Logo Natural Farm
Gratis Ongkir + Banyak Promo belanja di aplikasi
Mom & Kids

11 Cara Mengatasi Hidung Tersumbat pada Bayi di Rumah

Ditinjau oleh Tim Kesehatan Natural Farm Ditulis oleh Herzanindya Maulianti

Bagikan:

Bagi ibu baru, mencari cara mengatasi hidung tersumbat pada bayi adalah hal yang umum, terutama saat si Kecil rewel dan kesulitan bernapas di malam hari. Kondisi ini mengganggu tidur dan menyusu, meski umumnya tidak berbahaya.

Hidung mampet pada bayi memang mengkhawatirkan, namun biasanya aman ditangani sendiri di rumah. Berikut 11 metode rekomendasi dokter anak, seperti tetes salin, uap hangat, hingga pijatan lembut.

Penyebab Hidung Tersumbat pada Bayi

Memahami akar masalah adalah langkah awal sebelum menentukan cara mengatasi hidung tersumbat pada bayi yang paling tepat. Karena menyangkut kesehatan bayi yang sistem pernapasannya masih sensitif, mengenali penyebabnya akan membantu Anda memilih tindakan yang aman.

Berikut adalah beberapa faktor pemicu utama yang sering terjadi:

Penyebab

Gejala Tambahan

Tindakan Awal

ISPA / Pilek

Lendir encer, bersin

Tetes salin, uap hangat

Alergi

Bersin berulang, mata berair

Jauhkan pemicu alergen

Udara kering

Hidung terasa kering

Humidifier, perbanyak ASI

Benda asing

Satu lubang tersumbat, bau

Segera ke dokter

Polusi / asap rokok

Iritasi, hidung merah

Bersihkan udara rumah

1. Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)

ISPA adalah penyebab paling umum hidung tersumbat pada bayi. Karena sistem kekebalan tubuhnya masih berkembang, bayi sangat rentan tertular berbagai virus seperti influenza, RSV (Respiratory Syncytial Virus), dan rhinovirus.

Lendir yang menyumbat hidung sebenarnya adalah bentuk pertahanan alami tubuh untuk melawan infeksi tersebut. 

2. Alergi

Meski frekuensinya lebih rendah pada bayi di bawah usia satu tahun, paparan alergen seperti serbuk sari, bulu hewan, tungau, atau debu dapat merangsang pembentukan lendir yang berlebihan.

Reaksi alergi ini umumnya ditandai dengan gejala penyerta berupa mata berair serta bersin yang terjadi berulang kali.

3. Udara Kering atau Dingin

Udara dengan tingkat kelembapan rendah, seperti di ruangan ber-AC yang tidak dilengkapi pelembap udara (humidifier), berisiko menimbulkan iritasi dalam hidung bayi hingga mengakibatkan pembengkakan.

Kondisi ini kerap ditemukan saat bayi berada lama di ruangan ber-AC, di area pegunungan, atau di lingkungan dengan udara dingin dan kering.

4. Benda Asing

Anak yang sudah mulai aktif bergerak terkadang secara tidak sengaja memasukkan benda-benda berukuran kecil ke lubang hidungnya.

Gejala spesifik yang patut diwaspadai meliputi sumbatan yang hanya terjadi pada satu sisi lubang hidung, adanya aroma tidak sedap, atau munculnya lendir yang bercampur darah.

Jika situasi ini terjadi, segera hubungi dokter untuk mendapatkan tindakan medis.

5. Polusi Udara dan Asap Rokok

Kesehatan saluran pernapasan bayi dapat terganggu akibat iritasi dari polutan dalam ruangan seperti asap dapur yang berlebihan, serta paparan eksternal dari asap kendaraan maupun asap rokok yang memicu penyumbatan hidung menahun.

Baca Juga: 6 Cara Mengatasi Flu pada Bayi Secara Alami dan Ampuh

Cara Mengatasi Hidung Tersumbat pada Bayi

Berikut 11 cara mengatasi hidung tersumbat pada bayi secara aman di rumah. Metode-metode ini lazim direkomendasikan dokter anak dan tidak memerlukan obat-obatan kimia.

Sebelum mempertimbangkan obat resep dari dokter, coba dulu cara meredakan hidung tersumbat pada bayi secara alami berikut. Untuk cara mengobati hidung tersumbat pada bayi yang lebih berat, konsultasi dengan dokter spesialis anak tetap menjadi pilihan utama.

1. Gunakan Tetes Salin (Larutan Garam)

Gunakan larutan NaCl 0,9% atau tetes salin sebagai cara mengatasi hidung mampet pada bayi yang sering disarankan oleh dokter. Cairan ini bekerja melunakkan lendir kental sehingga lebih mudah dikeluarkan.

