Penyebab bayi sungsang perlu dipahami oleh setiap ibu hamil supaya penanganannya bisa dilakukan sedini mungkin. Posisi sungsang terjadi saat bokong atau kaki janin mengarah ke jalan lahir, di mana perlu perhatian lebih menjelang akhir kehamilan.
Posisi sungsang dalam banyak kasus tidak menunjukkan gejala yang jelas terlihat dari luar. Karena itu, pemeriksaan kehamilan rutin sangat penting untuk memantau posisi janin serta memastikan kehamilan Anda berlangsung aman.
Apa Itu Bayi Sungsang?
Bayi sungsang adalah kondisi ketika janin tidak berada dalam posisi kepala di bawah jelang persalinan. Dilansir dari American College of Obstetricians and Gynecologists, sekitar 3–4% dari seluruh kehamilan cukup bulan mengalami posisi sungsang atau breech presentation (ACOG, 2024).
Di kehamilan normal, kepala bayi berada di posisi paling bawah mendekati jalan lahir sejak minggu ke-32 hingga ke-36. Bayi dikatakan sungsang saat posisinya tidak berubah hingga usia kehamilan 36 minggu atau lebih.
Jika bayi berada di dalam posisi sungsang di usia 8 bulan atau sekitar 32–34 minggu, dokter umumnya akan memantaunya terlebih dahulu. Masih tersedianya ruang yang cukup dalam rahim memungkinkan bayi bisa berbalik dengan sendirinya.
Namun, evaluasi dibutuhkan saat kondisi ini terus berlanjut. Posisi bayi sungsang yang tidak ditangani dengan tepat dapat memengaruhi pilihan metode persalinan yang aman.
Baca Juga: 8 Vitamin Ibu Hamil Trimester 3, Tidak Hanya Asam Folat Saja!
Macam-Macam Posisi Bayi Sungsang
Ada beberapa jenis posisi bayi sungsang yang perlu diketahui. Tiap jenis punya karakteristik berbeda dan dapat memengaruhi kondisi kehamilan serta pilihan metode persalinan.
1. Frank breech
Frank breech adalah posisi sungsang yang paling umum dan mencakup sekitar 50–70% dari seluruh kasus (Alves et al., 2024). Pada posisi ini, bokong bayi akan berada di bagian paling bawah dengan kedua kaki lurus ke atas mendekati kepala bayi. Ibu umumnya merasakan tendangan atau tekanan kaki yang terasa di perut atas.
2. Complete breech
Pada complete breech, bokong bayi berada di bagian bawah dan kedua lutut ditekuk seperti posisi jongkok. Ibu mungkin merasakan tekanan atau gerakan di bagian bawah perut secara lebih merata dibanding frank breech.
3. Footling breech
Footling breech ditandai dengan satu atau kedua kaki bayi mengarah ke bawah dan menjadi bagian terendah tubuh bayi. Ibu mungkin merasakan tekanan atau gerakan yang tidak biasa di area panggul bawah. Meskipun jarang terjadi, posisi bayi sungsang ini berisiko lebih tinggi karena kaki bisa keluar lebih dulu saat persalinan berlangsung.
Perbandingan Jenis Posisi Bayi Sungsang
|
Jenis Sungsang |
Posisi Bayi |
Persentase Kasus |
Yang Dirasakan Ibu |
Tingkat Risiko |
|
Frank breech |
Bokong di bawah dan kaki lurus ke atas |
50–70% |
Tendangan keras terasa di perut atas |
Lebih rendah |
|
Complete breech |
Bokong di bawah dan kedua lutut ditekuk |
5–10% |
Tekanan merata di bagian bawah perut |
Sedang |
|
Footling breech |
Satu atau dua kaki mengarah ke bawah |
10–40% |
Tekanan tidak biasa di area panggul bawah |
Lebih tinggi |
*) Sumber: Alves et al. (2024), Revista Brasileira de Ginecologia e Obstetrícia.
Penyebab Bayi Sungsang dalam Kandungan

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab bayi sungsang dalam kandungan. Memahami faktor-faktor ini penting agar Anda lebih waspada dan segera berkonsultasi dengan dokter jika salah satu kondisi di bawah ini terdeteksi pada kehamilan Anda.
