Logo Natural Farm
Gratis Ongkir + Banyak Promo belanja di aplikasi
Health

8 Cara Mengatasi Sesak Napas karena Batuk dengan Aman

Ditinjau oleh Tim Kesehatan Natural Farm Ditulis oleh Ariq Yusron Fathoni

Bagikan:

Cara mengatasi sesak napas karena batuk penting diketahui, khususnya saat batuk sampai membuat dada terasa berat atau napas pendek. Kondisi ini bisa mengganggu aktivitas dan menimbulkan rasa tidak nyaman.

Penyebabnya beragam, dari infeksi, alergi, hingga gangguan saluran napas. Kenali pemicu dan cara aman meredakannya agar keluhan sesak napas karena batuk ini tidak semakin mengganggu aktivitas Anda.

Mengapa Batuk Bisa Menyebabkan Sesak Nafas?

Batuk adalah refleks alami tubuh untuk membersihkan saluran napas dari lendir, debu, atau zat asing. Akan tetapi, saat batuk terus-menerus, kerja otot dada dan diafragma meningkat sehingga dapat menyebabkan kelelahan dan membuat napas terasa lebih berat.

Dilansir dari National Library of Medicine, batuk kronis akan meningkatkan sensitivitas saraf di saluran napas. Pada kondisi, seperti asma atau bronkitis kronis, peradangan juga berisiko memicu penyempitan saluran napas (bronkokonstriksi) dan penumpukan lendir (mukus), sehingga aliran udara terhambat dan sesak semakin terasa.

Kondisi Pemicu Sesak Nafas Karena Batuk

Beberapa kondisi dapat menyebabkan batuk disertai sesak napas, mulai dari gangguan saluran napas hingga kondisi yang membutuhkan penanganan segera.

  • Asma. Peradangan dan penyempitan saluran napas akibat asma menyebabkan batuk, dada terasa sesak, dan sulit bernapas.
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Penyempitan saluran napas memicu batuk berdahak yang menetap dan sesak, terutama pada perokok jangka panjang.
  • Pneumonia. Infeksi paru atau pneumonia menyebabkan kantung udara paru-paru terisi cairan atau nanah sehingga batuk dan pertukaran oksigen terganggu.
  • Emboli paru. Sumbatan pembuluh darah paru akibat bekuan darah dapat memicu sesak mendadak dan batuk, terkadang disertai darah.
  • Gagal jantung. Kondisi gagal jantung akibat penumpukan cairan dalam paru-paru (pulmonary edema) dapat memicu batuk dan sesak, terutama saat berbaring.
  • Alergi dan polusi udara. Debu, serbuk sari, atau partikel udara dapat mengiritasi saluran napas dan memicu batuk serta sesak.

Baca Juga: 10 Buah yang Tidak Boleh Dimakan Saat Batuk dan Penggantinya

Cara Mengatasi Sesak Nafas karena Batuk

Cara mengatasi sesak napas karena batuk sangat bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Beberapa teknik dan rekomendasi di bawah ini bisa membantu mengontrol pernapasan dan mengurangi rasa tidak nyaman.

1. Lakukan Pursed-lip Breathing

Cara mengatasi sesak napas karena batuk satu ini dapat membantu memperlambat napas dan membuat pengeluaran udara lebih efektif. 

American Lung Association merekomendasikan teknik pernapasan pursed-lip breathing ini untuk membantu mengontrol sesak, terutama pada kondisi asma dan PPOK.

Teknik pernapasan diafragma dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini.

  • Duduk tegak serta rilekskan leher dan bahu.
  • Tarik napas perlahan melalui hidung selama sekitar 2 detik.
  • Pastikan mulut tertutup.
  • Kerucutkan bibir seperti akan meniup lilin.
  • Hembuskan napas perlahan melalui bibir selama 4 detik atau lebih.
  • Ulangi sampai pola napas kembali lebih teratur.

2. Coba Pernapasan Diafragma

Pernapasan diafragma membantu mengarahkan kerja sistem pernapasan ke diafragma, sehingga pola napas lebih terkontrol. 

Teknik cara atasi sesak napas karena batuk ini dapat digunakan ketika Anda mulai merasa napas pendek, tetapi segera hentikan jika justru membuat pusing atau sesak bertambah.

