Cara mengatasi perut kembung pada bayi perlu diketahui setiap orang tua agar rasa tidak nyaman yang dirasakan si Kecil bisa segera reda. Bayi belum bisa mengungkapkan sakit melalui kata-kata, sehingga tangisan dan rewel menjadi sinyal utama.
Normalnya, bayi buang gas 13–21 kali per hari (WebMD, 2024). Frekuensi ini wajar, tetapi jika disertai perut keras, muntah, atau tangisan panjang, kondisi ini harus ditangani lebih serius. Ketahui ciri bayi masuk angin dan cara mengatasi kembungnya di bawah ini.
Ciri-Ciri Bayi Kembung yang Perlu Diperhatikan
Sebelum mengetahui cara mengatasi perut kembung pada bayi, ketahui terlebih dahulu ciri bayi masuk angin. Mengenali gejala sejak dini ialah kunci menjaga kesehatan bayi, karena perut kembung bukan satu-satunya penyebab bayi rewel.
Kondisi lain, misal kolik pada bayi juga memicu gejala serupa. Berikut ini adalah ciri-ciri bayi masuk angin yang perlu Anda perhatikan.
- Bayi lebih sering menangis, terutama saat atau setelah menyusu.
- Bayi terlihat gelisah dan kurang nyaman.
- Bayi menarik kedua kakinya ke arah perut.
- Frekuensi kentut dan sendawa bayi yang meningkat.
- Terdengar suara gelembung atau gemericik dari perut bayi.
- Bayi enggan menyusu atau tampak terlalu kenyang minum ASI.
- Frekuensi muntah lebih sering dari biasanya.
- Perut bayi terasa lebih keras saat disentuh.
Baca Juga: 11 Cara Mengatasi Perut Kembung pada Anak yang Aman dan Efektif
Penyebab Perut Kembung pada Bayi
Penyebab utama perut kembung pada bayi terkait dengan kondisi sistem pencernaan yang belum matang dan udara yang tertelan saat aktivitas menyusu maupun menangis.
Lebih terperinci lagi, berikut ini adalah beberapa penyebab perut kembung pada bayi.
|
Faktor Penyebab |
Penjelasan |
|
Menelan udara saat menyusu |
Udara ikut masuk melalui mulut saat bayi menyusu dari puting atau dot, lalu terperangkap di saluran pencernaan. |
|
Sistem pencernaan belum matang |
Pada bayi di bawah 3 bulan, saluran pencernaan masih berkembang dan produksi gas cenderung lebih banyak. |
|
Menangis terlalu lama |
Bayi menelan udara di sela-sela tangisannya. Semakin lama menangis, semakin banyak udara yang tertelan. |
|
Pelekatan menyusu kurang tepat |
Celah antara mulut bayi dan puting ibu atau dot memberi jalan bagi udara ikut masuk bersama ASI atau susu formula. |
|
Mengocok susu formula |
Proses mengocok menghasilkan banyak gelembung udara di dalam botol yang kemudian tertelan bayi. |
|
Konsumsi makanan tertentu (MPASI) |
Bayi yang sudah MPASI (di atas 6 bulan) bisa mengalami kembung akibat sayuran tertentu seperti brokoli, kembang kol, atau kacang-kacangan dalam porsi besar. |
|
Pemberian minuman selain ASI atau susu formula |
Jus buah mengandung fruktosa dan sukrosa yang sulit dicerna, sehingga memicu kembung dan diare. Air putih baru dapat diberikan setelah bayi berusia 6 bulan atau bersamaan dengan MPASI. |
|
Sensitivitas protein susu |
Sebagian bayi sensitif terhadap protein susu sapi dalam formula, atau protein tertentu yang dikonsumsi ibu menyusui dan tersalurkan melalui ASI. |
*) Sumber: Banner Health (Cagno, 2025) dan Healthline (2018).
Cara Mengatasi Perut Kembung pada Bayi
Anda tidak perlu terlalu panik saat melihat ciri bayi masuk angin. Beberapa cara meredakan kembung pada bayi di bawah ini bisa menjadi pertolongan pertama untuk mengembalikan rasa nyaman si Kecil.
