Logo Natural Farm
Gratis Ongkir + Banyak Promo belanja di aplikasi
Health

Penyakit Kulit: Jenis, Gejala, Penyebab, & Cara Mencegahnya

Ditinjau oleh Tim Kesehatan Natural Farm • Ditulis oleh Satria Aji Purwoko •

Bagikan:

Penyakit kulit adalah salah satu masalah kesehatan yang paling umum di dunia. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa, serta muncul dalam beragam bentuk, mulai dari ruam ringan hingga infeksi yang butuh penanganan medis.

Meski sebagian gangguan pada kulit dapat sembuh sendiri, tidak sedikit yang membutuhkan perhatian jangka panjang. Memahami jenis penyakit kulit sejak dini merupakan kunci untuk mencegah kondisi memburuk dan menjaga kesehatan kulit secara optimal.

Apa Itu Penyakit Kulit?

Penyakit kulit adalah sekumpulan kondisi medis yang memengaruhi struktur dan fungsi kulit, baik di lapisan epidermis, dermis, hingga jaringan subkutan. 

Kondisi ini mencakup kelainan pada kulit, seperti peradangan, infeksi, gangguan pigmentasi, hingga pertumbuhan sel dan jaringan abnormal. Terdapat lebih dari 2.000 jenis penyakit kulit yang sudah diidentifikasi secara klinis di seluruh dunia (Ebrahimnejad et al., 2024).

Sebagai organ terluas pada tubuh manusia, kulit punya peran sebagai pelindung utama dari lingkungan luar. Saat fungsi perlindungan ini terganggu oleh infeksi, gangguan imun, hingga faktor genetik, muncullah berbagai penyakit kulit yang dapat memengaruhi penampilan dan kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan.

Penyebab Penyakit Kulit

Gangguan pada kulit dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi hingga gaya hidup sehari-hari. Dengan penyebabnya, Anda tentu dapat mengambil langkah pencegahan dari masalah kesehatan ini dengan lebih tepat.

1. Infeksi

Penyakit kulit akibat infeksi merupakan yang paling umum dijumpai. Bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus bertanggung jawab atas kondisi, seperti impetigo dan selulitis. 

Sementara itu, virus seperti Varicella-zoster bisa memicu cacar air dan herpes zoster. Infeksi jamur di kulit dari genus Trichophyton memicu kurap dan kutu air. Penularan biasanya terjadi melalui kontak langsung dengan penderita atau benda yang terkontaminasi.

2. Reaksi alergi

Sistem imun yang bereaksi berlebihan pada zat asing tertentu dapat memicu gangguan kulit. Pemicu alergi atau alergen yang umum ditemui, seperti lateks, parfum, bahan kimia produk kosmetik, hingga serbuk sari dari tanaman tertentu. 

Kontak dengan alergen ini akan memicu respons peradangan (inflamasi) yang akan tampak sebagai ruam, kemerahan, atau bentol-bentol gatal. Kondisi ini disebut sebagai dermatitis kontak alergi dan umumnya mereda setelah paparan terhadap pemicu dihentikan.

3. Faktor genetik

Beberapa jenis penyakit kulit berkembang akibat faktor bawaan lahir. Dermatitis atopik serta psoriasis, dua jenis penyakit peradangan kulit juga cenderung menurun di dalam keluarga.

Studi epidemiologis memperkirakan tingkat penurunan (heritabilitas) yang tinggi hingga 80% untuk kedua kondisi tersebut (Rodríguez et al., 2011). Ini menunjukkan bahwa faktor genetik memiliki peran besar dalam perkembangan penyakit kulit.

Baca Juga: 5 Cara Mengetahui Jenis Kulit Wajah, Mudah & Akurat!

4. Gangguan autoimun

Pada kondisi autoimun, sistem imun keliru menyerang sel-sel kulit sendiri, sehingga memicu peradangan kronis. Beberapa contoh penyakit kulit yang dipengaruhi oleh kondisi autoimun, antara lain psoriasis, lupus, vitiligo, dan skleroderma.

