Diabetes adalah kondisi kronis yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi akibat masalah pada produksi atau fungsi insulin. World Health Organization (WHO) menjelaskan lebih dari 830 juta orang di dunia hidup dengan diabetes di tahun 2022.
Sementara itu, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menjelaskan sekitar 1,7% penduduk di Indonesia dari semua kelompok umur menderita diabetes berdasarkan diagnosis dokter. Angka ini bisa lebih besar, mengingat banyak kondisi yang tidak terdiagnosis medis.
Memahami diabetes sejak dini penting agar Anda dapat melakukan pencegahan yang tepat.
Apa Itu Diabetes?
Diabetes adalah gangguan metabolik yang terjadi apabila kadar glukosa dalam darah terlalu tinggi. Kondisi ini terjadi karena pankreas tidak memproduksi cukup insulin ataupun karena sel-sel tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif.
Insulin adalah hormon yang bertugas membantu glukosa masuk ke dalam sel tubuh sebagai sumber energi. Tanpa insulin yang cukup atau berfungsi baik, glukosa menumpuk di dalam aliran darah.
Kondisi ini yang menjadi penyebab mendasar dari diabetes melitus atau yang banyak orang awam sebut sebagai penyakit gula.
Baca Juga: Diabetes Kering: Pengertian, Penyebab, & Cara Mengobatinya
Jenis-Jenis Diabetes
Ada beberapa macam diabetes, yang masing-masing memiliki penyebab, mekanisme, serta pendekatan penanganan yang berbeda. Mengenali jenis-jenis diabetes ini membantu Anda memahami kondisi dan mengambil langkah penanganan yang tepat sejak awal.
1. Diabetes tipe 1
Diabetes tipe 1 termasuk penyakit autoimun. Kondisi ini terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan sel-sel beta pankreas yang bertugas memproduksi insulin. Akibatnya, tubuh tidak dapat menghasilkan insulin sama sekali.
Kondisi ini lebih kerap ditemukan pada anak-anak dan remaja, meski dapat terjadi pada usia berapa pun. Orang yang mengidap diabetes tipe 1 memerlukan terapi insulin seumur hidup untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.
2. Diabetes tipe 2
Diabetes tipe 2 adalah jenis diabetes yang paling umum. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebut kondisi ini mencakup 90–95% dari seluruh kasus diabetes.
Tubuh masih memproduksi insulin, tetapi sel-sel tidak meresponsnya dengan baik. Kondisi ini disebut resistensi insulin. Pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, serta kelebihan berat badan menjadi faktor utama pemicu diabetes tipe 2.
3. Diabetes gestasional
Diabetes gestasional terjadi selama kehamilan pada wanita yang sebelumnya tidak memiliki diabetes. Kondisi ini umumnya membaik setelah persalinan, tetapi bisa meningkatkan risiko berkembang menjadi diabetes tipe 2 di kemudian hari bagi ibu dan anak.
4. Prediabetes
Prediabetes adalah kondisi saat kadar gula darah lebih tinggi dari batas normal, tetapi belum cukup tinggi untuk didiagnosis sebagai diabetes. Tanpa perubahan gaya hidup, prediabetes berisiko berkembang menjadi diabetes tipe 2.
Hampir seluruh kasus mencakup diabetes tipe 1 dan tipe 2. Guna memudahkan Anda dalam memahami kedua kondisi ini, berikut ini rangkuman perbedaan diabetes tipe 1 dan tipe 2.
|
Aspek |
Diabetes Tipe 1 |
Diabetes Tipe 2 |
|
Penyebab |
Autoimun dan pankreas tidak bisa produksi insulin |
Resistensi insulin akibat gaya hidup dan genetik |
|
Usia terkena |
Sering pada anak dan remaja |
Umumnya usia di atas 45 tahun |
|
Produksi insulin |
Tidak ada |
Ada, tetapi tidak efektif |
|
Pencegahan |
Belum dapat dicegah |
Dapat dicegah dengan perubahan gaya hidup |
*) Sumber: Centers for Disease Control and Prevention (2026); National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (2023)
Tanda dan Gejala Diabetes
Gejala penyakit diabetes dapat bervariasi tergantung jenisnya. Pada diabetes tipe 1, gejala timbul lebih cepat dan parah, karena tubuh sama sekali tidak memproduksi insulin. Kondisi ini bisa disertai ketoasidosis diabetik, komplikasi akibat penumpukan keton dalam darah.