1. Posisikan Bayi Tegak Saat Menyusu
Cara mengatasi kembung pada bayi yang paling sederhana adalah dengan memperhatikan posisi tubuh dan sudut kepala bayi terhadap perutnya sewaktu menyusu.
Baik menyusu melalui ASI ataupun susu formula di botol, posisi kepala bayi menyusu harus lebih tinggi dari perutnya sekitar 30–45 derajat, bukan tidur telentang mendatar.
Gravitasi dapat membantu susu turun ke lambung, sedangkan udara yang tertelan bisa naik ke atas dan lebih mudah dikeluarkan lewat sendawa. Apabila posisi bayi meringkuk atau membungkuk, udara justru terperangkap di lambung dan memicu kembung.
Gunakan bantal menyusui atau ganjal lengan Anda dengan bantal biasa agar posisi ini bisa dipertahankan tanpa membuat tangan Anda pegal.
2. Perhatikan Pelekatan Bayi
Pastikan tidak ada celah di antara mulut bayi dengan puting ibu atau dot supaya udara tidak tertelan. Pelekatan yang benar sangat krusial untuk mencegah kembung.
Pastikan mulut si Kecil terbuka lebar, bibir bawah terlipat ke luar, dagu menempel, dan tidak ada suara 'klik' saat menyusu. Jika sulit mendapatkan pelekatan yang tepat, konsultasikan dengan konselor laktasi atau bidan.
Pelekatan yang salah atau shallow latch tidak hanya memicu kembung, tetapi juga berisiko menyebabkan puting lecet dan menurunkan produksi ASI.
3. Berikan Susu Botol dengan Benar
Apabila bayi minum susu formula, cara meredakan kembung pada bayi ini wajib dipahami. Setelah dikocok, biarkan gelembung udara larut lebih dulu sebelum diberikan.
Berikan susu dalam porsi kecil tetapi lebih sering. Porsi besar berisiko membebani sistem pencernaan bayi yang masih berkembang, sehingga laktosa tidak tercerna sempurna dan memicu gas berlebih.
4. Pilih Botol Susu yang Tepat
Mengapa pemilihan botol susu harus diperhatikan? Rupanya, bentuk botol susu juga bisa memengaruhi masuk tidaknya udara pada saat bayi menyusu.
Pilih botol dengan desain anti-kolik atau dot slow-flow (aliran lambat) untuk meminimalkan udara masuk. Pilihan yang tepat akan mencegah perut kembung pada bayi sejak awal.
5. Tenangkan Bayi yang Rewel dan Menangis
Tangisan yang terlalu lama membuat bayi menelan banyak udara. Salah satu metode yang untuk menenangkan bayi rewel adalah metode 5S yang dikembangkan Dr. Harvey Karp dalam bukunya The Happiest Baby on the Block (2002).
Untuk membantu menenangkan bayi rewel perhatikan lima langkah berikut ini.
- Swaddling: Bungkus dada dan lengan bayi dengan kain tipis agar tidak terkejut, tapi jaga area pinggul tetap longgar. Hentikan saat bayi mulai bisa berguling.
- Side or Stomach Position: Gendong bayi dalam posisi miring atau tengkurap pada lengan untuk menenangkan. Posisi ini hanya untuk saat terjaga, bukan untuk tidur.
- Shushing: Bisikkan suara "shhh" dengan volume setara tangisan bayi atau gunakan white noise untuk meniru suasana tenang di dalam rahim.
- Swinging: Berikan ayunan lembut dengan gerakan kecil dan cepat untuk membantu menenangkan refleks bayi. Hindari guncangan keras yang berbahaya.
- Sucking: Tawarkan empeng atau puting sebagai cara terakhir untuk memicu refleks tenang. Jika ASI eksklusif, tunda empeng hingga usia 4 minggu.
