Logo Natural Farm
Gratis Ongkir + Banyak Promo belanja di aplikasi
Mom & Kids

7 Cara Mengatasi Batuk pada Bayi agar Cepat Sembuh

Ditinjau oleh Tim Kesehatan Natural Farm Ditulis oleh Herzanindya Maulianti

Bagikan:

Cara mengatasi batuk pada bayi secara alami bisa dipilih dan dilakukan di rumah. Misalnya saja menggunakan alat pelembap ruangan, melakukan perawatan sedot lendir hingga mencukupi kebutuhan cairan.

Batuk merupakan salah satu reaksi alami tubuh untuk mengeluarkan virus, kotoran, ataupun kuman yang berasal dari saluran pernapasan. Sayangnya di saat yang bersamaan, batuk kerap diikuti gejala lain sehingga anak jadi rewel dan tidak nyaman menjalani hari-harinya. Ibu, begini cara mengatasi batuk pada bayi di rumah.

Kenali Batuk Bayi dari Gejalanya

Batuk yang dialami bayi sering kali disertai dengan gejala lain seperti tubuh lesu, hidung berair atau tersumbat, demam, hingga nafsu makan berkurang. Penyebab batuk sendiri bervariasi tergantung dari jenis batuk itu sendiri.

Cara mengobati batuk pada bayi akan efektif bila ibu mengetahui jenis batuk dan penyebabnya. Berikut ini dua jenis batuk yang diderita bayi.

  • Batuk berdahak termasuk jenis batuk produktif yang ditandai dengan keluarnya dahak atau lendir. Dahak atau lendir tersebut bentuk upaya sel darah putih melawan bakteri, kuman atau virus yang menginfeksi tubuh.
  • Batuk kering merupakan jenis batuk nonproduktif yang tidak mengeluarkan dahak atau lendir. Penyebab batuk kering bisa karena alergen pemicu alergi, asma, atau croup. Batuk kering membantu proses penyembuhan iritasi yang terjadi di tenggorokan.

Baca Juga: Penting! Kenali Ciri-Ciri Batuk Yang Berbahaya Pada Bayi

Cara Mengatasi Batuk pada Bayi di Rumah

Sedari dini Anda bisa mengatasi bayi yang batuk dengan cara meredakan batuk pada bayi di bawah ini. Langkah dan cara mengatasi batuk pada bayi ini bisa dilakukan di rumah sehingga bayi kembali beraktivitas dengan nyaman.

1. Memberikan ASI

Langkah pertama cara menghilangkan batuk pada bayi yang paling mudah dengan memberikan air susu ibu atau ASI. Sudah bukan rahasia lagi kalau ASI mengandung zat-zat baik yang mendukung sistem kekebalan tubuh bayi agar daya tahan tubuhnya semakin baik untuk melawan bakteri, virus atau kuman yang menginfeksi.

2. Menggunakan Pelembap Udara untuk Menjaga Suhu Ruangan

Menggunakan alat pelembap udara mendukung kesehatan saluran pernapasan si Kecil. Cara mengaasi batuk pada bayi yang satu ini cukup dianjurkan sebab berdasarkan data dari The American Academy of Allergy, Asthma, and Immunology, Anda harus menjaga kelembapan ruangan sekitar 40–50 persen.

Udara dengan kelembapan yang pas di dalam ruangan dapat mengurangi jumlah bakteri dan virus yang berpotensi tumbuh pada udara kering sehingga meredakan juga penyebab asma pada anak. Di samping itu, penggunaan alat pelembap udara ini juga bisa mengurangi infeksi serta mengencerkan lendir atau dahak.

3. Mandikan Anak dengan Air Hangat

Meski sedang sakit, anak tetap harus dimandikan supaya tubuhnya tetap bersih dan sehat. Mandi juga menjadi salah satu cara menyembuhkan batuk dan pilek pada bayi. Sewaktu memandikan bayi, tepuk secara perlahan dada dan punggung bayi guna melancarkan lendir yang membandel.

Namun sebelum memandikan anak dengan air hangat, diamkan air panas tersebut di dalam kamar mandi dengan pintu tertutup selama 10 sampai 15 menit. Jadi ketika Anda memandikan anak, sembari memandikan dengan air hangat sekaligus melancarkan saluran pernapasannya karena menghirup uap hangat tersebut. Pastikan suhunya berkisar di antara 37,2 sampai 38 derajat Celsius.

