Memutuskan untuk berpuasa ketika mengandung butuh pertimbangan medis yang matang. Secara medis, ciri-ciri ibu hamil tidak boleh puasa yang paling utama adalah munculnya tanda dehidrasi ekstrem, pusing hebat, atau penurunan gerakan janin yang signifikan.
Jika muncul kondisi darurat, membatalkan puasa adalah keharusan demi keselamatan ibu dan bayi. Ibu hamil wajib peka terhadap sinyal tubuh dan tidak memaksakan diri. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, peningkatan kebutuhan cairan dan energi saat hamil membuat pembatasan asupan perlu pertimbangan medis.
Kondisi Ibu Hamil yang Tidak Boleh Puasa
Ketahanan fisik ibu hamil dalam menghadapi perubahan pola makan tidak selalu sama. Itu sebabnya, penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan puasa.
Berikut ini adalah kondisi-kondisi ibu hamil yang tidak boleh puasa, di mana juga termasuk dalam kategori tanda bahaya kehamilan yang tidak boleh diabaikan.
1. Dehidrasi
Dehidrasi adalah alasan utama ibu hamil mungkin dilarang puasa. Kebutuhan cairan akan meningkat saat hamil sehingga kurangnya asupan berisiko mengganggu keseimbangan elektrolit dan volume darah. Hal inilah yang membahayakan ibu dan janin.
Ibu hamil perlu memperhatikan tanda-tanda dehidrasi, seperti:
- mulut terasa sangat kering,
- warna urine menjadi pekat,
- mengalami pusing saat berdiri, dan
- jantung berdebar lebih cepat.
Dehidrasi saat hamil dapat meningkatkan risiko kontraksi prematur. Jika muncul gejala ini, Ibu hamil harus membatalkan puasa.
2. Lemas berat dan pusing berkepanjangan
Rasa lemas ringan saat berpuasa mungkin masih dianggap normal. Akan tetapi, ibu hamil sebaiknya tidak melanjutkan puasa jika mengalami gejala, seperti:
- kelelahan ekstrem hingga sulit melakukan aktivitas ringan,
- pandangan kabur atau berkunang-kunang, dan
- merasa akan pingsan atau nyaris hilang kesadaran.
Jika pusing terasa seperti berputar (vertigo) atau disertai dengan gejala hampir pingsan, ini bukan lagi lemas biasa. Hal ini mungkin menjadi indikasi anemia pada ibu hamil sehingga puasa harus segera dihentikan.
3. Pergerakan janin berkurang
Secara medis, janin yang sehat biasanya bergerak minimal 10 kali dalam kurun waktu 2 jam. Jika gerakan janin terasa melambat atau hilang, segera lakukan pengecekan. Penurunan pergerakan bisa menandakan janin kekurangan energi atau cairan.
4. Mual dan muntah berat
Jika muntah terjadi terus-menerus hingga susah untuk makan saat sahur dan berbuka, risiko kekurangan nutrisi meningkat. Dalam kondisi ini, ibu hamil tidak boleh puasa demi menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit.
5. Kontraksi atau nyeri perut berulang
Jika merasakan nyeri perut yang datang dan pergi secara teratur dan menyerupai kontraksi, segera batalkan puasa dan periksa ke dokter. Kram perut saat hamil yang kuat dan terjadi berulang kali dapat mengindikasikan stres pada janin atau risiko persalinan prematur.
6. Penurunan berat badan yang signifikan
Penurunan berat badan drastis saat puasa menandakan pengambilan cadangan nutrisi dan energi vital tubuh. Hal ini berisiko membuat janin kekurangan nutrisi dan pertumbuhannya terhambat. Kondisi ini disebut intrauterine growth restriction (IUGR).
Pemantauan berat badan saat hamil sangat penting. Apabila merasakan berat badan turun drastis, puasa harus dibatalkan. Ibu hamil disarankan untuk segera melakukan konsultasi dengan dokter untuk evaluasi nutrisi.
7. Demam tinggi
Ibu hamil tidak disarankan berpuasa jika mengalami demam tinggi lebih dari 38°C. Demam menandakan tubuh perlu cairan dan nutrisi cukup untuk pulih dari infeksi atau peradangan.
Jika disertai tekanan darah tinggi dan pembengkakan pada kaki, kondisi ini dapat berkaitan dengan preeklampsia atau hipertensi dalam kehamilan. Kedua jenis komplikasi kehamilan ini membutuhkan penanganan medis segera.
Baca Juga: 10 Tanda-Tanda Mau Melahirkan, Bukan Hanya Kontraksi Palsu!
Kapan Waktu yang Tepat untuk Berpuasa Saat Hamil?
Secara medis, waktu yang dianggap paling aman untuk berpuasa adalah di trimester kedua, yaitu antara minggu ke-14 hingga ke-27 kehamilan. Pada waktu ini, gejala morning sickness biasanya sudah reda dan organ vital janin sudah terbentuk sempurna, tetapi beban berat janin belum seberat di trimester ketiga.
Studi yang dipublikasikan di Journal of Perinatal Medicine (2018) menjelaskan bahwa puasa Ramadan pada ibu hamil sehat umumnya tidak berdampak signifikan jika kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi.
Oleh karena itu, bila ibu hamil ingin berpuasa, perhatikan hal-hal berikut ini.
- Cairan minimal 2–2,5 liter/hari.
- Protein 60–75 gram/hari.
- Karbohidrat kompleks saat sahur.
- Istirahat cukup.
Rekomendasi Suplemen untuk Ibu Hamil Saat Puasa
Saat puasa, kebutuhan nutrisi tetap harus tercukupi. Berikut ini adalah beberapa suplemen dari Natural Farm yang dapat membantu mendukung kesehatan ibu hamil dan janin.
1. Nordic Prenatal Fish Oil