Miringkan kepala bayi sedikit, teteskan 2-3 tetes salin ke setiap lubang hidung, diamkan 30 detik, lalu angkat sisa lendir menggunakan tisu halus atau aspirator khusus. Produk ini aman bagi bayi usia dini dan tersedia bebas di apotek.

2. Manfaatkan Uap Hangat

Paparan uap hangat dapat melembapkan saluran pernapasan sekaligus mengencerkan lendir yang menyumbat. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengisi kamar mandi dengan uap air panas, lalu duduk bersama bayi di dalamnya selama 10-15 menit.

Pastikan untuk tidak mendekatkan wajah bayi secara langsung ke sumber uap panas guna menghindari risiko luka bakar. Anda juga dapat menempatkan cool-mist humidifier di dalam kamar tidur bayi.

3. Posisi Tidur yang Tepat saat Hidung Tersumbat

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), jangan meninggikan kepala bayi dengan bantal atau mengganjal kasur saat hidung tersumbat, karena permukaan tidur miring lebih dari 10 derajat tidak aman. Praktik ini dapat menekuk leher, menghambat napas, dan meningkatkan risiko SIDS.

Posisi tidur paling aman untuk bayi di bawah 12 bulan adalah telentang di kasur yang rata dan padat, tanpa bantal atau ganjalan. Untuk membantu bayi bernapas, bersihkan hidung dengan tetes salin dan bulb syringe sebelum tidur, serta gunakan cool-mist humidifier di kamar.

4. Perbanyak Pemberian ASI

Pemberian ASI krusial karena kandungan antibodi di dalamnya untuk menangkal infeksi yang memicu hidung mampet. Selain itu, asupan ASI teratur berfungsi menjaga hidrasi pada selaput lendir di hidung bayi.

Bagi bayi yang telah memasuki fase MPASI (di atas 6 bulan), pastikan asupan cairan tetap cukup, baik dari ASI maupun air putih agar lendir tidak menjadi pekat dan lebih mudah dibersihkan.

5. Bersihkan Hidung dengan Bulb Syringe

Penggunaan bulb syringe atau aspirator hidung merupakan cara mengatasi hidung tersumbat pada bayi dengan membersihkan sumbatan lendir. Untuk hasil optimal, awali dengan meneteskan larutan salin agar lendir lebih encer.

Tekan bohlam syringe untuk membuang udara, masukkan ujungnya ke lubang hidung bayi, lalu lepaskan tekanan agar lendir terhisap. Setelah selesai, cuci alat dengan air sabun hangat untuk menjaga higienitas.

6. Berikan Pijatan Lembut di Sekitar Hidung

Pijatan lembut digunakan sebagai cara meredakan hidung tersumbat pada bayi. Gunakan ujung telunjuk untuk gerakan memutar kecil pada pangkal hidung (antara alis) dan kedua sisi cuping hidung selama 2-3 menit dengan tekanan sangat ringan.

Manfaat utama teknik ini adalah memberikan efek menenangkan melalui sentuhan, sehingga bayi merasa lebih nyaman. Hentikan pijatan jika bayi tampak rewel atau tidak nyaman.

7. Mandikan Bayi dengan Air Hangat

Air hangat membantu mengencerkan lendir lewat uapnya sekaligus menenangkan bayi.

Pastikan suhu air berada pada kisaran ideal 37–38°C atau terasa sejuk di siku. Manfaatkan momen ini untuk menyeka perlahan bagian luar hidung bayi menggunakan kapas basah yang lembut.

8. Jaga Kebersihan dan Kualitas Udara di Rumah

Hidung tersumbat pada bayi sering dipicu oleh debu, tungau, atau spora jamur di lingkungan rumah. Jagalah kebersihan kasur, bantal, dan boneka bayi dengan mencucinya secara rutin. Hindari pula penggunaan pewangi ruangan semprot di sekitar bayi.

Namun, kapur barus (naftalen) harus dihindari karena berisiko mengiritasi pernapasan dan merusak sel darah merah pada bayi dengan defisiensi G6PD. Jauhkan kapur barus dari ruangan bayi dan gunakan air purifier untuk meningkatkan kualitas udara di area tidur.

9. Pastikan Ruangan Cukup Lembab

Jaga kelembapan kamar bayi antara 40–60% dengan cool-mist humidifier untuk mengencerkan lendir. Pastikan alat dibersihkan setiap hari agar bebas bakteri dan jamur.

Sebaliknya, hindari penggunaan humidifier jenis uap panas karena memiliki risiko menyebabkan luka bakar jika diletakkan terlalu dekat dengan jangkauan si Kecil.

10. Hindari Paparan Asap Rokok dan Iritan Lainnya

Paparan asap rokok termasuk third-hand smoke pada pakaian/furnitur adalah pemicu utama yang memperburuk hidung tersumbat pada bayi. Penting untuk memastikan lingkungan rumah bebas rokok.

