah sejumlah cara sederhana untuk mengatasi pengapuran tulang secara mandiri yang bisa Anda coba di rumah.
1. Jaga Berat Badan Ideal
Setiap kilogram berat badan berlebih menambah tekanan pada lutut hingga 4 kali lipat ketika Anda berjalan. Semakin ringan tubuh Anda, semakin kecil beban yang harus ditahan sendi.
Studi dalam jurnal JAMA (2022) menunjukkan bahwa program diet serta olahraga selama 18 bulan dapat menurunkan skor nyeri lutut sebesar 0,6 poin pada pasien osteoarthritis dengan obesitas. Menjaga berat badan ideal jadi salah satu upaya mengatasi pengapuran tulang.
2. Rutin Olahraga Rendah Risiko
Olahraga, misalnya jalan kaki, berenang, yoga, dan pilates, memperkuat otot di sekitar sendi tanpa membebani tulang rawan. Otot yang kuat membantu menahan beban tubuh, sehingga sendi tidak menanggung tekanan sendirian.
Mulai dengan durasi 15 menit per sesi, 3 kali seminggu, kemudian naikkan bertahap sesuai kemampuan Anda. Hindari olahraga high impact, contohnya lari jarak jauh atau lompat tali, karena gerakan ini memperberat gesekan pada sendi yang sudah menipis.
3. Kompres Hangat dan Dingin Bergantian
Kompres hangat akan melemaskan otot yang kaku dan melancarkan aliran darah, sehingga cocok digunakan sebelum Anda beraktivitas. Suhu hangat membuat sendi lebih lentur serta mengurangi rasa kaku di pagi hari.
Kompres dingin lebih efektif meredakan bengkak dan nyeri setelah aktivitas berat. Gunakan masing-masing kompres selama 15–20 menit. Ketika melakukan kompres dingin, pastikan lapisi es dengan kain agar tidak bersentuhan langsung dengan kulit.
4. Gunakan Alat Bantu untuk Meringankan Beban Sendi
Tongkat, knee sleeve, atau sol sepatu khusus bisa membantu mendistribusikan beban tubuh secara lebih merata. Alat ini mengurangi tekanan pada sendi yang mengalami pengapuran tulang, terutama saat Anda berjalan jauh atau berdiri lama.
Pilihlah alat bantu sesuai anjuran dokter atau fisioterapis supaya ukuran serta fungsinya pas dengan kondisi sendi Anda. Penggunaan yang tepat membuat Anda tetap aktif beraktivitas tanpa memperberat rasa nyeri.
Ragam Obat Alami Pengapuran Tulang

Selain perubahan gaya hidup, ada beberapa obat alami pengapuran tulang yang bisa Anda gunakan untuk melengkapi cara mengatasi pengapuran tulang secara alami di rumah.
1. Kunyit
Kunyit mengandung curcumin, senyawa yang membantu menghambat proses peradangan pada sendi. Senyawa ini bekerja mirip obat antiinflamasi, tetapi berasal dari bahan alami. Anda bisa mengonsumsi kunyit dalam bentuk minuman hangat atau suplemen.
Tinjauan sistematis dalam jurnal Biosciences Reports (2021) menemukan bahwa konsumsi curcumin secara rutin selama lebih dari 12 minggu menurunkan skor nyeri sebesar 11,47 dan kekakuan sendi sebesar 0,33 pada penderita osteoarthritis.
2. Jahe
Jahe mengandung gingerol yang bersifat antiinflamasi dan bisa membantu meredakan nyeri sendi. Anda dapat menyeduh jahe atau menambahkannya ke masakan harian.
Selain itu, jahe yang dihaluskan juga dapat dijadikan kompres hangat pada sendi yang nyeri. Cara mengatasi pengapuran tulang secara alami ini mudah dipraktikkan tanpa biaya besar.
