Tren olahraga lagi happening belakangan ini, salah satu pilihannya adalah yoga dan pilates.
Buat kamu yang baru mulai aktif berolahraga, mungkin masih bingung perbedaan yoga dan pilates. Keduanya memang sekilas kelihatan mirip, karena sama-sama melibatkan gerakan terkontrol, napas teratur, dan suasana latihan yang tenang.
Namun, yoga dan pilates punya filosofi, asal-usul, serta pendekatan yang berbeda. Supaya kamu nggak salah pilih, kenali dulu perbedaan selengkapnya di bawah ini, yuk!
Perbedaan Yoga dan Pilates
Beda yoga dan pilates dapat dilihat dari berbagai sisi, mulai dari asal-usul dan filosofi dasar hingga teknik latihan dan peralatan yang digunakan.
Memahami 7 aspek pembeda ini penting agar kamu nggak asal pilih olahraga dan akhirnya malah stop di tengah jalan. Pilihan yang tepat bakal membantu kamu lebih konsisten untuk memperoleh manfaat optimal, baik untuk kesehatan fisik maupun mental.
1. Definisi
Yoga adalah praktik kuno yang mengombinasikan gerakan fisik (asana), teknik pernapasan (pranayama), serta meditasi untuk menyeimbangkan tubuh dan pikiran.
Konsep yoga berakar pada tradisi Hindu yang memandang tubuh, pikiran, dan jiwa sebagai satu kesatuan yang saling memengaruhi.
Di sisi lain, pilates adalah latihan fisik modern yang berfokus pada penguatan otot inti (core), keselarasan postur, hingga kontrol gerakan yang presisi. Berbeda dari yoga, pilates lebih bersifat teknis, terukur, dan berorientasi pada hasil fisik yang spesifik.
2. Asal-usul
Yoga berasal dari India dan telah ada semenjak ribuan tahun lalu sebagai bagian dari tradisi spiritual dan filosofi Hindu. Catatan pertama tentang yoga muncul dalam teks kuno Rigveda sekitar 1500 SM.
Pilates dikembangkan oleh Joseph Pilates pada awal abad ke-20 di Jerman sebagai metode rehabilitasi fisik bagi prajurit yang cedera selama Perang Dunia I. Setelah Joseph pindah ke New York, metode ini berkembang luas di dunia kebugaran dan rehabilitasi medis.
3. Tujuan
Tujuan yoga adalah menyeimbangkan pikiran, tubuh, serta jiwa secara menyeluruh. Praktik ini bukan sekadar melatih fisik, melainkan juga membantu mengelola stres, meningkatkan kesadaran diri, dan mencapai ketenangan mental yang lebih stabil.
Pilates lebih mengarah ke tujuan fisik yang terukur, yaitu memperkuat otot inti, memperbaiki postur, dan meningkatkan fleksibilitas tubuh.
Karena itu, pilates direkomendasikan selama pemulihan cedera dan penguatan otot spesifik, sedangkan yoga cocok sebagai latihan untuk keseimbangan hidup secara keseluruhan.
4. Fokus latihan