4. Meneteskan Obat Tetes Hidung Saline

Bila Anda ingin menggunakan cara mengatasi batuk pada bayi dengan obat tetes hidung, pastikan obat tersebut ramah bayi dan mengandung kandungan saline. Obat tetes hidung saline berkhasiat untuk mengencerkan lendir di hidung sekaligus mengecilkan saluran udara yang bengkak.

Khusus penggunaan pada bayi, dianjurkan menggunakan alat bantu penyedot lendir atau aspirator hidung. Cara menyembuhkan batuk pada bayi menggunakan obat tetes hidung saline di antaranya sebagai berikut.

  • Posisikan kepala bayi sedikit menghadap ke atas.
  • Teteskan cairan obat tetes hidung berbahan saline tersebut ke rongga di dalam hidung sebanyak 2 sampai 3 kali tetes.
  • Dianjurkan menggunakan alat pipet khusus untuk memudahkan proses pengobatan.
  • Diamkan selama kurang lebih 30 detik, baru setelah itu bersihkan lubang hidung bayi.
  • Pastikan Anda menerapkan cara pakai dan dosis sesuai aturan pakai dan dosis yang dianjurkan.

5. Mencukupi Kebutuhan Cairan Harian

Selain mengatasi batuk dari luar, penting untuk mengatasi batuk dari dalam dengan cara memperbaiki gizi dan nutrisinya. Salah satu yang utama ialah mencukupi kebutuhan cairan harian bayi. Gejala anak tercukupi cairan hariannya yaitu sering buang air kecil dan warna urine terang.

Ketika anak kekurangan cairan, mereka akan mengalami dehidrasi. Dehidrasi memicu proses penyempitan saluran pernapasan sehingga memperparah batuknya. Justru dengan tercukupi cairan, tubuh secara alami mampu mengeluarkan dahak atau lendir saat bayi batuk.

6. Memberikan Madu

Madu termasuk cara mengobati batuk pada bayi secara alami. Namun dengan catatan hanya anak-anak berusia di atas satu tahun yang diperbolehkan mengonsumsi madu. Salah satu khasiat madu dapat mengatasi sakit tenggorokan dan meredakan batuk.

Cukup memberikan ½ sendok teh madu kepada anak sebelum tidur. Untuk hasil yang efektif, disarankan segera memberikan anak madu di tiga hari pertama gejala batuk ini muncul.

7. Memberikan Makanan yang Bergizi

Cara mengatasi batuk pada bayi​ bagi bayi yang sudah mulai makan dengan memperhatikan jenis makanan dan asupan nutrisi harian bayi. Umumnya bayi sulit menelan saat tenggorokannya sakit, oleh karena itu pilih jenis makanan yang berkuah seperti sup ayam. Selain menghangatkan tenggorokan, sup ayam juga kaya akan nutrisi baik.

Jika sulit memberikan sup ayam, maka Ibu bisa berkreasi dengan makanan dingin yang disukai anak dan tetap bergizi. Sebagai contoh membuat puding yang berisikan beberapa jenis buah atau yogurt buah.

Baca Juga: 5 Obat Batuk Alami untuk Bayi yang Aman dan Mudah Didapatkan

Kapan Harus ke Dokter?

Sekalipun batuk merupakan cara alami tubuh untuk mengeluarkan virus dan bakteri, namun ibu tetap perlu mengetahui cara mengatasi batuk pada bayi supaya aktivitas si kecil kembali normal. Bagaimana bila sudah sudah menerapkan cara menyembuhkan batuk pada bayi tapi tak kunjung sembuh?

Di luar gejala batuk umum, rupanya ada sejumlah gejala yang patut diwaspadai. Pasalnya, ibu sudah menggunakan berbagai cara mengobati batuk pada bayi meski batuk tak juga membaik. Oleh sebab itu, berikut ini tanda bahwa Anda perlu membawa bayi ke dokter, antara lain sebagai berikut:

  • Usia bayi belum genap 4 bulan.
  • Anak berusia di bawah 3 bulan mengalami demam tinggi lebih dari 38 derajat celcius.
  • Batuk secara terus-menerus lebih dari 2 minggu padahal sudah melakukan pengobatan dan cara mengatasi batuk pada bayi​ apapun.
  • Sesak napas hingga kesulitan bernapas.
  • Mengi.
  • Produksi air liur berlebihan.
  • Saat batuk, keluar lendir berwarna kuning, hijau atau berwarna seperti campuran darah.
  • Kesulitan menelan.
  • Menolak makan atau minum apapun.

