Health

Ini 15 Ciri-Ciri HIV Tahap Awal, Banyak yang Tidak Menyadarinya

HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia yang dapat melemahkan tubuh ketika melawan infeksi dan penyakit. Ada ciri-ciri HIV tahap awal yang harus diketahui.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, infeksi HIV yang tidak diobati sejak tahap awal bisa menyebabkan acquired immunodeficiency syndrome atau yang dikenal dengan nama AIDS.

Dijelaskan oleh WHO, penularan HIV/AIDS terjadi ketika seseorang melakukan pertukaran cairan tubuh, yakni air mani, darah, dan cairan vagina. Penyakit ini terjadi karena seseorang sering bergonta-ganti pasangan dalam melakukan aktivitas seksual.

Menukil penjelasan dari Healthline, ada 15 ciri-ciri HIV tahap awal yang harus diketahui agar tidak berkembang menjadi AIDS, yakni:

1. Sakit kepala
2. Demam
3. Badan mudah lelah, padahal tidak banyak beraktivitas dan sudah cukup tidur
4. Nyeri sendi
5. Tidak nafsu makan
6. Kelenjar getah bening bengkak
7. Sakit tenggorokan
8. Ruam
9. Nyeri otot
10. Sering muncul sariawan di mulut
11. Ada borok atau luka bernanah di alat kelamin
12. Keluar keringat pada malam hari, meski cuaca di sekitar tidak panas
13. Kerap diare
14. Tidak enak badan
15. Mual 

Sebanyak 15 gejala awal itu harus segera diobati dengan benar. Jika tidak, HIV bisa berkembang dalam dua hingga empat minggu setelah penderita terjangkit penyakit ini.

Dijelaskan di situs WebMD, jika penderita tidak diberi obat anti-retro-viral (ARV) sejak gejala awal, maka HIV bisa menggerogoti sistem daya tubuh. Dampaknya, penderita penyakit ini bisa memicu kanker atau mendapat infeksi yang lebih parah.

Obat ARV tidak hanya untuk mencegah HIV berkembang menjadi AIDS, tapi juga sangat efektif dalam mengantisipasi penularan penyakit ini ke orang lain.

Namun sayangnya, banyak orang yang tidak menyadari kalau mereka terjangkit HIV. Buktinya, menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, di negara ini sudah ada 519 ribu kasus HIV per Juni 2022.

Masih merujuk pada data Kemenkes, penularan HIV di Indonesia didominasi oleh kaum heteroseksual, yakni 28,1 persen dari total kasus penyakit ini. Selain itu, kaum LGBT juga menjadi penyumbang terbanyak penyakit ini, yakni 18,7 persen.

Sementara DKI Jakarta menjadi wilayah di Indonesia yang paling banyak terkena kasus HIV. Bahkan, angkanya mencapai lebih dari 90 ribu kasus.

Beberapa orang yang tidak sadar akan penyakit HIV lantaran gejala awalnya mirip dengan flu atau infeksi virus lain yang bisa sembuh dengan sendirinya.

Penderita baru benar-benar merasakan gejala awal HIV setelah dua sampai enam minggu virusnya berada di dalam tubuh.

Jika Anda salah satu orang yang berisiko dan merasakan ciri-ciri HIV seperti yang dijelaskan di atas, segeralah melakukan tes untuk mengantisipasi penyakit yang lebih parah.