3. Teh Hijau
Antioksidan pada teh hijau bisa membantu meredakan peradangan sendi. Studi dalam jurnal Clinical Nutrition (2018) menjelaskan ekstrak teh hijau dan kombinasi obat antiinflamasi bisa menurunkan skor nyeri sebesar 0,55 pada penderita osteoartritis lutut .
Anda bisa minum teh hijau secara rutin sebagai pendamping gaya hidup sehat. Akan tetapi, minuman ini sebaiknya tidak digunakan sebagai pengganti pengobatan utama yang sudah direkomendasikan oleh dokter.
4. Minyak Ikan
Asam lemak omega-3 dalam minyak ikan mampu menekan produksi senyawa yang memicu peradangan sendi. Kandungan ini juga mendukung kelenturan jaringan di sekitar sendi.
Anda bisa mendapatkan omega-3 dari ikan berlemak, misalnya salmon dan sarden, ataupun dari suplemen minyak ikan. Konsumsi rutin dalam jumlah wajar memberikan manfaat lebih optimal dibandingkan hanya sesekali.
5. Lidah Buaya
Lidah buaya dikenal punya sifat antiinflamasi yang dapat membantu meredakan peradangan dan mengurangi rasa tidak nyaman pada sendi. Karena itu, tanaman ini kerap dimanfaatkan sebagai terapi pendamping untuk membantu meredakan gejala pengapuran tulang.
Anda bisa mengoleskan gel lidah buaya murni pada area sendi yang terasa nyeri sebanyak 2–3 kali sehari. Hentikan pemakaian jika muncul iritasi atau reaksi alergi pada kulit.
6. Eucalyptus
Minyak eucalyptus mengandung eucalyptol (1,8-cineole) yang memiliki efek menghangatkan sekaligus membantu meredakan nyeri dan kekakuan pada sendi. Penggunaannya menjadi salah satu pilihan terapi pendamping untuk meningkatkan kenyamanan saat beraktivitas.
Sebelum digunakan, encerkan minyak eucalyptus dengan minyak pembawa, seperti minyak kelapa atau minyak zaitun. Oles secukupnya pada sendi yang nyeri sambil dipijat perlahan.
7. Ashwagandha
Ashwagandha merupakan tanaman herbal yang telah lama turun-temurun digunakan dalam pengobatan tradisional Ayurveda. Kandungan zat antioksidan dan antiinflamasi di dalamnya dipercaya membantu mengurangi peradangan serta mendukung kesehatan sendi.
Bahan alami ini umumnya tersedia dalam bentuk suplemen kapsul dan bisa Anda konsumsi sebagai pendamping pengobatan. Konsultasikan ke dokter sebelum menggunakannya jika Anda sedang hamil, menyusui, atau mengonsumsi obat tertentu.
Baca Juga: 8 Makanan Tinggi Kalsium Pengganti Susu untuk Tulang Kuat
Tindakan Medis untuk Pengapuran Tulang
Apabila cara mengatasi pengapuran tulang secara mandiri belum cukup meredakan keluhan Anda, dokter bisa merekomendasikan tindakan medis di bawah ini sebagai cara mengobati pengapuran tulang yang lebih intensif.
1. Obat-obatan Pereda Nyeri
Dokter dapat meresepkan obat untuk mengurangi nyeri dan peradangan akibat pengapuran tulang. Pilihannya meliputi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen atau naproxen, sedangkan paracetamol dapat digunakan pada kondisi tertentu.
Jika nyeri masih berat atau tidak membaik, dokter dapat memberikan suntikan kortikosteroid langsung ke dalam sendi. Terapi ini umumnya bertujuan meredakan nyeri dan peradangan dalam jangka pendek.
2. Fisioterapi
Fisioterapi bisa membantu memperkuat otot di sekitar sendi, meningkatkan fleksibilitas, dan menjaga rentang gerak supaya tetap optimal. Program latihan ini akan disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing pasien.
Selain latihan, fisioterapis juga mengajarkan teknik bergerak yang benar serta penggunaan alat bantu bila diperlukan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi beban pada sendi sekaligus memudahkan Anda beraktivitas.
