Logo Natural Farm
Gratis Ongkir + Banyak Promo belanja di aplikasi
Sport

Panduan Diet OCD Pemula untuk Bantu Menurunkan Berat Badan

Ditinjau oleh Tim Kesehatan Natural Farm Ditulis oleh Satria Aji Purwoko

Bagikan:

Diet OCD merupakan salah satu metode penurunan berat badan yang cukup populer karena dianggap lebih fleksibel. Diet ini mengatur waktu makan dan puasa di dalam periode tertentu sehingga tubuh memiliki waktu lebih lama untuk membakar cadangan energi. 

Banyak orang tertarik mencoba diet OCD karena dinilai praktis serta tidak terlalu membatasi jenis makanan. Kamu mungkin ingin mencobanya, kan? Namun, cara diet OCD tetap perlu diperhatikan supaya manfaatnya optimal dan risiko efek samping bisa diminimalkan.

Apa Itu Diet OCD?

Diet OCD adalah pola makan yang menggabungkan puasa dengan jendela makan tertentu. Jenis diet ini merupakan singkatan dari Obsessive Corbuzier’s Diet yang dipopulerkan oleh Deddy Corbuzier. 

Dalam metode ini, kamu boleh makan seperti biasa pada jam tertentu, lalu berpuasa di luar waktu tersebut. Nah, konsep diet OCD sebenarnya mirip dengan intermittent fasting atau IF. 

Tujuan diet OCD ini adalah untuk membantu tubuh mengontrol asupan kalori, meningkatkan pembakaran lemak, dan membantu menurunkan berat badan. Agar diet lebih terarah, pakai Kalkulator BMI untuk tahu berat badan idealmu.

Kesimpulannya, diet OCD hanya mengatur jendela makan dan puasa. Meskipun aturan diet OCD simpel, hal ini tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatanmu, ya!

Manfaat Diet OCD untuk Kesehatan

Diet OCD nggak cuma dilakukan untuk menurunkan berat badan, lho. Kalau kamu terapkan dengan pola makan yang sehat dan seimbang, metode ini juga dapat membantu menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. 

Nah, manfaatnya biasanya berkaitan dengan pengaturan kalori, metabolisme, hingga kontrol gula darah. Namun, hasil tiap orang bisa berbeda tergantung pola makan, aktivitas fisik, dan kondisi tubuh masing-masing. Simak potensi manfaat diet OCD di bawah ini, yuk!

1. Menurunkan berat badan

Manfaat diet OCD yang paling dikenal tentunya membantu menurunkan berat badan. Ketika waktu makan dibatasi, asupan kalori harian biasanya ikut berkurang. Kondisi ini bikin tubuh menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi. 

Selain itu, periode puasa juga membantu mengontrol kebiasaan ngemil berlebih yang sering menjadi penyebab berat badan naik. Apalagi bila dibarengi olahraga dan pola makan sehat, penurunan berat badan bisa lebih stabil.

Bahkan, tinjauan dari Canadian Family Physician (2020) menemukan bahwa diet intermittent fasting berpotensi mengurangi berat badan sebesar 0,8–13% dari berat badan awal, tanpa menimbulkan efek samping serius.

2. Mengontrol gula darah

Ketika tubuh punya jeda makan lebih panjang, sensitivitas insulin meningkat sehingga kadar glukosa atau gula darah lebih terkontrol. Tinjauan dalam jurnal Cureus (2022) menunjukkan puasa IF yang konsepnya sama dengan diet OCD mampu menurunkan angka gula darah puasa secara signifikan, rata-rata sebesar 4 mg/dL.

Akan tetapi, orang dengan diabetes atau gangguan gula darah tetap perlu konsultasi dokter sebelum mencoba diet OCD. Hal ini perlu dilakukan agar perubahan pola makan ini nggak menyebabkan hipoglikemia parah alias gula darah terlalu rendah.

3. Meningkatkan metabolisme tubuh

Banyak orang mengira puasa bikin metabolisme melambat. Padahal, pada periode tertentu, puasa justru bisa membantu tubuh mengoptimalkan penggunaan energi. 

Diet OCD membantu tubuh lebih efisien memakai cadangan energi yang bikin pembakaran lemak meningkat. Nah, bila dibarengi asupan nutrisi yang cukup, metabolisme tubuh tetap bisa berjalan baik tanpa harus makan sepanjang hari.

