Logo Natural Farm
Gratis Ongkir + Banyak Promo belanja di aplikasi
Mom & Kids

10 Cara Mengatasi Bayi Susah BAB agar Bisa Lancar Kembali

Ditinjau oleh Tim Kesehatan Natural Farm Ditulis oleh Ariq Yusron Fathoni

Bagikan:

Cara mengatasi bayi susah BAB penting dipahami saat si Kecil mengejan keras, menangis, atau tampak tidak nyaman saat buang air besar. Melihat bayi kesulitan mengeluarkan feses tentu dapat membuat Anda khawatir dan ingin segera membantunya.

Meski pola BAB setiap bayi berbeda, feses keras atau BAB yang terasa menyakitkan harus diperhatikan. Kenali frekuensi BAB normal, penyebabnya, serta cara mengatasi bayi susah BAB yang tepat dan aman.

Berapa Kali Normalnya Bayi BAB dalam 1 Hari? 

Frekuensi BAB bayi dapat berubah sesuai usia dan perkembangan saluran cerna. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, bayi baru lahir hingga usia 2 bulan, terutama yang mendapat ASI, dapat BAB hingga 10 kali sehari. Mendekati usia 2 bulan, frekuensinya bisa berkurang hingga 5–7 hari sekali selama bayi sehat.

Agar lebih mudah memahami pola BAB yang masih normal, berikut gambaran frekuensinya berdasarkan usia bayi.

Usia dan Jenis Asupan

Frekuensi BAB Normal Bayi

0–2 bulan, terutama ASI 

Hingga 10 kali sehari 

Mendekati 2 bulan 

Dapat 5–7 hari sekali 

2 bulan ke atas

1–2 hari sekali

Bayi susu formula 

Umumnya 1 kali sehari, atau tiap 1–2 hari 

Setelah mulai MPASI 

Frekuensi berubah sesuai pola makan

Sekitar 3 tahun ke atas 

Sekitar 1 kali sehari 

*) Sumber: Ikatan Dokter Anak Indonesia, National Health Service, American Academy of Pediatrics. 

Jadi, bayi yang tidak BAB tiap hari belum tentu mengalami sembelit atau konstipasi. Lebih baik Anda memperhatikan konsistensi feses dan kondisi bayi.

Feses yang masih berbentuk pasta atau lembek umumnya normal, sedangkan feses keras dan berbentuk bulat seperti tahi kambing dapat menandakan konstipasi. 

Baca Juga: Pup Bayi Berwarna Hijau? Ini 3 Penyebab Utamanya!

Tanda dan Gejala Susah BAB pada Bayi

Susah BAB atau sembelit pada bayi tidak hanya ditandai jarang BAB. Anda sebagai orang tua juga perlu memperhatikan kondisi kesehatan bayi, terutama perubahan pada feses dan perilaku si Kecil saat buang air besar. 

Beberapa tanda dan gejala yang umum, antara lain sebagai berikut.

  • BAB kurang dari 3 kali dalam seminggu.
  • Feses keras, kering, menggumpal, atau berbentuk seperti pelet.
  • Kesulitan atau tampak kesakitan saat BAB.
  • Mengejan lebih dari 10 menit tanpa berhasil BAB.
  • Perut terasa lebih keras atau kembung.
  • Lebih rewel atau tampak kurang berenergi.
  • Nafsu makan berkurang dari biasanya.
  • Terdapat sedikit darah pada feses akibat luka di sekitar anus.

Penyebab Bayi Susah BAB

Bayi susah BAB dapat dipicu oleh perubahan asupan, kurang cairan, hingga kondisi medis tertentu. Berikut ini adalah beberapa penyebab yang umum.

  • Perubahan asupan: beralih ke susu formula pertama kali atau baru mulai MPASI dapat memicu konstipasi.
  • Kurang cairan: asupan cairan yang kurang bisa membuat feses lebih keras.
  • Kurang serat: pada bayi yang sudah MPASI, kurang serat bisa memicu sembelit.
  • Takaran susu formula tidak tepat: terlalu banyak susu formula bisa meningkatkan risiko konstipasi dan dehidrasi.
  • Kondisi medis tertentu: Hirschsprung (kelainan bawaan pada usus) dan gangguan pencernaan tertentu dapat menyebabkan sembelit pada bayi.

Cara Mengatasi Bayi Susah BAB yang Tepat

pijatan untuk bayi susah bab

Cara mengatasi susah BAB pada bayi harus disesuaikan dengan usia dan jenis asupan si Kecil. Tidak semua bayi yang jarang BAB mengalami konstipasi, sehingga penting melihat frekuensi, konsistensi feses, dan kesulitan saat BAB sebelum memberikan penanganan.

1. Pastikan Kebutuhan ASI Tetap Terpenuhi

Cara mengatasi bayi susah BAB yang utama adalah dengan tetap memberikan ASI sesuai kebutuhan. Bayi yang mendapatkan ASI umumnya tidak membutuhkan tambahan air putih, karena kebutuhan cairannya dapat dipenuhi dari ASI.

