Cheat day sering kali dianggap sebagai “penyelamat” di tengah program diet yang ketat dan penuh aturan. Saat keinginan makan enak mulai nggak tertahankan, banyak orang memilih cheatings sebagai jalan tengah agar diet terus berlanjut.
Meski demikian, apakah cheat day adalah strategi yang benar-benar membantu atau malah bikin usaha diet berantakan? Supaya nggak salah kaprah, penting buat kamu memahami konsep, manfaat, risiko, dan cara melakukan cheating dengan lebih aman.
Apa Itu Cheat Day?
Cheat day artinya waktu tertentu saat seseorang sengaja keluar dari aturan diet yang tengah dijalani. Mudahnya, cheat day adalah hari libur diet.
Waktu ini menjadi momen khusus untuk menikmati makanan yang biasanya dibatasi, seperti gorengan, dessert, atau fast food. Bagi kebanyakan orang, cheat day dilakukan seminggu sekali atau sesuai kebutuhan.
Meski terdengar bebas, cheat day tetap memiliki aturan, lho! Tujuannya bukan makan tanpa kontrol, melainkan memberi jeda dari pola makan ketat. Banyak orang melakukan cheating karena alasan psikologis, seperti mengurangi stres dan menjaga motivasi agar diet terasa lebih realistis untuk dijalani dalam jangka panjang.
Bolehkah Cheat Day Saat Diet?
Cheat day dalam diet sebetulnya akan memberi manfaat bila dilakukan dengan tepat. Studi dalam jurnal Nutrition Reviews (2025) menjelaskan bahwa cheating mendukung program untuk menurunkan berat badan secara signifikan.
Tak hanya itu, penelitian ini juga mencatat bahwa memberi jeda kalori sesekali juga mampu meningkatkan kepatuhan terhadap diet dalam jangka panjang karena membawa manfaat psikologis, seperti pengurangan rasa lapar dan peningkatan kepuasan.
Namun, penting diingat bahwa risikonya tetap ada. Cheating saat diet yang tidak terencana bisa menyebabkan asupan kalori melonjak drastis. Hal ini berpotensi menghambat proses penurunan berat badan, terlebih saat berada di fase cutting.
Terlalu sering cheat day juga bisa memicu kebiasaan binge eating atau sering makan dalam jumlah yang sangat banyak. Bahkan, hal ini bisa menimbulkan rasa bersalah setelah makan.
Jadi, cheating boleh saja kamu lakukan saat diet, asal dilakukan dengan strategi dan tujuan yang tepat, ya!
Baca Juga: Jadwal Diet Sehat Seminggu untuk Menurunkan Berat Badan!
Tips Aman Melakukan Cheating dalam Diet
Dengan pendekatan yang lebih terencana, cheating bisa tetap aman dan tidak mengganggu progress dietmu. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa kamu praktikkan.
1. Tentukan jadwal cheating sejak awal
Menentukan jadwal sejak awal membantumu menghindari cheating secara impulsif. Dengan tahu kapan boleh menikmati makanan favorit, kamu menjadi lebih mudah menahan godaan di hari lain. Jadwal ini juga akan membantu menjaga program diet agar tetap rapi.
2. Pilih cheat meal daripada cheat day penuh
Ketimbang satu hari penuh makan bebas, mending pilih satu cheat meal saja. Cheat meal biasanya hanya melibatkan satu waktu makan, misal makan siang atau malam, lalu kamu kembali ke pola diet seperti biasa. Dengan begitu, asupan kalori lebih gampang dikontrol dan dampaknya ke progress diet cenderung lebih minimal.
3. Konsumsi makanan tinggi protein dan serat
Kalau biasanya kamu tergoda makan fast food, seperti pizza dengan topping keju segunung, lebih baik pilih versi yang lebih ringan, misal pizza tipis dengan topping sayuran dan protein. Pilihan menu ini tetap memberi rasa puas ketika cheating, tetapi risikonya akan lebih kecil terhadap lonjakan kalori dan tetap membantu menjaga defisit kalori.
4. Tetap perhatikan porsi makan
Cheating bukan artinya kamu makan sampai kelewat batas. Tetap fokus pada kontrol porsi dan pemilihan menu makanan yang lebih cerdas. Sebagai contoh, bila kamu ingin makan pizza, cukup 1–2 potong. Kunyah perlahan dan benar-benar nikmati rasanya, agar sinyal kenyang cepat muncul sehingga kamu tidak ngemil berlebihan.
5. Langsung kembali ke pola makan normal
Setelah melakukan cheat day, segera kembali ke pola makan sehat keesokan harinya agar ritme diet tetap terjaga. Pastikan untuk tidak memperpanjang sampai 2–3 hari karena dapat mengganggu konsistensi diet. Hal ini bisa membuat asupan kalori sulit dikontrol bila kamu makin lama menunda kembali ke pola makan normal.
Rekomendasi Produk untuk Dukung Diet Saat Cheat Day
Cheat day tetap bisa jalan tanpa bikin diet berantakan asal kamu pintar mengatur asupan sebelum dan sesudahnya. Beberapa rekomendasi produk di Natural Farm di bawah ini dapat membantu menjaga kebutuhan protein dan kontrol kalori harian.
1. ISOPURE Low Carb