Selain menjauhkan bayi dari asap rokok, hindari penggunaan produk dengan bau menyengat seperti pengharum ruangan aerosol, semprotan serangga, dan cairan pembersih berbahan kimia tajam di sekitar bayi.

11. Kenali Kapan Harus ke Dokter

Meski sebagian besar kasus hidung tersumbat pada bayi bisa ditangani di rumah, orang tua harus waspada pada tanda bahaya. Perhatikan juga ciri-ciri batuk yang berbahaya pada bayi yang mungkin muncul.

Segera konsultasikan ke dokter apabila bayi mengalami kondisi berikut:

  • Demam tinggi di atas 38°C pada bayi di bawah 3 bulan, atau 39°C pada bayi lebih dari 3 bulan.
  • Kesulitan bernapas parah ditandai dengan cuping hidung yang kembang-kempis intens atau suara mengi/wheezing.
  • Menolak menyusu selama lebih dari 4 jam berturut-turut.
  • Lendir tidak membaik dan berwarna hijau pekat atau kuning yang menetap lebih dari 7 hari.
  • Gejala pneumonia pada anak seperti napas cepat disertai demam tinggi yang tak kunjung turun.

Baca Juga: Cara Meningkatkan Kekebalan Tubuh Bayi & Rekomendasi Vitaminnya!

Dukung Pemulihan Bayi dari Dalam dengan Nutrisi yang Tepat

Selain langkah-langkah eksternal, cara mengatasi hidung tersumbat pada bayi yang menyeluruh juga membutuhkan dukungan nutrisi dari dalam.

Saat bayi mengalami hidung tersumbat akibat infeksi, kebutuhan nutrisinya meningkat untuk membantu proses pemulihan. Memperkuat daya tahan tubuh bayi dari dalam dengan vitamin dan mineral yang tepat menjadi langkah penting.

Untuk membantu mengoptimalkan imunitas bayi mulai dari usia 6 bulan, Natural Farm menyediakan dua varian produk dari ChildLife:

1. ChildLife Liquid Vitamin C 4oz (118 ml)

ChildLife Liquid Vitamin C 4oz 118 ml

Beli ChildLife Liquid Vitamin C 4oz di Natural Farm

Vitamin C mendukung daya tahan tubuh bayi saat terpapar virus pilek. ChildLife Liquid Vitamin C hadir dengan tekstur cair rasa jeruk alami yang ramah di lidah bayi. Tiap 5 ml mengandung 250 mg Vitamin C dan ekstrak biji anggur tanpa kandungan alkohol, gluten, pewarna, atau pemanis buatan.

Untuk bayi usia 6-12 bulan cukup 1/4 sendok teh (1,25 ml) sekali sehari setelah makan. Dosis ini setara sekitar 62,5 mg vitamin C, cukup untuk memenuhi kebutuhan harian bayi 6-11 bulan yang sebesar 50 mg.

Namun, karena vitamin C larut air, kelebihannya akan dikeluarkan tubuh melalui urin. Kocok botol secara perlahan sebelum digunakan, dan jangan melebihi dosis anjuran.

Selalu konsultasikan ke dokter spesialis anak sebelum memberikan suplemen apa pun pada bayi, dan jangan berikan pada bayi di bawah usia 6 bulan tanpa rekomendasi dokter.

2. ChildLife Multivitamin & Mineral 8oz (237 ml)

ChildLife Multivitamin & Mineral 8oz 237 ml

Beli ChildLife Multivitamin & Mineral 8oz di Natural Farm

ChildLife Multivitamin & Mineral menghadirkan kombinasi 16 vitamin penting, seperti Vitamin A, C, D, E, dan B kompleks, serta mineral seperti zinc yang dapat membantu mendukung daya tahan tubuh anak. Zinc dan vitamin C bekerja sama mendukung fungsi sel imun, sehingga cocok dikonsumsi saat tubuh anak sedang menghadapi paparan virus penyebab pilek.

ChildLife Multivitamin & Mineral adalah suplemen cair yang praktis dan mudah diterima, bahkan oleh anak pemilih makanan. Produk Non-GMO ini bebas dari gluten, kasein, alkohol, pewarna, pemanis buatan, serta alergen umum (telur, susu, gandum, ragi, kacang-kacangan, makanan laut).

Suplemen ini dianjurkan untuk anak usia minimal 6 bulan, diberikan sesuai dosis botol setelah makan untuk hasil terbaik. Ingat, ini bukan pengganti obat medis; segera hubungi dokter jika kondisi anak tidak membaik.

Rekomendasi untuk Anda

Pertanyaan tentang Cara Mengatasi Hidung Tersumbat pada Bayi

Jika hidung bayi tersumbat, apa yang harus dilakukan?
Apa obat tradisional untuk hidung tersumbat pada bayi?
Pijat bagian apa saat hidung tersumbat pada bayi?
Bagaimana posisi tidur bayi saat hidung tersumbat?

Kategori Artikel