Logo Natural Farm
Gratis Ongkir + Banyak Promo belanja di aplikasi
Mom & Kids

15 Makanan untuk Anak Diare, Pilihan Aman dan Bergizi!

Ditinjau oleh Tim Kesehatan Natural Farm Ditulis oleh Herzanindya Maulianti

Bagikan:

Menentukan makanan untuk anak diare yang tepat sering kali membuat orang tua bingung, apalagi saat si Kecil rewel dan menolak untuk makan. Padahal, asupan yang tepat justru mempercepat pemulihan.

Diare pada anak umumnya membaik dalam beberapa hari, bila cairan tubuh tercukupi dan pola makan tetap berjalan. Berikut ini pilihan makanan untuk anak diare yang dianjurkan, makanan yang perlu dihindari, hingga tanda bahaya yang wajib Anda waspadai.

Penyebab Anak Diare

Sebagian besar kasus diare pada anak disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri di saluran pencernaan. Penyebab infeksi virus yang paling sering ditemui adalah rotavirus, sedangkan infeksi bakteri, seperti Salmonella dan E. coli, juga kerap menjadi pemicunya.

Pada kasus yang lebih jarang, parasit seperti Giardia dapat menyebabkan diare, umumnya setelah anak mengonsumsi air atau makanan yang terkontaminasi.

Selain dari infeksi, diare juga bisa dipicu sanitasi lingkungan yang buruk, konsumsi makanan tidak higienis, alergi atau keracunan makanan, hingga efek samping obat tertentu.

Mengetahui pemicunya membantu Anda menentukan penanganan yang tepat, termasuk di dalamnya memilih makanan untuk anak diare yang sesuai agar pemulihan lebih cepat.

Diare dan Dampaknya pada Kesehatan Anak

Diare adalah masalah kesehatan anak yang umum terjadi. Kondisi ini ditandai buang air besar dengan konsistensi lebih cair, dengan frekuensi 3 kali atau lebih dalam 24 jam. 

Menurut WHO (2024), diare adalah penyebab kematian ketiga terbesar pada anak usia 1–59 bulan, meski sebagian besar kasus ringan dan dapat ditangani di rumah dengan cairan yang cukup serta makanan yang sesuai.

Mengapa Perlu Cermat Memilih Makanan Saat Anak Diare?

Saat anak diare, usus sedang bekerja ekstra untuk memulihkan diri. Memilih makanan anak saat diare dengan tepat akan meringankan kerja usus. Sementara itu, makanan yang salah bisa memperparah gejala dan memperlama proses pemulihan.

Menurut data Institute for Health Metrics and Evaluation (2024), meski angka kematian balita akibat diare telah turun 79% sejak 1990-an, kondisi ini masih jadi penyebab utama kematian balita di negara berkembang. Diare membuat anak kehilangan banyak cairan dan elektrolit.

Memilih makanan untuk anak diare tidak sekadar mengatasi rasa lapar, tetapi guna rehidrasi dan pemenuhan gizi. Penanganan diare anak di rumah berfokus pada menu yang tepat dan pemberian cairan rehidrasi oral.

Riset menunjukkan bahwa pemberian suplemen zinc untuk diare anak berpotensi membantu memperpendek durasi diare pada anak di atas 6 bulan, khususnya pada anak dengan risiko kekurangan gizi (Lazzerini & Wanzira, 2016).

Baca Juga: 5 Manfaat Zinc untuk Diare Anak, Dosis, & Aturan Konsumsinya 

Makanan yang Dianjurkan untuk Anak Diare

American Academy of Pediatrics menganjurkan anak yang sedang diare tetap mengonsumsi makanan bergizi seimbang sesuai usia semenjak awal sakit, tidak hanya mengandalkan diet BRAT (pisang, nasi, saus apel, roti panggang) yang rendah protein dan lemak.

Berikut ini 15 pilihan makanan untuk anak diare yang aman, mudah dicerna, dan membantu mempercepat pemulihan. Sajikan semuanya dalam porsi kecil tetapi sering, sekitar 5–6 kali sehari.

