Logo Natural Farm
Gratis Ongkir + Banyak Promo belanja di aplikasi
Health

Diabetes Basah: Penyebab, Gejala, dan Cara Merawat Lukanya

Ditinjau oleh Tim Kesehatan Natural Farm Ditulis oleh Satria Aji Purwoko

Bagikan:

Diabetes basah adalah kondisi luka kronis yang muncul akibat gula darah tinggi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang. Luka ini biasanya terbentuk di area kaki dan sulit sembuh karena proses penyembuhan jaringan terganggu.

Penderita diabetes berisiko lebih tinggi mengalami luka kaki yang membutuhkan perawatan intensif. Bila tidak ditangani dengan baik, kondisi ini bisa berkembang menjadi infeksi serius hingga berujung pada amputasi.

Memahami ciri-ciri diabetes basah bertujuan untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Apa Itu Diabetes Basah?

Diabetes basah tidak termasuk dalam jenis diabetes. Istilah ini merujuk pada komplikasi luka pada penderita diabetes, karena kadar gula darah tinggi merusak pembuluh darah dan saraf secara perlahan. Akibatnya, aliran darah ke jaringan luka berkurang dan penyembuhan bisa berlangsung sangat lambat.

Istilah "basah" digunakan karena luka ini cenderung mengeluarkan cairan, bernanah, hingga mengalami kematian jaringan (gangren). Penyakit gula basah ini biasanya tidak disertai rasa nyeri berarti karena kerusakan saraf (neuropati) mengurangi sensasi di area yang terluka.

Secara klinis, keparahan luka kaki diabetes dapat diklasifikasikan dengan Skala Wagner dari Grade 0 hingga Grade 5. Berikut ini adalah klasifikasi lengkap dari Skala Wagner.

Grade

Kondisi Luka

Keterangan

0

Kulit utuh

Tidak ada luka terbuka, tetapi berisiko tinggi bila kaki mengalami kapalan, neuropati, dan kelainan bentuk (deformitas).

1

Ulkus dangkal

Muncul ulkus atau luka yang hanya mengenai lapisan kulit atas, belum menembus jaringan lebih dalam.

2

Ulkus dalam

Luka menembus tendon, kapsul sendi, atau tulang tanpa tanda infeksi, seperti kantung nanah (abses).

3

Ulkus dalam + infeksi

Luka dalam disertai abses, infeksi sendi, dan tulang (osteomielitis). Mulai masuk kategori diabetes basah.

4

Gangren lokal

Gangren atau jaringan tubuh mati yang terbatas pada jari-jari kaki atau bagian depan kaki.

5

Gangren luas

Gangren meluas ke seluruh kaki dan memerlukan evaluasi untuk tindakan amputasi.

*) Sumber: Wagner, F. W., Jr. (1981). The dysvascular foot. Foot & Ankle, 2(2), 64-122.

Baca Juga: 5 Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 yang Wajib Diketahui

Tanda dan Gejala Penyakit Diabetes Basah

Gejala diabetes basah tidak selalu mudah dikenali, terlebih pada penderita diabetes melitus yang sudah mengalami neuropati atau kehilangan sensasi di kaki. Kondisi inilah yang kerap membuat luka terlambat ditangani hingga berkembang menjadi infeksi serius.

Beberapa ciri-ciri penyakit diabetes basah yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut.

  • Luka terbuka yang tidak menutup lebih dari 2 minggu meski sudah dirawat.
  • Area luka berwarna kemerahan, kehitaman, atau keunguan di sekitar tepi luka.
  • Keluar cairan atau nanah dari luka dengan bau tidak sedap.
  • Bengkak di area sekitar luka yang tidak kunjung reda.
  • Demam atau tubuh menggigil.
  • Luka terasa hangat saat disentuh meski tidak disertai rasa sakit.
  • Kulit di sekitar luka mengering, mengelupas, atau berubah warna lebih gelap.

Padahal, semakin cepat tanda dan gejalanya terdeteksi, semakin besar peluang luka untuk sembuh tanpa komplikasi. Oleh karena itu, penderita diabetes perlu mengecek kondisi kaki secara berkala.

Penting juga guna mengenali risiko Anda mengidap diabetes lebih awal dengan melakukan Skrining Pre-Diabetes Online di Natural Farm. Bicarakan hasil tersebut dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan saran pencegahan yang tepat.

Perbedaan Diabetes Basah dan Kering

perbedaan diabetes basah dan kering

Banyak orang awam membedakan penyakit diabetes dari tampilan lukanya, yakni diabetes basah dan diabetes kering. Meskipun sama-sama disebabkan kadar gula darah yang tidak terkontrol, keduanya memiliki karakteristik dan penanganan yang berbeda.

Berikut ini adalah perbedaan diabetes basah dan kering yang perlu Anda ketahui.