Perhatikan juga tanda bayi cukup minum, seperti frekuensi buang air kecil dan pertambahan berat badan. Jika bayi tampak kurang menyusu atau popok basah berkurang, konsultasikan kondisinya kepada dokter.

2. Berikan Tambahan Air Putih Sesuai Anjuran

Pada bayi dengan konstipasi, Ikatan Dokter Anak Indonesia merekomendasikan pemberian air putih tambahan sebanyak 15–20 ml, 3–4 kali sehari sebagai salah satu langkah untuk mengatasi susah BAB pada bayi (IDAI, 2017). 

Meski demikian, pemberian air putih tetap harus mempertimbangkan usia dan keadaan bayi.

Untuk bayi yang berusia kurang dari 2 bulan, jangan memberikan air putih secara rutin tanpa arahan tenaga kesehatan. Sementara itu, bayi yang minum susu formula dapat diberikan tambahan air di antara beberapa waktu menyusu sesuai anjuran.

3. Pastikan Takaran Susu Formula Tepat

Jika bayi minum susu formula, buat susu sesuai perbandingan bubuk dan air yang tercantum pada kemasan. Takaran bubuk yang terlalu banyak dapat membuat formula lebih pekat dan meningkatkan risiko konstipasi maupun dehidrasi.

Jangan pula mengencerkan susu dengan menambahkan air lebih banyak dari takaran. Cara tersebut dapat membuat kandungan nutrisi yang diterima bayi tidak sesuai kebutuhannya.

4. Berikan Buah yang Membantu Melunakkan Feses

Cara mengatasi bayi susah BAB untuk bayi yang telah menerima makanan pendamping ASI (MPASI) dapat dengan memberikan makanan kaya serat, seperti pir, plum, aprikot, kacang polong, dan sayuran. Buah dapat disajikan sebagai puree atau dalam tekstur yang sesuai dengan tahap kemampuan makan bayi.

IDAI juga menganjurkan pemberian buah selain pisang dan apel pada bayi. Coba masukkan secara bertahap ke dalam menu MPASI supaya asupan serat meningkat tanpa mengurangi kebutuhan nutrisi lain.

5. Berikan Jus Pir atau Apel pada Kondisi Tertentu

Menurut American Academy of Pediatrics, bayi berusia lebih dari 1 bulan yang mengalami konstipasi dapat diberikan sedikit jus pir atau apel. Kandungan gula tertentu di dalam jus tersebut dapat membantu menarik cairan ke usus sehingga feses lebih lunak.

AAP memberikan panduan sekitar 30 ml per hari untuk setiap bulan usianya, misalnya bayi usia 3 bulan mendapat 90 ml dengan batas maksimal sekitar 120 ml per hari. Karena jus tidak dianjurkan sebagai minuman rutin untuk bayi di bawah 1 tahun, penggunaannya sebaiknya hanya untuk kondisi konstipasi dan mengikuti arahan dokter.

Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Perut Kembung pada Bayi agar Lebih Nyaman

6. Gerakkan Kaki seperti Mengayuh Sepeda

Baringkan bayi dalam posisi telentang, lalu gerakkan kedua kakinya secara perlahan seperti sedang mengayuh sepeda. Gerakan ini membantu merangsang pergerakan usus sekaligus membuat bayi lebih rileks saat mengalami kesulitan BAB.

Lakukan beberapa kali dengan gerakan lembut dan jangan memaksakan rentang gerak kaki bayi. Anda juga dapat menekuk kedua lututnya perlahan ke arah perut selama beberapa detik, lalu kembali ke posisi semula.

7. Pijat Perut dengan Gerakan Searah Jarum Jam

Pijatan lembut pada perut merupakan salah satu cara mengatasi bayi susah BAB yang bisa dilakukan saat bayi sedang tenang dan nyaman. Gunakan telapak tangan atau ujung jari dengan tekanan ringan, lalu lakukan gerakan memutar searah jarum jam di sekitar perut.

IDAI juga menyebutkan pijatan perut sebagai salah satu upaya untuk merangsang gerakan usus. Berhenti memijat bayi jika menangis, kesakitan, atau perutnya terasa sangat keras.

8. Mandikan Bayi dengan Air Hangat

Mandi air hangat dapat membantu bayi lebih rileks ketika merasa tidak nyaman akibat sulit BAB. Gunakan air dengan suhu 37–38°C, hangat tetapi tidak terlalu panas untuk kulit bayi.

Anda dapat memandikan bayi selama beberapa menit sebelum melakukan pijat perut atau gerakan kaki. Pastikan bayi selalu dalam pengawasan dan periksa suhu air terlebih dahulu sebelum memasukkannya ke bak mandi.

9. Jangan Memasukkan Benda ke Anus Bayi

Hindari mencoba merangsang anus bayi menggunakan termometer, sabun, cotton bud, atau benda lain untuk memancing BAB. Cara tersebut dapat menyebabkan iritasi atau cedera dan tidak diperlukan pada bayi yang sebenarnya mengalami infant dyschezia.