1. Volume air ketuban tidak normal
Jumlah air ketuban yang terlalu banyak (polihidramnion) atau sedikit (oligohidramnion) dapat memengaruhi kemampuan bayi untuk berubah ke posisi kepala di bawah.
Air ketuban berlebihan membuat ruang gerak bayi terlalu lebar dan tidak terarah, sedangkan air ketuban terlalu sedikit membatasi kemampuan bayi bergerak bebas di dalam rahim.
2. Kehamilan kembar
Kehamilan kembar dua atau lebih membuat ruang dalam rahim lebih sempit. Kondisi ini bisa menghalangi janin berputar ke posisi kepala di bawah menjelang persalinan. Hamil dengan lebih dari satu janin adalah salah satu faktor risiko utama penyebab posisi bayi sungsang.
3. Plasenta previa
Plasenta previa terjadi saat plasenta berada di bagian bawah rahim dan menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir. Kelainan plasenta ini menghalangi kepala bayi turun ke posisi ideal. Inilah salah satu alasan kenapa bayi bisa sungsang hingga mendekati waktu persalinan.
4. Kelainan rahim
Bentuk rahim tidak normal, misal rahim bikornu (berbentuk seperti hati) atau adanya mioma rahim, dapat menghambat rotasi bayi ke posisi kepala di bawah. Kondisi ini memengaruhi ruang yang tersedia bagi janin untuk bergerak bebas selama kehamilan berlangsung.
5. Ukuran dan posisi tali pusat
Tali pusat pendek atau melilit dapat membatasi pergerakan bayi dan mencegahnya berputar ke posisi kepala di bawah. Kondisi ini dapat diketahui melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) lebih lanjut oleh dokter kandungan yang menangani kehamilan Anda.
6. Bayi lahir prematur
Bayi yang lahir saat kehamilan belum mencapai usia 37 minggu belum sempat berpindah ke posisi kepala di bawah. Ini menjadi penyebab bayi sungsang 8 bulan yang cukup umum.
Semakin muda usia kehamilan, maka semakin tinggi kemungkinan bayi masih berada dalam posisi sungsang karena ukurannya masih kecil relatif terhadap rongga rahim.
7. Bayi terlalu kecil atau besar
Bayi dengan berat badan sangat rendah punya lebih banyak ruang untuk bergerak sehingga tidak selalu berada dalam posisi optimal menjelang persalinan. Sementara itu, bayi dengan ukuran terlalu besar juga kesulitan berputar akibat terbatasnya ruang di dalam rahim.
8. Pernah melahirkan sebelumnya
Ibu yang sudah pernah hamil serta melahirkan sebelumnya otot rahimnya akan lebih longgar dibanding ibu yang baru pertama kali hamil. Hal ini memberi janin lebih banyak kebebasan bergerak, tetapi posisi kepala di bawah jadi kurang stabil, terutama di akhir kehamilan.
Kapan harus segera periksa ke dokter?
Untuk mencegah komplikasi akibat bayi sungsang, segera memeriksakan diri ke dokter bila Anda mengalami beberapa tanda bahaya kehamilan di bawah ini.
- Tidak merasakan gerakan bayi selama lebih dari 12 jam pada usia kehamilan di atas 28 minggu.
- Merasakan tekanan atau nyeri tidak biasa pada area panggul bawah mendekati trimester ketiga.
- Sudah memasuki usia kehamilan 34 minggu serta belum ada konfirmasi terkait posisi kepala bayi dari dokter.
Cara Mengatasi Posisi Bayi Sungsang
Jika dokter mendeteksi kondisi sungsang pada kehamilan Anda, terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membantu bayi kembali ke posisi normal atau kepala di bawah.
1. External Cephalic Version (ECV)
ECV adalah prosedur medis yang dilakukan dokter untuk memutar bayi secara manual dari luar perut. Prosedur ini biasanya dilakukan pada usia kehamilan 36–37 minggu.
Dilansir dari National Health Service, ECV memiliki tingkat keberhasilan berkisar 50% (NHS, 2023). Prosedur ini harus dilakukan di bawah pengawasan USG secara langsung untuk memantau kondisi bayi selama prosedur berlangsung.
