Logo Natural Farm
Gratis Ongkir + Banyak Promo belanja di aplikasi
Health

6 Perbedaan Maag dan Asam Lambung yang Sering Dianggap Sama

Ditinjau oleh Tim Kesehatan Natural Farm • Ditulis oleh Satria Aji Purwoko •

Bagikan:

Banyak orang menyebutkan gejala nyeri perut, mual, atau rasa panas di dada sebagai sakit maag. Padahal, kondisi tersebut bisa jadi adalah tanda penyakit asam lambung atau GERD.

Kedua kondisi ini sama-sama memicu rasa tidak nyaman di bagian perut, tetapi mempunyai mekanisme pemicu dan langkah penanganan yang berbeda. Memahami perbedaan maag dan asam lambung penting agar Anda bisa memilih langkah yang tepat dan efektif.

Apakah Maag dan Asam Lambung Itu Sama?

Beberapa orang mungkin bertanya, “Maag dan asam lambung apakah sama?” Jawabannya adalah tidak. Meski melibatkan gangguan pencernaan dan gejala yang muncul dapat terasa serupa, keduanya merupakan kondisi yang berbeda satu sama lain.

Maag adalah istilah kesehatan yang biasa ditemui di Indonesia. Kata “maag” sendiri berasal dari bahasa Belanda yang berarti lambung atau perut. 

Dalam dunia medis, maag merujuk pada dispepsia (indigestion), yaitu kumpulan gejala yang ditandai dengan rasa tidak nyaman di perut bagian atas. Kondisi ini biasanya muncul tanpa memiliki penyebab yang jelas.

Keluhan ini berbeda dengan penyakit asam lambung atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), yang adalah kondisi medis spesifik ketika asam lambung naik ke kerongkongan.

Tinjauan Gyawali et al. (2018) dalam jurnal Gut menjelaskan bahwa GERD disebabkan oleh melemahnya lower esophageal sphincter (LES), katup antara kerongkongan dan lambung, sehingga asam lambung mengalir balik ke saluran cerna bagian atas.

Baca Juga: 7 Ciri-Ciri Maag Kronis yang Sering Diabaikan

Perbedaan Maag dan Asam Lambung

Banyak orang masih keliru dalam memahami beda maag dan asam lambung. Kondisi inilah yang membuat penanganannya kurang tepat, sehingga keluhan tidak segera mereda.

Berikut perbedaan maag dan asam lambung dari beberapa aspek yang harus Anda pahami. Sebelum itu, simak dahulu ringkasan pada tabel di bawah ini.

Aspek

Maag (Dispepsia)

Asam Lambung (GERD)

Definisi

Sindrom gejala tidak nyaman di perut atas

Naiknya asam lambung ke kerongkongan

Lokasi Gangguan

Epigastrium (perut atas)

Esofagus (kerongkongan)

Gejala Utama

Nyeri perut, kembung, mual, cepat kenyang

Heartburn, rasa asam di mulut, batuk kronis

Penyebab

Pola makan, stres, infeksi H. pylori, obat NSAID

Melemahnya LES, obesitas, makanan berlemak

Pengobatan

Antasida, prokinetik, perubahan diet

PPI, antasida, perubahan gaya hidup

Komplikasi

Perdarahan lambung (bila disebabkan tukak lambung)

Esofagitis, Barrett’s esophagus.

1. Definisi

Maag atau dispepsia adalah sindrom yang ditandai rasa tidak nyaman, nyeri, hingga penuh di perut bagian atas. Dispepsia dapat bersifat fungsional tanpa penyebab yang jelas atau organik akibat kondisi tertentu, seperti tukak lambung (gastritis). 

Sebuah artikel oleh Francis dan Zavala (2024) dalam StatPearls menjelaskan bahwa sekitar 10–40% populasi umum di dunia didiagnosis mengalami dispepsia fungsional, tergantung kriteria yang digunakan.

Sementara itu, asam lambung atau GERD merupakan kondisi spesifik ketika asam lambung mengalir balik ke esofagus dan menyebabkan iritasi pada lapisan kerongkongan.

2. Lokasi gangguan

Maag atau dispepsia umumnya berpusat di epigastrium, yakni area perut bagian atas tepat di bawah tulang dada. Asam lambung atau GERD berpusat di kerongkongan atau esofagus, yakni saluran yang menghubungkan tenggorokan dengan lambung. 

Perbedaan lokasi ini yang dapat memengaruhi bentuk gejala yang Anda rasakan sehari-hari.

3. Gejala utama

Rasa sakit akibat maag terjadi di bagian perut atas dan bisa muncul secara tiba-tiba. Gejala maag sering muncul setelah makan atau saat perut kosong dalam waktu lama, seperti:

  • rasa tidak nyaman atau nyeri di perut bagian atas, 
  • perut kembung atau terasa penuh, 
  • merasa mual dan ingin muntah, 
  • cepat merasa kenyang saat makan, dan 
  • sering bersendawa.

