Logo Natural Farm
Gratis Ongkir + Banyak Promo belanja di aplikasi
Mom & Kids

11 Cara Mengatasi Perut Kembung pada Anak yang Aman dan Efektif

Ditinjau oleh Tim Kesehatan Natural Farm Ditulis oleh Ariq Yusron Fathoni

Bagikan:

Cara mengatasi perut kembung pada anak sebetulnya tidak sulit jika Anda paham penyebab dan ciri-cirinya sejak awal. Anda mungkin pernah melihat si Kecil jadi tiba-tiba rewel, perut terasa keras dan buncit, menolak makan, hingga sulit tidur. 

Situasi ini kerap kali membuat orang tua panik, padahal perut kembung pada anak biasanya bukan kondisi berbahaya. Dengan penanganan yang tepat di rumah, rasa tidak nyaman ini bisa mereda dalam waktu singkat. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Penyebab Perut Kembung pada Anak

Perut kembung terjadi ketika gas menumpuk di dalam saluran pencernaan. Tinjauan dalam jurnal Frontiers in Nutrition (2026) menyebut volume gas usus orang sehat berkisar antara 100–200 mililiter dengan produksi harian sekitar 700 mililiter, yang sebagian besar diserap tubuh atau dikeluarkan melalui buang angin.

Namun, masalah kesehatan anak ini timbul saat produksi gas berlebih atau gas sulit keluar dari saluran pencernaan. Akibatnya, perut anak terasa penuh, begah, dan tidak nyaman. 

Berikut ini beberapa penyebab utama perut kembung pada anak yang penting diperhatikan.

  • Menelan udara berlebih (aerofagia). Anak yang makan atau minum terburu-buru, menyusu sambil menangis, memakai sedotan, hingga banyak bicara ketika makan cenderung menelan udara lebih banyak. Udara ini terkumpul di lambung dan usus, lalu menimbulkan rasa penuh.
  • Makanan pemicu gas. Kacang-kacangan, kol, dan brokoli mengandung karbohidrat yang susah dicerna sehingga memicu gas berlebih. Mengunyah permen karet dan minum minuman bersoda juga membuat banyak gas masuk ke dalam perut.
  • Intoleransi laktosa atau alergi makanan tertentu. Anak yang mengidap intoleransi laktosa dan alergi makanan cenderung mengalami keluhan, seperti perut kembung dan diare.
  • Ketidakseimbangan bakteri usus (dysbiosis). Berkurangnya bakteri baik, meliputi Lactobacillus dan Bifidobacterium, membuat bakteri penghasil gas lebih mudah berkembang, sehingga produksi gas di usus meningkat.
  • Sembelit. Tinja yang menumpuk pada usus akibat sembelit menghambat gas untuk keluar, sehingga perut terasa penuh dan keras.
  • Stres atau kecemasan. Stres bisa memperlambat pergerakan usus hingga memicu penumpukan gas. 

Baca Juga: 7 Vitamin untuk Anak yang Sering Sakit, Bantu Jaga Imunitas!

Ciri-Ciri Perut Kembung pada Anak

Anak yang mengalami kembung dapat menunjukkan beberapa tanda khas yang bisa Anda kenali sejak dini. Makin cepat Anda mengenali ciri-ciri di bawah ini, makin cepat pula Anda bisa mencari cara mengobati perut kembung pada anak yang tepat.

  • Perut tampak buncit dan terasa keras atau kencang saat disentuh.
  • Sering bersendawa atau buang gas lebih banyak dari biasanya.
  • Nafsu makan anak menurun atau menolak menyusu.
  • Rewel dan menangis, terutama di sore atau malam hari.
  • Menarik kedua kaki ke arah perut atau menggeliat kesakitan.
  • Perut berbunyi, tanda gas sedang bergerak di usus.
  • Anak sulit tidur nyenyak karena rasa tidak nyaman di perut.
  • Pola buang air besar berubah, bisa lebih jarang dan keras, atau justru lebih encer.

Gejala perut kembung pada anak biasanya membaik dalam beberapa jam. Jika tanda ini tak kunjung hilang selama 1–2 hari, segera periksakan anak ke dokter untuk untuk mendapat penanganan yang tepat.

Mengapa Anak Kembung Perlu Ditangani?