4. Mengontrol pola makan

Salah satu manfaat diet ini yang lumayan terasa yakni membantu mengatur pola makan jadi lebih terjadwal. Banyak orang jadi lebih sadar kapan harus makan dan kapan harus berhenti ngemil. Alhasil, kamu nggak bakal makan berlebihan lagi, deh!

Tanpa disadari, kebiasaan ini juga bisa akan mengurangi konsumsi makanan tinggi gula dan kalori. Dengan jadwal makan yang lebih teratur, tubuh kamu juga cenderung lebih gampang beradaptasi dan rasa lapar bisa lebih terkendali.

5. Meningkatkan fokus dan konsentrasi

Beberapa orang merasa lebih fokus saat menjalani diet OCD karena pola makan akan lebih teratur. Saat waktu puasa, tubuh juga mengalami perubahan kimiawi yang akan membantu meningkatkan konsentrasi dalam jangka pendek.

Penelitian dalam jurnal Nutrients (2021) menjelaskan ketika berpuasa dalam durasi tertentu, tubuh akan membakar lemak dan melepaskan keton, sumber energi yang lebih efisien bagi otak. Nah, efek ini biasanya terasa saat tubuh sudah mulai beradaptasi dengan jadwal diet OCD yang dijalankan secara konsisten.

Baca Juga: 7 Cara Membakar Kalori Tanpa Perlu ke Luar Rumah

Jadwal Diet OCD dan Tahapan yang Umum Dilakukan

Jadwal diet OCD terdiri dari beberapa pola jendela makan dan puasa yang kamu pilih sesuai kemampuan. Buat kamu yang pemula, baiknya mulai dari durasi puasa yang paling ringan dahulu agar tubuh nggak langsung kaget. 

Makin sempit jendela makan, makin panjang waktu puasanya. Eitsss, jangan lupa kalau pola ini tetap harus disesuaikan dengan aktivitas harian dan kondisi kesehatanmu, ya!

1. Jendela makan 16:8

Pola 16:8 menjadi jadwal diet OCD yang paling sering dipilih oleh pemula. Kamu bisa puasa selama 16 jam dan boleh makan selama 8 jam. Misalnya, kamu makan dari pukul 12 siang sampai 8 malam, lalu berpuasa saat tidur malam sampai keesokan harinya. 

Ketika puasa kamu tetap boleh minum air putih atau kopi dan teh tanpa gula, kok! Jadwal ini dianggap paling ringan karena tubuh masih punya waktu makan yang cukup panjang.

2. Jendela makan 18:6

Pada pola 18:6, waktu puasa diperpanjang menjadi 18 jam dengan jendela makan selama 6 jam. Contohnya, kamu hanya makan dari pukul 1 siang sampai 7 malam. Kemudian, selama 18 jam ke depan alias sampai pukul 1 siang keesokan harinya kamu harus berpuasa.

Nah, pola ini umumnya mulai membawa efek fat burning atau pembakaran lemak yang lebih terasa dibanding pola 16:8. Diet OCD kuncinya terletak pada konsistensi, jadi penting untuk tetap memenuhi kebutuhan nutrisi meski waktu makan lebih singkat. 

3. Jendela makan 20:4

Jadwal diet OCD 20:4 memiliki waktu puasa selama 20 jam dan jendela makan hanya 4 jam. Metode ini cukup berat untuk pemula karena tubuh harus beradaptasi dengan waktu puasa yang panjang. Jangan coba-coba kalau belum terbiasa, ya!

Nah, orang yang menjalankan pola ini umumnya makan dari jam 2 siang sampai 6 sore saja. Selama jendela makan, asupan nutrisi tetap harus lengkap supaya tubuh nggak kekurangan energi dan massa otot tetap terjaga.

4. Makan 1 kali sehari

Pola makan satu kali sehari atau One Meal a Day (OMAD) termasuk metode diet OCD yang paling ekstrem. Dalam pola ini, kamu hanya makan satu kali dalam sehari, lalu puasa 23–24 jam dengan tetap boleh minum minuman tanpa kalori, seperti air putih dan teh tanpa gula.

Metode ini dapat dilakukan oleh orang yang tubuhnya telah terbiasa dengan puasa panjang. Karena cukup berat, pola ini nggak disarankan untuk semua orang, terutama pemula atau orang dengan kondisi kesehatan tertentu.