Cara melakukannya adalah sebagai berikut.

  • Duduk nyaman dengan lutut ditekuk dan bahu tetap rileks.
  • Letakkan satu tangan di dada dan satu tangan di perut.
  • Tarik napas perlahan melalui hidung hingga tangan di perut terangkat.
  • Usahakan tangan di dada tetap relatif tidak bergerak.
  • Hembuskan napas perlahan melalui mulut dan ulangi beberapa kali.

Studi dalam jurnal Respiratory Care (2019) menyebut bahwa latihan pernapasan diafragma meningkatkan volume udara dari 0,5 L menjadi 1,0 L per napas dan menurunkan laju napas dari 19,7 menjadi 11,8 kali/menit. 

Jika dikombinasikan dengan pursed-lip breathing, latihan ini mampu memperpanjang durasi buang napas dari 2,0 menjadi 5,4 detik dan menurunkan laju napas hingga 8,5 kali/menit.

3. Duduk Condong ke Depan dengan Penopang Meja

Posisi ini membantu Anda merasa lebih nyaman ketika sesak, karena memberikan tumpuan pada lengan dan membantu mengoptimalkan ruang paru-paru di rongga dada. Teknik ini jadi salah satu variasi dari tripod breathing.

Anda bisa mempraktikkannya sebagai salah satu cara mengatasi sesak napas karena batuk dengan langkah-langkah di bawah ini.

  • Duduk di kursi menghadap meja dengan kedua kaki menapak lantai.
  • Condongkan dada sedikit ke depan dan letakkan kedua lengan di atas meja.
  • Letakkan kepala di atas lengan atau bantal.
  • Rilekskan bahu dan leher, lalu atur napas secara perlahan.

Posisi ini dapat dikombinasikan dengan pursed-lip breathing untuk membantu membuat pola napas yang lebih teratur.

4. Berdiri dengan Punggung Ditopang

Saat duduk terasa kurang nyaman, Anda dapat mencoba berdiri dengan punggung ditopang dinding. Posisi ini bisa membantu merilekskan tubuh dan menciptakan lebih banyak ruang di rongga dada untuk paru-paru. 

Lakukan dengan memperhatikan langkah-langkah berikut ini.

  • Berdiri membelakangi dinding dan sandarkan pinggul pada dinding.
  • Buka kaki selebar bahu dan letakkan tangan di paha.
  • Rilekskan bahu, lalu condongkan tubuh sedikit ke depan.
  • Biarkan lengan menggantung dengan rileks sambil mengatur napas perlahan.

Posisi ini adalah salah satu variasi tripod breathing yang dapat digunakan saat sesak. Anda dapat mengombinasikannya dengan pursed-lip breathing untuk mengontrol pola napas.

5. Gunakan Kipas yang Diarahkan ke Wajah

Cara mengatasi sesak napas karena batuk ini mungkin terdengar unik. Namun, aliran udara dari kipas yang diarahkan ke wajah selama beberapa menit membantu mengurangi sensasi sesak (dyspnea). 

Efek ini diduga berasal dari rangsangan aliran udara pada reseptor sensorik di wajah. Hal ini yang dapat memengaruhi persepsi terhadap pernapasan.

Anda bisa melakukannya dengan langkah-langkah berikut ini agar lebih aman.

  • Gunakan kipas kecil atau kipas genggam.
  • Arahkan aliran udara lembut ke wajah selama sekitar 5 menit.
  • Tetap bernapas perlahan dan teratur.
  • Hentikan jika udara dingin memicu batuk atau mengi.

Penelitian dalam Journal of Pain and Symptom Management (2018) pada 40 pasien kanker stadium lanjut menemukan bahwa kipas ke wajah selama 5 menit menurunkan skor sesak 1,35 poin, dibanding 0,1 poin pada kipas ke kaki. Sebanyak 80% pasien juga mengalami penurunan skor sesak lebih dari 1 poin. 

6. Minum Air Putih, Istirahat, dan Gunakan Humidifier

Jika sesak disertai batuk akibat infeksi saluran pernapasan atau bronkitis akut, minumlah air putih minimal 2 liter sehari serta banyak beristirahat untuk membantu tubuh pulih. Anda juga bisa menggunakan humidifier sebagai cara mengatasi sesak napas karena batuk kering. 