ISOPURE Low Carb cocok buat kamu yang ingin tetap menjaga asupan protein tinggi tanpa tambahan karbohidrat berlebih setelah cheat day. Setiap sajian mengandung 25 gram 100% whey protein isolate dengan kandungan karbohidrat yang rendah, yakni hanya 1 gram saja. Dengan begitu, produk ini bisa membantu kamu kembali diet tanpa rasa bersalah.
Susu protein dari ISOPURE ini hadir dengan rasa Chocolate yang enak dikonsumsi setelah olahraga atau sebagai camilan di antara waktu makan. Dengan kandungan gizinya yang lengkap, produk ini punya segudang manfaat sebagai berikut.
- Membantu memenuhi kebutuhan protein harian.
- Mendukung pembentukan massa otot.
- Mempertahankan massa tubuh bebas lemak (lean body mass).
- Membantu pemulihan otot setelah berolahraga.
2. ISOPURE Zero Carb

Untuk kamu yang sedang cutting dan hendak lebih ketat setelah cheat meal, ISOPURE Zero Carb bisa banget diandalkan. Sama seperti varian Low Carb, produk ini juga mengandung 25 gram 100% whey protein isolate dalam setiap takaran saji. Bedanya, produk ini tidak mengandung karbohidrat dan gula tambahan sama sekali, lho!
ISOPURE Zero Carb juga diperkaya dengan berbagai vitamin dan mineral, seperti vitamin A, vitamin C, vitamin B kompleks, magnesium, zinc, dan chromium, guna memenuhi kebutuhan mikronutrien harian. Rasanya ringan dan mudah dicampur dengan air, cocok untuk kamu yang butuh kepraktisan dalam menjaga defisit kalori.
3. Optimum Nutrition Casein

Butuh asupan protein lebih setelah cheating seharian? Nah, Optimum Nutrition Casein pas banget untuk kamu coba! Produk ini mengandung 100% casein yang baik untuk diminum sebelum tidur di malam hari. Casein bekerja sebagai slow-acting protein yang tubuhmu cerna lambat sehingga membantu mendukung pemulihan otot saat tidur.
Suplemen casein dari Optimum Nutrition ini juga bagus kamu minum di antara waktu makan guna membantu memberikan rasa kenyang yang lebih lama. Alhasil, keinginan untuk ngemil berlebihan bisa dihindari. Setiap sajian mengandung 24 gram micellar casein protein yang dikombinasikan dengan BCAA dan glutamine untuk memenuhi kebutuhan nutrisimu.
4. Optimum Nutrition Whey Gold Standard

Optimum Nutrition Whey Gold Standard merupakan salah satu produk whey protein paling populer di dunia karena kualitas dan konsistensinya. Setiap sajian mengandung sekitar 24 gram protein whey dengan kandungan BCAA alami untuk mendukung pemulihan otot.
Selain itu, minum ON Whey Gold Standard secara rutin juga menawarkan manfaat berikut.
- Menambah massa otot dan meningkatkan kekuatan otot.
- Mempertahankan massa tubuh bebas lemak (lean body mass).
- Membantu pemulihan otot pascalatihan.
Produk ini cocok dikonsumsi setelah olahraga atau sebagai tambahan protein di hari-hari setelah cheat day. Teksturnya mudah larut dan bisa disajikan dengan air atau susu skim. Dengan asupan protein yang cukup, tubuh bisa tetap optimal meski sempat cheating.
5. ISOPURE Infusions

Ketika cheat day, kamu mungkin juga tergoda untuk minum minuman manis? Nah, daripada minum soft drink yang sudah jelas tidak bagus untuk tubuh, coba gantilah dengan ISOPURE Infusions yang menawarkan alternatif suplemen protein dengan rasa yang lebih ringan dan menyegarkan, mirip kaya minuman jus.
Setiap sajian mengandung 20 gram whey protein isolate dengan kalori rendah, yakni hanya 90 kkal saja. Produk ini cocok buat kamu yang ingin tetap minum protein tanpa rasa creamy, terutama setelah cheat meal yang berat. ISOPURE Infusions membantu memenuhi protein harian dengan cara yang lebih fun dan nggak membosankan.



