Ternyata manfaat whey protein itu nggak cuma buat ngebentuk otot doang, lho. Dari urusan jaga imun sampai membantu kontrol berat badan, whey memiliki segudang kegunaan yang mungkin belum banyak orang tahu.
Whey merupakan protein lengkap, karena mengandung 9 asam amino esensial yang tubuh butuhkan. Berikut ini ialah beberapa manfaat whey protein yang didukung bukti ilmiah, jenis, efek samping, dan tips aman buat kamu konsumsi.
Apa itu Whey Protein?
Kalau kamu penasaran whey protein untuk apa sebenarnya, jawabannya dimulai dari sini. Whey adalah bagian cairan dari susu. Susu terdiri dari dua jenis protein, yaitu kasein dan whey.
Umumnya, whey didapatkan dari proses pembuatan keju. Jadi pas susu diolah, ada bagian yang mengental jadi keju, nah sisa cairannya itulah yang namanya whey.
Namun, cairan sisa tadi itu nggak langsung jadi susu, ya! Cairannya mesti dibersihkan dulu, dikeringkan, baru deh diproses jadi bubuk whey protein yang biasa kamu konsumsi.
Manfaat Whey Protein untuk Kesehatan
Whey protein bukan cuma sekadar suplemen buat yang lagi nge-gym aja. Nutrisinya lengkap banget, jadi dia ini sumber protein terbaik yang bisa jaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Yuk, kita bahas 10 manfaat whey protein yang didukung penelitian ilmiah!
1. Mendukung Pertumbuhan dan Pemeliharaan Otot
Ini adalah kegunaan whey protein yang paling populer. Seiring bertambahnya usia, massa otot kita bakal menyusut secara alami.
Menurut Journal of the International Society of Sports Nutrition, whey protein itu kaya akan leusin, yaitu asam amino paling ampuh buat memicu pembentukan otot baru. Konsumsi whey protein bareng latihan beban, ampuh banget buat menjaga massa otot dan pertumbuhannya.
2. Mempercepat Pemulihan Otot Pascalatihan
Saat olahraga, serat otot mengalami kerusakan kecil. Nah, salah satu manfaat whey protein yang paling langsung terasa adalah kandungan BCAA (Branched-Chain Amino Acids) yang dapat membantu proses perbaikan jaringan otot yang rusak tadi biar cepat pulih lagi.
Riset dalam Journal of the International Society of Sports Nutrition bilang kalau minum whey protein sehabis olahraga membantu mengurangi pegal dan mempercepat pemulihan otot.
3. Mendukung Penurunan Berat Badan
Protein adalah makronutrien yang paling mengenyangkan. Riset dalam American Journal of Clinical Nutrition menyatakan kalau penambahan asupan protein mampu menurunkan total kalori harian, karena protein ampuh menahan lapar dibanding karbo atau lemak.
Di sini, fungsi whey membantu mempertahankan massa otot saat defisit kalori supaya lemak yang luruh, bukan otot. Hal ini berbeda dengan whey protein untuk bulking yang mengejar surplus kalori.
4. Membantu Menjaga Kadar Gula Darah
Salah satu manfaat whey protein yang jarang disadari ialah kemampuannya membantu jaga kadar gula darah biar nggak melonjak drastis setelah kamu makan, terlebih makanan yang tinggi karbohidrat.
Ini karena whey bisa merangsang tubuh untuk mengeluarkan insulin seperlunya. Studi dari Diabetologia menyebutkan minum whey protein sebelum makan membantu menjaga gula darah tetap stabil, terutama buat mereka yang punya diabetes tipe 2.
5. Mendukung Kesehatan Jantung
Beberapa penelitian menunjukkan kalau rutin konsumsi whey protein dapat bantu nurunin tekanan darah. Inilah salah satu kegunaan whey protein yang relevan tidak hanya untuk atlet, tetapi juga buat siapa pun yang peduli sama kesehatan jantungnya.
