Overthinking sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan dapat mengganggu kesehatan mental jika tidak dikendalikan. Pikiran yang terus berulang membuat Anda sulit fokus, mudah cemas, dan sulit mengambil keputusan.
Banyak orang mengalami ovt tanpa menyadarinya. Tekanan pekerjaan, hubungan sosial, dan kekhawatiran masa depan sering menjadi pemicu utama. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup.
Apa Itu Overthinking?
Overthinking adalah kondisi ketika seseorang memikirkan sesuatu secara berlebihan tanpa menghasilkan solusi yang jelas. Sederhananya, overthinking dapat dijelaskan sebagai pola pikir yang terus berulang dan sulit dihentikan.
Overthinking biasanya muncul dalam dua bentuk. Pertama, memikirkan kejadian masa lalu secara terus-menerus. Kedua, mencemaskan hal yang belum terjadi. Kedua hal ini kerap membuat pikiran tidak tenang.
Ciri-Ciri Orang yang Overthinking
Overthinking sering muncul tanpa disadari karena terlihat seperti kebiasaan berpikir biasa. Pola ini berkembang perlahan hingga menyebabkan stres berat yang akhirnya memengaruhi cara Anda merespons situasi sehari-hari.
Dengan mengenali tanda-tandanya sejak awal, Anda bisa lebih cepat mengambil langkah untuk mengatasinya.
Beberapa ciri yang umum muncul antara lain sebagai berikut.
- Sering memikirkan satu masalah berulang kali.
- Sulit membuat keputusan sederhana.
- Merasa cemas atau anxiety tanpa alasan jelas.
- Membayangkan skenario terburuk.
- Sulit merasa rileks.
Penyebab Overthinking
Penelitian pada International Journal for Science Review (2024) menyebutkan overthinking yang tidak terkontrol dapat memicu kecemasan, stres, dan depresi.
Overthinking tidak muncul secara tiba-tiba, tetapi berkembang dari kebiasaan berpikir yang terbentuk lama. Jika tidak disadari, pola ini bisa terus berulang dan makin sulit dikendalikan.
Karenanya, penting untuk mengetahui penyebab overthinking seperti di bawah ini.
1. Tekanan Hidup
Tekanan dari pekerjaan, pendidikan, dan tanggung jawab pribadi sering menjadi pemicu utama overthinking.
Saat Anda menghadapi tuntutan tinggi, pikiran cenderung terus memikirkan berbagai kemungkinan hasil, termasuk skenario terburuk. Hal ini membuat Anda sulit merasa tenang karena selalu fokus pada hal yang belum tentu terjadi.
2. Pengaruh Lingkungan
Lingkungan yang penuh kritik hingga sifat toxic, ekspektasi tinggi, atau perbandingan sosial dapat memperkuat kebiasaan overthinking. Anda mungkin mulai mempertanyakan diri sendiri secara berlebihan karena merasa harus memenuhi standar tertentu.
Paparan media sosial juga memperburuk kondisi ini karena Anda terus melihat pencapaian orang lain dan membandingkannya dengan diri sendiri.
3. Kurang Percaya Diri
Rasa tidak yakin terhadap kemampuan diri membuat Anda sering ragu dalam mengambil keputusan. Anda cenderung memikirkan ulang pilihan yang sudah dibuat dan takut melakukan kesalahan.
Pola ini membuat pikiran terus berputar tanpa arah yang jelas serta memicu overthinking secara berulang.
4. Pola Pikir Negatif
Kebiasaan fokus pada sisi negatif dari suatu situasi membuat Anda lebih mudah mengalami overthinking. Anda cenderung membesar-besarkan masalah kecil dan mengabaikan hal-hal positif.
Pola pikir ini memperkuat kecemasan dan membuat Anda sulit melihat solusi secara objektif.
5. Trauma Masa Lalu
Pengalaman buruk di masa lalu ialah pemicu kuat overthinking. Otak cenderung mengulang kembali kejadian yang dianggap mengancam sebagai bentuk perlindungan. Akibatnya, Anda terus memikirkan situasi yang sudah terjadi dan merasa cemas jika hal serupa terulang.
Pola ini membuat pikiran sulit lepas dari masa lalu. Ketika tidak dikelola, masalah kesehatan mental ini berpotensi memperkuat overthinking dan memengaruhi cara Anda mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.