Perbandingan Diet OCD dan Intermittent Fasting

Diet OCD dan intermittent fasting sebenarnya punya konsep yang mirip karena sama-sama mengatur waktu makan dan puasa. Banyak orang menganggap diet OCD merupakan salah satu bentuk IF dengan aturan yang lebih spesifik dan populer di Indonesia.

Namun, bedanya terletak pada variasi metode serta cara penerapannya. Simak lengkapnya di tabel berikut ini, yuk!

Aspek

Diet OCD

Intermittent Fasting

Konsep utama

Mengatur jendela makan

Mengatur pola puasa dan makan

Pencetus populer

Deddy Corbuzier

Dikembangkan dari berbagai metode ilmiah

Pilihan jadwal

16:8, 18:6, 20:4, OMAD

Sangat beragam, seperti alternate day fasting dan metode 5:2

Fokus utama 

Penurunan berat badan signifikan

Berat badan ideal dan kesehatan metabolik

Fleksibilitas

Cukup fleksibel

Lebih fleksibel tergantung metode yang dilakukan

Tips Melakukan Diet OCD yang Aman

Cara diet OCD harus dilakukan secara bertahap agar tubuh punya waktu untuk beradaptasi. Jangan langsung memaksakan puasa panjang kalau memang belum terbiasa. 

Di samping itu, memperhatikan kualitas makanan tetap penting meski waktu makan dibatasi. Diet OCD nggak berarti kamu bisa bebas makan apa saja dalam jumlah berlebihan selama jendela makan berlangsung.

Berikut ini adalah beberapa cara melakukan diet OCD yang aman, tetapi tetap efektif untuk membantu menurunkan berat badan yang bisa kamu praktikkan.

  • Mulai dari pola paling ringan, seperti 16:8 dahulu sebelum ke tahapan berikutnya.
  • Tetap konsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang.
  • Perbanyak minum air putih ketika puasa, bisa dikombinasikan dengan minuman nol kalori, seperti teh atau kopi tanpa gula.
  • Hitung kebutuhan kalori harian dengan Kalkulator Kalori sesuai kondisi tubuh serta tingkat aktivitas.
  • Hindari makan berlebihan, terlebih makanan yang tidak sehat, saat jendela makan.
  • Jauhi kebiasaan begadang karena dapat memengaruhi hormon lapar.
  • Segera hentikan diet bila muncul pusing atau lemas berlebihan.

Diet OCD nggak direkomendasikan untuk anak-anak berusia di bawah 18 tahun, ibu hamil, orang dengan diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan pengidap gangguan makan. 

Jika kamu atau orang terdekat masuk kelompok tersebut, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi sebelum melakukan diet OCD.

Baca Juga: Apakah Puasa Bisa Menurunkan Berat Badan? Begini Penjelasannya

Rekomendasi Protein Praktis untuk Dukung Diet OCD

Melakukan diet OCD nggak cukup hanya mengatur jam makan saja. Kamu juga tetap harus memperhatikan kualitas asupan nutrisi supaya massa otot tetap terjaga serta tubuh nggak gampang lemas selama puasa. 

Salah satu nutrisi yang penting diperhatikan adalah protein. Asupan protein yang cukup bisa menjaga rasa kenyang lebih lama hingga mendukung pembentukan otot. Nah, Natural Farm punya berbagai pilihan protein praktis yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dietmu.

1. Optimum Nutrition Whey Gold Standard Double Rich Chocolate

optimum nutritioon whey gold standard double rich chocolate

Beli Optimum Nutrition Whey Gold Standard Double Rich Chocolate di Natural Farm

Optimum Nutrition Whey Gold Standard Double Rich Chocolate merupakan salah satu whey protein paling populer untuk mendukung program diet OCD. Dalam satu serving, produk ini mengandung sekitar 24 gram protein yang berasal dari kombinasi whey protein isolate dan hydrolyzed whey protein.

Lebih dari itu, ada pula tambahan 5,5 gram BCAA per sajian buat mendukung recovery otot setelah olahraga. Protein juga membantu menjaga rasa kenyang lebih lama saat menjalani jadwal diet OCD sehingga kamu nggak gampang lapar selama puasa. 

Hasil konsumsi whey protein mungkin berbeda pada setiap orang, tergantung pola makan, intensitas olahraga, serta kebutuhan protein harian masing-masing.