Sementara itu, gejala diabetes tipe 2 cenderung berkembang perlahan, sehingga penderita baru menyadarinya setelah melihat kadar gula darah tinggi dari pemeriksaan darah.
Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri umum dari diabetes melitus yang harus Anda waspadai.
- Sering buang air kecil, terutama di malam hari.
- Rasa haus yang berlebihan meski sudah banyak minum.
- Mudah lapar meski sudah makan.
- Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
- Kelelahan dan lemas berlebihan.
- Penglihatan kabur.
- Luka atau memar yang sulit sembuh.
- Mati rasa atau kesemutan di tangan dan kaki.
- Infeksi jamur kulit dan vagina yang lebih sering pada wanita.
Apabila Anda mengalami beberapa tanda di atas, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Gunakan Skrining Prediabetes Online dari Natural Farm untuk membantu Anda mengetahui risiko masalah kesehatan ini sejak dini.
Penyebab dan Faktor Risiko Diabetes

Penyebab diabetes juga akan tergantung jenisnya. Pada diabetes tipe 1, sistem imun secara keliru menyerang dan menghancurkan sel beta pankreas yang memproduksi hormon insulin. Penyebab pasti respons autoimun ini belum sepenuhnya dipahami, tetapi faktor genetik dan paparan lingkungan tertentu diduga berperan.
Pada diabetes tipe 2, tubuh mengalami resistensi insulin akibat kombinasi faktor genetik dan gaya hidup, seperti pola makan tidak sehat, kurang gerak, dan kelebihan berat badan.
Berikut ini adalah faktor-faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes tipe 2.
- Kelebihan berat badan atau obesitas, terutama lemak di area perut.
- Kurang aktivitas fisik atau gaya hidup malas gerak (sedenter).
- Riwayat keluarga dengan penyakit diabetes.
- Berusia di atas 45 tahun.
- Tekanan darah tinggi (hipertensi).
- Kadar kolesterol atau trigliserida tidak normal.
- Riwayat diabetes gestasional pada kehamilan sebelumnya.
Baca Juga: Apakah Diabetes Bisa Sembuh Total? Ini Penjelasannya!
Komplikasi Diabetes
Diabetes melitus yang tidak dikelola dengan baik bisa menimbulkan komplikasi serius pada berbagai organ tubuh. Komplikasi jangka panjang dari penyakit diabetes, meliputi:
- penyakit jantung dan pembuluh darah,
- kerusakan ginjal (nefropati diabetik),
- kerusakan saraf (neuropati),
- gangguan penglihatan hingga kebutaan, serta
- luka terbuka yang sulit sembuh dan berisiko amputasi.
Komplikasi ini dapat dicegah dengan menjaga kadar gula darah tetap dalam rentang normal secara konsisten, rutin memeriksakan diri ke dokter, dan menjalani gaya hidup sehat.
Pengobatan Diabetes
Pengelolaan penyakit diabetes meliputi pengobatan medis dan perubahan gaya hidup yang berjalan beriringan. Penanganan yang dilakukan bergantung pada jenis diabetes, tingkat keparahan, dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.
Konsultasi rutin dengan dokter dibutuhkan untuk menentukan rencana yang sesuai dengan pasien. Berikut ini adalah penjelasan umum dari pengobatan untuk diabetes.
1. Pengobatan medis
Pengobatan diabetes disesuaikan dengan jenis dan kondisi pasien. Penderita diabetes tipe 1 memerlukan terapi insulin karena tubuh tidak mampu memproduksinya sendiri.
Diabetes tipe 2 akan ditangani dengan obat diabetes, seperti metformin, sebagai pilihan lini pertama. Dokter juga akan meresepkan jenis obat lain atau terapi sesuai kondisi pasien.
Pastikan untuk melakukan konsultasi berkala dengan dokter untuk melakukan penyesuaian dosis obat dan pemantauan perkembangan kondisi.
2. Perubahan gaya hidup
Perubahan gaya hidup tidak bisa dipisahkan dari pengelolaan diabetes. Pola makan bergizi seimbang dengan porsi karbohidrat yang terkontrol membantu menjaga berat badan ideal dan kadar gula darah tetap stabil.