Aspek

Diabetes Basah

Diabetes Kering

Kondisi luka

Terbuka, bernanah, dan berbau.

Jaringan kering dan menghitam.

Infeksi

Ada infeksi bakteri aktif.

Umumnya tanpa infeksi aktif.

Risiko

Infeksi dapat menyebar ke jaringan yang lebih dalam

Lebih terkontrol, tetapi tetap serius.

Penanganan

Pengangkatan jaringan rusak (debridement), amputasi, antibiotik, dan rawat dokter.

Perawatan lokal atau amputasi terbatas.

Penyebab Penyakit Diabetes Basah

Penyebab diabetes basah berkaitan erat dengan komplikasi jangka panjang dari kadar gula darah yang tidak dikelola dengan baik. Berikut ini faktor-faktor utama yang memicunya.

1. Neuropati diabetik

Neuropati diabetik adalah kerusakan saraf yang terjadi akibat kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang. Kondisi ini memicu hilangnya sensasi di kaki, sehingga luka kecil termasuk lecet, goresan, atau kapalan yang mengelupas sering tidak terasa sama sekali. 

Penderita baru sadar ada luka setelah kondisinya cukup parah. Luka kulit yang tidak segera dirawat ini membuat bakteri berkembang dan menimbulkan infeksi yang sulit ditangani.

2. Gangguan sirkulasi darah

Kerusakan pembuluh darah kecil akibat diabetes menghambat aliran darah ke bagian tubuh yang jauh dari jantung, terutama kaki. Berkurangnya pasokan oksigen dan nutrisi membuat sel-sel kulit tidak mampu memperbaiki diri dengan cepat setelah terluka.

Sebuah studi kecil mengenai pemulihan luka pasca-operasi, luka pasien diabetes menutup dalam 28 hari, lebih lambat dibandingkan pasien non-diabetes yang hanya memerlukan 21 hari. Pada pasien diabetes, risiko infeksi juga 30% lebih tinggi (Nath et al., 2024). Ini dapat menunjukkan pentingnya kontrol gula darah guna mendukung penyembuhan luka apa pun.

3. Penurunan fungsi imun

Kadar gula darah tinggi yang tidak dikontrol dapat melemahkan sistem imun, sehingga tidak mampu bekerja optimal untuk melawan bakteri penyebab infeksi. 

Hal ini membuat luka diabetes basah cenderung lebih rentan pada infeksi bakteri, termasuk bakteri yang resisten terhadap antibiotik. Itu alasan perawatan luka diabetes perlu dilakukan dengan disiplin dan konsistensi yang tinggi.

4. Perawatan luka yang kurang tepat

Luka yang jarang dibersihkan atau tidak ditutup dengan perban steril dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri. Memakai alkohol atau hidrogen peroksida sebagai pembersih luka secara berlebihan justru merusak jaringan sehat dan memperlambat penyembuhan. 

Membiarkan luka terpapar tanah, debu, atau air kotor juga meningkatkan risiko infeksi yang lebih dalam. Perawatan yang tepat dan konsisten sangat menentukan proses pemulihan.

5. Alas kaki yang tidak sesuai

Luka kaki diabetes diperkirakan 10,38 kali lebih tinggi bagi pengidap yang mengenakan alas kaki yang tidak sesuai (Yazdanpanah et al., 2024). Alas kaki yang sempit, keras, atau tidak pas memicu gesekan dan tekanan berulang di telapak kaki tanpa disadari. 

Lama-kelamaan, tekanan ini memicu luka yang susah sembuh. Penggunaan alas kaki yang tepat, yaitu yang lembut, tidak terlalu sempit, dan mendukung lengkungan kaki, merupakan langkah penting dalam mencegah diabetes yang disertai luka kaki.

Risiko Luka Kaki pada Penderita Diabetes

Sekitar 15–25% pengidap diabetes berisiko mengalami luka kaki di sepanjang hidupnya. Lebih dari itu, sekitar 20% kasus yang tidak ditangani dengan baik dapat berujung pada amputasi. Meski begitu, sekitar 65% luka kaki diabetik dapat sembuh dalam 20 minggu bila mendapatkan penanganan medis yang tepat sejak awal (Armstrong et al., 2023).

Cara Merawat Luka Diabetes Basah di Rumah

Perawatan luka diabetes basah di rumah hanya cocok dilakukan untuk luka ringan, menurut klasifikasi Wagner Grade 1 atau 2, yaitu luka yang belum dalam dan belum terinfeksi berat. 

Membersihkan luka diabetes basah secara rutin termasuk langkah penting dalam perawatan mandiri di rumah. Hal ini bertujuan untuk memastikan kondisi luka bersih dan penyembuhan berjalan lebih optimal.