5. Paparan lingkungan

Faktor eksternal berperan besar dalam memicu atau memperburuk gangguan kulit. Paparan sinar UV (ultraviolet) berlebih tanpa perlindungan memadai bisa merusak DNA sel kulit. 

Polutan udara, debu, atau bahan kimia iritan di tempat kerja juga dapat melemahkan lapisan pelindung kulit. Iklim lembap seperti di Indonesia turut mempermudah perkembangan jamur dan bakteri penyebab berbagai jenis penyakit kulit.

6. Faktor hormonal

Perubahan hormonal, terutama saat masa pubertas, kehamilan, atau menopause, kerap kali memperburuk kondisi kulit, seperti jerawat dan melasma. Hormon dapat memengaruhi kulit dengan mengontrol sebum (minyak kulit), pigmentasi, hingga respons peradangan.

7. Gaya hidup

Pola makan tinggi yang gula serta lemak jenuh terkait dengan peningkatan produksi sebum yang memicu munculnya jerawat di kulit. 

Stres kronis juga memengaruhi respons imun serta memperparah eksim, psoriasis, maupun biduran. Kurang tidur dan kebiasaan merokok juga turut membuat kemampuan regenerasi kulit secara alami melemah.

Tanda dan Gejala Penyakit Kulit

Gejala penyakit kulit sangat bervariasi, tergantung jenis dan penyebabnya. Beberapa tanda umum yang perlu Anda waspadai, antara lain sebagai berikut.

  • Ruam kemerahan atau bercak yang muncul tiba-tiba di permukaan kulit.
  • Rasa gatal, perih, atau sensasi terbakar pada area kulit tertentu.
  • Kulit kering, bersisik, atau mengelupas secara tidak normal.
  • Lepuhan berisi cairan bening atau nanah.
  • Perubahan warna kulit, seperti jadi lebih gelap (hiperpigmentasi) atau lebih terang (hipopigmentasi).
  • Bengkak, rasa hangat, atau nyeri tekan pada area yang terdampak.

Apabila keluhan pada kulit berlangsung lebih dari dua minggu ataupun disertai demam dan tanda infeksi lainnya, lebih baik segera konsultasikan dengan dokter.

Jenis Penyakit Kulit yang Umum Terjadi

gangguan pada kulit

Terdapat ribuan jenis penyakit kulit yang bisa menyerang siapa saja. Berikut adalah contoh penyakit kulit yang paling sering dijumpai dan dikelompokkan berdasarkan penyebabnya.

1. Penyakit Kulit Non-Infeksi

Kelompok ini mencakup kondisi yang disebabkan oleh faktor imun, genetik, hormonal, atau lingkungan, bukan oleh bakteri, virus, jamur, atau mikroorganisme lain penyebab infeksi.

Jenis 

Penyebab Utama

Ciri-Ciri Khas

Dermatitis

Alergen, iritan, faktor genetik

Ruam merah, gatal, kulit kering dan bersisik

Psoriasis

Autoimun, stres, genetik

Bercak bersisik keperakan, kronis dan kambuhan

Jerawat

Penyumbatan pada folikel, produksi sebum berlebih

Komedo, papula, pustula, kista di wajah atau punggung

Biduran

Alergi, stres

Bentol-bentol merah, gatal, muncul tiba-tiba

Vitiligo

Kehilangan melanosit, autoimun

Bercak putih tidak berpigmen di kulit

Rosacea

Genetik, paparan sinar matahari

Kemerahan kronis di wajah, pembuluh darah tampak

Melasma

Paparan UV, hormonal, genetik

Bercak cokelat atau abu-abu di wajah

Biang keringat

Penyumbatan kelenjar keringat, paparan panas

Bintil-bintil merah atau putih yang gatal di kulit

2. Penyakit Kulit Infeksi

Kelompok ini mencakup kondisi yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, ataupun parasit. Sebagian besar penyakit kulit infeksi dapat menular melalui kontak langsung maupun tidak langsung dengan penderitanya.