3. Suntikan Asam Hialuronat
Pada beberapa kasus, dokter akan memberikan suntikan asam hialuronat untuk membantu melumasi sendi yang mengalami pengapuran. Terapi ini diharapkan membantu mengurangi gesekan saat sendi bergerak.
Namun, manfaat suntikan asam hialuronat masih jadi perdebatan sehingga tidak dianjurkan untuk semua penderita osteoarthritis. Dokter akan menilai terlebih dahulu apakah terapi ini sesuai dengan kondisi Anda.
4. Akupuntur
Akupuntur dapat jadi terapi pendamping untuk membantu mengurangi nyeri serta kekakuan pada sebagian penderita pengapuran tulang. Prosedur ini dilakukan dengan menusukkan jarum halus pada titik-titik tertentu di tubuh oleh tenaga kesehatan yang terlatih.
Meskipun sebagian orang merasakan manfaatnya, efektivitas akupuntur bisa berbeda-beda pada setiap pasien. Oleh karena itu, terapi ini sebaiknya digunakan sebagai pelengkap dan dilakukan oleh ahli yang kompeten, serta bukan pengganti pengobatan medis utama.
5. Operasi
Operasi menjadi pilihan terakhir jika nyeri semakin berat, fungsi sendi menurun, dan metode pengobatan lain tidak lagi memberikan hasil memadai. Dokter dapat mempertimbangkan prosedur ini berdasarkan tingkat kerusakan sendi.
Jenis operasi yang dapat dilakukan, meliputi osteotomi untuk memperbaiki posisi tulang atau artroplasti (penggantian sendi) sebagian maupun total. Tindakan ini bertujuan mengurangi nyeri sekaligus membantu mengembalikan fungsi sendi.
Untuk membantu Anda menentukan cara mengatasi pengapuran tulang, berikut adalah tabel rangkuman pengobatan pengapuran tulang berdasarkan kategori penanganannya.
|
Obat Alami |
Tindakan Medis |
Perawatan Mandiri |
|
Kunyit |
Obat pereda nyeri |
Menjaga berat badan ideal |
|
Jahe |
Fisioterapi |
Rutin olahraga rendah risiko |
|
Teh Hijau |
Suntikan kortikosteroid |
Kompres hangat dan dingin |
|
Minyak Ikan |
Suntikan asam hialuronat |
Gunakan alat bantu peringan beban |
|
Lidah Buaya |
Operasi osteotomi |
- |
|
Eucalyptus |
Operasi artroplasti |
- |
|
Ashwagandha |
- |
- |
Baca Juga: 7 Manfaat Vitamin K, dari Tulang hingga Jantung yang Sehat!
Lengkapi Perawatan Tulang dengan Nutrisi yang Tepat
Mengatasi pengapuran tulang terkadang tidak cukup hanya mengandalkan pengobatan atau olahraga. Memenuhi kebutuhan nutrisi, terutama kalsium dan vitamin D, juga akan berperan penting dalam menjaga kekuatan tulang sebagai bagian dari pola hidup sehat.
Apabila Anda sedang mencari suplemen untuk melengkapi kebutuhan nutrisi harian, berikut beberapa pilihan suplemen vitamin tulang yang tersedia di Natural Farm.
1. Nutriwell Bone Formula

Beli Nutriwell Bone Formula 30 Tablets di Natural Farm
Menjaga kesehatan tulang sejak dini membantu Anda tetap aktif menjalani berbagai aktivitas sehari-hari. Salah satu caranya adalah memastikan tubuh memperoleh asupan kalsium dan nutrisi pendukung dalam jumlah yang cukup.
Nutriwell Bone Formula mengkombinasikan 300 mg Coral Calcium dengan beberapa vitamin dan mineral, seperti vitamin D3, magnesium, dan fosfor, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tulang. Kombinasi ini juga mendukung pemeliharaan tulang dan gigi agar tetap kuat.
