Whey vs plant protein masih jadi perdebatan klasik di kalangan pegiat gym, apalagi kalau kamu baru mulai serius mengatur asupan protein harian.
Dua-duanya sama-sama bisa bantu penuhi kebutuhan protein, tapi beda dari sisi sumber, kecepatan cerna, sampai profil asam amino. Yuk, pahami perbandingan whey vs plant protein lebih dalam biar nggak asal pilih pas checkout.
Perbedaan Whey dan Plant Protein
Secara umum, perbedaan whey dan plant protein terlihat dari tiga hal utama, yakni kualitas protein, kecepatan penyerapan, dan toleransi pencernaan. Berikut rinciannya.
|
Aspek |
Whey Protein |
Plant Protein |
|
Sumber |
Cairan susu sapi yang tersisa dari pembuatan keju |
Kacang polong, beras, kedelai, atau biji-bijian |
|
Skor DIAAS (kualitas protein) |
1,09 (whey isolate) |
0,37–0,90, tergantung sumber (rice terendah, soy tertinggi) |
|
Kecepatan penyerapan |
Cepat, puncak asam amino darah lebih tinggi |
Lebih lambat, kecuali dosis ditingkatkan |
|
Kandungan laktosa |
Rendah (isolate) – sedang (concentrate) |
Bebas laktosa |
|
Cocok untuk |
Butuh penyerapan cepat, toleran laktosa |
Vegan, vegetarian, intoleran laktosa, alergi susu |
|
Rasa & tekstur |
Creamy, mudah larut |
Sedikit earthy, terus membaik di formula modern |
1. Cara Pembuatan
Whey protein adalah berasal dari cairan susu sapi yang tersisa dari pembuatan keju yang dikeringkan menjadi bubuk. Karena melalui proses filtrasi, kadar laktosa pada whey isolate jauh lebih rendah dibandingkan whey concentrate.
Sementara itu, plant protein bersumber dari tanaman seperti kacang polong, beras, kedelai, atau hemp. Produk ini bisa berupa sumber tunggal atau campuran untuk menyempurnakan profil asam amino. Karena berbasis nabati, plant protein bebas laktosa sehingga ideal bagi vegan dan mereka yang intoleran laktosa.
2. Kandungan Protein dan Skor Kualitas Asam Amino
Singkatnya, whey protein adalah protein lengkap yang mengandung seluruh asam amino esensial dalam jumlah yang baik. Salah satu cara untuk menilai kualitas protein adalah melalui DIAAS (Digestible Indispensable Amino Acid Score).
DIAAS menilai kualitas protein berdasarkan kandungan asam amino esensial dan seberapa baik asam amino tersebut dapat dicerna oleh tubuh. Semakin tinggi skornya, semakin baik protein dalam memenuhi kebutuhan asam amino esensial.
Whey isolate memiliki skor DIAAS 1,09, lebih tinggi dibandingkan soy protein isolate (0,90) dan pea protein concentrate (0,82) (Mathai et al., 2017). Sementara itu, rice protein isolate memiliki skor sekitar 0,37–0,42 karena rendah lisin, yaitu salah satu asam amino pembatasnya (Herreman et al., 2020).
Meski begitu, plant protein dapat dikombinasikan dari beberapa sumber, seperti pea, rice, dan fava bean, untuk melengkapi profil asam aminonya dan meningkatkan kualitas protein secara keseluruhan.
3. Kecepatan Penyerapan dan Respons Sintesis Protein Otot
Terkait kecepatan penyerapan, studi double-blind pada 18 pria terlatih menunjukkan kadar asam amino esensial setelah mengonsumsi plant protein 30–40% lebih rendah dibanding whey protein isolate dalam empat jam pertama (Brennan et al., 2019).
Kabar baiknya, plant protein bisa menyamai whey jika dosisnya ditingkatkan atau ditambah leusin (asam amino pemicu utama pembentukan otot). Riset 12 minggu pada 48 orang dewasa muda yang latihan beban 3 kali seminggu menunjukkan penambahan massa otot dan kekuatan yang setara antara kelompok soy protein dan whey protein, asal kandungan leusinnya disamakan (Lynch et al., 2020).
4. Toleransi Pencernaan dan Kandungan Laktosa
Jika kamu sering kembung setelah minum susu, kamu tidak sendiri. Secara global, prevalensi malabsorbsi laktosa mencapai 68% dan lebih tinggi lagi di Asia (NIDDK, 2018). Di Indonesia, angka pada anak usia 6–11 tahun tercatat 57,8% (Hegar & Widodo, 2015; dilaporkan ulang oleh IPB University, 2026).