Lebih spesifik lagi untuk bayi yang baru lahir, Anda perlu waspada bila bayi yang baru lahir mengalami batuk di minggu-minggu pertamanya. Perhatikan gejala penyerta yang mengikut, seperti:

  • Frekuensi batuk belum sembuh sampai lebih dari 3 minggu.
  • Bayi yang menunjukkan batuk diikuti gejala lain seperti penurunan berat badan atau berkeringat di malam hari.
  • Perhatikan jenis batuk yang dialami bayi serta caranya bernapas.

Rekomendasi Multivitamin untuk Menjaga Kesehatan Bayi

Suplemen mengandung nutrisi baik yang dibutuhkan bayi dan anak-anak untuk melawan virus dan bakteri yang menginfeksi tubuh serta meningkatkan sistem imunitas tubuh. Berikut ini rekomendasi suplemen multivitamin yang aman diberikan kepada bayi dan anak-anak.

1. ChildLife Liquid Vitamin C

Beli ChildLife Liquid Vitamin C di Natural Farm

Untuk membantu melindungi bayi dari infeksi yang dapat memicu batuk, orang tua dapat mempertimbangkan pemberian suplemen vitamin C seperti ChildLife Liquid Vitamin C. Vitamin C dikenal berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh dengan membantu meningkatkan sistem imun, sehingga tubuh bayi lebih kuat melawan virus dan bakteri penyebab penyakit.

ChildLife Liquid Vitamin C aman diberikan untuk bayi usia minimal 6 bulan, sehingga dapat menjadi pilihan praktis bagi orang tua dalam memenuhi kebutuhan nutrisi harian si kecil. Bentuknya yang cair juga memudahkan pemberian dan lebih mudah diserap oleh tubuh bayi. Namun, pastikan pemberian suplemen dilakukan sesuai dosis yang dianjurkan agar manfaatnya maksimal dan tetap aman bagi kesehatan bayi.

Nama Produk

ChildLife Liquid Vitamin C

Kandungan

  • Vitamin C

Manfaat Suplemen

  • Memberikan proteksi terhadap risiko infeksi virus dan bakteri seperti batuk, flu, dan demam.
  • Memiliki sifat antioksidan untuk menjaga tubuh dari polutan lingkungan.
  • Mencegah dan mengatasi sariawan.

Anjuran Konsumsi

  • Anak berusia 6 - 12 bulan : ¼ sendok teh per hari.
  • Anak berusia 1 - 3 tahun : ½ - 1 sendok teh per hari.
  • Anak berusia di atas 4 tahun : 1 - 2 sendok teh per hari.

2. ChildLife Multivitamin & Mineral

Beli ChildLife Multivitamin & Mineral di Natural Farm

Cara mengatasi batuk pada bayi berusia minimal 6 bulan dengan memberikan vitamin dan mineral yang dibutuhkan dalam bentuk suplemen. Salah satu suplemen yang paling direkomendasikan yaitu ChildLife Multivitamin & Mineral.

Suplemen ini mengandung multivitamin lengkap yang diformulasi khusus untuk membantu jaga daya tahan tubuh anak agar tetap optimal. Beberapa kandungan vitaminnya yaitu vitamin A, C, D dan mineral esensial yang bekerja sinergis untuk mendukung sistem imunitas sehingga tubuh anak lebih siap melawan berbagai risiko infeksi dan penyakit.

Nama Produk

ChildLife Multivitamin & Mineral

Kandungan

  • Vitamin dan mineral lengkap

Manfaat Suplemen

  • Mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral harian untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
  • Meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari risiko infeksi dan penyakit.
  • Memiliki sifat antioksidan untuk melawan radikal bebas.

Anjuran Konsumsi

  • Anak berusia 6–12 bulan : Sesuai anjuran dokter.
  • Anak berusia 1–4 tahun : 1–2 sendok teh per hari.
  • Anak berusia di atas 4 tahun : 2 sendok teh per hari.

3. Kyolic Kids Dophilus Probiotic

Beli Kyolic Kids Dophilus Probiotic di Natural Farm

Cara meredakan batuk pada bayi supaya frekuensinya semakin lama semakin berkurang yakni dengan mengonsumsi suplemen probiotik. Tugas dasar probiotik untuk menjaga keseimbangan mikrobiota usus sehingga mendukung pembentukan sistem imunias tubuh guna melawan virus dan bakteri.