Kandungan peptida bioaktif, yang disebut laktokinin, kerjanya mirip banget sama obat tensi, yaitu bantu bikin pembuluh darah lebih rileks dan lebar.
Baca Juga: Peran Penting Protein dalam Pembentukan Otot
6. Memperkuat Pertahanan Tubuh dari Radikal Bebas
Whey protein kaya akan sistein, bahan utama untuk bikin glutathione. Nah, glutathione ini adalah salah satu antioksidan untuk menangkal radikal bebas biar sel-sel kita nggak gampang rusak.
Itu artinya, manfaat susu whey protein itu nggak cuma buat atlet, tetapi penting juga untuk semua orang yang mau menjaga kesehatan jangka panjangnya.
7. Membantu Mengurangi Peradangan
Ada tinjauan di Current Opinion in Clinical Nutrition & Metabolic Care yang nemuin kalau konsumsi whey protein dosis tinggi bisa bantu nurunin kadar CRP, yaitu penanda utama kalau ada peradangan kronis di dalam tubuh.
Peradangan kronis ini sering dikaitkan sama penyakit serius, kayak diabetes tipe 2, sakit jantung, sampai kanker. Makanya, ngejaga peradangan tetap terkontrol dari sekarang itu penting banget buat investasi kesehatan kamu di masa depan.
8. Mendukung Daya Tahan Tubuh
Kandungan imunoglobulin, laktoferin, dan beta-laktoglobulin dalam whey protein berperan membantu mendukung respons imun tubuh. Laktoferin mempunyai sifat antimikroba dan antiviral yang telah terbukti dalam berbagai penelitian.
Bahkan, buat anak-anak yang mengidap asma, ada sejumlah studi yang menemukan kalau konsumsi whey bisa ngebantu respon imun agar lebih positif. Ini salah satu manfaat whey yang sering nggak kepikiran sama orang yang butuh protein untuk membentuk otot.
9. Mempercepat Pemulihan Luka
Protein ibarat bahan baku utama yang dibutuhkan tubuh buat memperbaiki dan meregenerasi jaringan yang rusak. Asupan protein yang cukup, termasuk dari whey, dapat membantu mempercepat penyembuhan luka setelah operasi, cedera, atau sakit.
Bahkan, WHO sendiri menyarankan peningkatan asupan protein buat pasien yang lagi pemulihan untuk mendukung pembentukan jaringan baru.
10. Memenuhi Protein Berkualitas dengan Skor PDCAAS Tertinggi
Kualitas protein diukur pakai standar ilmiah yang disebut PDCAAS atau Protein Digestibility Corrected Amino Acid Score. Nah, whey protein ini punya skor 1.0 alias nilai paling tinggi dan sempurna!
Ini artinya, whey punya asam amino yang lengkap dan gampang banget diserap tubuh. Jadi buat tujuan apa pun, whey emang salah satu pilihan paling terbaik yang bisa kamu dapat.
Jenis-Jenis Whey Protein di Pasaran
Sebelum asal pilih, mending pahami dulu jenis whey protein yang ada di pasaran. Soalnya, kegunaan whey protein yang kamu dapat juga bergantung sama jenis yang kamu pilih.
Bedanya lumayan berasa kok, mulai dari cara bikinnya, kadar proteinnya, sampai siapa yang paling pas buat minum itu.
|
Jenis |
Kadar Protein |
Laktosa |
Cocok Untuk |
|
Whey Concentrate |
60 - 80% |
Rendah - sedang (bervariasi) |
Lebih ekonomis, cocok untuk semua tanpa intoleransi laktosa |
|
Whey Isolate |
85 - 95% |
Sangat rendah (<1%) |
Pilihan lebih baik untuk intoleransi laktosa ringan |
|
Whey Hydrolysate |
80 - 90% |
Sangat rendah |
Pemulihan cepat, namun harga tertinggi |
*Sumber: Journal of the International Society of Sports Nutrition.