Minumlah air secara teratur dan kurangi aktivitas berat selama masa pemulihan. Langkah ini dapat membantu meredakan gejala, tetapi bukan pengganti pemeriksaan medis bila sesak semakin berat atau disertai demam, nyeri dada, maupun kesulitan bernapas.

7. Hindari Asap Rokok dan Pemicu Lainnya

Asap rokok, debu, polusi, parfum menyengat, dan udara dingin mampu mengiritasi saluran napas serta memperburuk batuk dan sesak. Pada kasus cough hypersensitivity, saluran napas menjadi lebih sensitif terhadap berbagai rangsangan lingkungan.

Untuk menguranginya, hindari asap rokok, pakai masker saat berada di lingkungan berdebu atau berpolusi, dan kurangi paparan produk beraroma kuat. Mengenali pemicu pribadi juga membantu mencegah batuk dan sesak berulang.

8. Lakukan Cough Control Therapy untuk Batuk Kronis

Cough control therapy merupakan terapi untuk mengurangi frekuensi dan keparahan batuk kronis. Terapi ini memadukan fisioterapi respirasi serta terapi wicara dan bahasa untuk membantu mengurangi dorongan batuk dan iritasi saluran napas.

Komponennya dapat meliputi berikut ini.

  • Teknik penekanan batuk: mengontrol dorongan batuk, mengatur pola napas, dan melakukan relaksasi.
  • Higiene vokal: mengurangi kebiasaan atau paparan yang dapat mengiritasi laring.
  • Fisioterapi respirasi: latihan pernapasan dan teknik untuk mengurangi iritasi saluran napas.

European Respiratory Society (2020) memberikan rekomendasi kondisional dengan kualitas bukti sedang untuk terapi ini terhadap orang dewasa dengan batuk kronis refrakter. Pastikan Anda melakukan terapi ini dengan fisioterapis atau terapis wicara berpengalaman.

Baca Juga: 7 Manfaat Kencur untuk Batuk dan Pilek, Efektif dan Alami!

Rekomendasi Produk untuk Menjaga Kesehatan Saluran Pernapasan 

Batuk adalah refleks alami untuk membersihkan saluran pernapasan. Namun, batuk yang terus-menerus bisa membuat tenggorokan teriritasi, terasa tidak nyaman, hingga memicu sesak napas. 

Untuk mendukung pemulihan, Anda bisa melengkapi cara mengatasi sesak napas karena batuk dengan produk berbahan madu, jahe, licorice, atau bawang putih yang membantu menjaga kenyamanan tenggorokan dan kesehatan tubuh. 

1. Manuka Health Lozenges MGO 400+ Blackcurrant

manuka health honey lozenges blackcurrant

Beli Manuka Health Lozenges MGO 400+ Blackcurrant 15 pcs di Natural Farm

Batuk berulang tentunya membuat tenggorokan terasa kering, gatal, dan teriritasi. Manuka Health Lozenges MGO 400+ Blackcurrant mengandung madu Manuka dengan MGO 400+ untuk membantu memberikan rasa nyaman pada tenggorokan.

Bentuk lozenges memungkinkan madu larut perlahan di mulut, dan praktis digunakan ketika tenggorokan terasa tidak nyaman akibat batuk. Rasa Blackcurrant juga memberikan sensasi menyegarkan.

Lengkapi penggunaannya dengan cukup minum air putih dan menghindari asap rokok yang berpotensi memperparah iritasi. Produk ini bukan obat guna mengatasi sesak napas karena batuk, sehingga keluhan menetap dan berat tetap membutuhkan pemeriksaan medis.

Nama Produk

Manuka Health Honey Lozenges MGO 400+ Blackcurrant 15 pcs

Kandungan Utama

Madu Manuka MGO 400+, vitamin C, dan kandungan Methylglyoxal.

Manfaat

  • Mendukung kesehatan saluran pernapasan atas.
  • Membantu meredakan sakit tenggorokan dan rasa tidak nyaman di mulut.
  • Membantu melindungi tubuh dari infeksi.

