Logo Natural Farm
Gratis Ongkir + Banyak Promo belanja di aplikasi
Mom & Kids

Apa itu Preeklamsia? Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

Ditinjau oleh Tim Kesehatan Natural Farm Ditulis oleh Diaz Virangga Atsila

Bagikan:

Preeklamsia adalah komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan adanya protein di dalam urine setelah usia kehamilan 20 minggu. Komplikasi ini dapat membahayakan ibu dan janin jika tidak terdeteksi dan ditangani dengan tepat.

Berdasarkan data World Health Organization (WHO), preeklamsia mempengaruhi sekitar 3–8% kehamilan di seluruh dunia dan menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu dan bayi. Lebih dari 50.000 kematian ibu dan lebih dari 500.000 kematian janin di seluruh dunia diakibatkan oleh preeklamsia. 

Apa itu Preeklamsia?

Preeklamsia adalah gangguan kehamilan yang terjadi setelah usia 20 minggu yang ditandai dengan tekanan darah ≥140/90 mmHg dan protein di dalam urine (proteinuria). Kondisi ini termasuk komplikasi serius karena berkembang cepat serta membahayakan ibu dan janin.

Preeklamsia terjadi saat pembentukan pembuluh darah plasenta pada awal kehamilan tidak berkembang secara optimal. Gangguan ini menyebabkan aliran darah ke plasenta menjadi tidak efisien dan memicu beberapa perubahan dalam tubuh ibu, seperti:

  • penyempitan pembuluh darah,
  • disfungsi endotel (gangguan pada lapisan dalam pembuluh darah),
  • respons inflamasi berlebihan, serta
  • stres oksidatif.

Akibatnya, ibu bisa mengalami hipertensi dalam kehamilan yang berdampak pada berbagai organ vital. Apabila tidak ditangani dengan tepat, preeklamsia dapat berkembang menjadi eklamsia, yaitu kondisi yang disertai kejang dan berisiko fatal.

Perbandingan kondisi preeklamsia ringan dan berat dapat dilihat dibawah ini.

Preeklamsia Ringan

Preeklamsia Berat

Tekanan darah 140/90 mmHg

Tekanan darah 160/110 mmHg atau lebih

Peningkatan protein dalam urine lebih besar atau sama dengan 300 mg/24 jam

Protein pada urine lebih dari 500 mg/24 jam

Risiko komplikasi ada namun rendah

Risiko komplikasi tinggi (eklamsia, HELLP, solusio plasenta)

Edema di sekitar kaki namun samar 

Edema di banyak area tubuh secara jelas

Tanda dan Gejala Preeklamsia

Gejala preeklamsia pada ibu hamil sering kali tidak disadari, karena cenderung berkembang perlahan dan tidak selalu langsung terasa berat. Pada sebagian kasus, komplikasi ini baru terdeteksi saat pemeriksaan kandungan rutin.

Sebagian besar ciri-ciri preeklamsia yang perlu diwaspadai, antara lain:

  • tekanan darah tinggi,
  • urine mengandung protein,
  • pembengkakan pada wajah, tangan, dan kaki,
  • sakit kepala berat yang tidak lekas membaik,
  • mual dan muntah,
  • nyeri ulu hati (nyeri epigastrik).
  • nyeri bahu dan punggung bawah,
  • gangguan penglihatan, seperti pandangan kabur,
  • sesak napas, dan
  • kenaikan berat badan secara drastis.

Penting dipahami bahwa pembengkakan ringan dalam kehamilan bisa normal. Namun, bila disertai tekanan darah tinggi, kondisi ini perlu evaluasi medis segera.

Baca Juga: 7 Dampak Kekurangan Asam Folat saat Hamil & Cara Atasinya!

Tahap Perkembangan Kondisi Preeklamsia pada Ibu Hamil

Berikut ini adalah tahapan perkembangan preeklampsia selama masa kehamilan yang perlu Anda perhatikan.