Whey concentrate adalah yang paling banyak ditemui dan harganya paling bersahabat. Di sisi lain, whey isolate lebih “bersih” alias murni serta pas banget buat kamu yang perutnya sensitif sama laktosa.
Nah, yang paling canggih itu whey hydrolysate, proteinnya udah dipecah jadi molekul lebih kecil biar penyerapannya super cepat. Cocok buat nge-gas pemulihan otot setelah latihan dengan intensitas yang keras dan intens banget.
Baca Juga: 7 Manfaat dan Kandungan Susu Whey Protein untuk Kesehatan
Efek Samping Konsumsi Whey Protein
Sebenarnya, konsumsi whey itu aman-aman aja buat bantu memenuhi kebutuhan protein harian orang dewasa yang sehat. Namun, agar manfaat whey protein bisa kamu rasain secara optimal, ada beberapa hal yang tetap perlu kamu perhatikan.
- Gangguan pencernaan. Kalau kamu merasa kembung, mual, atau diare, bisa jadi itu karena kamu nggak tahan sama laktosa. Coba deh ganti ke jenis whey isolate atau hydrolysate yang lebih aman buat perut.
- Beban ginjal. Minum protein kebanyakan dalam waktu lama bisa bikin ginjal kerja ekstra keras. Kalau memang ada masalah ginjal, konsultasi dengan dokter dulu sebelum mulai minum suplemen.
- Kondisi medis khusus. Untuk penderita fenilketonuria (PKU), harus ekstra hati-hati karena whey ada kandungan fenilalanin-nya.
- Alergi susu sapi. Karena bahan dasarnya susu, whey nggak cocok buat orang yang punya alergi susu. Inget ya, alergi sama intoleransi laktosa itu beda!
- Konsumsi berlebihan. Asupan protein melebihi kebutuhan nggak bakal kasih manfaat apa-apa dan malah bisa bikin masalah nantinya.
Intinya, dosis yang pas itu sekitar 1–2 scoop sehari (kira-kira 25–50 gram protein), tapi tetap sesuaikan lagi sama aktivitas harianmu, ya! Biar nggak bingung, coba cek kebutuhan kamu pakai Kalkulator Protein Harian, yuk!
Tips Aman Mengonsumsi Whey Protein
Nah, sebelum kamu mulai nyobain, ada baiknya pahami dahulu aturan minum whey protein yang benar biar hasilnya makin maksimal. Ini nih panduan santainya buat kamu.
- Tentukan tujuan konsumsi, mau ngebentuk otot, biar cepat pulih, atau sekadar untuk menambah asupan protein harian. Beda target, beda juga takaran whey dan waktu minumnya.
- Waktu terbaik minum whey adalah 30 menit setelah olahraga untuk bantu pemulihan otot. Bisa juga dikonsumsi di pagi hari sebagai pelengkap sarapan, atau di antara waktu makan.
- Mulai dari dosis rendah saat kamu baru pertama kali, lalu sesuaikan dengan respons tubuh.
- Whey itu cuma pendamping, bukan pengganti makanan utama. Jadi, tetap utamakan makan protein dari ayam, telur, ikan, atau tahu tempe, ya!
- Minum cukup air setiap hari, apalagi kalau asupan protein kamu lagi tinggi, biar kerja ginjal kamu tetap aman dan lancar.
- Pilih produk dengan registrasi BPOM yang terdaftar resmi untuk memastikan keamanan dan kualitasnya.
Rekomendasi Whey Protein Berkualitas di Natural Farm
Udah tahu manfaat whey protein dan cara konsumsinya yang benar? Sekarang saatnya pilih produk yang sesuai sama goals kamu. Berikut beberapa pilihan terbaik yang tersedia di Natural Farm.
1. Optimum Nutrition Whey Gold Standard Vanilla Ice Cream

Beli Optimum Nutrition Whey Gold Standard Vanilla Ice Cream di Natural Farm
Kamu pasti udah tahu manfaat whey protein, mulai dari dukung pertumbuhan otot, percepat recovery, hingga bantu jaga berat badan tetap ideal. Namun, semua manfaat itu baru terasa jika produknya berkualitas: tinggi protein, takaran pas, dan mudah diserap tubuh.