Gerakan yoga juga disebut pose atau asana. Pada yoga, ada pose statis dan dinamis yang melatih fleksibilitas, keseimbangan, dan kekuatan tubuh secara menyeluruh.
Pose dalam yoga dirancang untuk membuka ketegangan di seluruh bagian tubuh, dari leher hingga kaki, sambil tetap melatih konsentrasi dan ketenangan pikiran.
Pilates lebih menekankan gerakan presisi yang spesifik melatih otot core, punggung bawah, dan stabilitas tubuh. Tiap gerakan dilakukan dengan kontrol penuh dan kesadaran terhadap posisi tubuh, sehingga kualitas gerakan lebih diutamakan dibandingkan kuantitasnya.
5. Teknik pernapasan
Pada yoga, pernapasan atau pranayama adalah bagian inti dari tiap sesi latihan dan punya berbagai teknik khusus yang beda tujuannya.
Misalnya, nadi shodhana (pernapasan lubang hidung bergantian) digunakan buat relaksasi atau kapalabhati (pernapasan api) untuk membersihkan saluran energi dalam tubuh.
Pernapasan juga nggak kalah penting dalam pilates. Namun, hal ini lebih difokuskan dalam mendukung aktivasi otot inti saat gerakan berlangsung. Pernapasan yang tepat membantu menjaga stabilitas tulang belakang dan mencegah cedera saat latihan.
6. Peralatan
Umumnya, yoga hanya butuh matras dan pakaian nyaman untuk bergerak. Beberapa pose yoga, misal iyengar yoga memakai alat tambahan, seperti balok, tali, atau selimut, supaya gerakan ini bisa dilakukan dengan aman.
Pilates bisa dilakukan di matras (mat pilates). Namun, bisa juga memakai peralatan khusus, seperti reformer, cadillac, chair, dan resistance band. Alat-alat ini bakal memberi resistansi yang bervariasi, sehingga otot bisa bekerja lebih terarah dan efektif.
7. Intensitas latihan
Ada sejumlah tingkatan yoga, dari yang ringan seperti hatha yoga dan yin yoga hingga yang lebih intens seperti ashtanga dan vinyasa yang menuntutmu punya fisik yang lebih baik.
Secara umum, latihan pilates memiliki intensitas sedang dan dapat kamu sesuaikan dengan kemampuan setiap orang, dari pemula hingga atlet profesional.
Meski demikian, kedua jenis olahraga cocok buat berbagai usia dan tingkat kebugaran, kok!
Agar mempermudah kamu untuk memahami perbedaan yoga dan pilates, simak rangkuman dari beberapa aspeknya pada tabel di bawah ini.
|
Aspek |
Yoga |
Pilates |
|
Definisi |
Praktik fisik, pernapasan, dan meditasi |
Sistem latihan penguatan otot inti dan postur |
|
Asal-usul |
India, ribuan tahun lalu |
Jerman, awal abad ke-20 |
|
Tujuan |
Keseimbangan tubuh, pikiran, dan jiwa |
Kekuatan otot inti, postur, dan fleksibilitas |
|
Fokus latihan |
Fleksibilitas, keseimbangan, dan kekuatan menyeluruh |
Penguatan otot inti, stabilitas tubuh, dan presisi gerakan |
|
Teknik pernapasan |
Pranayama (teknik pernapasan khusus) |
Napas untuk mendukung aktivasi otot inti |
|
Peralatan |
Matras |
Matras atau alat khusus (reformer, dll) |
|
Intensitas latihan |
Ringan hingga sangat intens |
Sedang dan dapat disesuaikan |
Baca Juga: 5 Olahraga di Rumah untuk Pemula agar Lebih Konsisten dan Aman
Manfaat Yoga dan Pilates untuk Kesehatan
Meski memiliki pendekatan berbeda, manfaat yoga dan pilates untuk kesehatan sama-sama signifikan. Keduanya bisa mendukung kesehatan fisik dan mental melalui latihan konsisten.
Sebuah tinjauan terhadap 27 systematic review menemukan bahwa pilates berpotensi untuk mengurangi nyeri hingga meningkatkan kualitas tidur, terutama pada orang yang mengalami nyeri punggung bawah, nyeri leher, dan skoliosis (Xu et al., 2023).
Sementara itu, meta-analisis terhadap 9 uji klinis menemukan bahwa yoga memberikan efek penurunan stres jangka panjang (Schleinzer et al., 2024). Meski hasilnya menjanjikan, butuh studi lebih lanjut untuk memahami efektivitasnya.
Berikut ini adalah sejumlah manfaat umum dari yoga dan pilates yang penting kamu ketahui.
- Meningkatkan fleksibilitas. Gerakan yoga dan pilates meregangkan otot secara bertahap sehingga tubuh jadi lebih lentur dan mobilitas sendi meningkat.
- Memperbaiki postur. Latihan rutin akan membantu mengoreksi postur tubuh yang buruk, seperti membungkuk akibat terlalu lama duduk di depan layar.
- Memperkuat otot inti. Pilates dirancang melatih deep core muscles yang menjadi fondasi postur tegak dan mengurangi risiko nyeri punggung bawah.
- Mengurangi stres. Teknik pernapasan dan meditasi dalam yoga bisa menurunkan kadar kortisol, sehingga tubuh dan pikiran terasa lebih tenang dan rileks.
- Meningkatkan kualitas tidur. Teknik relaksasi yang didapat dari yoga atau pilates membantu sistem saraf beristirahat lebih baik sehingga tidur lebih berkualitas.
- Mendukung pemulihan otot. Gerakan terkontrol membantu melancarkan sirkulasi darah ke otot yang lelah dan mempercepat recovery setelah sesi latihan intens.
- Meningkatkan konsentrasi. Fokus pada napas dan presisi gerakan dapat melatih kemampuan tubuh dan otak untuk hadir sepenuhnya dalam aktivitas sehari-hari.
Apabila kamu aktif olahraga, penting juga untuk memastikan asupan kalori harian tercukupi. Pakai Kalkulator Kalori untuk menghitung kebutuhan energi harian sesuai aktivitas fisikmu.
Yoga vs Pilates, Mana yang Lebih Baik?