1. Sebelum Masa Kehamilan

Pada tahapan ini, sistem kekebalan tubuh sedang menyesuaikan diri untuk menerima calon janin. Apabila proses penyesuaian ini kurang baik, risiko terjadinya gangguan pembentukan plasenta di awal kehamilan lebih tinggi. Belum ada gejala apa pun yang berkaitan dengan preeklamsia selama fase ini.

2. Minggu 0–4 Kehamilan

Setelah terjadi pembuahan, embrio menempel di dinding rahim. Pada minggu-minggu awal ini, terjadi interaksi antara sel janin dan tubuh ibu. 

Jika terdapat masalah pada tahap awal ini, perkembangan plasenta selanjutnya dapat ikut terganggu. Namun, pada fase ini belum ada tanda atau keluhan yang berkaitan dengan preeklamsia.

3. Minggu 8–18 Kehamilan

Pada kehamilan normal, pembuluh darah di rahim akan melebar agar aliran darah ke ari-ari atau plasenta lancar. Bagi ibu yang berpotensi mengidap preeklamsia, pelebaran pembuluh darah ini tidak terjadi dengan sempurna. Akibatnya, aliran darah ke plasenta kurang optimal. 

Walaupun Anda masih merasa sehat, gangguan ini menjadi dasar timbulnya preeklamsia di kemudian hari.

4. Minggu 18–20 Kehamilan

Karena aliran darah ke plasenta kurang baik, plasenta mulai melepaskan zat-zat tertentu ke dalam darah ibu. Zat ini bisa mengganggu fungsi pembuluh darah ibu hamil. Pada tahap ini perubahan sudah mulai terjadi di tubuh ibu, tetapi tekanan darah biasanya belum cukup tinggi untuk disebut sebagai preeklamsia.

5. Minggu 20 Kehamilan atau Lebih

Preeklamsia mulai bisa didiagnosis setelah usia kehamilan 20 minggu atau lebih. Ciri utama adalah tekanan darah tinggi disertai protein dalam urin atau tanda gangguan organ lain.

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa menjadi lebih berat. Pembuluh darah di plasenta bisa mengalami kerusakan lebih lanjut sehingga aliran darah makin terganggu. Hal ini bisa meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan pada janin dan komplikasi pada ibu.

Perbedaan Hipertensi Gestasional dan Preeklamsia

Hipertensi dalam kehamilan tidak selalu berarti preeklamsia. Beberapa ibu hamil mengalami peningkatan tekanan darah tanpa disertai gangguan organ atau protein dalam urine. 

Karena itu, penting untuk memahami perbedaan antara hipertensi gestasional, preeklamsia, dan eklamsia agar tidak terjadi salah persepsi maupun keterlambatan penanganan.

Kondisi

Tekanan Darah

Protein Urine

Risiko Kejang

Hipertensi Gestasional

≥140/90

Tidak ada

Rendah

Preeklamsia

≥140/90

Ada

Sedang

Eklamsia

≥140/90

Ada

Ada (kejang)

Memahami perbedaan ini penting karena risiko komplikasi dapat meningkat signifikan pada preeklamsia dan eklamsia, termasuk gangguan organ, kelahiran prematur, hingga kondisi yang mengancam jiwa ibu dan janin.

Penyebab Preeklamsia

Hingga saat ini penyebab preeklamsia masih belum diketahui pasti. Meski begitu, kurangnya aliran darah ke plasenta menjadi salah satu faktor utama terjadinya preeklamsia. 

Gangguan pada pembuluh darah yang menyuplai plasenta menyebabkan distribusi darah ke janin tidak optimal dan memicu peningkatan tekanan darah pada ibu.

Menurut Indonesian Journal of Global Health Research (2024), ibu hamil yang obesitas lebih rentan mengalami hipertensi karena jantung harus bekerja lebih keras memompa darah akibat penumpukan lemak.

Faktor lain yang dapat mempengaruhi timbulnya preeklamsia adalah sebagai berikut.

  • Kehamilan pertama.
  • Hamil anak kembar dua atau lebih.
  • Memiliki riwayat preeklamsia pada kehamilan sebelumnya.
  • Hamil di usia lebih dari 40 tahun atau kurang dari 20 tahun.
  • Hamil dengan jarak kurang dari dua tahun.
  • Kondisi sistem imun tubuh yang kurang baik.
  • Riwayat keluarga yang pernah mengidap preeklampsia.