Konsumsi 1 tablet setiap hari sesuai petunjuk pada kemasan sebagai pelengkap pola makan sehat. Perlu diingat, suplemen ini berfungsi melengkapi kebutuhan nutrisi, bukan pengganti pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter Anda.
2. Natural Factors Calcium + Vitamin D3

Beli Natural Factors Calcium + Vitamin D3 60 Tablets di Natural Farm
Kebutuhan kalsium meningkat seiring bertambahnya usia, sehingga penting memenuhinya setiap hari. Vitamin D3 juga berperan membantu tubuh menyerap kalsium lebih optimal.
Natural Factors Calcium + Vitamin D3 mengandung 650 mg kalsium dan 400 IU vitamin D3 per tablet. Formulanya membantu menjaga kesehatan tulang sekaligus mendukung fungsi otot dan saraf agar tetap bekerja dengan baik.
Konsumsi 1 tablet per hari setelah makan sesuai anjuran pada kemasan. Produk suplemen ini bisa menjadi pelengkap pola hidup sehat guna membantu memenuhi kebutuhan kalsium harian Anda, bukan pengganti makanan utama dan obat medis.
3. Nuvita Nutri Calcium 1200 mg

Beli Nuvita Nutri Calcium 1200 mg 30 Tablet di Natural Farm
Asupan kalsium yang cukup jadi salah satu kunci untuk menjaga kekuatan tulang sepanjang usia. Hal ini penting bagi orang dewasa, lansia, anak-anak, maupun ibu hamil dan menyusui yang membutuhkan asupan kalsium lebih tinggi.
Nuvita Nutri Calcium menyediakan 1.200 mg kalsium per sajian untuk membantu memenuhi kebutuhan mineral untuk proses pembentukan dan pemeliharaan tulang. Formulanya cocok dikonsumsi oleh berbagai kelompok usia sesuai, baik dewasa maupun anak-anak.
Untuk dewasa, konsumsi 3 kaplet per hari untuk melengkapi kebutuhan nutrisi harian. Tetap imbangi dengan pola makan bergizi dan aktivitas fisik rutin supaya manfaatnya lebih optimal. Konsumsi suplemen ini sebagai pendamping makanan bergizi dan bukan menggantikannya, maupun menggantikan pengobatan medis.
4. Natures Health Coral Calcium

Beli Natures Health Coral Calcium 90 Tablets di Natural Farm
Seiring bertambahnya usia, menjaga kesehatan tulang jadi bagian penting agar tubuh tetap nyaman bergerak. Selain olahraga, Anda juga perlu memastikan kebutuhan mineral penting tetap terpenuhi setiap hari.
Natures Health Coral Calcium mengandung 500 mg coral calcium dan diperkaya vitamin D3, magnesium, serta zinc. Kombinasi nutrisi tersebut membantu memenuhi kebutuhan kalsium sekaligus mendukung kesehatan tulang dan fungsi otot.
Konsumsi sesuai dosis yang tertera di kemasan sebagai pelengkap pola makan sehat, tidak untuk menggantikannya. Suplemen ini bisa Anda jadikan pilihan guna membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian Anda.
5. Wellness Calcium Citrate

Beli Wellness Calcium Citrate 60 Tablets di Natural Farm
Memenuhi kebutuhan kalsium setiap hari menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan tulang. Hal ini semakin penting, terutama saat kemampuan tubuh menyerap nutrisi mulai menurun seiring bertambahnya usia.
Wellness Calcium Citrate mengandung kalsium dalam bentuk calcium citrate yang gampang diserap tubuh serta diperkaya vitamin D, magnesium, dan zinc. Kandungan ini membantu mendukung kesehatan tulang sekaligus memenuhi kebutuhan mineral harian.
Konsumsi 2 tablet per hari sesuai petunjuk pemakaian sebagai pelengkap pola hidup sehat. Untuk hasil yang lebih optimal, imbangi dengan olahraga teratur, pola makan bergizi, dan pemeriksaan kesehatan sesuai anjuran dokter.