Whey protein isolate umumnya rendah laktosa karena sudah difiltrasi, tapi whey concentrate masih menyisakan sedikit laktosa. Plant protein otomatis bebas laktosa karena memang bukan berasal dari susu, jadi lebih ramah buat lambung yang sensitif.
Apa Itu Whey Protein dan Plant Protein?Whey protein adalah protein hewani berupa bagian cair dari susu sapi yang tersisa saat proses pembuatan keju, sedangkan plant protein berasal dari sumber nabati seperti kacang polong, beras, atau kedelai. Dalam perbandingan whey vs plant protein, whey punya profil asam amino esensial paling lengkap dan diserap cepat oleh tubuh, sementara plant protein umumnya perlu dicampur dari beberapa sumber nabati agar profil asam aminonya setara (Mathai et al., 2017). |
Whey vs Plant Protein, Mana yang Bagus untuk Bangun Otot?
Jawaban singkatnya tergantung kondisi dan preferensi kamu. Berikut ringkasan mana yang cocok untuk situasi seperti apa:
- Whey protein lebih unggul untuk: bangun otot secepat mungkin dengan dosis protein standar (20–25 gram) karena penyerapan lebih cepat dan skor DIAAS lebih tinggi. Manfaat whey protein untuk otot juga sudah didukung banyak studi klinis.
- Plant protein cocok untuk: kamu yang vegan, vegetarian, intoleran laktosa, atau memang lebih nyaman dengan sumber nabati. Progress otot tetap bisa maksimal asal dosis dan kombinasi sumbernya tepat.
- Kunci utama plant protein: tambahkan leusin atau kombinasikan beberapa sumber nabati (misal pea + rice) agar sintesis protein otot setara dengan whey (Lynch et al., 2020).
Dalam pertarungan whey vs plant protein untuk otot, keduanya sama-sama bisa mendukung pembentukan otot selama total protein harian kamu tercukupi dan latihan bebannya konsisten. Bedanya cuma di preferensi gaya hidup, toleransi pencernaan, dan berapa banyak yang harus kamu minum untuk dapat efek yang sama.
Belum yakin berapa kebutuhan protein harianmu? Cara menghitung protein untuk membentuk otot bisa jadi panduan awal, atau cek langsung pakai Kalkulator Protein atau Kalkulator BMI dari Natural Farm biar takaran suplemenmu makin pas.
Whey vs Plant Protein untuk Weight Loss, Mana yang Lebih Membantu?
Buat kamu yang lagi program cutting atau defisit kalori, whey dan plant protein sama-sama bisa membantu, asal dipakai dengan strategi yang tepat.
Kunci utamanya bukan sekadar jenis protein, tapi bagaimana suplemen ini mendukung rasa kenyang dan menjaga massa otot saat kalori kamu dikurangi.
Whey protein lebih efektif menekan nafsu makan karena penyerapan cepat dan memicu hormon kenyang (GLP-1 & PYY). Plant protein juga membantu kenyang lebih lama berkat kandungan seratnya, cocok jika kamu sering lapar di sela jam makan.
Kedua jenis protein membantu menjaga otot saat defisit kalori. Untuk hasil terbaik, pilih produk rendah kalori (<150 kkal) dan gula, serta kombinasikan dengan latihan beban rutin.
Baca Juga: Ketahui Perbedaan Protein Hewani dan Nabati untuk Kebutuhan Nutrisi!
Rekomendasi Whey dan Plant Protein di Natural Farm
Setelah paham perbandingan whey vs plant protein, saatnya pilih produk yang cocok. Natural Farm punya lineup whey dan plant protein lengkap yang tinggal kamu sesuaikan dengan kebutuhan dan gaya hidup kamu.
Berikut beberapa pilihan yang bisa kamu pertimbangkan:
|
Produk |
Kandungan Protein |
Cocok Untuk |
|
Optimum Nutrition Whey Gold Standard Chocolate |
24 g protein, 5,5 g BCAA/sajian |
Whey klasik, penyerapan cepat pasca-latihan |
|
ISOPURE Whey Protein Isolate Unflavored |
25 g protein isolate, 0 g gula & laktosa |
Cutting, atau sensitif rasa tambahan |
|
BSN Syntha-6 Strawberry |
22 g protein, asam amino esensial + serat |
Rasa creamy untuk konsumsi harian |
|
Optimum Nutrition Gold Standard Plant Protein Vanilla |
24 g protein nabati (quinoa, buckwheat, millet, chia, amaranth), 4 g BCAA |
Vegan, vegetarian, intoleran laktosa |
|
Herbilogy PlantPro Powder Vanilla |
18 g protein nabati (pea & rice isolate) |
Plant protein porsi ringkas, tekstur ringan |
1. Optimum Nutrition Whey Gold Standard Chocolate