Di sisi lain, gejala asam lambung cenderung lebih intens dan dapat ditandai dengan:

  • rasa terbakar di dada (heartburn), 
  • kembalinya aliran asam dan makanan ke kerongkongan (regurgitasi),
  • mulut terasa asam atau bau tidak sedap,
  • batuk kering berkepanjangan, 
  • suara serak akibat pita suara membengkak, dan 
  • kesulitan menelan ludah atau makanan. 

Tinjauan oleh Richter dan Rubenstein (2018) di dalam jurnal Gastroenterology menyatakan bahwa gejala GERD cenderung memburuk ketika berbaring ataupun setelah mengonsumsi makanan tinggi lemak.

4. Penyebab

heartburn gejala maag dan gerd

Penyebab maag atau dispepsia, antara lain pola makan tidak teratur, makan terlalu cepat, stres, infeksi bakteri H. pylori, konsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), atau tidak memiliki penyebab yang jelas pada kasus dispepsia fungsional.

Penyakit asam lambung atau GERD disebabkan melemahnya lower esophageal sphincter (LES), yakni otot yang berfungsi sebagai katup antara kerongkongan dan lambung. Faktor risikonya, antara lain kelebihan berat badan, kehamilan, dan kebiasaan makan makanan tinggi lemak atau mengandung kafein.

5. Pengobatan

Sakit maag ditangani dengan antasida untuk mengurangi kelebihan asam lambung, obat prokinetik untuk melancarkan pengosongan lambung, serta perubahan pola makan. Jika ditemukan infeksi H. pylori, antibiotik diperlukan untuk mengatasi penyebab dasarnya.

GERD umumnya ditangani dengan proton pump inhibitor (PPI), antasida, serta perubahan gaya hidup secara menyeluruh. Tinjauan Katz et al. (2022) dalam The American Journal of Gastroenterology merekomendasikan perubahan gaya hidup sebagai metode utama untuk penanganan GERD, baik itu sebelum atau bersamaan dengan terapi obat.

6. Komplikasi

Dispepsia fungsional umumnya tidak memicu komplikasi serius. Namun, dispepsia organik yang tidak ditangani, misalnya akibat tukak lambung (gastritis), berpotensi menyebabkan perdarahan atau lambung bocor (perforasi) bila kondisinya dibiarkan memburuk.

Penyakit asam lambung yang tidak ditangani dengan baik berisiko menyebabkan esofagitis erosif, penyempitan esofagus, hingga Barrett's esophagus yang memiliki risiko berkembang menjadi kanker esofagus. 

Menurut Johns Hopkins Medicine, 5% pasien dengan GERD kronis dapat mengembangkan Barrett's esophagus. Kondisi ini lebih sering dialami oleh pria daripada wanita dan rata-rata akan terdiagnosis pada usia 55 tahun.

Jika Anda atau orang terdekat kerap mengalami gejala masalah pencernaan, coba gunakan Skrining Pencernaan dari Natural Farm untuk mengenali kondisi lebih awal. Pemeriksaan dini membantu Anda mendapat penanganan yang tepat sebelum gejala semakin parah.

Cara Mencegah Maag dan Asam Lambung

Meski penanganan untuk kedua masalah ini melibatkan metode yang berbeda, pencegahan maag dan asam lambung melibatkan perubahan gaya hidup yang serupa.

  • Makan dalam porsi kecil tetapi sering. Hindari makan berlebihan dalam satu waktu karena dapat meningkatkan tekanan pada lambung, lebih baik dalam porsi kecil dan lebih sering dalam sehari.
  • Hindari makanan pemicu. Makanan pedas, makanan tinggi lemak, minuman kafein, dan minuman bersoda sebaiknya dibatasi atau dihindari sama sekali.
  • Jangan berbaring segera setelah makan. Tunggu minimal 2–3 jam setelah makan sebelum Anda bisa berbaring atau tidur.
  • Kelola stres dengan baik. Stres berkepanjangan yang tidak dikelola baik berpotensi memperparah gejala sakit maag maupun asam lambung.
  • Jaga berat badan ideal. Kelebihan berat badan dan obesitas meningkatkan tekanan pada lambung, sehingga memperbesar risiko naiknya asam ke kerongkongan.
  • Perhatikan obat-obatan. Hindari penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) tanpa pengawasan dari dokter.

Langkah pencegahan ini tidak hanya membantu mengurangi gejala, tetapi juga mendukung kesehatan pencernaan Anda dalam jangka panjang. Segera konsultasi dengan dokter bila gejala berlangsung lebih dari dua minggu ataupun semakin memburuk.

Baca Juga: Daftar Obat Maag Alami yang Manjur dan Umum Digunakan

Suplemen untuk Jaga Kesehatan Pencernaan Setiap Hari

Gangguan pencernaan, seperti maag dan asam lambung, membutuhkan penanganan yang tepat, termasuk dukungan nutrisi yang tepat. 

Natural Farm memiliki rangkaian produk suplemen pencernaan berkualitas yang membantu menjaga keseimbangan saluran cerna. Berikut pilihan suplemen yang bisa dipertimbangkan.