6. Perfeksionisme
Perfeksionisme membuat seseorang menetapkan standar yang terlalu tinggi. Akibatnya, setiap keputusan dianalisis secara berlebihan agar hasilnya sempurna.
Pola ini memicu overthinking karena Anda takut melakukan kesalahan. Alih-alih membantu, perfeksionisme justru memperlambat proses pengambilan keputusan.
Baca Juga: 7 Cara Menghilangkan Stres agar Pikiran Lebih Tenang
Cara Menghilangkan Overthinking
Cara menghilangkan overthinking perlu dilakukan secara bertahap dan konsisten. Anda tidak bisa menghentikan overthinking secara instan, karena pola ini sudah terbentuk dari kebiasaan berpikir sehari-hari.
Yang bisa Anda lakukan adalah mengelola cara berpikir agar tidak terus terjebak dalam pikiran yang berulang. Berikut beberapa langkah yang bisa Anda terapkan:
1. Mengelola Pikiran Secara Sadar
Langkah pertama adalah menyadari kapan Anda mulai overthinking. Banyak orang tidak sadar saat pikirannya mulai berputar tanpa arah.
Ketika Anda mulai memikirkan hal yang sama berulang kali, segera alihkan perhatian ke aktivitas lain. Kesadaran ini membantu Anda memutus pola sebelum menjadi berlarut-larut.
2. Membatasi Waktu untuk Berpikir
Tidak semua masalah perlu dipikirkan sepanjang waktu. Anda bisa menetapkan batas waktu untuk memikirkan suatu hal, misalnya 10 sampai 15 menit.
Setelah itu, arahkan diri Anda untuk mengambil keputusan atau berhenti memikirkannya. Cara ini membantu mencegah overthinking berkembang lebih jauh.
3. Mengatur Aktivitas Harian
Jadwal yang teratur membantu mengurangi ruang kosong yang sering diisi dengan overthinking. Ketika Anda memiliki aktivitas yang jelas, pikiran akan lebih fokus pada tindakan nyata. Mulai dari hal sederhana seperti olahraga ringan, belajar, atau melakukan hobi yang Anda sukai.
4. Melatih Teknik Relaksasi
Teknik seperti pernapasan dalam atau meditasi membantu menenangkan pikiran. Berdasarkan penelitian dalam jurnal Brain Sciences (2023), latihan pernapasan terkontrol terbukti dapat menurunkan aktivitas sistem saraf simpatik dan meningkatkan respons relaksasi tubuh.
Saat Anda merasa cemas, coba tarik napas perlahan selama 4 detik, tahan 4 detik, lalu hembuskan selama 6 detik. Fokus pada ritme napas Anda. Cara ini efektif untuk menurunkan ketegangan dan membantu menghentikan overthinking yang muncul tiba-tiba.
5. Menulis Pikiran dalam Jurnal
Menuliskan apa yang Anda pikirkan membantu mengeluarkan beban dari pikiran. Dengan melihatnya dalam bentuk tulisan, Anda bisa lebih objektif dalam memahami masalah. Cara ini juga membantu Anda membedakan antara kekhawatiran yang realistis dan yang berlebihan.
6. Mengurangi Paparan Pemicu
Perhatikan hal apa saja yang memicu overthinking, seperti media sosial atau lingkungan tertentu. Mengurangi paparan terhadap pemicu ini dapat membantu Anda mengendalikan pikiran. Anda bisa mulai dengan membatasi waktu penggunaan media sosial setiap hari.
7. Mencari Dukungan
Berbicara dengan orang yang Anda percaya membantu Anda mendapatkan sudut pandang baru. Terkadang, overthinking muncul karena Anda memproses masalah sendirian.
Jika kondisi yang dirasakan terasa berat, Anda bisa mempertimbangkan bantuan profesional untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Baca Juga: 10 Macam-Macam Gangguan Mental dan Gejala yang Umum Terjadi
Rekomendasi Suplemen untuk Membantu Mengelola Overthinking
Mengelola overthinking tidak cukup hanya dengan perubahan pola pikir. Anda juga bisa mendukungnya dengan asupan nutrisi yang tepat. Beberapa kandungan alami terbukti membantu menenangkan pikiran, mengurangi stres, dan meningkatkan fokus.
Natural Farm menyediakan berbagai produk yang dapat membantu Anda mengelola overthinking secara lebih optimal. Berikut pilihan yang bisa Anda pertimbangkan:
1. Wellness Mega B Complex

