Gangguan mental memengaruhi kondisi psikologis seseorang sehingga aktivitas sehari-hari terganggu. Penting untuk memahami macam-macam gangguan mental, karena kondisi ini bisa berpengaruh cara berpikir, berperilaku, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Macam-Macam Gangguan Mental yang Umum Terjadi
Dilansir dari American Psychiatric Association (APA), gangguan mental adalah suatu kondisi kesehatan yang melibatkan perubahan emosi, pemikiran, dan perilaku. Intensitas kondisi ini bisa ringan hingga berat, yang mana bisa memengaruhi kualitas hidup pengidapnya.
Dalam dunia medis, ada banyak jenis gangguan mental yang menimbulkan ciri berbeda satu dengan lainnya. Berikut ini adalah macam-macam gangguan mental yang umum terjadi.
1. Gangguan Kecemasan
Gangguan kecemasan atau anxiety merupakan salah satu jenis masalah mental yang cukup umum terjadi. Kondisi ini terbagi ke dalam beberapa bentuk, meliputi gangguan kecemasan umum, gangguan panik, fobia, dan gangguan kecemasan sosial.
Pengidap gangguan kecemasan akan merasa takut dan khawatir berlebihan. Bahkan, emosi ini terasa sulit dikendalikan. Perasaan cemas ini akan timbul terus-menerus, meskipun tidak ada ancaman yang nyata.
Kondisi ini bisa disertai munculnya gejala fisik seperti jantung berdebar, sulit tidur, dan susah berkonsentrasi. Jika tidak ditangani, anxiety bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.
2. Depresi
Depresi ialah masalah mental yang paling banyak dialami remaja. Kementerian Kesehatan RI menyebutkan bahwa 2% dari pengidap depresi di Indonesia didominasi oleh kelompok anak muda berusia 15–24 tahun.
Penyakit mental ini ditandai dengan perasaan sedih berkepanjangan. Selain itu, orang yang mengidap depresi akan kehilangan minat terhadap hal atau aktivitas yang biasa disukai.
Beberapa tanda dan gejala umum depresi adalah sebagai berikut.
- Perasaan sedih, putus asa, atau hampa.
- Kehilangan minat terhadap hobi atau aktivitas yang biasa disukai.
- Mudah marah atau tersinggung, bahkan untuk hal-hal kecil.
- Kekurangan energi.
- Gangguan tidur, seperti sulit tidur atau tidur terlalu lama.
- Perubahan nafsu makan, baik hilang nafsu makan atau makan berlebihan.
- Sulit berkonsentrasi dan mengambil keputusan.
3. Gangguan Bipolar
Gangguan bipolar adalah gangguan suasana hati yang memicu perubahan emosi ekstrem. Pengidapnya dapat mengalami fase mania, yaitu kondisi saat seseorang merasa sangat berenergi, lalu berubah tiba-tiba menjadi fase depresi yang ditandai perasaan sedih.
Perubahan suasana hati ini bisa memengaruhi perilaku, kemampuan mengambil keputusan, dan hubungan sosial. Karena terjadi dalam jangka panjang, gangguan bipolar atau bipolar disorder membutuhkan penanganan medis dan terapi psikologis.
4. Skizofrenia
Skizofrenia adalah gangguan mental serius yang memengaruhi cara seseorang memahami realitas. Pengidap skizofrenia bisa mengalami halusinasi (melihat atau mendengar sesuatu yang tidak nyata) dan delusi (memiliki keyakinan yang tidak benar).
Lebih dari sekadar gila, skizofrenia disebabkan berbagai faktor, seperti ketidakseimbangan kimia otak, masalah perkembangan otak sebelum lahir, atau hilangnya koneksi di antara berbagai bagian otak.
Hal ini membuat skizofrenia tidak bisa disembuhkan. Akan tetapi, gangguan mental ini bisa dikelola dengan pengobatan jangka panjang dan dukungan psikologis yang tepat.
5. Gangguan Obsesif Kompulsif
Gangguan obsesif kompulsif atau obsessive compulsive disorder (OCD) ditandai munculnya pikiran obsesif yang tidak diinginkan. Pikiran tersebut membuat pengidapnya merasa cemas sehingga terdorong melakukan tindakan tertentu secara berulang.