1. Natural Factors S'Digest

natural factors sdigest

Beli Natural Factors S'Digest 90 Tablets di Natural Farm

Sering merasa perut tidak nyaman setelah makan? Bisa jadi, itu tanda tubuh membutuhkan bantuan dari suplemen pencernaan, seperti Natural Factors S’Digest.

Formula Soothe Digest yang terdiri atas tiga tanaman karminatif, yakni Fennel Seed, Anise Seed, dan Caraway Seed, membantu mengurangi gejala kembung dan kram perut, yang kerap muncul akibat dispepsia ringan.

Pastikan untuk mengonsumsi suplemen ini sesuai anjuran, 1 kapsul 3 kali sehari bersama makanan. Jika gejala lekas tidak membaik dalam beberapa hari, segera hubungi dokter. Produk suplemen ini adalah pelengkap, bukan pengganti penanganan medis.

2. Kyolic 102 Candida Cleanse & Digestive

kyolic 102 candida cleanse digestive

Beli Kyolic 102 Candida Cleanse & Digestive 100 Capsules di Natural Farm

Ingin mendukung kesehatan saluran cerna secara menyeluruh dengan bahan alami? Kyolic 102 Candida Cleanse & Digestive hadir dengan kombinasi Aged Garlic Extract serta bahan pendukung kesehatan, seperti ekstrak jahe dan enzim pencernaan. 

Suplemen ini dirancang untuk membantu menjaga keseimbangan flora usus yang kerap kali terganggu akibat pola makan tidak teratur atau stres. Aged Garlic Extract di dalamnya punya sifat antimikroba untuk membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme di dalam usus. 

Suplemen ini cocok bagi Anda yang hendak menjaga kesehatan usus secara proaktif. Meski begitu, perlu diingat bahwa suplemen hanya pelengkap. Penanganan medis tetap diperlukan untuk gangguan pencernaan yang berkepanjangan.

3. Natures Health Probiotic Complex

natures health probiotic complex

Beli Natures Health Probiotic Complex 60 Capsules di Natural Farm

Kesehatan saluran pencernaan dimulai dari keseimbangan bakteri baik di dalam usus Anda. 

Natures Health Probiotic Complex adalah suplemen probiotik mengandung kombinasi strain bakteri baik, Lactobacillus acidophilus LA-14 dan Bifidobacterium lactis BL-04, yang dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus. 

Bakteri baik di dalam usus berperan penting dalam proses pencernaan dan bisa membantu mengurangi gejala kembung atau tidak nyaman akibat maag dan asam lambung. 

Suplemen ini bisa menjadi pelengkap bagi Anda yang sedang dalam proses pemulihan dari gangguan pencernaan atau sekadar ingin menjaga kesehatan usus secara rutin. Suplemen ini bukan pengganti obat dari dokter. 

4. Nutriwell Probiotics + Enzymes

nutriwell probiotics enzymes

Beli Nutriwell Probiotics Enzymes 60 Capsules di Natural Farm

Dua manfaat sekaligus dalam satu suplemen yang praktis, probiotik dan enzim pencernaan.

Nutriwell Probiotics + Enzymes hadir untuk membantu menyeimbangkan flora usus dengan kombinasi tiga strain probiotik, Lactobacillus acidophilus La-14, Bifidobacterium lactis Bl-04, dan Bifidobacterium longum Bl-05. Ada pula kandungan enzim Lipase dan Protease untuk mendukung proses pencernaan yang optimal.

Suplemen ini cocok bagi Anda yang ingin mendukung kesehatan saluran cerna menyeluruh, terutama saat mengalami gangguan akibat pola makan yang kurang teratur. Perlu dipahami, suplemen merupakan pelengkap, bukan pengganti perubahan gaya hidup dan pengobatan sesuai saran tenaga kesehatan.

5. Wellness Acidophilus

wellness acidophilus

Beli Wellness Acidophilus 60 Capsules di Natural Farm

Dukungan probiotik harian untuk menjaga keseimbangan flora usus Anda secara alami hadir dalam Wellness Acidophilus. Produk ini mengandung strain probiotik tunggal, Lactobacillus acidophilus LA-14 yang secara alami berada di dalam saluran usus.

Bakteri baik ini akan membantu menjaga keseimbangan mikrobiota di dalam usus dan dapat mendukung proses pencernaan yang optimal. Suplemen ini cocok dikonsumsi rutin sebagai upaya menjaga kesehatan usus dalam jangka panjang.

Suplemen ini bukan pengganti obat dari dokter, khususnya bagi orang dengan gejala serius. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan sebelum memulai konsumsi, serta kombinasikan dengan perubahan gaya hidup, termasuk makan sehat dan kelola stres dengan baik.

Rekomendasi untuk Anda

Pertanyaan tentang Perbedaan Maag dan Asam Lambung

Apakah aslam dan maag itu sama?
Apa ciri-ciri terkena penyakit asam lambung?
Bagaimana cara mengetahui sedang sakit maag?
Apakah asam lambung naik bikin migrain?

Kategori Artikel