Baca Juga: Awas! Ini Tanda Bahaya Kehamilan Berdasarkan Fase Kehamilan

Cara Mengatasi Preeklamsia pada Ibu Hamil

Penanganan dan pengelolaan preeklampsia bergantung pada tingkat keparahan kondisi dan usia kehamilan. Jika usia kehamilan sudah mencapai 37 minggu, persalinan sering menjadi pilihan utama untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Namun, saat usia kehamilan belum cukup bulan, dokter dapat melakukan pemantauan ketat dan melakukan beberapa penanganan berikut ini.

1. Pemberian Obat Penurun Tekanan Darah

Gejala utama preeklamsia adalah tekanan darah tinggi. Karena itu, butuh obat antihipertensi untuk membantu mengontrolnya. Namun, tidak semua obat penurun tensi aman untuk ibu hamil, sehingga pemilihannya harus melalui konsultasi dan pengawasan dokter.

2. Pemberian Kortikosteroid

Kortikosteroid adalah obat antiinflamasi guna membantu meredakan peradangan. Jenis obat ini diberikan saat ibu hamil mengalami preeklamsia atau sindrom HELLP, yaitu kelainan hati dan pembekuan darah yang langka yang dapat menyerang ibu hamil.

3. Pemberian Magnesium Sulfat Jika Disertai Kejang

Preeklamsia yang tidak ditangani dapat berkembang menjadi eklamsia, kondisi yang disertai kejang. Untuk mencegah dan mengontrol kejang, dokter akan memberikan obat magnesium sulfat pada kasus yang berat atau berisiko tinggi, dengan pemantauan medis ketat.

4. Rawat Inap di Rumah Sakit

Jika kondisi memburuk, ibu hamil perlu menjalani rawat inap supaya dokter dapat memantau tekanan darah, fungsi organ, refleks, dan kondisi janin. Perawatan di rumah sakit membantu pengawasan ketat dan pemberian terapi yang tepat untuk mencegah komplikasi.

Tips Mencegah Preeklamsia Saat Hamil

Jika Anda memiliki faktor risiko preeklamsia, langkah pencegahan sejak dini sangat penting untuk membantu menurunkan kemungkinan terjadinya komplikasi. 

Berikut ini adalah beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah preeklampsia.

  • Konsumsi makanan bergizi seimbang.
  • Kontrol rutin ke dokter kandungan.
  • Melakukan aktivitas fisik ringan secara teratur.
  • Istirahat yang cukup.
  • Menjaga kondisi mental.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Mengontrol kadar gula darah.
  • Konsumsi vitamin prenatal.

Rekomendasi Suplemen untuk Mendukung Pencegahan Preeklamsia

Meskipun suplemen tidak secara langsung mencegah preeklamsia, pemenuhan nutrisi yang optimal dapat mendukung kesehatan secara menyeluruh. Berikut ini adalah rekomendasi suplemen yang dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil.

1. Nutriwell Pregnancy Formula

nutriwell pregnancy formula

Beli Nutriwell Pregnancy Formula di Natural Farm 

Kehamilan membuat kebutuhan nutrisi meningkat signifikan, sedangkan asupan nutrisi dari makanan sehari-hari sering kali belum mencukupi. Kekurangan zat besi, asam folat, dan vitamin dapat memengaruhi kondisi tubuh ibu serta perkembangan janin. 

Nutriwell Pregnancy Formula 30 Tablet mengandung 11 vitamin dan 10 mineral dalam satu kaplet praktis. Kombinasi ini membantu mendukung kesehatan ibu hamil dan menunjang pertumbuhan janin secara optimal.

Dengan nutrisi yang lebih terkontrol setiap hari, Anda dapat lebih tenang melalui kehamilan. Tetap konsultasikan dengan dokter untuk memastikan kebutuhan gizi sesuai kondisi tubuh masing-masing.