Tinjauan pada jurnal Frontiers in Nutrition (2026) juga mencatat bahwa masalah pencernaan fungsional yang tidak tertangani pada anak bisa berlanjut, di mana ⅓ kasus bisa mengalami gejala menetap, termasuk berkurangnya semangat anak untuk beraktivitas dan bersekolah.

Studi lain dalam Journal of Clinical Medicine (2021) menyebut bahwa anak yang mengalami nyeri perut berulang, termasuk kembung, mempunyai risiko lebih tinggi mengalami keluhan pencernaan serupa saat dewasa kelak. Sekitar 1 dari 4 anak dengan keluhan ini berisiko mengalami sindrom iritasi usus atau irritable bowel syndrome (IBS) di kemudian hari.

Dengan begitu, menangani kembung sejak dini tidak sekadar meredakan rasa tidak nyaman saat ini, tetapi juga mencegah gangguan pencernaan anak dalam jangka panjang.

Cara Mengatasi Perut Kembung pada Anak

obat alami perut kembung pada anak

Berikut ini beberapa cara mengatasi perut kembung pada anak yang bisa Anda praktikkan di rumah, mulai dari yang paling sederhana hingga langkah pencegahan jangka panjang.

1. Pijat Perut Searah Jarum Jam

Pijatan lembut membantu mendorong gas yang terjebak untuk bergerak menuju usus besar dan lebih mudah dikeluarkan. Gunakan minyak telon atau baby oil supaya tangan meluncur lembut di kulit perut anak.

Lakukan pijatan memutar searah jarum jam mengikuti arah usus besar, mulai dari sisi kanan bawah perut menuju ke atas, menyamping ke kiri, lalu turun. Berikan pijatan selama 5–10 menit, terutama saat si Kecil rewel.

2. Lakukan Gerakan Kaki Bersepeda

Gerakan menekuk dan meluruskan kaki anak menyerupai kayuhan sepeda mampu memberi tekanan lembut pada perut yang membantu mendorong gas keluar. Cara mengatasi perut kembung pada anak ini cocok dilakukan pada bayi maupun balita.

Baringkan si Kecil dan pegang kedua pergelangan kakinya. lalu gerakkan seperti mengayuh sepeda secara perlahan selama beberapa menit. Segera hentikan jika anak menunjukkan tanda tidak nyaman.

3. Kompres Hangat pada Perut

Suhu hangat membantu merelaksasi otot perut yang tegang akibat penumpukan gas. Hal ini membuat rasa nyeri berkurang dan gas lebih mudah bergerak. Cara ini juga memberi efek menenangkan untuk meredakan rewel pada anak.

Gunakan handuk kecil yang dicelup ke air hangat dengan suhu sekitar 37–40°C, selanjutnya peras hingga tidak menetes. Tempelkan pada perut anak selama 5–10 menit.

4. Pastikan Anak Bersendawa setelah Makan atau Menyusu

Sendawa akan membantu mengeluarkan udara yang tertelan, sebelum udara tersebut turun ke usus dan memicu kembung. Langkah ini penting untuk bayi yang menyusu dengan botol.

Gendong anak dalam posisi tegak dengan kepala di bahu Anda, kemudian tepuk atau usap punggungnya perlahan selama beberapa menit setelah setiap sesi makan atau menyusu.

5. Batasi Makanan Pemicu Gas

Beberapa makanan, seperti kol, brokoli, kacang-kacangan, minuman bersoda, dan permen karet bisa memicu penumpukan gas di dalam perut. Mengurangi porsi makanan ini dapat membantu meredakan kembung pada anak.

Amati pola makan anak selama beberapa hari untuk mengetahui makanan apa yang paling sering memicu kembung, kemudian kurangi porsinya secara bertahap untuk jenis sayuran dan kacang-kacangan tanpa menghilangkannya sepenuhnya dari menu harian.

6. Cukupi Kebutuhan Cairan Anak

Cairan yang cukup membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit, salah satu penyebab utama perut kembung pada anak. Kekurangan cairan membuat tinja lebih keras dan gas lebih sulit keluar.

The Association of UK Dietitians merekomendasikan minum air putih 960 ml untuk anak usia 1–2 tahun, 1.040 ml untuk anak usia 2–3 tahun, 1.280 ml untuk anak usia 4–8 tahun, serta 1.680 ml untuk anak usia 9–13 tahun. Penuhi kebutuhan ASI bayi di bawah 6 bulan, dan tambahkan air putih secukupnya untuk anak yang memasuki masa MPASI.