WHO juga merekomendasikan aktivitas fisik dengan intensitas sedang selama minimal 150 menit per minggu. Padukan dengan latihan beban 2 kali seminggu yang dapat menurunkan gula darah puasa sebesar 7,1% dan meningkatkan sensitivitas insulin sebesar 46.3% (StatPearls, 2025).
Selain itu, penting juga untuk berhenti merokok dan mengelola stres dengan baik yang juga menjadi bagian penting dari pengelolaan penyakit diabetes melitus.
Cara Mencegah Diabetes
Perlu Anda pahami bahwa diabetes melitus tipe 1 tidak bisa dicegah, karena penyebabnya adalah respons autoimun yang terjadi di luar kendali gaya hidup.
Sementara itu, diabetes melitus tipe 2 dan diabetes gestasional dapat dicegah atau ditunda dengan perubahan gaya hidup yang konsisten.
Berikut adalah beberapa langkah mencegah diabetes yang bisa Anda terapkan sehari-hari.
- Pertahankan berat badan ideal dengan pola makan bergizi dan seimbang.
- Aktif bergerak minimal selama 30 menit setiap hari atau 150 menit per minggu.
- Kurangi konsumsi gula tambahan, makanan olahan, dan minuman manis.
- Rutin memeriksa kadar gula darah, terutama jika memiliki faktor risiko.
- Berhenti merokok, karena kebiasaan ini meningkatkan risiko diabetes tipe 2.
- Kelola stres dengan baik karena stres kronis dapat memengaruhi kadar gula darah.
- Tidur cukup setiap malam, karena kurang tidur berkaitan dengan resistensi insulin.
Baca Juga: Kadar Gula Darah Normal Berdasarkan Usia & Cara Menjaganya
Suplemen Dukung Pengelolaan Diabetes dari Natural Farm
Mengelola kadar gula darah memerlukan komitmen jangka panjang, mulai dari pola makan, olahraga, hingga pemenuhan kebutuhan nutrisi yang tepat.
Natural Farm menyediakan suplemen yang dirancang khusus untuk mendukung kebutuhan nutrisi penderita diabetes. Berikut ini adalah beberapa pilihan yang membantu perjalanan kesehatan Anda ataupun orang terdekat.
1. Nutriwell Diabcare

Beli Nutriwell Diabcare 30 Capsules di Natural Farm
Susah penuhi kebutuhan nutrisi harian dan menjaga kadar gula darah tetap stabil? Nutriwell Diabcare hadir sebagai solusi nutrisi untuk mendukung kebutuhan penderita diabetes.
Produk ini mengandung kombinasi sejumlah herbal, seperti Gymnema Sylvestre, Cinnamon, Fenugreek, dan Bitter Melon, serta vitamin dan mineral penting yang membantu mendukung metabolisme tubuh secara optimal.
Nutriwell Diabcare cocok dikonsumsi sebagai pelengkap pola makan sehat Anda sehari-hari. Konsumsi sesuai anjuran dan bukan sebagai pengganti pengobatan medis dari dokter.
|
Nama Produk |
Nutriwell Diabcare 30 Capsules |
|
Kandungan Utama |
|
|
Manfaat |
|
|
Anjuran Konsumsi |
Dewasa, 1 kapsul per hari atau sesuai anjuran dokter |
|
No. Registrasi BPOM |
SI243063311 |
2. Nuvita Nutri Diacare

Beli Nuvita Nutri Diacare 30 Kaplet di Natural Farm
Nuvita Nutri Diacare diformulasikan guna membantu memenuhi kebutuhan gizi pada pasien diabetes. Kandungan Chromium Picolinate, L-Glutamine, L-Alanine, Alpha Lipoic Acid, dan Cinnamon Extract membantu memelihara kesehatan penderita diabetes.
Suplemen ini baik dikonsumsi sebagai pelengkap program nutrisi dan pengelolaan diabetes yang sudah Anda jalani. Konsultasikan dengan dokter sebelum menambahkan suplemen baru ke dalam rutinitas harian Anda.
|
Nama Produk |
Nuvita Nutri Diacare 30 Kaplet |
|
Kandungan Utama |
|
|
Manfaat |
Membantu memelihara kesehatan penderita diabetes |
|
Anjuran Konsumsi |
Dewasa, 1 kali sehari 1 kaplet salut selaput |
|
No. Registrasi BPOM |
SD255024171 |