Contoh perilaku kompulsif yang bisa dilakukan oleh pengidap OCD adalah sebagai berikut.
- Mencuci tangan berulang kali hingga lecet karena takut paparan kuman.
- Mengatur benda secara berulang hingga terasa "benar".
- Memeriksa pintu atau kompor berkali-kali.
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat memengaruhi produktivitas dan aktivitas harian.
Baca Juga: Hati-hati, Penyebab Cepat Lelah Bisa Terjadi Karena Penyakit Ini!
6. Gangguan Stres Pascatrauma
Gangguan stres pascatrauma atau post-traumatic stress disorder (PTSD) adalah gangguan mental yang dapat muncul setelah seseorang menghadapi peristiwa traumatis, contohnya kecelakaan, kekerasan, atau bencana alam.
Pengidap PTSD dapat mengalami beberapa gejala, meliputi kilas balik (flashback) terhadap peristiwa traumatis, sering mimpi buruk, serta rasa cemas dan waspada berlebihan.
Dilansir dari Mayo Clinic, gejala PTSD bisa dimulai dalam 3 bulan pertama setelah peristiwa traumatis dan dapat berlangsung lama. Terapi psikologis dibutuhkan agar pengidapnya bisa memproses pengalaman traumatis dengan cara lebih sehat.
7. Gangguan Makan
Macam-macam penyakit mental lainnya yakni gangguan makan atau eating disorder. Hal ini memengaruhi hubungan seseorang dengan makanan dan persepsi terhadap tubuhnya.
Beberapa contoh gangguan makan adalah sebagai berikut.
- Anoreksia nervosa, membuat pengidapnya makan lebih sedikit dari yang dibutuhkan karena terobsesi untuk kurus.
- Bulimia nervosa, membuat pengidapnya memiliki kecenderungan makan dalam porsi banyak dan sering, tetapi memuntahkannya lagi karena takut berat badannya naik.
- Binge eating disorder, terjadi apabila seseorang cenderung makan lebih banyak atau lebih cepat, bahkan saat tidak merasa lapar atau sudah kenyang.
8. Gangguan Kepribadian
Gangguan kepribadian atau personality disorder adalah kondisi ketika pola pikir, emosi, dan perilaku seseorang berbeda secara signifikan dari norma sosial. Hal ini bisa memengaruhi hubungan dengan orang lain dan kemampuan beradaptasi di lingkungan sosial.
Salah satu jenis yang banyak diperbincangkan adalah gangguan kepribadian narsistik atau narcissistic personality disorder (NPD). Kondisi ini membuat pengidapnya mempunyai rasa percaya diri yang terlalu tinggi, haus perhatian, dan kurang empati terhadap orang lain.
9. Gangguan Panik
Gangguan panik atau panic disorder ditandai dengan serangan panik yang muncul tiba-tiba dan berulang. Tidak hanya sesekali saja, pengidap gangguan psikologis ini bisa mengalami panic attack berkepanjangan sehingga memengaruhi kualitas hidupnya.
Pada umumnya, serangan panik dapat ditandai dengan beberapa ciri berikut ini.
- Perasaan akan datangnya bahaya atau malapetaka.
- Rasa takut akan kehilangan kendali.
- Detak jantung cepat dan dada berdebar.
- Sesak napas.
- Pusing dan kepala terasa ringan.
- Perasaan tidak nyata atau terlepas dari kenyataan.
10. Gangguan Tidur yang Berkaitan dengan Kesehatan Mental
Gangguan tidur sering berkaitan dengan kondisi psikologis, seperti stres berat, kecemasan, atau depresi. Insomnia merupakan salah satu gangguan tidur yang paling sering terjadi.
Kurang tidur dalam jangka panjang bisa memperburuk kondisi kesehatan mental. Selain itu, kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan kronis, antara lain penyakit jantung, diabetes melitus, dan obesitas.
Mengapa Orang Bisa Mengidap Gangguan Mental?
Gangguan mental menjadi masalah kesehatan yang cukup umum terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2018, 9,8% atau sekitar 19 juta penduduk Indonesia berusia 15 tahun ke atas mengalami gangguan mental.
Kondisi ini bisa muncul karena kombinasi beberapa faktor sebagai berikut.