7. Dorong Anak untuk Aktif Bergerak

Aktivitas fisik merangsang gerakan usus, sehingga gas dan sisa makanan mampu bergerak lebih lancar di saluran cerna. Anak yang terlalu banyak duduk atau digendong cenderung lebih mudah kembung.

Ajak anak merangkak, berjalan, atau bermain aktif sesuai kemampuan usianya. Untuk bayi yang belum bisa bergerak sendiri, Anda juga bisa membantu dengan gerakan kaki seperti bersepeda seperti pada poin kedua.

8. Berikan Probiotik untuk Menyeimbangkan Bakteri Usus

Studi dalam International Journal of Molecular Sciences (2024) menyebut probiotik bekerja membantu menekan bakteri penyebab gas, menjaga keseimbangan mikrobiota usus, dan memperkuat saluran cerna. 

Manfaat tersebut membuat probiotik punya potensi menjadi obat alami perut kembung bagi anak. Anda bisa memberikan probiotik dalam bentuk yogurt tanpa pemanis tambahan, atau suplemen probiotik khusus anak dengan dosis yang sesuai anjuran.

9. Perbaiki Teknik Makan dan Minum

Makan terlalu cepat, berbicara sambil mengunyah, atau minum dengan sedotan membuat anak menelan lebih banyak udara. Kebiasaan ini menjadi salah satu penyebab aerofagia yang berujung pada kembung.

Ajarkan anak makan secara perlahan dengan gigitan kecil, kunyah sampai halus sebelum menelan, dan hindari memakai sedotan atau minum sambil berbaring untuk mengurangi udara yang tertelan.

10. Kelola Stres dan Kecemasan Anak

Anak yang yang mengalami stres atau kecemasan dapat mengalami perlambatan gerakan usus. Kondisi ini menyebabkan penumpukan gas dan rasa kembung lebih mudah muncul. 

Faktor psikologis ini sering luput dari perhatian orang tua. Usahakan menciptakan suasana makan yang tenang dan jangan memaksa anak menghabiskan makanan. Rutinitas tidur serta bermain yang teratur juga membantu menurunkan tingkat kecemasan anak.

11. Konsultasikan ke Dokter Bila Kembung Menetap

Sebagian besar kembung pada anak bersifat ringan dan hilang dengan sendirinya. Namun, Anda perlu waspada jika kembung disertai demam, muntah berulang, berat badan sulit naik, atau tinja berdarah.

Segera bawa anak ke dokter anak untuk pemeriksaan lebih lanjut bila gejala tersebut timbul, agar penyebab yang lebih serius dapat dideteksi dan ditangani sejak dini.

Setiap anak punya kondisi pencernaan yang berbeda, sehingga cara mengatasi perut anak kembung yang cocok untuk satu anak belum tentu sama efektifnya untuk anak lain. 

Jika Anda masih ragu apakah keluhan si kecil tergolong ringan atau perlu penanganan lebih lanjut, Anda bisa melakukan Skrining Pencernaan untuk memahami kondisi pencernaan anak sebelum memutuskan langkah selanjutnya.

Baca Juga: Ketahui 10 Ciri Ciri Anak Cacingan dan Cara Mengobatinya!

Rekomendasi Produk Pendukung Kesehatan Pencernaan Anak

Menjaga kesehatan pencernaan si Kecil harus dilakukan untuk jangka panjang, tidak hanya ketika mengalami masalah saja. Karenanya, penting untuk menerapkan pola makan sehat dan konsumsi vitamin pencernaan anak sebagai pelengkapnya.

Natural Farm menyediakan produk pendukung pencernaan anak yang dapat jadi pelengkap harian untuk menjaga pencernaan dan daya tahan tubuh si Kecil.

1. Kyolic Kids Dophilus Probiotic

kyolic kids dophilus probiotic

Beli Kyolic Kids Dophilus Probiotic 60 Tablets di Natural Farm

Perut kembung lebih jarang muncul ketika flora usus anak seimbang. Kyolic Kids Dophilus Probiotic menggabungkan 3 strain probiotik baik, terdiri dari Lactobacillus gasseri KS-13, Bifidobacterium bifidum G9-1, dan Bifidobacterium longum MM-2

Ketiga probiotik ini akan bekerja sama membantu meningkatkan bakteri baik dan menjaga keseimbangan bakteri usus. Suplemen probiotik anak ini hadir dalam bentuk tablet kunyah praktis dengan rasa Vanilla yang disukai anak, sehingga mudah dikonsumsi. 