Kelompok Makanan

Contoh Makanan

Manfaat Utama

Karbohidrat

Nasi putih, kentang rebus, roti tawar

Mudah dicerna, sumber energi utama

Buah & sayur

Pisang, air kelapa muda, wortel rebus

Mengganti kalium dan cairan tubuh

Protein

Ayam kukus, ikan putih, telur rebus

Mendukung pemulihan jaringan usus

Probiotik alami

Yoghurt plain

Membantu menyeimbangkan flora usus

Cairan

Oralit, air putih, sup kaldu bening

Mencegah dan mengatasi dehidrasi

Untuk lebih detail mengenai jenis makanan untuk anak diare, kandungan, serta manfaatnya, simak poin-poin di bawah ini.

  • Pisang: kaya mineral kalium untuk mengganti mineral yang hilang dan pektin untuk membantu memadatkan tinja.
  • Nasi putih atau bubur nasi: makanan buat anak diare paling dasar, karena rendah serat, sangat mudah dicerna, dan jadi sumber energi utama.
  • Kentang rebus tanpa kulit: mengenyangkan sekaligus sumber kalium, tapi hindari kentang yang digoreng.
  • Ubi jalar kukus: karbohidrat lembut tinggi kalium, rasa manisnya disukai anak yang susah makan.
  • Roti tawar putih: rendah serat dan hambar yang sebaiknya sajikan tanpa mentega atau selai manis.
  • Biskuit tawar (cracker): camilan hambar praktis yang juga dapat meredakan mual.
  • Oatmeal: serat larut menyerap air di usus dan memadatkan tinja.
  • Wortel rebus: makanan yang cocok untuk anak diare, karena serat larutnya mudah diterima usus dan membantu memadatkan tinja.
  • Puree apel (saus apel): Kaya pektin dan penting pilih yang tanpa tambahan gula.
  • Air kelapa muda: cairan tambahan kaya kalium, tapi natriumnya rendah sehingga bukan pengganti oralit.
  • Ayam kukus tanpa kulit: Protein tinggi rendah lemak untuk mendukung pemulihan.
  • Ikan putih kukus: protein lembut dan mudah dicerna, pastikan matang dan bebas duri.
  • Telur rebus: Protein berkualitas yang bisa mulai dari putihnya bila anak masih mual.
  • Yoghurt plain: probiotik alami penyeimbang bakteri usus, penting pilih yang varian tawar tanpa perasa.
  • Sup kaldu bening: Menambah cairan dan elektrolit, kuah hangatnya menenangkan perut.

Penelitian menemukan bahwa probiotik mampu mempersingkat durasi diare akut pada anak rata-rata 13,27 jam dibandingkan dengan kelompok kontrol, meski peneliti mencatat kualitas buktinya masih tergolong terbatas (Minaz et al., 2024).

Bila Anda mempertimbangkan suplemen probiotik untuk anak, pilihlah produk dengan strain yang sesuai usia anak dan konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Larutan oralit tetap menjadi pilihan cairan utama untuk mencegah dehidrasi dan sebaiknya diberikan bersamaan makanan untuk anak diare, bukan sebagai pengganti makanan.

Baca Juga: 6 Cara Menghentikan Diare dengan Cepat, Alami & Efektif

Makanan yang Harus Dihindari Saat Anak Diare

Selain mengetahui makanan untuk anak mencret yang dianjurkan, Anda juga perlu ketahui makanan yang berpotensi memperparah gejala diare. 

Berikut ini adalah daftar makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari sementara waktu.

Jenis Makanan dan Minuman

Alasan Perlu Dihindari

Susu sapi murni (kecuali ASI)

Sebagian anak sulit mencerna laktosa saat diare.

Jus buah kemasan tinggi gula

Gula tinggi dapat menarik cairan ke usus dan memperparah diare.

Minuman bersoda

Mengandung gas dan gula yang mengiritasi lambung.

Gorengan dan makanan berminyak

Lemak tinggi memperlambat pencernaan dan memicu mual.

Makanan pedas

Merangsang dan mengiritasi dinding usus yang sensitif.

Makanan tinggi serat kasar

Sulit dicerna dan dapat meningkatkan frekuensi BAB.

Kacang-kacangan utuh

Berpotensi menyebabkan gas dan kembung.

Permen dan camilan manis

Kadar gula tinggi dapat memperburuk diare osmotik.

Makanan olahan tinggi natrium

Membebani kerja ginjal saat tubuh sedang kekurangan cairan.

Produk olahan susu tinggi lemak (keju, krim)

Lemak tinggi memperlambat pengosongan lambung.

Buah dengan kadar asam tinggi (jeruk, nanas)

Dapat mengiritasi lambung yang sedang sensitif.