Beli Nordic Prenatal Fish Oil di Natural Farm
Ibu hamil dilarang puasa karena risiko kekurangan DHA yang krusial bagi perkembangan otak janin. Nordic Prenatal Fish Oil menawarkan omega-3 dengan EPA dan DHA) murni untuk memastikan nutrisi saat asupan makanan terbatas atau puasa dibatalkan.
Nordic Prenatal Fish Oil kaya akan vitamin D3, EPA, dan DHA. Vitamin D3 mendukung daya tahan tubuh dan kesehatan tulang. EPA dan DHA membantu menurunkan risiko persalinan prematur dan preeklamsia, komplikasi serius yang membuat ibu hamil yang tidak boleh puasa bila berisiko tinggi.
Suplemen ini bersertifikat Friend of the Seas (FOS), Non-GMO, dan direkomendasikan oleh American Pregnancy Association. Minum 2 softgel per hari setelah makan untuk membantu memastikan kecukupan DHA untuk kesehatan ibu dan janin optimal.
2. Nutriwell Pregnancy Formula

Beli Nutriwell Pregnancy Formula di Natural Farm
Ibu hamil sebaiknya tidak berpuasa jika mengalami lemas berat, pusing, atau anemia akibat kekurangan zat besi dan nutrisi penting lainnya. Nutriwell Pregnancy Formula dengan 11 vitamin dan 10 mineral membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian ibu hamil dan menyusui selama waktu makan terbatas.
Suplemen dari Nutriwell ini unggul dengan 800 mcg asam folat dan 20 nutrisi esensial untuk mendukung perkembangan janin, mencegah neural tube defect, dan praktis ditelan dengan bentuk kaplet salut selaput.
Cukup 1 kaplet setiap hari untuk perlindungan nutrisi optimal untuk ibu dan buah hati. Nutrisi sangat penting sejak kehamilan hingga dua tahun setelah melahirkan.
3. Nutriwell Folic Acid

Beli Nutriwell Folic Acid di Natural Farm
Salah satu risiko ibu hamil tidak boleh puasa adalah kurangnya asupan nutrisi, seperti asam folat, yang penting untuk pembentukan tabung saraf janin dan mencegah cacat lahir. Ketika puasa dibatalkan atau asupan makan tidak optimal, kebutuhan folat wajib terpenuhi.
Nutriwell Folic Acid mengandung 800 mcg asam folat per tablet, yang sesuai anjuran harian saat hamil. Asam folat penting untuk pembentukan sel darah merah, fungsi otak, kesehatan jantung, dan mencegah neural tube defect pada janin di trimester pertama.
Bentuk tablet kecil dari Nutriwell Folic Acid membuatnya gampang ditelan. Tidak hanya bisa menjaga asupan nutrisi, suplemen ini juga bermanfaat bila ibu hamil harus membatalkan puasa karena mual berlebihan atau kondisi tubuh menurun.
4. Nuvita Nutri Calcium

Beli Nuvita Nutri Calcium di Natural Farm
Menjaga kepadatan tulang penting untuk menghindari lemas. Kebutuhan kalsium meningkat selama kehamilan untuk pembentukan tulang janin. Kekurangan asupan kalsium saat puasa bisa meningkatkan risiko kram otot, pegal, dan penurunan kepadatan tulang ibu hamil.
Nuvita Nutri Calcium dengan 1200 mg kalsium per sajian dirancang untuk menjaga struktur tulang ibu hamil dan janin. Dengan minum 3 kaplet per hari, suplemen ini dapat membantu mencegah pengeroposan tulang akibat peningkatan kebutuhan kalsium saat hamil. Hal ini menjamin perkembangan optimal bayi tanpa mengabaikan kesehatan fisik ibu.
5. Nutriwell Cal Mag Zinc + Vitamin D3

Beli Nutriwell Cal Mag Zinc + Vitamin D3 di Natural Farm
Saat puasa, menjaga keseimbangan mineral sangat penting untuk menghindari kram otot atau kelelahan. Nutriwell Cal Mag Zinc + Vitamin D3 mengandung kombinasi mineral dan vitamin, yakni kalsium 360 mg, magnesium 210 mg, vitamin D3 400 IU, dan zinc 10 mg.
Magnesiumnya meredakan kram dan meningkatkan kekuatan otot, sedangkan vitamin D3 memaksimalkan penyerapan kalsium untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi, baik pada ibu hamil maupun janin.
Selain itu, zinc dan magnesium juga efektif mendukung imun untuk menjaga stamina agar terhindar dari kondisi ibu hamil yang tidak boleh puasa. Cukup minum 1 tablet sehari guna mendukung kesehatan optimal selama menjalani masa kehamilan.