6. Sendawakan Bayi setelah Menyusu

Begitu bayi selesai menyusui, buat posisinya tetap tegak agar lebih mudah dan aman untuk bersendawa. Jika tidak langsung bersendawa, baringkan selama beberapa menit, lalu coba tegakkan lagi badannya.
Anda juga disarankan menyendawakan si Kecil di sela sesi menyusu, bukan hanya di akhir.
7. Lakukan Tummy Time
Posisi tengkurap atau tummy time membantu mengeluarkan gas yang terperangkap. Teknik mengatasi perut kembung pada bayi satu ini cukup mudah, yakni dengan posisikan kepala menghadap keluar tepat di dekat lipatan siku Anda.
Cara atasi perut kembung pada bayi ini dapat memberi tekanan lembut pada perut. Namun, tummy time hanya dilakukan saat bayi bangun dan diawasi, tidak boleh untuk posisi tidur.
8. Gerakan Kaki Bayi Seperti Bersepeda
Baringkan bayi telentang, selanjutnya gerakkan kedua kakinya bergantian seperti mengayuh sepeda. Menurut Cagno (Banner Health, 2025), gerakan ini mampu mendorong pergerakan usus dan membantu gas keluar dari dalam perut.
9. Berikan Pijatan Lembut pada Perut Bayi
Pijat perut bayi searah jarum jam dengan minyak telon secukupnya. Metode menghilangkan kembung pada bayi ini membantu mengalirkan gas dalam perut yang didukung oleh sensasi hangat untuk memicu keluarnya gas.
Anda juga bisa meletakkan bayi tengkurap di atas lutut, kemudian mengusap punggungnya perlahan. Kombinasi tekanan pada perut dan usapan punggung ini membantu meredakan keluhan kembung ringan.
10. Dukung Kesehatan Pencernaan dengan Probiotik
Peneliti masih mempelajari efektivitas dan keamanan pemberian probiotik jangka panjang untuk gangguan pencernaan bayi. Probiotik belum menjadi pilihan utama untuk perut bergas, tetapi dapat didiskusikan bila bayi mengalami kolik.
Sebuah meta-analisis oleh Sung et al. (2018) dalam jurnal Pediatrics menyebutkan bahwa probiotik dari strain Lactobacillus reuteri berpotensi mengurangi frekuensi tangisan pada bayi kolik dibandingkan dengan plasebo.
Lantas, kapan probiotik boleh diberikan atau perlu anjuran dokter? Berikut ini panduannya.
|
Kapan cocok diberikan? |
Kapan perlu konsultasi dokter dulu? |
|
Bayi sering kembung, kolik, atau rewel setelah menyusu. |
Bayi lahir prematur atau memiliki sistem imun lemah. |
|
Setelah bayi menjalani pengobatan antibiotik. |
Bayi memiliki alergi susu sapi berat. |
|
Bayi baru pulih dari diare atau gangguan pencernaan. |
Bayi berusia di bawah 1 bulan. |
|
Untuk mendukung sistem imun dan pencernaan sehari-hari. |
- |
Probiotik untuk anak berusia di bawah 12 bulan akan membantu mendukung keseimbangan bakteri baik di saluran pencernaan. Sebaiknya, konsultasikan dengan dokter anak sebelum memberikan suplemen probiotik pada bayi.
Baca Juga: 4 Cara Memijat Bayi yang Sakit Badan dengan Aman
Kapan Harus Membawa Bayi ke Dokter?
Perut kembung pada bayi umumnya tidak berbahaya dan mereda setelah gas keluar melalui sendawa atau kentut. Akan tetapi, beberapa kondisi menandakan bahwa keluhan ini bukan sekadar kembung biasa dan memerlukan pemeriksaan medis.
Segera hubungi dokter bila si Kecil menunjukkan salah satu beberapa tanda berikut ini.
- Menangis lebih dari 3 jam sehari atau 3 hari dalam seminggu.
- Berat badan tidak naik atau bayi tampak makan lebih sedikit dari biasanya.
- Perut bayi terlihat membesar, keras, atau tegang saat disentuh.
- Muntah berulang, muntah menyembur, serta muntah berwarna hijau atau kuning.