Nah, buat kamu yang cari paket lengkap, Optimum Nutrition Whey Gold Standard juaranya! Tiap scoop-nya bisa menyediakan 24 gram Protein Blend (Isolate, Concentrate, Hydrolyzed Peptides), 5,5 g BCAA, dan hanya 120 kalori. Apalagi rasa Vanilla Ice Cream-nya enak dan gampang banget larut!
2. BSN Syntha 6 Chocolate

Beli BSN Syntha 6 Chocolate di Natural Farm
Salah satu manfaat whey protein yang suka terlewat adalah menjaga massa otot tetap aman sepanjang hari, bahkan saat lagi istirahat atau sibuk beraktivitas. Tanpa asupan protein yang konsisten, proses pembentukan otot bisa terhambat meski kamu sudah sering nge-gym.
Nah, BSN Syntha 6 ini solusinya karena punya 22 g protein premium yang lengkap dengan serat dan lemak sehat. Bedanya sama whey biasa, Syntha 6 dicerna perlahan sama tubuh, jadi otot kamu dapat asupan asam amino terus-terusan dalam waktu lama.
Cocok banget buat pemulihan maksimal, nggak cuma sejam setelah gym, tetapi tetap kerja berjam-jam setelahnya. Pas buat kamu yang aktif dan perlu protein kapan aja, apalagi rasa Chocolate-nya enak banget!
3. ISOPURE Infusions Mixed Berry

Beli ISOPURE Infusions Mixed Berry di Natural Farm
Bosen sama whey rasa susu yang kental dan bikin enek? Manfaat whey protein itu baru bisa berasa kalau kamu rutin minumnya. Nah, ISOPURE Infusions ini beda banget!
Isinya 20 g Whey Protein Isolate (WPI) murni yang bersih, tanpa lemak atau gula tambahan. Rasanya kayak jus buah yang ringan dan segar di tenggorokan karena pakai pemanis alami dari stevia.
Cuma 90 kalori, pas banget buat kamu yang lagi diet tapi nggak suka tekstur protein shake yang "berat". Cara asik buat dapetin protein tinggi tanpa bikin perut begah!
4. BSN Syntha 6 Isolate Strawberry

Beli BSN Syntha 6 Isolate Strawberry di Natural Farm
Perut kembung atau mual setelah minum whey sering kali disebabkan oleh laktosa di whey concentrate. Ini yang bikin perut kamu nggak nyaman dan malas minum rutin.
Dengan teknologi ISOLAST pada BSN Syntha 6 Isolate, protein diserap cepat dan bertahap. Ototmu pulih cepat setelah latihan dan nutrisinya terus terjaga berjam-jam kemudian.
Kadar laktosa super rendah membuatnya ramah di lambung sensitif, cocok untuk yang mau upgrade dari whey biasa. Rasa Strawberry-nya segar, enak diminum saat sarapan ataupun setelah latihan.
5. ISOPURE Zero Carb Vanilla

Beli ISOPURE Zero Carb Vanilla di Natural Farm
Lagi program diet atau cutting tapi takut gula atau karbo tersembunyi merusak progresmu? Jangan sampai berhenti minum suplemen, karena asupan protein sangat penting untuk mencegah otot menyusut (katabolisme) saat sedang defisit kalori.
ISOPURE Zero Carb Vanilla bisa jadi solusinya! Tiap scoop kasih kamu 25 g 100% Whey Protein Isolate (WPI) murni dengan 0 g karbo dan gula. Proteinnya bersih dan laktosanya rendah banget, jadi aman buat perut kamu yang sensitif.
Produk ini praktis banget buat nemenin program diet ketat kamu setiap hari. Bisa diminum pas sarapan, beres olahraga, atau kapan pun ngerasa kurang asupan protein harian.



