Ciri-ciri ISPA pada anak sering kali mirip flu biasa, seperti batuk, pilek, dan demam. Karena gejalanya umum, banyak orang tua menganggapnya ringan dan menunda pemeriksaan.
Padahal, penyakit ini sangat rentan dialami oleh anak-anak dan berisiko berkembang parah bila tidak segera ditangani. Memahami tanda dan gejala infeksi pada saluran napas sedari awal dapat membantu Anda merawat si Kecil dengan tepat.
Apa Itu ISPA pada Anak?
ISPA atau singkatan dari infeksi saluran pernapasan akut adalah istilah medis untuk infeksi yang menyerang saluran napas, mulai dari hidung hingga paru-paru.
Kata “akut” artinya infeksi berlangsung dengan waktu singkat, umumnya kurang dari 14 hari.
Infeksi saluran pernapasan akut menjadi masalah kesehatan anak yang umum terjadi. Pilek, sebagai salah satu ciri-ciri ISPA pada anak, dapat terjadi sedikitnya 6 kali per setahun pada anak-anak yang sehat (Seattle Children’s Hospital, 2025).
ISPA pada anak adalah infeksi saluran napas pada bayi hingga anak usia sekolah. Penyakit ISPA terbagi ke dalam dua jenis, yakni ISPA atas dan ISPA bawah.
|
Aspek |
ISPA Atas |
ISPA Bawah |
|
Lokasi infeksi |
Hidung, sinus, tenggorokan, dan laring |
Bronkus, bronkiolus, dan paru-paru |
|
Contoh penyakit |
Flu, pilek (common cold), radang tenggorokan, sinusitis |
Bronkitis, bronkiolitis, pneumonia |
|
Tingkat keparahan |
Umumnya ringan dan pulih dalam 7–10 hari |
Lebih serius dan perlu penanganan dokter |
*) Sumber: NHS UK. (2024). Respiratory tract infections (RTIs).
Ciri-ciri ISPA pada anak yang menyerang saluran bawah perlu lebih diwaspadai. Data WHO (2022) menunjukkan pneumonia menyebabkan 740.180 kematian anak di bawah 5 tahun pada 2019, atau 14% dari seluruh kematian di kelompok usia tersebut.
Tanda dan Gejala ISPA pada Anak