2. Posisi atau Gerakan Khusus
Gerakan tertentu seperti posisi sujud (knee-chest position) dipercaya dapat membantu bayi berputar secara alami. Namun, efektivitasnya masih bervariasi pada setiap individu.
Pastikan hanya melakukan gerakan, termasuk posisi tidur agar bayi tidak sungsang, hanya berdasarkan saran dan panduan dokter atau bidan yang menangani kehamilan Anda.
3. Pemantauan Rutin dan Konsultasi Dokter
Langkah terpenting adalah memantau perkembangan bayi melalui USG rutin. Dokter dapat menentukan apakah operasi caesar perlu dilakukan bila posisi bayi sungsang tidak berubah mendekati waktu persalinan.
Apakah sungsang bisa lahir normal? Hal ini sangat bergantung pada jenis sungsang, ukuran bayi, dan kondisi kesehatan ibu. Dokter yang akan menentukan metode persalinan paling aman, setelah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi ibu dan bayi.
Mengetahui perkiraan tanggal lahir sangat penting untuk memantau posisi bayi secara tepat. Gunakan Kalkulator HPL dari Natural Farm untuk memperkirakan tanggal persalinan Anda dan mempersiapkan penanganan lebih awal bersama dokter.
Baca Juga: Posisi Tidur yang Baik untuk Ibu Hamil, Bolehkah Telentang?
Pilihan Suplemen Kehamilan untuk Mendukung Kesehatan Ibu dan Janin di Natural Farm
Selain memantau posisi bayi, pemenuhan nutrisi yang optimal juga berperan penting dalam mendukung perkembangan janin secara menyeluruh.
Natural Farm menghadirkan beberapa suplemen kehamilan berkualitas yang diformulasikan untuk memenuhi kebutuhan ibu hamil, dari trimester pertama hingga menjelang persalinan.
1. Nuvita Nutri Folic 1000 mg

Beli Nuvita Nutri Folic 1000 mg 100 Tablet di Natural Farm
Kecukupan asupan folat sejak awal kehamilan menjadi fondasi penting untuk perkembangan sistem saraf janin yang sehat . Nuvita Nutri Folic 1000 mg hadir sebagai suplemen yang siap membantu memenuhi kebutuhan asam folat untuk ibu hamil hingga menyusui.
Dengan kandungan 1.000 mg folic acid, produk ini cocok untuk Anda yang ingin memastikan kebutuhan folat terpenuhi setiap hari secara konsisten. Tak hanya baik untuk perkembangan janin, folat juga penting untuk pembentukan sel darah merah selama masa kehamilan.
Nuvita Nutri Folic tersedia dalam bentuk tablet yang mudah dikonsumsi. Dengan kandungan tunggal dan dosis terukur, produk ini bisa Anda kombinasikan dengan suplemen kehamilan lainnya sesuai kebutuhan.
|
Nama Produk |
Nuvita Nutri Folic 1000 mg 100 Tablet |
|
Kandungan Utama |
1.000 mg Folic Acid |
|
Manfaat |
|
|
Anjuran Konsumsi |
Dewasa, 1 kali sehari 1 tablet |
|
No. Registrasi BPOM |
SD211596131 |
2. Nuvita Nutri Iron

Beli Nuvita Nutri Iron 60 Tablet di Natural Farm
Volume darah ibu hamil meningkat secara signifikan selama kehamilan, sehingga kebutuhan zat besi pun ikut bertambah. Nuvita Nutri Iron mengandung 20 mg Iron Fumarate yang dapat membantu memenuhi kebutuhan zat besi harian.
Zat besi punya peran penting dalam pembentukan hemoglobin yang membantu mengangkut oksigen ke seluruh tubuh ibu dan janin. Nutrisi ini yang kebutuhannya meningkat signifikan selama masa kehamilan.