- Faktor genetik atau riwayat keluarga dengan gangguan mental.
- Faktor biologis, karena ketidakseimbangan kimiawi dan cedera pada otak.
- Faktor psikologis, yang berasal dari trauma akibat pelecehan, kecelakaan, konflik keluarga, atau kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
- Faktor lingkungan, seperti paparan alkohol, obat terlarang, atau zat kimia tertentu.
- Faktor lainnya, seperti tekanan pekerjaan yang tinggi, masalah keuangan, kurang dukungan sosial, atau kehilangan orang terdekat.
Baca Juga: Mengenal Overthinking dan Cara Sederhana Mengatasinya
Tips Menjaga Kesehatan Mental
Kondisi mental yang sehat membantu Anda supaya mampu berpikir jernih, mengelola emosi dengan baik, dan menjalani aktivitas harian secara produktif. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan kebiasaan yang mendukung keseimbangan emosional dan psikologis.
Beberapa ini adalah cara menjaga kesehatan mental yang bisa Anda praktikkan.
- Menjaga pola tidur yang cukup setiap hari, yakni sekitar 7–9 jam per malam.
- Berolahraga secara rutin, minimal 30 menit sebanyak 3–5 kali dalam seminggu.
- Mengelola stres dengan teknik relaksasi, seperti meditasi atau latihan pernapasan.
- Membatasi penggunaan media sosial untuk mencegah paparan informasi berlebihan.
- Menjalin komunikasi yang sehat dengan keluarga, pasangan, atau teman.
- Mencari bantuan profesional, seperti psikolog atau psikiater, bila mengalami masalah emosional yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Dengan memahami jenis-jenis gangguan kesehatan mental serta cara mencegahnya, Anda dapat lebih peka terhadap kondisi diri sendiri maupun orang di sekitar. Penanganan sejak dini bisa mencegah gangguan psikologis berkembang jadi masalah yang lebih serius.
Dukungan Nutrisi untuk Menjaga Kesehatan Mental
Asupan nutrisi yang tepat punya peran penting menjaga kesehatan otak dan keseimbangan suasana hati. Beberapa vitamin, mineral, atau asam lemak tertentu diketahui mendukung fungsi saraf, produksi kimia otak, dan pengelolaan stres.
Jika kebutuhan nutrisi harian belum tercukupi dari makanan, pertimbangkan suplemen yang tersedia di Natural Farm sebagai dukungan tambahan untuk menjaga kesehatan mental.
1. Natures Health B Complex + Magnesium

Beli Natures Health B Complex + Magnesium di Natural Farm
Natures Health B Complex + Magnesium dapat dijadikan pilihan untuk membantu menjaga fungsi sistem saraf dan produksi energi tubuh. Kandungan vitamin B kompleks, antara lain vitamin B1, B6, dan B12, berperan dalam membantu kerja sistem saraf serta mendukung produksi neurotransmiter di otak yang berkaitan dengan suasana hati.
Produk ini juga diperkaya magnesium yang membuat tubuh lebih rileks ketika menghadapi stres. Dengan dukungan nutrisi yang cukup, tubuh bisa mengelola stres dengan lebih baik sehingga membantu menjaga kesehatan mental.
|
Nama Produk |
Natures Health B Complex Magnesium - 60 Kaplet |
|
Kandungan |
Vitamin B kompleks, Magnesium (magnesium bisglycinate chelate) |
|
Manfaat |
mendukung produksi energi, menjaga kesehatan saraf, serta membantu mengurangi stres dan kelelahan. |
|
Anjuran Pakai |
1 kali sehari 1 kaplet salut selaput |
2. Nuvita Nutri D3 + K2

Beli Nuvita Nutri D3 + K2 di Natural Farm
Perpaduan vitamin D3 dan vitamin K2 dalam Nuvita Nutri D3 + K2 berperan dalam menjaga berbagai fungsi tubuh, termasuk kesehatan otak dan sistem imun. Vitamin D3 diketahui bisa mendukung regulasi mood. Kekurangan nutrisi ini juga berkaitan dengan risiko gangguan psikologis yang makin meningkat.