Kebanyakan kasus infeksi pernapasan pada anak disebabkan oleh virus. Gejala ISPA pada umumnya muncul 1–3 hari setelah tubuh terpapar virus (Mayo Clinic, 2021).
Adapun, ciri-ciri terkena ISPA pada anak yang umum terjadi antara lain sebagai berikut.
1. Batuk
Batuk adalah ciri-ciri ISPA pada anak yang paling sering muncul. Hal ini merupakan respons alami tubuh untuk mengeluarkan lendir dan kuman dari saluran napas.
Gejala batuk akibat virus bisa bertahan hingga 3 minggu, meskipun demam dan pilek sudah mereda. Periksakan anak ke dokter jika batuk berlangsung lebih lama atau terdengar suara grok-grok. Penggunaan obat batuk bebas tidak dianjurkan untuk anak di bawah 6 tahun.
2. Pilek dan hidung tersumbat
Hidung meler menjadi ciri-ciri ISPA pada anak yang paling awal. Awalnya, lendir bening dan encer, kemudian berubah kental berwarna kuning atau hijau. Ini adalah bagian normal dari proses penyembuhan infeksi pernapasan.
Setelahnya, gejala ini bisa diikuti hidung tersumbat 3–4 hari kemudian. Hal ini bisa membuat anak susah tidur karena lebih banyak bernapas lewat hidung. Apabila gejala ini berlangsung lebih dari 2 minggu, segera periksakan anak ke dokter.
3. Demam
Demam biasanya muncul di awal infeksi. Ini merupakan respons alami tubuh untuk melawan virus atau bakteri. Pada pilek biasa, suhu tubuh anak umumnya tidak terlalu tinggi.
Demam akibat batuk pilek umumnya berlangsung 2–3 hari. Pantau suhu tubuh anak dengan termometer secara berkala. Catat suhu dan pola demam, misalnya demam anak naik turun, karena informasi ini membantu dokter menilai ciri-ciri ISPA pada anak.
Bayi di bawah 3 bulan yang demam harus segera diperiksakan ke dokter. Begitu pula, anak yang demam lebih dari 3 hari atau suhu tubuhnya lebih dari 40 derajat Celcius (℃).
4. Sakit tenggorokan
ISPA juga memicu peradangan pada faring atau tenggorokan. Si Kecil dapat mengeluh nyeri saat menelan sehingga menolak makan dan minum. Pada balita yang belum lancar bicara, bisa saja menjadi rewel saat menyusu atau menangis saat makan.
Sakit tenggorokan akibat virus umumnya membaik dalam 5 hari serta muncul bersama pilek atau batuk. Berikanlah makanan lunak dan minuman hangat agar si Kecil tetap mau makan selama tenggorokannya sakit.
5. Suara serak
Suara serak muncul saat infeksi mencapai laring atau pita suara. Peradangan membuat pita suara bengkak, sehingga suara anak terdengar parau, pelan, atau hilang sementara.
Suara serak akibat radang pita suara atau laringitis umumnya tidak berbahaya, selama tidak disertai sesak napas.
Waspadai suara serak yang disertai batuk menggonggong atau bunyi melengking saat anak menarik napas. Tanda ini bisa mengarah ke croup dan perlu diperiksa dokter.
6. Sesak napas
Gejala ini umumnya menandakan ISPA bawah, termasuk bronkiolitis atau pneumonia. WHO (2022) menjelaskan pneumonia pada anak usia di bawah 5 tahun ditandai napas cepat atau tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam saat anak menarik napas.
Anak juga bisa terdengar mengi atau bunyi “ngik”, hidungnya kembang kempis, dan tampak gelisah. Bibir atau kuku tampak kebiruan bisa menandakan tubuh anak kekurangan oksigen. Segera bawa anak ke dokter atau instalasi gawat darurat (IGD) bila tanda ini muncul.
7. Sakit kepala
Sakit kepala sering kali menyertai demam dan hidung tersumbat. Lendir yang menumpuk di sinus memberi tekanan di area dahi, sekitar mata, dan pipi sehingga kepala terasa berat.
Anak yang lebih besar biasanya bisa menyampaikan keluhan ini. Namun pada balita, kondisi ini cenderung ditunjukkan dengan anak rewel, menangis, atau memegangi kepala.
Sakit kepala ringan bisa mereda seiring turunnya demam. Periksakan anak saat sakit kepala terasa hebat, disertai leher kaku, atau si Kecil tampak sangat mengantuk.
8. Nyeri otot dan lemas
Nyeri otot dan badan pegal sering muncul pada ISPA akibat infeksi virus influenza dibanding pilek biasa. Gejala ini biasanya datang tiba-tiba bersama demam tinggi dan menggigil.
Tak hanya itu, anak juga bisa tampak lemas, kurang aktif, lebih banyak berbaring, dan nafsu makannya menurun. Kondisi ini wajar selama tubuh melawan infeksi. Segera bawa anak ke dokter bila sangat lemas, sulit dibangunkan, atau tidak mau minum sama sekali.
Baca Juga: Cara Merespons Batuk pada Anak, Ibu Bisa Bernapas Lega!
Penyebab ISPA pada Anak
Penyebab ISPA pada anak paling sering adalah infeksi virus. Cleveland Clinic menyebutkan mayoritas infeksi saluran pernapasan atas disebabkan oleh virus, sehingga sebagian besar kasus tidak memerlukan antibiotik.
Memahami pemicunya seperti di bawah ini membantu Anda mewaspadai ciri-ciri ISPA pada anak lebih awal.
- Virus: seperti rhinovirus, influenza, dan RSV (respiratory syncytial virus).
- Bakteri: misalnya Streptococcus pyogenes dan Streptococcus pneumoniae.
- Polusi udara: termasuk paparan asap rokok dan asap kendaraan.
- Daya tahan tubuh lemah: akibat kurang gizi atau imunisasi anak tidak lengkap.
- Alergi: misalnya debu, tungau, dan serbuk sari, membuat saluran napas meradang dan lebih mudah terinfeksi kuman.
ISPA lebih rentan terjadi pada anak berusia di bawah 5 tahun, karena sistem imunnya belum matang. Anak yang dititipkan di daycare atau sudah sekolah juga lebih sering tertular.
Studi dalam Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal juga menemukan balita yang tidak mendapatkan ASI eksklusif berisiko 3,1 kali lebih tinggi terkena pneumonia (Gestari et al., 2022).
Cara Mengobati Anak ISPA di Rumah