Suplemen ini baik dikonsumsi sebagai pelengkap asupan zat besi dari makanan sehari-hari. Selalu ikuti anjuran dokter untuk memastikan dosis yang tepat sesuai kondisi tubuh Anda.
|
Nama Produk |
Nuvita Nutri Iron 60 Tablet |
|
Kandungan Utama |
20 mg Iron (Iron Fumarate) |
|
Manfaat |
|
|
Anjuran Konsumsi |
Dewasa, 1 kali sehari 1 tablet salut selaput |
|
No. Registrasi BPOM |
SD255095731 |
3. Nutriwell Pregnancy Formula

Beli Nutriwell Pregnancy Formula 30 Tablets di Natural Farm
Selama kehamilan, tubuh membutuhkan beberapa jenis nutrisi sekaligus dalam jumlah yang lebih besar dari biasanya. Nutriwell Pregnancy Formula hadir sebagai suplemen multivitamin lengkap yang diformulasikan khusus untuk ibu hamil.
Suplemen prenatal ini mengandung kombinasi vitamin dan mineral esensial, termasuk folat, zat besi, kalsium, dan vitamin B kompleks. Formula ini membantu mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin sekaligus menjaga kesehatan ibu hamil secara menyeluruh.
Nutriwell Pregnancy Formula cocok bagi ibu hamil yang menginginkan solusi nutrisi lengkap dalam satu produk. Gunakan sesuai anjuran agar manfaatnya optimal untuk ibu dan janin.
|
Nama Produk |
Nutriwell Pregnancy Formula 30 Tablets |
|
Kandungan Utama |
11 vitamin dan 10 mineral esensial |
|
Manfaat |
|
|
Anjuran Konsumsi |
Dewasa, 1 kali sehari 1 tablet salut selaput |
|
No. Registrasi BPOM |
SI225042091 |
4. Nutriwell Vitamin D3 2500 IU

Beli Nutriwell Vitamin D3 2500 IU 90 Softgels di Natural Farm
Vitamin D berperan penting dalam penyerapan kalsium dan fosfor, dua mineral utama yang dibutuhkan untuk pembentukan tulang dan gigi janin yang kuat. Nutriwell Vitamin D3 2500 IU membantu ibu hamil memastikan kebutuhan vitamin D hariannya terpenuhi.
Suplemen ini dibutuhkan ketika Anda jarang terpapar sinar matahari langsung. Kekurangan vitamin D selama kehamilan dikaitkan dengan gangguan pertumbuhan tulang pada janin.
Nutriwell Vitamin D3 2500 IU menghadirkan vitamin D dosis tinggi, dengan 2.500 IU Vitamin D3 (Cholecalciferol) per softgel yang lebih mudah diserap tubuh. Karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai konsumsi suplemen ini.
|
Nama Produk |
Nutriwell Vitamin D3 2500 IU 90 Softgels |
|
Kandungan Utama |
|
|
Manfaat |
|
|
Anjuran Konsumsi |
Dewasa, 1 kali sehari 1 softgel atau sesuai anjuran dokter |
|
No. Registrasi BPOM |
SI223050931 |
5. Natures Health Cal Mag Zinc D

Beli Natures Health Cal Mag Zinc D 60 Tablets di Natural Farm
Kalsium, magnesium, zinc, dan vitamin D ialah nutrisi yang bekerja sama untuk mendukung kesehatan tulang, fungsi otot, dan imun tubuh. Natures Health Cal Mag Zinc D mengandung kombinasi nutrisi tersebut dalam satu suplemen yang praktis untuk dikonsumsi sehari-hari.
Kombinasi kalsium dan vitamin D3 akan mendukung pembentukan tulang janin, magnesium membantu fungsi otot dan saraf, sedangkan zinc berperan penting dalam pertumbuhan sel tubuh yang optimal.
Suplemen ini cocok untuk ibu hamil yang hendak melengkapi asupan mineral esensial tanpa harus minum banyak suplemen berbeda. Konsumsi sesuai petunjuk tenaga kesehatan guna menjamin keamanannya untuk ibu dan janin.
|
Nama Produk |
Natures Health Cal Mag Zinc D 60 Tablets |
|
Kandungan Utama |
|
|
Manfaat |
|
|
Anjuran Konsumsi |
Dewasa, 1 kali sehari 1 tablet |
|
No. Registrasi BPOM |
SI265000941 |
*) Disclaimer: Suplemen adalah pelengkap pola makan sehat, bukan pengganti asupan gizi dari makanan sehari-hari. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen apa pun selama kehamilan, karena bisa berpengaruh pada kondisi ibu dan janin.