2. BSN Syntha 6 Isolate Chocolate

bsn syntha 6 isolate chocolate

Beli BSN Syntha 6 Isolate Chocolate di Natural Farm

Perlu protein yang bisa diserap sepanjang hari? BSN Syntha 6 Isolate adalah solusinya, nih!

Produk dari BSN ini cocok buat kamu yang mencari whey protein dengan rasa yang creamy, tetapi tetap tinggi protein. Teknologi ISOLAST yang menggabungkan manfaat whey protein isolate dan milk protein isolate bikin protein dalam suplemen ini bisa diserap cepat maupun lambat oleh tubuh.

Tiap sajian bisa memberikan kamu 25 gram protein. Kandungan protein yang tinggi ini dapat membantu menjaga massa otot selama menjalani diet OCD, terutama saat tubuh berada di dalam fase puasa yang cukup panjang.

Namun, perlu diingat bahwa pemakaian suplemen protein tetap perlu kamu imbangi dengan asupan makanan bergizi dan pola hidup sehat agar hasil diet lebih optimal.

3. Optimum Nutrition Platinum Hydro Whey Chocolate

optimum nutrition platinum hydro whey chocolate

Beli Optimum Nutrition Platinum Hydro Whey Chocolate di Natural Farm

Manfaat diet OCD tentunya akan lebih maksimal bila dikombinasikan dengan olahraga rutin. Kalau kamu butuh suplemen whey protein untuk dukung latihan intens, Optimum Nutrition Platinum Hydro Whey Chocolate bisa kamu masukkan ke dalam wishlist, nih!

Suplemen protein ini mengandung Advanced Hydrolyzed Whey Protein Isolate, yang proses penyerapannya lebih cepat dibandingkan whey biasa. Dalam satu serving, produk ini punya kandungan 30 gram protein dan 9 gram BCAA buat membantu proses perkembangan otot setelah latihan intensitas tinggi.

Nah, Optimum Nutrition Platinum Hydro Whey cocok untuk kamu yang melakukan diet OCD sembari rutin gym. Produk tinggi protein ini sebaiknya dikonsumsi sesuai aturan saji untuk membantu menghindari asupan kalori berlebih selama program diet. 

4. Optimum Nutrition Casein Chocolate

optimum nutrition casein chocolate

Beli Optimum Nutrition Casein Chocolate di Natural Farm

Berbeda dari suplemen lainnya, Optimum Nutrition Casein mengandung casein yang dikenal sebagai protein penyerapan lambat. Karakteristik ini bikin casein cocok diminum saat kamu menjalani diet OCD karena membantu memberikan rasa kenyang lebih lama saat puasa.

Optimum Nutrition Casein mengandung sekitar 24 gram Micellar Casein Protein per 1 sajian untuk membantu menjaga massa otot agar tetap stabil ketika tubuh tidak mendapat asupan makanan dalam waktu panjang. 

Produk ini baiknya kamu konsumsi sebelum tidur malam atau menjelang mulai puasa. Akan tetapi, casein bukan pengganti makanan utama dan konsumsinya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi harian kamu, ya! 

5. ISOPURE Whey Protein Isolate Unflavored

isopure whey protein isolate unflavored

Beli ISOPURE Whey Protein Isolate Unflavored di Natural Farm

Bosan minum susu whey protein karena selalu bikin enek? Cobain ISOPURE Whey Protein Isolate Unflavored, deh!

Bubuk whey protein tanpa rasa ini bisa fleksibel kamu campurkan ke dalam minuman, misal susu atau smoothies, bahkan makanan favorit, seperti oatmeal dan cookies. Dalam 1 sajian, ISOPURE Whey Protein Isolate Unflavored akan memberikan 25 gram whey protein isolate dengan kadar karbohidrat rendah sehingga ideal untuk mendukung program diet OCD.

Nah, produk ini juga cukup populer untuk orang yang sedang menjaga asupan kalori, tetapi tetap ingin memenuhi kebutuhan protein harian secara praktis. Jika kamu mengidap kondisi medis tertentu atau alergi protein susu, konsultasikan dulu dengan dokter sebelum minum suplemen protein.

Rekomendasi untuk Anda

Pertanyaan tentang Diet OCD

Diet OCD itu seperti apa?
Apa bedanya diet OCD dan IF?
Apa efek samping diet OCD?
Berapa lama diet OCD terlihat hasilnya?

Kategori Artikel