Apabila ciri-ciri ISPA pada anak masih ringan, perawatan di rumah sudah cukup membantu. Sebagian besar kasus ISPA ringan, seperti pilek (common cold), dapat pulih sendiri dalam 7–10 hari (Mayo Clinic, 2021).
Berikut adalah beberapa cara mengobati ISPA pada anak di rumah yang bisa Anda lakukan.
- Perbanyak cairan hangat. Air hangat dan ASI bisa membantu mengencerkan lendir dan mencegah dehidrasi.
- Pastikan anak cukup istirahat. Tidur cukup memastikan tubuh mendapatkan energi untuk melawan infeksi.
- Sajikan sup hangat. Sup ayam gampang ditelan dan uapnya membantu melegakan hidung tersumbat.
- Berikan madu untuk anak di atas 1 tahun. Madu punya potensi lebih efektif dalam meredakan batuk dibanding tanpa pengobatan (Cochrane, 2018). Namun, tidak bagi bayi di bawah 1 tahun karena berisiko memicu botulisme.
- Gunakan pelembap udara. Pelembap udara atau humidifier menjaga saluran napas tetap lembap sehingga batuk tidak makin parah.
- Berikan obat pereda demam. Paracetamol bisa diberikan untuk meredakan demam dengan dosis sesuai badan anak. Ikuti petunjuk kemasan atau anjuran dokter.
- Jangan berikan antibiotik tanpa resep. Antibiotik tidak bekerja melawan virus serta penggunaan tanpa resep dokter berisiko memicu resistensi.
Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter?
Segera periksakan anak ke dokter atau bawa ke instalasi gawat darurat (IGD) bila ciri-ciri ISPA pada anak disertai tanda-tanda bahaya berikut ini.
- Sesak napas, napas cepat, atau dada tertarik ke dalam saat bernapas.
- Demam lebih dari 3 hari, suhu lebih dari 40 ℃, atau kembali muncul setelah sempat turun lebih dari 24 jam.
- Bibir, lidah, atau kuku tampak kebiruan.
- Tampak sangat lemas, sulit dibangunkan, atau tidak responsif.
- Tidak mau minum atau jarang buang air kecil.
Pencegahan ISPA pada Anak
Mencegah lebih mudah daripada mengobati. Berikut adalah beberapa cara mencegah ISPA pada anak yang bisa Anda terapkan bersama si Kecil di rumah.
- Biasakan anak mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir minimal 20 detik.
- Lengkapi imunisasi anak sesuai jadwal, termasuk PCV, Hib, campak, dan influenza.
- Berikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama.
- Jauhkan anak dari asap rokok dan pastikan ventilasi rumah baik.
- Ajarkan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut menggunakan siku atau tisu.
- Penuhi asupan gizi seimbang dan pastikan anak tidur cukup.
Vitamin C, vitamin D, dan zinc berperan menjaga sistem imun. Ketika asupan dari makanan dirasa belum cukup, pemberian suplemen anak bisa menjadi pelengkap yang praktis.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Vitamin Anak untuk Tumbuh Kembang Optimal
Dukung Daya Tahan Tubuh Anak dengan Pilihan Suplemen di Natural Farm
Setelah ciri-ciri ISPA pada anak membaik, tubuhnya masih membutuhkan dukungan nutrisi yang memadai untuk pulih. Namun, nafsu makan anak yang menurun saat sakit berpotensi menghambat pemenuhan nutrisinya.
Natural Farm menyediakan suplemen daya tahan dan multivitamin khusus anak yang dapat membantu melengkapi asupan nutrisi harian. Berikut ini adalah beberapa pilihan yang bisa Anda pertimbangkan untuk si Kecil.
1. ChildLife First Defense

Beli ChildLife First Defense 118 ml di Natural Farm
Ketika kasus flu merebak di musim pancaroba, dukungan nutrisi yang cukup sangat penting.
ChildLife First Defense hadir sebagai suplemen imun yang mengombinasikan 80 mg ekstrak daun zaitun, 80 mg elderberry, 80 mg ekstrak Larix occidentalis, dan 3 mg zinc gluconate di dalam tiap sajian 1 sendok teh atau sekitar 5 ml.
Rasanya manis alami dari stevia dan bebas gluten, sehingga mudah diterima oleh anak usia di atas 2 tahun. Apabila si Kecil sedang menjalani pengobatan, diskusikan penggunaannya dengan dokter anak terlebih dahulu.
|
Nama Produk |
ChildLife First Defense 118 ml |
|
Kandungan Utama |
|
|
Manfaat |
Membantu memelihara daya tahan tubuh pada anak. |
|
Anjuran Konsumsi |
Usia di atas 2 tahun: 1 sendok teh, 3 kali sehari |
|
No. Registrasi BPOM |
SI214647861 |
2. ChildLife Liquid Vitamin C