Kafein (teh kental, cokelat)

Bersifat diuretik dan berisiko memperparah dehidrasi.

Apabila anak menunjukkan tanda dehidrasi berat, seperti mata cekung, tidak buang air kecil lebih dari 6 jam, lemas berlebihan, atau diare berdarah, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat, terlepas dari seberapa hati-hati Anda memilih makanan untuk anak diare.

Dukung Pemulihan Diare Si Kecil dengan Suplemen Pendamping

Selain mengatur makanan untuk anak diare seperti dijelaskan di atas, banyak orang tua juga mencari suplemen pendamping untuk membantu si Kecil pulih lebih nyaman.

Berikut adalah beberapa pilihan dari Natural Farm yang dapat Anda pertimbangkan sebagai pelengkap, bukan pengganti penanganan medis diare pada anak.

1. Kyolic Kids Dophilus Probiotic

kyolic kids dophilus probiotic

Beli Kyolic Kids Dophilus Probiotic 60 Tablets di Natural Farm

Saat diare, bakteri baik di usus anak ikut terkuras. Itulah kenapa, pemulihan terasa lama dan perut si Kecil akan masih sering bermasalah meski frekuensi BAB mulai berkurang.

Kyolic Kids Dophilus Probiotic membantu mengisi kembali "pasukan baik" itu melalui 3 strain probiotik (Lactobacillus gasseri, Bifidobacterium bifidum, dan Bifidobacterium longum) untuk membantu menyeimbangkan flora usus selama dan setelah masa diare.

Sediaannya tablet kunyah rasa Vanilla, jadi tidak ada drama menyuapkan obat pahit. Untuk anak di bawah 4 tahun bisa digerus dan dicampur ke makanan atau minuman (½ tablet per hari), sedangkan anak di atas 4 tahun tinggal mengunyahnya langsung (1 tablet per hari).

2. ChildLife Zinc Plus

childlife zinc plus

Beli ChildLife Zinc Plus 118 ml di Natural Farm

Zinc adalah salah satu mineral yang penting dipenuhi ketika anak diare. Bahkan, WHO dan UNICEF menekankan kecukupannya pada anak di atas 6 bulan. Masalahnya, anak yang lemas dan rewel biasanya menolak menelan apa pun.

ChildLife Zinc Plus hadir dalam bentuk cair rasa Mango & Strawberry yang dapat langsung dicampur ke minuman favorit anak, sehingga kebutuhan mineral zinc harian selama masa pemulihan tetap terpenuhi tanpa perlu memaksa.

3. ChildLife Multivitamin & Mineral

childlife multivitamin mineral

Beli ChildLife Multivitamin & Mineral 237 ml di Natural Farm

Bagian tersulit saat anak diare bukan cuma diare, tetapi nafsu makan yang anjlok, sehingga asupan gizi hariannya ikut bolong.

ChildLife Multivitamin & Mineral adalah vitamin sirup anak dengan kombinasi 16 vitamin dan mineral esensial untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi serta mendukung daya tahan tubuh anak saat porsi makannya belum kembali normal.

4. Nutriwell Vitamin C + Zinc Junior

nutriwell vitamin c zinc junior

Beli Nutriwell Vitamin C + Zinc Junior 50 Gummies di Natural Farm

Untuk anak yang mati-matian menolak obat cair maupun tablet, bentuk gummy sering jadi penyelamat. Nutriwell Vitamin C + Zinc Junior mengemas vitamin C dan zinc dalam bentuk permen kunyah (gummy) rasa buah yang justru ditunggu-tunggu anak.

Suplemen ini membantu mendukung daya tahan tubuh sekaligus melengkapi kebutuhan zinc harian selama masa pemulihan, tanpa perlu dibujuk.


*) Catatan: Semua produk di atas adalah pelengkap, bukan pengganti penanganan utama diare, yakni berupa cairan rehidrasi oral (oralit) dan makanan untuk anak diare yang tepat. Konsultasikan dengan dokter anak sebelum memberikan suplemen apapun, terutama bila anak berusia di bawah 6 bulan atau memiliki riwayat kondisi medis tertentu

Rekomendasi untuk Anda

Pertanyaan tentang Makanan untuk Anak Diare

Bagaimana langkah menghentikan diare pada anak?
Makan apa agar mencret anak cepat sembuh?
Apa yang tidak boleh dimakan anak diare?
Apa manfaat zinc untuk diare pada anak?

Kategori Artikel