Beli Wellness Mega B Complex di Natural Farm
Saat overthinking muncul, tubuh sering berada dalam kondisi tegang dan cepat lelah. Wellness Mega B Complex hadir dengan kombinasi vitamin B1, B6, dan B12 yang berperan penting dalam menjaga kesehatan saraf dan membantu produksi energi.
Kandungan ini membantu Anda tetap fokus dan tidak mudah terkuras secara mental saat menghadapi tekanan. Produk ini cocok dikonsumsi saat pagi hari setelah makan untuk mendukung aktivitas harian.
Dengan asupan rutin, Anda bisa menjaga kestabilan mood dan mengurangi intensitas overthinking yang dipicu kelelahan.
|
Nama Produk |
Wellness Mega B Complex 30 Tablets |
|
Kandungan |
|
|
Manfaat |
Memenuhi kebutuhan vitamin B kompleks, mendukung fungsi otak, dan membantu mengurangi rasa cemas. |
|
Anjuran Pakai |
Dewasa: 1 tablet per hari |
|
No. BPOM |
SI094530091 |
2. Natural Factors Ashwagandha

Beli Natural Factors Ashwagandha 600 mg di Natural Farm
Ashwagandha dikenal sebagai adaptogen yang membantu tubuh beradaptasi terhadap stres. Dalam setiap kapsul Natural Factors Ashwagandha terdapat 600 mg ekstrak ashwagandha yang dapat membantu menurunkan kadar hormon stres kortisol.
Kandungan ini efektif untuk membantu menenangkan pikiran yang terus aktif akibat overthinking. Konsumsi 1 kapsul per hari pada malam hari untuk membantu tubuh lebih rileks. Produk ini cocok bagi Anda yang sering mengalami ovt saat menjelang tidur.
|
Nama Produk |
Natural Factors Ashwagandha 600 mg 30 Capsules |
|
Kandungan |
Ekstrak KSM-66 Ashwagandha |
|
Manfaat |
Membantu memelihara kesehatan tubuh, membantu tubuh beradaptasi dengan stres, dan menjaga keseimbangan mood. |
|
Anjuran Pakai |
Dewasa: 1 kali sehari 1–2 kapsul atau sesuai petunjuk dokter |
|
No. BPOM |
TI2430594461 |
3. Nutriwell Magnesium Glycinate

Beli Nutriwell Magnesium Glycinate 500 mg di Natural Farm
Pikiran yang terus aktif sering berkaitan dengan kondisi tubuh yang tegang. Nutriwell Magnesium Glycinate mengandung 500 mg magnesium dengan bentuk yang mudah diserap tubuh. Nutrisi ini membantu relaksasi otot dan sistem saraf, sehingga pikiran lebih tenang.
Konsumsi pada malam hari setelah makan untuk membantu tubuh bersiap istirahat. Magnesium juga membantu meningkatkan kualitas tidur, sehingga Anda tidak terjebak dalam overthinking saat malam dan bisa bangun dengan kondisi lebih segar.
|
Nama Produk |
Nutriwell Magnesium Glycinate 500 mg 30 caps |
|
Kandungan |
Magnesium glycinate |
|
Manfaat |
Membantu memenuhi kebutuhan magnesium harian, menjaga kesehatan sistem saraf, dan meningkatkan kualitas tidur. |
|
Anjuran Pakai |
Dewasa: 1 kapsul sehari |
|
No. BPOM |
SI194310851 |
4. Nature’s Health Krill Oil

Beli Nature’s Health Krill Oil 30 Softgels di Natural Farm
Kesehatan otak berperan besar dalam mengelola overthinking. Nature’s Health Krill Oil mengandung omega-3 berupa EPA dan DHA yang mendukung fungsi kognitif dan kestabilan emosi. Kandungan ini membantu Anda tetap fokus dan tidak mudah terbawa pikiran negatif.
Konsumsi 1 softgel setiap hari setelah makan untuk menjaga performa otak. Dengan nutrisi yang cukup, Anda bisa lebih mudah mengendalikan overthinking dan mengambil keputusan dengan lebih jernih.
|
Nama Produk |
Natures Health Krill Oil 30 Softgels |
|
Kandungan |
Krill Oil (Omega-3, EPA, DHA, Omega-6, Phospholipids, Astaxanthin) |
|
Manfaat |
Membantu memperbaiki mood (suasana hati) dan bisa diberi untuk pengidap depresi. |
|
Anjuran Pakai |
Dewasa: 1–2 softgel per hari sesudah makan |
|
No. BPOM |
SI114304481 |
5. Herbana Relief Sari Pegagan

Beli Herbana Relief Sari Pegagan di Natural Farm
Jika Anda membutuhkan dukungan alami untuk menjaga fokus, sari pegagan bisa menjadi pilihan. Herbana Relief Sari Pegagan mengandung ekstrak pegagan yang dikenal membantu meningkatkan aliran darah ke otak dan mendukung fungsi memori.
Kondisi ini membantu Anda berpikir lebih jernih dan tidak mudah terjebak dalam overthinking. Konsumsi 2 kapsul per hari setelah makan. Dengan penggunaan rutin, Anda dapat menjaga keseimbangan mental dan lebih tenang dalam menghadapi berbagai situasi.
|
Nama Produk |
Herbana Relief Sari Pegagan 60 Capsules |
|
Kandungan |
Pegagan (Centella Asiatica) |
|
Manfaat |
Membantu meredakan gejala stres dan kecemasan. |
|
Anjuran Pakai |
Dewasa: 1 kapsul 2 kali sehari |
|
No. BPOM |
TR172306111 |