Pada infant dyschezia, bayi dapat mengejan, menangis, atau wajah memerah sebelum BAB, tetapi feses yang keluar tetap lunak. Kondisi ini berbeda dari konstipasi dan dapat membaik dengan sendirinya seiring kemampuan koordinasi otot bayi berkembang.

10. Konsultasikan dengan Dokter Jika Tidak Membaik

Apabila perubahan asupan dan langkah sederhana di rumah tidak membantu, konsultasikan kondisi bayi ke dokter. Dokter dapat memastikan apakah si Kecil mengalami konstipasi dan menentukan apakah membutuhkan obat pelunak feses atau pemeriksaan lebih lanjut.

Segera periksakan bayi saat konstipasi terjadi sejak lahir, mekonium terlambat keluar, perut membuncit, muntah, terdapat darah pada feses, bayi sulit menyusu, atau berat badan tidak bertambah dengan baik. Gejala tersebut dapat mengarah pada kondisi medis, termasuk Hirschsprung (kelainan bawaan pada usus).

Dukung Kesehatan Pencernaan Si Kecil dengan Suplemen dari Natural Farm

Perhatian utama pada cara mengatasi bayi yang susah BAB tetap pada kecukupan ASI dan susu formula, cairan sesuai usia, serta makanan berserat setelah mulai MPASI. 

Untuk melengkapinya, Anda bisa mempertimbangkan produk dengan kandungan yang akan mendukung kecukupan nutrisi dan kesehatan saluran pencernaan si Kecil. 

1. ChildLife Multivitamin & Mineral 

childlife multivitamin mineral

Beli ChildLife Multivitamin & Mineral 237 ml di Natural Farm

Jika bayi sudah MPASI, variasi makanan yang masih terbatas terkadang membuat asupan vitamin dan mineral belum optimal. ChildLife Multivitamin & Mineral mengandung lebih dari 16 vitamin dan mineral, termasuk magnesium, zinc, vitamin C, dan vitamin D3 yang dapat membantu melengkapi kebutuhan nutrisi si Kecil.

Kecukupan nutrisi penting untuk mendukung tumbuh kembang dan menjaga fungsi tubuh, termasuk pencernaan selama masa peralihan menuju pola makan yang lebih beragam. 

Produk ini bisa menjadi pelengkap saat variasi makanan si Kecil belum optimal. Suplemen tetap bukan pengganti ASI, susu formula, atau makanan bergizi, dan bukan obat maupun pengganti penanganan medis untuk konstipasi.

Nama Produk

ChildLife Multivitamin & Mineral 237 ml

Kandungan Utama

Lebih dari 16 Vitamin & Mineral Esensial

Manfaat

  • Mendukung daya tahan tubuh anak dan membantu melengkapi kebutuhan vitamin dan mineral harian.
  • Menyediakan vitamin dan mineral yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.
  • Menyediakan antioksidan untuk melawan radikal bebas dari lingkungan.

Aturan Konsumsi

  • Usia 6–12 bulan: sesuai anjuran dokter
  • Usia 1–4 tahun: 1–2 sendok teh sehari
  • Usia di atas 4 tahun: 2 sendok teh sehari

No. Registrasi BPOM

SI154606061 

2. ChildLife Liquid Vitamin C 

childlife liquid vitamin c

Beli ChildLife Liquid Vitamin C 118 ml di Natural Farm

Selain memperhatikan makanan yang membantu melunakkan feses, kebutuhan vitamin si Kecil juga perlu tetap terpenuhi. ChildLife Liquid Vitamin C menyediakan 135 mg vitamin C per 10 ml untuk membantu melengkapi asupan vitamin C dalam pola makan sehari-hari.

Vitamin C berperan dalam mendukung fungsi sistem imun dan membantu penyerapan zat besi dari makanan. Dengan begitu, produk ini dapat melengkapi kebutuhan nutrisi si Kecil selama Anda menerapkan pola makan yang lebih beragam untuk mendukung kesehatan pencernaannya.

Harus diingat, vitamin C tidak secara langsung mengatasi sembelit. Jadikan suplemen ini sebagai pelengkap pola makan sehat, bukan pengganti makanan utama dan penanganan medis ketika bayi mengalami konstipasi.

Nama Produk

ChildLife Liquid Vitamin C 118 ml

Kandungan Utama

Liquid Vitamin C

Manfaat

  • Membantu mendukung kesiapan tubuh menghadapi paparan kuman dari lingkungan.
  • Mempunyai kemampuan sebagai antioksidan sebagai perlindungan terhadap polutan lingkungan.
  • Membantu mencegah dan mendukung pemulihan sariawan.

Aturan Konsumsi

  • Usia 6–12 bulan: ¼ sendok teh sehari
  • Usia 1–3 tahun: ½–1 sendok teh sehari
  • Usia di atas 4 tahun: 1–2 sendok teh sehari

No. Registrasi BPOM

SI154606041 

Rekomendasi untuk Anda

Pertanyaan tentang Cara Mengatasi Bayi Susah BAB

Berapa hari batas aman bayi tidak BAB?
Apa obat alami untuk bayi susah BAB?
Bagaimana cara merangsang bayi agar BAB?

Kategori Artikel