Jenis 

Penyebab Utama

Ciri-Ciri Khas

Kurap

Jamur dermatofit

Ruam melingkar gatal, tepi lebih jelas

Kutu air

Jamur Trichophyton

Kulit sela jari mengelupas, gatal, berbau

Impetigo

Bakteri Staphylococcus atau Streptococcus

Lepuhan kecil, kerak kuning kemerahan

Cacar air

Virus Varicella-zoster

Ruam dan lenting di seluruh tubuh, demam

Herpes zoster

Reaktivasi virus Varicella-zoster

Ruam dan nyeri di sisi tubuh, usia 50 tahun ke atas

Kudis

Tungau Sarcoptes scabiei

Gatal hebat di malam hari, garis halus di kulit

Kutil

Human papillomavirus (HPV)

Tonjolan keras di permukaan kulit

Folikulitis

Bakteri atau jamur di folikel rambut

Bintil merah atau pustula kecil di folikel

Selulitis

Bakteri Staphylococcus atau Streptococcus

Kulit merah, hangat, bengkak, nyeri tekan

Kusta

Bakteri Mycobacterium leprae

Bercak mati rasa, kerusakan saraf tepi

Cara Mencegah Gangguan pada Kulit

Banyak jenis penyakit kulit yang mampu dicegah atau dikurangi risikonya melalui kebiasaan sederhana sehari-hari. 

Berikut ini adalah beberapa langkah perawatan kulit yang bisa mulai Anda terapkan.

  • Jaga kebersihan kulit.  Mandi secara teratur dengan sabun sesuai jenis kulit Anda.
  • Gunakan tabir surya. Oleskan sunscreen minimal SPF 30 setiap kali beraktivitas di luar ruangan untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV.
  • Hindari menggaruk kulit yang gatal. Menggaruk dapat memperparah peradangan dan membuka risiko infeksi sekunder.
  • Kenali dan hindari alergen. Identifikasi pemicu alergi Anda dan minimalkan kontak dengan bahan iritan.
  • Jaga kelembapan kulit. Gunakan pelembap (moisturizer) setiap kali sehabis mandi untuk mencegah kulit kering dan bersisik.
  • Konsumsi nutrisi seimbang. Antioksidan dari buah dan sayuran serta protein yang berkualitas akan mendukung regenerasi dan perlindungan kulit.
  • Kelola stres. Stres kronis diketahui bisa memperburuk kondisi, seperti psoriasis dan eksim.
  • Periksakan kulit secara berkala. Deteksi dini perubahan pada kulit sangat penting untuk mencegah perkembangan kondisi yang lebih serius.

Jika Anda punya riwayat kelainan pada kulit atau masalah kulit berulang, konsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin (Sp.KK) untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca Juga: 7 Moisturizer untuk Kulit Kering dan Cara Memilih yang Tepat

Dukungan Kesehatan Kulit dari Dalam dan Luar Tubuh

Selain menjaga pola hidup sehat, nutrisi dan perawatan yang tepat turut berkontribusi dalam menjaga kulit tetap sehat dan terlindungi. 

Natural Farm menyediakan berbagai pilihan produk perawatan kulit, baik dari dalam ataupun luar tubuh, yang dapat mendukung kesehatan kulit Anda sepanjang hari.

1. Wellness Dermawell

wellness dermawell

Beli Wellness Dermawell 60 Softgels di Natural Farm

Kulit yang kusam atau mudah bermasalah dapat mencerminkan bahwa tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang lebih optimal dari dalam. Wellness Dermawell diformulasikan dengan 14 bahan aktif, seperti Fish Collagen, Biotin, dan Vitamin C, untuk memelihara kesehatan kulit.

Suplemen ini cocok bagi Anda yang ingin menjaga elastisitas kulit secara konsisten, terlebih mulai usia pertengahan 20-an saat produksi kolagen alami mulai menurun secara bertahap. Konsumsi rutin sebagai bagian dari gaya hidup sehat. 

Penting diingat bahwa Wellness Dermawell adalah pelengkap pola makan bergizi seimbang, bukan pengganti asupan nutrisi dari makanan untuk kulit sehat Anda.