Pertanyaan ini nggak punya jawaban tunggal, karena semuanya tergantung pada tujuan dan kebutuhan tubuhmu.
Pilih yoga kalau kamu mau latihan yang menyentuh aspek mental dan spiritual serta mampu meningkatkan fleksibilitas tubuh. Pilih pilates kalau fokus utamamu adalah memperkuat otot inti, memperbaiki postur, atau sedang dalam proses pemulihan cedera.
Nah, keduanya bisa jadi pilihan yang baik untuk pemula. Yoga cocok kalau kamu ingin mulai dengan gerakannya lebih sederhana dan tempo lambat. Pilates juga ramah pemula karena gerakan terstruktur dan mudah dipelajari dengan bimbingan instruktur.
Soal keamanan untuk ibu hamil, keduanya umumnya aman dengan modifikasi gerakan yang tepat dan pendampingan instruktur berpengalaman. Namun, konsultasi dengan dokter tetap penting sebelum memulai program olahraga apa pun selama masa kehamilan.
Sebelum mulai, pastikan kamu tahu kondisi tubuhmu saat ini. Cek berat badan ideal dengan Kalkulator BMI sebagai acuan sebelum menjalani program latihan yoga atau pilates.
Rekomendasi Suplemen untuk Dukung Pemulihan setelah Yoga dan Pilates
Nggak cukup dengan latihan teratur saja, pemulihan yang optimal pascalatihan penting juga untuk diperhatikan. Natural Farm memiliki pilihan suplemen protein dan asam amino untuk membantu tubuh pulih lebih cepat setelah latihan. Cek rekomendasinya di bawah ini!
1. ISOPURE Low Carb Chocolate

Beli ISOPURE Low Carb Chocolate 1 lb di Natural Farm
Mau protein tinggi tapi tetap jaga komposisi tubuh selama rutin yoga atau pilates? ISOPURE Low Carb Chocolate adalah jawabannya.
Suplemen yang mengandung 25 gram 100% Whey Protein Isolate (WPI) per sajian ini dapat mendukung pemulihan otot setelah latihan intens. Formulasi rendah karbohidrat dan bebas lemak, cocok buat kamu yang aktif bergerak sekaligus menjaga berat badan ideal.
Campurkan 1 scoop ke dalam 177 ml air dingin atau susu rendah lemak, lalu nikmati setelah latihan. Suplemen adalah pelengkap, bukannya pengganti nutrisi makanan. Tetap utamakan pola makan bergizi seimbang setiap harinya.
2. BSN Syntha 6 Vanilla