2. Nutriwell Folic Acid 

nutriwell folic acid

Beli Nutriwell Folic Acid di Natural Farm

Ibu hamil sangat membutuhkan asam folat untuk mencegah cacat pada bayi dan mengatasi anemia selama kehamilan. Konsumsi asam folat juga bermanfaat membantu mengurangi risiko komplikasi kehamilan, seperti preeklamsia.

Nutriwell Folic Acid mengandung 800 mcg folic acid per tablet untuk memenuhi nutrisi asam folat harian. Tidak hanya menurunkan risiko preeklampsia, tercukupinya bagian dari vitamin B kompleks ini juga membantu mencegah keguguran dan kelahiran prematur.

Beberapa manfaat Nutriwell Folic Acid selama masa kehamilan adalah sebagai berikut.

  • Membantu mencegah dan mengatasi anemia saat hamil. 
  • Menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. 
  • Konsumsi pada masa kehamilan membantu mencegah cacat lahir pada bayi.

3. Nuvita Nutri Vitamin D3 1000 IU

nuvita nutri vitamin d3 1000 iu

Beli Nuvita Nutri Vitamin D3 1000 IU di Natural Farm

Kebutuhan vitamin D saat hamil kemungkinan tidak hanya bisa dipenuhi dari paparan sinar matahari atau makanan tertentu. Nuvita Nutri Vitamin D3 1000 IU mengandung vitamin D untuk menjaga kesehatan tulang dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Vitamin D juga punya fungsi sebagai pendukung dalam upaya mengurangi risiko komplikasi serius pada masa kehamilan, seperti preeklamsia, diabetes gestasional, dan berat badan lahir rendah (BBLR) pada bayi. Sebagai antioksidan, vitamin D juga mencegah paparan radikal bebas yang berbahaya untuk ibu hamil dan janinnya.

4. Wellness Excell C 500 mg 

wellness excell c 500 mg

Beli Wellness Excell C 500 mg di Natural Farm

Tak hanya vitamin D, ibu hamil juga memerlukan vitamin C untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Vitamin C juga membantu penyerapan zat besi untuk mencegah anemia pada ibu hamil. Asupan nutrisi yang cukup juga membantu menurunkan risiko preeklampsia.

Suplemen Wellness Excell-C 500 mg membantu memenuhi kebutuhan vitamin C harian ibu hamil untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan organ-organ tubuh, serta membantu proses penyembuhan.

Daya tahan tubuh yang kuat sangat penting untuk ibu hamil agar dapat lebih tenang selama masa kehamilan. Beberapa manfaat Wellness Excell-C 500 mg adalah sebagai berikut.

  • Membantu memelihara daya tahan tubuh.
  • Mendukung produksi kolagen untuk mencegah stretch mark.
  • Berperan sebagai antioksidan untuk menjaga fungsi tubuh yang optimal.

5. Nutriwell Vitamin E 400 IU Water Soluble 

nutriwell vitamin e 400 iu water soluble

Beli Nutriwell Vitamin E 400 IU Water Soluble di Natural Farm

Vitamin E juga diperlukan oleh ibu hamil sebagai antioksidan kuat yang melindungi sel tubuh dari kerusakan stres oksidatif. Vitamin E juga berperan dalam menghalau kerusakan akibat radikal bebas yang berkontribusi pada perkembangan berbagai komplikasi kehamilan.

Suplemen vitamin E, misal Nutriwell Vitamin E 400 IU Water Soluble 30 Softgels, dibutuhkan karena lebih efektif dan memiliki penyerapan yang lebih baik dibandingkan vitamin E biasa. Formula “water soluble” bikin vitamin E larut air dan mudah diserap tubuh.

Pastikan untuk konsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen apa pun. Hal ini guna memastikan kebutuhan nutrisi sesuai kondisi masing-masing.

Rekomendasi untuk Anda

Pertanyaan tentang Preeklamsia pada Ibu Hamil

Preeklamsia terjadi karena apa?
Apa ciri-ciri preeklamsia pada ibu hamil?
Bagaimana cara mencegah preeklamsia pada ibu hamil?
Kapan dikatakan ibu hamil preeklampsia?

Kategori Artikel