Beli ChildLife Liquid Vitamin C 118 ml di Natural Farm
Maraknya polusi udara di kota besar membuat saluran napas anak rentan teriritasi. ChildLife Liquid Vitamin C adalah suplemen cair untuk anak dengan kandungan vitamin C dan varian rasa Natural Orange yang mudah diminum, bahkan oleh anak yang sulit menelan tablet.
Vitamin C dapat berperan sebagai antioksidan dan membantu mendukung sistem kekebalan tubuh. Formulanya bebas gluten, alkohol, pewarna, serta pemanis buatan. Produk ini dapat dikonsumsi oleh si Kecil mulai usia 6 bulan.
Untuk dukungan ekstra saat anak kurang fit, suplemen ini dapat dipadukan dengan ChildLife Echinacea. Sesuaikan takaran dengan usia anak dan tanyakan pada dokter anak bila ragu.
|
Nama Produk |
ChildLife Liquid Vitamin C 118 ml |
|
Kandungan Utama |
|
|
Manfaat |
Membantu memenuhi kebutuhan vitamin C pada anak-anak. |
|
Anjuran Konsumsi |
|
|
No. Registrasi BPOM |
SI154606041 |
3. ChildLife Echinacea

Beli ChildLife Echinacea 30 ml di Natural Farm
Pilek yang datang berulang dapat membuat anak sering absen sekolah. ChildLife Echinacea mengandung kombinasi dua ekstrak echinacea, yakni Echinacea angustifolia dan Echinacea purpurea, dalam bentuk tetes cair rasa Natural Orange.
Echinacea telah diteliti perannya untuk mendukung sistem imun yang sehat serta membantu pemulihan saat anak sakit, termasuk ketika gejala ISPA mulai muncul.
Suplemen ini bebas alergen, misal susu, telur, kedelai, dan gandum. Karena bentuknya cair, ChildLife Echinacea bisa diteteskan langsung ke mulut atau dicampur ke minuman untuk si Kecil usia 2–12 tahun.
Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui aturan pakai yang tepat. Penting diingat bila suplemen hanya berperan sebagai pelengkap, bukan pengganti nutrisi dari makanan.
|
Nama Produk |
ChildLife Echinacea 30 ml |
|
Kandungan Utama |
|
|
Manfaat |
Membantu memelihara daya tahan tubuh anak. |
|
Anjuran Konsumsi |
|
|
No. Registrasi BPOM |
TI174657461 |
4. Wellness Gummy Kids

Beli Wellness Gummy Kids 30 Gummies di Natural Farm
Setelah sembuh dari ISPA, nafsu makan anak masih sering turun dan asupan nutrisinya pun ikut berkurang. Wellness Gummy Kids adalah multivitamin anak berbentuk gummy dengan kombinasi vitamin A, C, D, dan zinc yang sudah terdaftar resmi di BPOM.
Kandungan ini membantu mendukung daya tahan tubuh dan tumbuh kembang si Kecil yang optimal. Pilihan rasa orange, strawberry, cherry, dan lemon membuat anak lebih semangat mengonsumsinya setiap hari.
Simpan produk ini jauh dari jangkauan anak supaya tidak dikonsumsi melebihi aturan pakai. Tetap utamakan asupan nutrisi dari makanan, karena suplemen hanyalah pelengkap.
|
Nama Produk |
Wellness Gummy Kids 30 Gummies |
|
Kandungan Utama |
|
|
Manfaat |
Membantu memelihara kesehatan anak. |
|
Anjuran Konsumsi |
Anak di atas 4 tahun: 1 gummy per hari (dikunyah) |
|
No. Registrasi BPOM |
SI084527231 |
5. Nutriwell Children Multivitamin Gummies

Beli Nutriwell Children Multivitamin 60 Gummies di Natural Farm
Si Kecil sulit makan sayur dan buah? Hal ini dapat memperlambat pemulihan setelah ciri-ciri ISPA pada anak mereda. Nutriwell Children Multivitamin Gummies mengandung kombinasi 9 vitamin esensial untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak.
Tersedia tiga rasa buah alami, yakni stroberi, lemon, dan jeruk, dalam satu kemasan. Cukup berikan 1 gummy sebanyak 1–2 kali sehari.
Tetap jadikan makanan bergizi seimbang sebagai sumber nutrisi utama dan suplemen untuk membantu melengkapinya. Konsultasikan pemakaiannya dengan dokter anak, terutama bila Anda sudah memberikan suplemen lainnya untuk si Kecil.
|
Nama Produk |
Nutriwell Children Multivitamin 60 Gummies |
|
Kandungan Utama |
|
|
Manfaat |
Membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral anak. |
|
Anjuran Konsumsi |
Anak, 1–2 kali sehari 1 gummy |
|
No. Registrasi BPOM |
SI225069521 |