- BAB berdarah atau perubahan pola BAB yang drastis, seperti tiba-tiba diare atau tidak BAB berhari-hari.
- Demam 38°C atau lebih, terutama untuk bayi di bawah 3 bulan ini adalah kondisi darurat medis yang harus segera diperiksa.
- Bayi terlihat sangat lemas, sulit dibangunkan, atau menolak menyusu.
Ciri-ciri di atas dapat mengindikasikan kondisi lain, termasuk refluks asam lambung (GERD), stenosis pilorus, alergi protein susu sapi, atau infeksi. Konsultasi dini membantu memastikan bayi mendapatkan penanganan yang tepat sebelum gejalanya memburuk.
Jika Anda masih merasa ragu apakah keluhan si Kecil normal atau perlu diperiksa, gunakan Skrining Pencernaan Gratis dari Natural Farm yang dapat membantu Anda mengambil keputusan lebih cepat sebelum ke fasilitas kesehatan.
Rekomendasi Multivitamin untuk Dukung Kesehatan Bayi
Selain langkah di atas, pastikan kebutuhan nutrisi harian si Kecil tetap terpenuhi, terutama karena bayi yang kembung sering mengalami penurunan nafsu makan.
Berikut ini rekomendasi suplemen dari Natural Farm yang dapat menjadi pendamping pola makan harian si Kecil.
1. ChildLife Multivitamin & Mineral

Beli ChildLife Multivitamin & Mineral 237 ml di Natural Farm
Bayi yang sering kembung atau rewel biasanya juga lebih rewel juga saat makan, sehingga asupan gizinya bisa tidak lengkap. ChildLife Multivitamin & Mineral hadir dalam bentuk cair dengan rasa buah alami yang mudah diberikan, sehingga menjadi pilihan untuk membantu melengkapi kebutuhan vitamin dan mineral harian si Kecil.
Dengan kandungan nutrisi esensial yang lengkap, produk ini dapat mendukung daya tahan tubuh, pertumbuhan fisik, dan perkembangan kognitif anak. Hal yang penting ketika bayi Anda sedang dalam masa pemulihan setelah gangguan pencernaan.
Berikan suplemen ini bersamaan dengan ASI eksklusif dan MPASI. Hal ini karena suplemen merupakan pelengkap nutrisi harian, bukan pengganti sumber nutrisi alami untuk bayi.
|
Nama Produk |
ChildLife Multivitamin & Mineral 237 ml |
|
Kandungan |
Multivitamin dan mineral esensial (Vitamin A, C, D, E, B kompleks, kalsium, zinc, magnesium). |
|
Cocok Untuk |
Bayi usia 6 bulan hingga di atas 4 tahun. |
|
Manfaat Suplemen |
|
|
Anjuran Konsumsi |
|
2. ChildLife Liquid Vitamin C

Beli ChildLife Liquid Vitamin C 118 ml di Natural Farm
Vitamin C berperan penting membantu mendukung daya tahan tubuh bayi. Saat bayi pilek atau mengalami gangguan pencernaan ringan, nafsu makan dapat menurun sehingga asupan nutrisi menjadi kurang optimal.
ChildLife Liquid Vitamin C menjadi pilihan suplemen untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin C harian si Kecil. Dengan bentuk cair yang mudah diberikan, produk ini membantu memelihara daya tahan tubuh dan mendukung tumbuh kembang si Kecil.
Konsumsikan sesuai dosis yang dianjurkan atau petunjuk dokter maupun tenaga kesehatan. Ingat, suplemen adalah pelengkap, bukan pengganti asupan nutrisi untuk bayi, baik itu dari ASI atau makanan pendamping ASI yang sehat.
|
Nama Produk |
ChildLife Liquid Vitamin C 118 ml |
|
Kandungan |
|
|
Cocok Untuk |
Bayi berusia mulai dari 6 bulan sampai lebih dari 4 tahun. |
|
Manfaat Suplemen |
|
|
Anjuran Konsumsi |
|