Beli BSN Syntha 6 Vanilla 2.91 lb di Natural Farm
Recovery otot makin optimal saat tubuh mendapatkan protein yang diserap secara bertahap sepanjang hari. BSN Syntha 6 hadir dengan Ultra Premium Protein Matrix buat memastikan asam amino terus tersedia untuk otot yang baru selesai bekerja saat yoga atau pilates.
Setiap sajian memberikan 22 gram protein dengan rasa Vanilla yang creamy dan tidak enek, pas diminum kapan saja tanpa rasa bosan. Konsumsi sesudah latihan atau menjelang tidur untuk membantu otot mendapat suplai nutrisi selama masa pemulihan malam hari.
Satu scoop BSN Syntha 6 ini bisa dicampurkan dengan 119–148 ml air dingin atau minuman lainnya sesuai selera. Ingat, suplemen adalah pelengkap, bukan pengganti nutrisi makanan. Pastikan kebutuhan protein harian kamu tetap terpenuhi dari makanan utama.
3. Optimum Nutrition BCAA Boost Watermelon

Beli Optimum Nutrition BCAA Boost Watermelon 390 gr di Natural Farm
Otot pegal sehari setelah sesi pilates yang intens? Itu tanda otot sudah bekerja keras. Nah, kamu bisa coba Optimum Nutrition BCAA Boost untuk bantu mempercepat pemulihannya.
Suplemen ini mengandung BCAA (branched-chain amino acids esensial), terdiri dari leusin, isoleusin, dan valin, dengan rasa Watermelon yang segar dan ringan.
BCAA bakal bantu meminimalkan kerusakan serat otot sepanjang latihan dan mempercepat proses regenerasi setelah sesi yoga atau pilates selesai.
Campur 1 scoop ke dalam 300–400 ml air dingin. Formula yang cepat larut ini bisa diminum 1 kali sehari, baik itu sebelum, selama, atau setelah latihan. Suplemen ini adalah pelengkap, bukan pengganti nutrisi alami dari makanan.
4. Optimum Nutrition Amino Energy Grape

Beli Optimum Nutrition Amino Energy Grape 270 gr di Natural Farm
Kelas yoga pagi dimulai 30 menit lagi tapi energimu belum penuh? Optimum Nutrition Amino Energy bisa jadi solusi praktis sekaligus menyegarkan.
Suplemen ini mengandung campuran asam amino esensial dan kafein alami dari ekstrak teh hijau dan kopi hijau dengan rasa Grape yang nikmat. Hasilnya, fokus meningkat serta tubuh lebih siap bergerak dari awal hingga akhir sesi latihan yoga atau pilates.
Selain sebagai pre-workout ringan, suplemen ini juga cocok diminum pada pagi, siang, sore, atau kapan saja saat tubuhmu butuh energi tambahan. Campurkan 2 scoop ke 295–354 ml air dingin, lalu aduk hingga tercampur rata.
Seperti suplemen lain, Optimum Nutrition Amino Energy adalah pelengkap, bukan pengganti nutrisi dari makanan. Karena suplemen ini mengandung kafein, perhatikan juga total asupan kafein harianmu dari sumber lain, misal kopi atau minuman berenergi.
5. Optimum Nutrition Creatine Powder Blueberry Lemonade

Beli Optimum Nutrition Creatine Powder Blueberry Lemonade 360 gr di Natural Farm
Bosan sama suplemen yang rasanya hambar serta bikin bosan? Optimum Nutrition Creatine Powder Blueberry Lemonade menghadirkan 5 gram 100% Creatine Monohydrate murni per sajian dalam rasa buah yang segar dan menyenangkan untuk diminum setiap hari.
Creatine dapat membantu meningkatkan massa otot, mendukung performa olahraga, hingga memulihkan tubuh yang lelah karena olahraga.
Formulasi micronized bikin creatine ini bisa larut sempurna, tanpa meninggalkan endapan di dasar gelas. Beda dari lain yang rasanya hambar, suplemen ini juga hadir dalam varian rasa Blueberry Lemonade yang cenderung lebih nyaman di lidah.
Konsumsi 5 gram per hari bersama air atau protein shake setelah latihan. Suplemen adalah pelengkap, bukan pengganti nutrisi makanan. Cukupi kebutuhan air putih harian kamu saat rutin mengonsumsi creatine, ya.