2. Nuvita Nutri Skin

nuvita nutri skin

Beli Nuvita Nutri Skin 30 Kaplet di Natural Farm

Paparan sinar matahari, polusi, dan gaya hidup padat bisa menjadi tekanan besar bagi kulit setiap harinya. Nuvita Nutri Skin mengandung nutrisi pilihan untuk membantu mendukung kesehatan kulit dengan memenuhi kebutuhan nutrisi dari dalam.

Setiap kapletnya mengandung kombinasi Fish Collagen Peptide 150 mg, L-Glutathione 300 mg, dan Vitamin C 150 mg. Vitamin kulit ini baik untuk Anda yang sering beraktivitas di luar ruangan dan ingin memastikan kulit tetap sehat. 

Konsumsi secara teratur sebagai bagian dari rutinitas kesehatan harian Anda. Suplemen ini hanya berfungsi sebagai pelengkap, bukan pengganti pola makan bergizi seimbang.

3. Neil & Son Calendula Cream

neil son calendula cream

Beli Neil & Son Calendula Cream 50 ml di Natural Farm

Kulit sensitif, iritasi ringan, kering, serta terasa tidak nyaman membutuhkan perawatan yang lembut. Neil & Son Calendula Cream mengandung ekstrak Calendula officinalis yang dapat membantu menenangkan kulit yang iritasi dan mendukung kelembapan alami kulit. 

Krim ini diformulasikan untuk kulit yang membutuhkan perlindungan ekstra, cocok digunakan sehari-hari bila Anda punya kulit kering atau sensitif. Lakukan uji tempel di area kecil terlebih dahulu untuk memastikan produk ini aman untuk kulit Anda. 

Skincare ini adalah pelengkap rutinitas perawatan kulit harian, bukan pengganti penanganan medis untuk kondisi atau penyakit kulit yang serius.

4. Bio Oil Dry Skin Gel

bio oil dry skin gel

Beli Bio Oil Dry Skin Gel 50 ml di Natural Farm

Kulit kering yang terasa kasar, terlebih di area siku, lutut, atau tumit, memerlukan pelembap ekstra yang mampu bekerja secara intensif. Bio Oil Dry Skin Gel hadir dengan formulasi gel ringan yang dapat membantu melembapkan dan melembutkan kulit kering.

Kandungan utama Bio Oil Dry Skin Gel berupa 87% minyak, yang dapat membantu mengisi kembali lapisan pelindung kulit serta mengunci kelembapan lebih lama. Tekstur gel berubah jadi minyak saat diaplikasikan, lebih cepat menyerap tanpa menyisakan rasa lengket.

Oleskan seperlunya di area kulit kering, termasuk wajah, lalu berikan pijatan melingkar agar cepat terserap. Jika kondisi kulit kering Anda disertai gejala penyakit kulit, seperti eksim dan psoriasis, konsultasikan dengan dokter spesialis kulit terlebih dahulu.

5. Bio Oil Skincare Oil

bio oil skincare oil

Beli Bio Oil Skincare Oil 60 ml di Natural Farm

Rutinitas perawatan kulit yang konsisten menjadi fondasi kulit sehat dalam jangka panjang. Bio Oil Skincare Oil mengandung PurCellin Oil yang diformulasikan untuk bisa membantu mendukung kelembapan kulit dan menjaga tampilan kulit yang lebih merata. 

Tambahkan Bio Oil Skincare Oil ke rutinitas skincare harian, terutama bila kulit Anda kering atau membutuhkan nutrisi tambahan. Oleskan sehabis mandi, berendam, atau berenang, sambil beri pijatan lembut dengan gerakan memutar agar cepat terserap.

Konsultasikan dengan dokter bila kondisi kulit Anda membutuhkan penanganan lebih lanjut. Produk ini adalah pelengkap rutinitas perawatan kulit, bukan pengganti terapi medis.

Rekomendasi untuk Anda

Pertanyaan tentang Penyakit Kulit

Jenis penyakit kulit yang umum terjadi apa saja?
Apa penyebab utama penyakit kulit?
Ciri-ciri penyakit kulit seperti apa?
Bagaimana cara mencegah gangguan pada kulit?

Kategori Artikel