Beli Optimum Nutrition Whey Gold Standard Chocolate 2 lb di Natural Farm
Wajar kalau Optimum Nutrition Gold Standard laris manis lebih dari 20 tahun. Rahasianya ada pada kombinasi whey isolate, concentrate, dan hydrolyzed yang diformulasikan untuk mendukung pemulihan dan pertumbuhan otot pascalatihan.
Plus, rasa Double Rich Chocolate-nya enak dan creamy, nggak berasa tepung sama sekali. Pas banget buat kamu yang latihan rutin dan lagi cari suplemen andalan yang nggak ngebosenin.
|
Kandungan Protein |
24 g per sajian (30,4 g) |
|
Sumber Protein |
Whey isolate, whey concentrate, hydrolyzed whey |
|
BCAA per Sajian |
5,5 g (termasuk leusin dosis tinggi) |
|
Ukuran & Rasa |
2 lb (907 g) — Double Rich Chocolate |
|
Aturan Konsumsi |
1 scoop + 180-240 ml air atau susu skim, ideal ±30 menit pasca-latihan |
|
Cocok Untuk |
Pemula sampai advanced yang butuh whey serba-bisa untuk hipertrofi |
2. ISOPURE Whey Protein Isolate Unflavored

Beli ISOPURE Whey Protein Isolate Unflavored 1 lb di Natural Farm
Suka bereksperimen atau lagi cutting ketat? ISOPURE Unflavored ini pilihan pas buat kamu. Isinya 100% whey protein isolate murni tanpa tambahan gula, karbo, laktosa, atau perisa apa pun.
Kamu bebas mencampurnya ke smoothie, oatmeal, kopi, bahkan adonan pancake tanpa takut rasanya berubah. Cocok banget buat kamu yang teliti jaga makro atau punya perut sensitif sama pemanis buatan.
|
Kandungan Protein |
25 g per sajian |
|
Sumber Protein |
100% whey protein isolate |
|
BCAA per Sajian |
5,5 g (rich leucine) |
|
Ukuran & Rasa |
1 lb (454 g) — Unflavored |
|
Aturan Konsumsi |
Campur dengan smoothie, oatmeal, kopi, atau resep favoritmu |
|
Cocok Untuk |
Program cutting, keto, sensitif rasa tambahan, meal prep |
3. BSN Syntha-6 Vanilla

Beli BSN Syntha-6 Vanilla 5 lb di Natural Farm
Bosen sama protein shake yang rasanya gitu-gitu aja? BSN Syntha-6 beda!
Dengan campuran enam sumber protein yang diserap tubuh secara bertahap, suplemen ini bikin otot kamu tetap ternutrisi bahkan pas lagi tidur. Ditambah rasa Vanilla yang enak banget kayak dessert, kamu bakal nagih buat minum tiap hari!
|
Kandungan Protein |
22 g per sajian |
|
Sumber Protein |
Blend 6 protein (WPI, WPC, calcium caseinate, micellar casein, milk protein isolate, egg albumen) |
|
Ekstra Nutrisi |
Asam amino esensial + serat pangan |
|
Ukuran & Rasa |
5 lb (2,27 kg) — Vanilla |
|
Aturan Konsumsi |
1 scoop + 240 ml air atau susu, cocok pagi, sore, atau sebelum tidur |
|
Cocok Untuk |
Konsumsi harian, meal replacement ringan, penikmat rasa premium |
4. Optimum Nutrition Gold Standard Plant Protein Vanilla

Beli Optimum Nutrition Gold Standard Plant Protein Vanilla 1.63 lb di Natural Farm
Lagi jalanin pola makan plant-based tapi nggak mau kualitas proteinnya "tanggung"? Nah, ini dia buktinya kalau plant protein bisa naik kelas!
Dibuat dari perpaduan lima organic ancient grain (quinoa, buckwheat, millet, chia, dan amaranth), diformulasikan untuk mendekati kelengkapan profil asam amino protein hewani.
Tenang, rasa Creamy Vanilla-nya smooth banget dan sama sekali nggak berasa "kacang-kacangan" berkat teknik enzymatic processing yang canggih.
|
Kandungan Protein |
24 g per sajian (38 g) |
|
Sumber Protein |
Blend organic quinoa, buckwheat, millet, chia, amaranth (100% nabati) |
|
BCAA per Sajian |
4 g |
|
Ukuran & Rasa |
1,63 lb (740 g) — Creamy Vanilla |
|
Aturan Konsumsi |
1 scoop (38 g) + 270 ml air dingin atau susu almond |
|
Cocok Untuk |
Vegan, vegetarian, intoleran laktosa, alergi susu sapi |
5. Herbilogy PlantPro Powder Vanilla

Beli Herbilogy PlantPro Powder Vanilla 280 g di Natural Farm
Masih ragu mau coba plant protein karena takut nggak cocok kalau beli ukuran besar? Herbilogy PlantPro jawabannya!
Ukurannya yang travel-friendly pas banget buat 10 kali minum, jadi cocok buat kamu yang mau trial dulu.
Plus, perpaduan protein kacang polong dan beras di dalamnya bikin nutrisinya makin lengkap, teksturnya ringan, dan nggak gampang menggumpal pas dilarutkan.
|
Kandungan Protein |
18 g per sajian (28 g) |
|
Sumber Protein |
Pea protein isolate + rice protein isolate (100% nabati) |
|
Ekstra Nutrisi |
Bebas gluten, laktosa, dan pemanis buatan |
|
Ukuran & Rasa |
280 g (~10 sajian) — Vanilla |
|
Aturan Konsumsi |
5 sendok takar (28 g) + minimal 300 ml air |
|
Cocok Untuk |
Pemula plant protein, traveler, intoleran laktosa, budget-friendly |