Dalam satu kapsul, suplemen dari Nuvita ini dapat memberi asupan 400 IU vitamin D3 yang membantu memenuhi kebutuhan harian. Tambahan 40 mcg vitamin K2 di dalamnya turut mendukung penyerapan vitamin D dan kalsium yang lebih optimal.
|
Nama Produk |
Nuvita Vitamin D3 + K2 - 30 Tablet |
|
Kandungan |
Vitamin D3 (Cholecalciferol), Vitamin K2 (MK-7) |
|
Manfaat |
Memenuhi kebutuhan vitamin harian, meningkatkan imunitas, dan mendukung kesehatan otak. |
|
Anjuran Pakai |
1 kali sehari 1 tablet salut selaput |
3. Nutriwell Tri-Zinc + Vitamin B6

Beli Nutriwell Tri-Zinc + Vitamin B6 di Natural Farm
Nutriwell Tri-Zinc + Vitamin B6 mengombinasikan tiga bentuk mineral zinc, yakni Zinc Amino Acid Chelate, Zinc Citrate Dihydrate, dan Zinc Picolinate. Mineral zinc berperan dalam fungsi sistem saraf, imunitas, serta proses metabolisme tubuh.
Kadar zinc yang cukup membantu mendukung kesehatan mental dan fungsi kognitif. Vitamin B6 dalam produk ini membantu proses pembentukan neurotransmiter yang berperan dalam pengaturan emosi.
|
Nama Produk |
Nutriwell Tri Zinc + Vitamin B6 - 30 Tablet |
|
Kandungan |
Zinc amino acid chelate, Zinc citrate dihydrate, Zinc picolinate, Vitamin B6 |
|
Manfaat |
Mendukung metabolisme tubuh, meningkatkan energi, dan menjaga imunitas |
|
Anjuran Pakai |
1 kali sehari 1 tablet |
4. Kyolic Kyo-Dophilus Daily Probiotic

Beli Kyolic Kyo-Dophilus Daily Probiotic di Natural Farm
Tahukah Anda bila keseimbangan bakteri baik di saluran pencernaan juga berperan penting menjaga kesehatan mental. Hubungan antara kesehatan usus dan kesehatan mental ini disebut gut-brain axis, yaitu komunikasi antara sistem pencernaan dan otak.
Untuk membantu meningkatkan jumlah bakteri baik, Anda bisa memakai suplemen probiotik seperti Kyolic Kyo-Dophilus Daily Probiotic. Produk ini mengandung beberapa strain bakteri baik untuk menjaga keseimbangan mikrobiota usus.
Suplemen probiotik ini baik dikonsumsi setiap hari guna mendukung kesehatan pencernaan. Ketika kesehatan usus terjaga, keseimbangan sistem saraf dan kondisi kesehatan mental cenderung lebih stabil.
|
Nama Produk |
Kyolic Dophilus Daily Probiotic - 180 capsules |
|
Kandungan |
Proprietary Blend (Lactobacillus gasseri, Bifidobacterium bifidum, Bifidobacterium longum) |
|
Manfaat |
Meningkatkan pertumbuhan bakteri baik di usus, menjaga fungsi pencernaan, dan mendukung kekebalan tubuh. |
|
Anjuran Pakai |
2 kapsul setiap hari bersama makanan |
5. Nutriwell Omega-3 Fish Oil 1000 mg

Beli Nutriwell Omega-3 Fish Oil 1000 mg di Natural Farm
Nutriwell Omega-3 Fish Oil 1000 mg mengandung asam lemak omega-3 yang penting untuk kesehatan otak. Kandungan EPA dan DHA dalam minyak ikan dikenal baik untuk menjaga fungsi sel saraf serta mendukung kesehatan kognitif.
Asupan omega-3 juga diketahui dapat membantu mendukung stabilitas mood. Suplemen ini bisa mencukupi kebutuhan omega-3 harian. Dengan nutrisi yang tercukupi, fungsi otak lebih terjaga sehingga membantu menjaga kesehatan mental secara keseluruhan.
|
Nama Produk |
Nutriwell Omega 3 Fish Oil 1000 mg - 60 softgels |
|
Kandungan |
Fish oil (18% EPA dan 12% DHA) |
|
Manfaat |
Memenuhi kebutuhan omega-3 harian, menjaga fungsi sarat, dan mendukung kesehatan kognitif. |
|
Anjuran Pakai |
1 softgel per hari |