Nama Produk

Kyolic Kids Dophilus Probiotic 60 Tablets

Kandungan Utama

Lactobacillus gasseri KS-13, Bifidobacterium bifidum G9-1, Bifidobacterium longum MM-2

Manfaat

Menjaga keseimbangan flora usus dan mendukung fungsi pencernaan anak.

Aturan Konsumsi

  • Anak usia kurang dari 4 tahun, 1/2 tablet sehari (dihancurkan dan dicampur dengan makanan atau jus favorit anak)
  • Anak usia diatas 4 tahun, kunyah 1 tablet sehari bersama makanan

No. Registrasi BPOM

SI233041481

*) Catatan: produk ini mendukung imun dan nutrisi anak. Bukan pengganti obat atau penanganan medis untuk kondisi kesehatan tertentu.

2. ChildLife Multivitamin & Mineral

childlife multivitamin mineral

Beli ChildLife Multivitamin & Mineral 237 ml di Natural Farm

Nafsu makan anak sering turun saat perutnya tidak nyaman. ChildLife Multivitamin & Mineral membantu menutup celah nutrisi itu. Suplemen ini mengandung lebih dari 16 vitamin dan mineral, yang mudah diserap tubuh dan mudah dicampur ke minuman kesukaan anak. 

Suplemen ini cocok untuk hari-hari ketika anak susah makan, karena mengandung banyak vitamin dan mineral esensial sehingga nutrisi si Kecil tetap terpenuhi. Nutrisi yang cukup membantu mendukung daya tahan tubuh anak sehari-hari.

Nama Produk

ChildLife Multivitamin & Mineral 237 ml

Kandungan Utama

Lebih dari 16 vitamin dan mineral esensial dalam bentuk cair.

Manfaat

Melengkapi kebutuhan nutrisi harian anak, terutama saat nafsu makan menurun.

Aturan Konsumsi

  • Usia 6–12 bulan: sesuai anjuran dokter
  • Usia 1–4 tahun: 1–2 sendok teh sehari
  • Usia di atas 4 tahun: 2 sendok teh sehari

No. Registrasi BPOM

SI154606061

*) Catatan: produk ini mendukung imun dan nutrisi anak. Bukan pengganti obat atau penanganan medis untuk kondisi kesehatan tertentu.

3. Nutriwell Vitamin C + Zinc Junior

nutriwell vitamin c zinc junior

Beli Nutriwell Vitamin C + Zinc Junior 60 Gummies di Natural Farm

Daya tahan tubuh yang kuat membantu anak lebih cepat pulih dari gangguan pencernaan. Nutriwell Vitamin C + Zinc Junior menggabungkan 2 nutrisi penting dalam bentuk gummy dengan kombinasi rasa stroberi, jeruk, dan pisang. 

Zinc untuk anak berfungsi mendukung kesehatan lapisan saluran pencernaan serta sistem imun, sementara vitamin C membantu penyerapan nutrisi lebih optimal. Teksturnya kenyal dan manis, anak pasti suka dan mudah mengonsumsinya sebagai rutinitas harian.

Nama Produk

Nutriwell Vitamin C + Zinc Junior 60 Gummies

Kandungan Utama

Vitamin C dan zinc dalam bentuk gummy rasa stroberi, jeruk, dan pisang.

Manfaat

Membantu memenuhi nutrisi harian anak, mendukung sistem imun dan kesehatan lapisan saluran pencernaan anak.

Aturan Konsumsi

Anak >2 tahun , 1–3 kali sehari 1 gummy 

No. Registrasi BPOM

SI235009691

*) Catatan: produk ini mendukung imun dan nutrisi anak. Bukan pengganti obat atau penanganan medis untuk kondisi kesehatan tertentu

Rekomendasi untuk Anda

Pertanyaan tentang Cara Mengatasi Perut Kembung pada Anak

Bagaimana cara mengeluarkan gas di perut anak kembung?
Perut kembung pada anak dipijat bagian apa?
Apakah bawang merah bisa mengobati perut kembung?
Apa obat alami kembung pada anak?

Kategori Artikel