Di sisi lain, mengonsumsi probiotik ternyata membantu mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan seperti batuk dan flu. Dengan begitu, frekuensi batuk pada bayi akan berkurang sekaligus mempercepat proses pemulihan ketika sakit. Sediakan Kyolic Kids Dophilus Probiotic untuk mencukupi kebutuhan probiotik si kecil.

Nama Produk

Kyolic Kids Dophilus Probiotic

Kandungan

  • Lactobacillus gasseri KS-13
  • Bifidobacterium bifidum G9-1
  • Bifidobacterium longum MM-2

Manfaat Suplemen

  • Mengurangi risiko alergi sehingga alergen yang bersumber dari virus dan bakteri penyebab batuk bisa teratasi sejak dini.
  • Menjaga fungsi sistem pencernaan.
  • Mendukung pertumbuhan bakteri baik.
  • Mendukung fungsi kekebalan tubuh.

Anjuran Konsumsi

  • Anak berusia di bawah 4 tahun : ½ tablet per hari.
  • Anak berusia di atas 4 tahun : 1 tablet per hari.

4. ChildLife Echinacea

Beli ChildLife Echinacea di Natural Farm

Mengonsumsi ChildLife Echinacea bukan hanya sebagai salah satu cara mengatasi batuk pada bayi saja, melainkan juga untuk memproteksi tubuh dari serangan virus dan bakteri. Suplemen multivitamin ChildLife ini akan disukai anak sebab rasanya rasa jeruk (orange). Dengan begitu, Anda bisa memberikan multivitamin tanpa drama.

ChildLife Echinacea mengandung Echinacea angustifolia dan Echinacea purpurea yang dikenal memiliki manfaat dalam mendukung sistem imun agar lebih kuat dalam melawan infeksi, seperti flu dan batuk. 

Nama Produk

ChildLife Echinacea

Kandungan

  • Echinacea angustifolia
  • Echinacea purpurea

Manfaat Suplemen

  • Mengurangi frekuensi flu dan pilek.
  • Memproteksi tubuh terinfeksi dari virus dan bakteri.
  • Memiliki sifat antioksidan untuk melawan radikal bebas.
  • Mendukung pemulihan tubuh ketika sakit.
  • Meningkatkan sistem imunitas tubuh.

Anjuran Konsumsi

  • Anak berusia 2–5 tahun : 5 tetes, diberikan sebanyak 4 kali sehari.
  • Anak berusia 5–12 tahun : 10 tetes, diberikan sebanyak 4 kali sehari.

5. ChildLife Zinc Plus

Beli ChildLife Zinc Plus di Natural Farm

Sebagai rekomendasi terakhir, Ibu dapat mempertimbangkan pemberian ChildLife Zinc Plus untuk membantu mengatasi maupun mencegah batuk pada bayi. Kandungan zinc di dalamnya berperan penting dalam mendukung sistem imun tubuh agar lebih kuat melawan virus dan bakteri penyebab infeksi.

Selain itu, ChildLife Zinc Plus juga membantu mengoptimalkan fungsi indera perasa dan penciuman, yang sering kali menurun saat anak sedang sakit. Hal ini penting agar nafsu makan bayi tetap terjaga, sehingga asupan nutrisi tetap terpenuhi selama masa pemulihan. 

Nama Produk

ChildLife Zinc Plus

Kandungan

  • Zinc
  • Copper

Manfaat Suplemen

  • Membantu tubuh melawan virus dan bakteri yang menginfeksi tubuh.
  • Meningkatkan sistem imunitas tubuh.
  • Memberikan tambahan energi.
  • Membantu proses penyembuhan luka.
  • Menyehatkan sistem pencernaan dan penyerapan nutrisi.
  • Mengoptimalkan fungsi indera perasa dan penciuman.

Anjuran Konsumsi

  • Anak berusia 6–12 bulan : Sesuai anjuran dokter.
  • Anak berusia 1–3 tahun : 1 sendok teh per hari.
  • Anak berusia di atas 4 tahun : 2 sendok teh per hari.

Rekomendasi untuk Anda

Pertanyaan tentang Cara Mengatasi Batuk pada Bayi

Gimana caranya agar bayi batuk cepat sembuh?
Di mana titik pijat batuk pada bayi?
Apa obat batuk alami untuk bayi?

Kategori Artikel