Pastikan semua alat yang digunakan steril sebelum menyentuh area luka. Berikut ini adalah langkah-langkah yang tepat untuk membersihkan luka diabetes basah di rumah.

  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir minimal selama 20 detik sebelum menyentuh luka.
  • Bilas luka dengan larutan saline (NaCl 0,9%) menggunakan kain kasa steril.
  • Keringkan area luka dengan lembut memakai kain kasa bersih, dengan cara cukup menepuk-nepuk dan hindari menggosok.
  • Oleskan krim atau salep antibiotik sesuai dengan anjuran dokter.
  • Tutup luka dengan perban steril, lalu ganti perban minimal sekali sehari atau segera saat perban sudah basah atau kotor.

Sementara itu, untuk luka diabetes yang lebih dalam, bernanah banyak, dan muncul disertai dengan demam, segera lakukan perawatan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Baca Juga: 10 Tips Cara Menurunkan Gula Darah Secara Alami dan Mudah

Cara Mencegah Luka Diabetes Basah

Seperti kata pepatah, mencegah jauh lebih baik dibandingkan dengan mengobati. Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat membantu menurunkan risiko diabetes basah.

  • Kendalikan kadar gula darah. Patuhi pengobatan dari dokter, jaga pola makan, dan lakukan pemantauan rutin untuk memastikan kadar gula darah normal.
  • Periksa kondisi kaki rutin. Periksa seluruh permukaan kaki, termasuk sela-sela jari setiap hari, dan segera rawat jika ada luka lecet atau kapalan yang mengelupas.
  • Pilih alas kaki yang tepat. Pakai alas kaki dengan ujung lebar, sol tebal, dan bahan dalam yang lembut, serta hindari berjalan tanpa alas kaki, termasuk di dalam rumah.
  • Rutin kontrol ke dokter. Disarankan melakukan pemeriksaan kaki minimal 1 kali per tahun atau lebih sering jika sudah ada riwayat neuropati.

Kontrol Kadar Gula Darah dengan Suplemen yang Tepat

Merawat luka diabetes basah tidak cukup hanya dengan membersihkan luka secara teratur. Kontrol kadar gula darah secara konsisten juga menjadi kunci utama agar luka bisa sembuh lebih cepat. 

Natural Farm menyediakan beberapa pilihan suplemen pendukung yang dapat membantu melengkapi gaya hidup sehat Anda. Sebelum mulai memakai suplemen ini, pastikan Anda sudah berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

1. Nutriwell Diabcare

Nutriwell Diabcare 30 caps

Beli Nutriwell Diabcare 30 Capsules di Natural Farm

Mengelola kadar gula darah membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, termasuk dari sisi nutrisi harian. Nutriwell Diabcare merupakan suplemen yang diformulasikan khusus dengan kombinasi herbal pilihan untuk membantu memelihara kesehatan pengidap diabetes.

Kombinasi Gymnema Sylvestre, Cinnamon, Fenugreek, dan Bitter Melon akan bekerja sama untuk dapat membantu mendukung metabolisme glukosa yang sehat. Ditambah ALA (Alpha Lipoic Acid) sebagai antioksidan kuat, suplemen ini dapat membantu melindungi sel saraf dari stres oksidatif, terutama pada pengidap yang mengalami neuropati. 

Konsumsi 1 kapsul per hari atau sesuai anjuran dokter. Suplemen ini adalah pelengkap gaya hidup sehat, bukan pengganti obat atau penanganan medis dari tenaga kesehatan.

2. Nuvita Nutri Diacare

Nuvita Nutri Diacare 30

Beli Nuvita Nutri Diacare 30 Kaplet di Natural Farm

Menjaga kadar gula darah butuh asupan nutrisi yang bisa mendukung metabolisme glukosa dan kesehatan sel secara menyeluruh. Nuvita Nutri Diacare diformulasikan khusus untuk memelihara kesehatan penderita diabetes dengan kombinasi nutrisi esensial.

Dalam satu kaplet, terkandung nutrisi dan bahan herbal pilihan, seperti Chromium Picolinate 200 mcg, L-Glutamine 100 mg, L-Alanine 75 mg, Alpha Lipoic Acid 100 mg, dan Cinnamon Extract 50 mg.

Selalu konsultasikan dengan dokter Anda sebelum menambahkan suplemen apa pun dalam perawatan diabetes. Perlu diingat bahwa suplemen merupakan pelengkap gaya hidup sehat, bukan pengganti obat dan penanganan medis untuk menjaga kestabilan kadar gula darah.

Rekomendasi untuk Anda

Pertanyaan tentang Diabetes Basah

Apa perbedaan diabetes basah dan kering?
Diabetes basah tidak boleh makan apa?
Apakah luka diabetes basah bisa sembuh?
Bagaimana cara membersihkan luka gula basah?

Kategori Artikel