Aturan Konsumsi

  • 1–2 lozenges sehari. 
  • Beri jeda waktu 30 menit sebelum atau setelah makan sebelum mengonsumsi lozenges.
  • Untuk menjaga efektivitas senyawa antibakteri, tidak boleh dikonsumsi bersama makanan atau minuman panas.

No. Registrasi BPOM

ML 824409019712 

2. Natures Health Licorice Extract

natures health licorice extract

Beli Natures Health Licorice Extract 60 Tablets di Natural Farm

Salah satu kondisi yang dapat berkaitan dengan batuk adalah GERD, ketika asam lambung naik dan mengiritasi tenggorokan atau saluran napas. Untuk melengkapi pola hidup sehat, Natures Health Licorice Extract menyediakan 295 mg ekstrak licorice per kapsul.

Licorice adalah herbal untuk membantu memelihara kesehatan saluran pencernaan supaya terhindar dari GERD yang mungkin memicu sesak napas. Selain itu, licorice juga membantu mengatasi pilek dan sakit tenggorokan.

Produk ini sebaiknya digunakan sebagai pelengkap, khususnya bila Anda sedang menjaga kesehatan pencernaan dan mengatasi infeksi pernapasan yang memicu sesak napas. Jika batuk atau sesak diduga berkaitan dengan GERD, alergi, asma, atau kondisi lainnya, tetap perlu konsultasikan ke dokter agar ditangani dengan tepat.

Nama Produk

Natures Health Licorice Extract 60 Tablets

Kandungan Utama

295 mg ekstrak licorice (Glycyrrhiza glabra radix extract).

Manfaat

  • Membantu mengatasi batuk berdahak dan pilek.
  • Membantu mengatasi infeksi saluran pernapasan dan sakit tenggorokan.
  • Membantu mengatasi gangguan pencernaan seperti GERD.
  • Membantu memelihara daya tahan tubuh.

Aturan Konsumsi

  • Dewasa, 3 kali sehari 1 tablet sesudah makan.
  • Penggunaan lebih dari 4 minggu harus dalam pengawasan dokter.
  • Tidak boleh digunakan pada wanita hamil dan menyusui.
  • Hati-hati bila digunakan pada orang yang memiliki riwayat alergi terhadap produk lebah dan turunannya.

No. Registrasi BPOM

TI225041161 

3. Herbana Relief Sari Jahe Merah

herbana relief sari jahe merah

Beli Herbana Relief Sari Jahe Merah 60 Capsules di Natural Farm

Batuk dan pilek membuat saluran pernapasan mengalami iritasi dan peradangan, sehingga napas terasa kurang nyaman. Herbana Relief Sari Jahe Merah mengandung ekstrak jahe merah tunggal yang diproses dengan System Quadra Extraction untuk menghasilkan ekstrak dengan konsentrasi lebih tinggi.

Jahe merah punya sifat antiinflamasi yang bisa membantu meredakan respons peradangan. Kandungan tersebut menjadikan jahe merah menjadi pilihan herbal tepat untuk membantu menjaga kenyamanan dan fungsi saluran pernapasan.

Konsumsi 1 kapsul, 3 kali sehari setelah makan untuk hasil optimal. Hanya jadikan sebagai pelengkap perawatan dan pola makan sehat, bukan pengganti penanganan medis, terlebih jika peradangan saluran pernapasan disertai sesak yang semakin berat.

Nama Produk

Herbana Relief Sari Jahe Merah 60 Capsules

Kandungan Utama

390 mg ekstrak jahe merah (Zingiberis officinale rhizome).

Manfaat

  • Memiliki sifat antiperadangan, antinyeri, antivirus, untuk membantu mencegah infeksi dan peradangan pernapasan.
  • Membantu memelihara kesehatan pencernaan.
  • Membantu mengatasi sakit tenggorokan yang mungkin muncul akibat batuk kronis.

Aturan Konsumsi

Dewasa, 3 kali sehari 1 kapsul, setelah makan.

No. Registrasi BPOM

TR142378491 

Rekomendasi untuk Anda

Pertanyaan tentang Cara Mengatasi Sesak Nafas Karena Batuk

Apa obat alami batuk sesak?
Jika batuk disertai sesak napas, apa yang harus dilakukan?
Berapa lama sesak napas karena batuk?

Kategori Artikel